Gotrade News - Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite mencetak rekor pada penutupan Jumat (1/5), dengan S&P 500 naik 0,29% ke 7.230 dan Nasdaq menguat 0,89% ke 25.114. Futures AS bergerak relatif stabil pada perdagangan Senin (4/5) menjelang rilis laporan keuangan emiten S&P 500.
Penopang utama rally datang dari saham Apple (AAPL) yang melonjak lebih dari 3% setelah melampaui ekspektasi laba kuartal II fiskal. Perbaikan panduan pendapatan menjadi katalis utama meskipun penjualan iPhone meleset dari estimasi.
Key Takeaways
- S&P 500 ditutup di 7.230 dan Nasdaq di 25.114, keduanya mencetak rekor pada Jumat (1/5).
- Futures S&P 500 +0,06% dan futures Dow +0,1% pada awal sesi Senin (4/5).
- Lebih dari 100 emiten S&P 500 termasuk Alphabet dan Apple sudah merilis kinerja kuartal pertama.
Dow Jones Industrial Average sebaliknya melemah 0,31% dengan penurunan 152,87 poin ke 49.499. Pelemahan Dow terbatas akibat saham defensif seperti UnitedHealth dan Caterpillar mengalami koreksi.
Kontrak berjangka S&P 500 menguat tipis 0,06% ke 7.261,5 poin dan Nasdaq 100 melemah 0,05% ke 27.823,5 pada Senin pagi. Dow futures naik 0,1% menggambarkan pasar dalam mode wait and see.
Pendorong Pasar
David Krakauer dari Mercer Advisors menyatakan optimismenya terhadap saham AS dengan mengandalkan pertumbuhan laba korporasi yang solid. Ia mengingatkan belanja modal AI akan menghasilkan pemenang dan pecundang di sektor teknologi.
Lebih dari 100 emiten S&P 500 sudah merilis kinerja kuartal pertama termasuk Alphabet (GOOGL) dan Apple. Hasil yang lebih baik dari ekspektasi mendorong rotasi ke saham megacap yang punya eksposur AI.
Saham Apple mendapat dorongan setelah panduan pendapatan kuartal berikutnya direvisi naik. Sentimen positif ini juga merembet ke Microsoft (MSFT) dan emiten teknologi besar lain dengan eksposur AI.
Harga minyak yang melemah turut mendukung sentimen risk-on di pasar saham AS. Brent yang turun 2,02% ke USD108,17 per barel meredam kekhawatiran tekanan biaya bagi sektor manufaktur dan logistik.
Fokus pasar berikutnya adalah rilis data non-farm payroll Jumat ini dan perkembangan ketegangan AS-Iran. Investor mencermati apakah momentum rekor dapat berlanjut atau pasar memasuki fase konsolidasi.
Sources
Katadata, Indeks Wall Street Melambung saat S&P dan Nasdaq Cetak Rekor, 2026.
Metro TV News, Kontrak Berjangka Saham AS Stabil, 2026.












