Gotrade News - Wall Street kembali mencetak rekor tertinggi pada perdagangan Senin (11/5/2026) dengan saham kecerdasan buatan dan chip menjadi mesin penggerak utama. Indeks S&P 500 naik 0,19% ke 7.412,84 dan Nasdaq Composite menguat 0,10% ke 26.274,13, level tertinggi sepanjang masa.
Penguatan ini didorong optimisme pasar terhadap belanja modal AI yang masif dari perusahaan teknologi besar. Indeks PHLX Semiconductor melonjak 2,6% sehari, menandai sektor chip sebagai pemimpin reli terbaru.
Key Takeaways:
- S&P 500 ditutup di 7.412,84 dan Nasdaq cetak rekor di 26.274,13 pada 11 Mei 2026.
- Indeks PHLX Semiconductor naik 2,6%, memimpin penguatan sektor pada hari itu.
- 83% dari 440 emiten S&P 500 melampaui ekspektasi laba kuartal pertama 2026.
Mesin Penggerak Reli AI dan Chip
Menurut Kompas, Ross Mayfield dari Baird menilai momentum saham AI dan chip kini bersifat mandiri. Reli ini berlanjut meski sentimen berita harian terlihat campur aduk bagi investor global.
Saham seperti Nvidia (NVDA) dan AMD (AMD) menjadi penggerak utama pada perdagangan Senin tersebut. ETF semikonduktor VanEck Semiconductor (SMH) turut naik tajam mengikuti reli sektor chip.
Dilansir Bloomberg Technoz, kepala BlackRock Investment Institute Jean Boivin menyebut pasar memperhitungkan pertumbuhan berbasis AI. Faktor ini menyeimbangkan kekhawatiran terkait gejolak pasokan energi dari Timur Tengah.
Terry Sandven dari U.S. Bank Wealth Management menambahkan, reli pasar terutama ditopang pertumbuhan laba korporasi yang solid. Sebanyak 83% dari 440 emiten S&P 500 yang melaporkan kinerja kuartal pertama melampaui ekspektasi analis.
Risiko Inflasi dan Geopolitik
Melansir Metro TV, Keith Lerner dari Truist menyatakan pasar mengabaikan berita negatif untuk saat ini. Investor berasumsi kesepakatan damai AS-Iran pada akhirnya akan tetap tercapai meski negosiasi sedang sulit.
Data indeks harga konsumen April yang akan dirilis Selasa menjadi katalis berikutnya bagi pasar. Joseph Brusuelas dari RSM US menyebut swap satu tahun diperdagangkan pada 3,25% dan swap dua tahun pada 2,93%.
Investor Michael Burry memperingatkan pasar telah melampaui batas wajarnya, menyiratkan potensi koreksi pada saham teknologi. Sentimen hati-hati ini berlawanan dengan target indeks S&P 500 sebesar 7.700 dari Robert Edwards di Edwards Asset Management.
Reli sektor chip juga memberi dorongan pada saham besar lain seperti Microsoft (MSFT). Vendor cloud besar ini menjadi pembeli utama chip AI dari Nvidia maupun AMD untuk pusat data berskala besar mereka.
Dow Jones Industrial Average juga ikut menguat 95,31 poin atau 0,19% ke level 49.704,47 pada Senin tersebut. Sektor energi tercatat sebagai pemenang terbesar di antara 11 sektor S&P 500 berkat kenaikan harga minyak.
Ekspektasi pertumbuhan laba tahunan emiten S&P 500 telah direvisi naik ke 28,6% dari sebelumnya 14,4% pada April. Revisi tajam ini memberi landasan fundamental yang kokoh bagi reli pasar saham AS belakangan.
Pasar juga mencatat enam pekan kenaikan beruntun, level streak terpanjang sejak pertengahan Oktober 2024 lalu. Sekitar 8 triliun dolar AS dana tunai masih menumpuk di money market siap menambah amunisi.
Marci McGregor dari Merrill dan Bank of America Private Bank menyebut koreksi pasar akan menjadi peluang beli. Optimisme tersebut bersandar pada laba korporasi, belanja modal teknologi, dan pasar tenaga kerja yang masih kuat.
Sumber:












