Warsh Bidik Neraca The Fed Saat Rapat FOMC Dimulai

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Warsh Bidik Neraca The Fed Saat Rapat FOMC Dimulai

Share this article

Gotrade News - Calon Ketua The Fed Kevin Warsh mempertajam kritiknya terhadap kebijakan moneter saat ini bersamaan dengan dimulainya rapat FOMC dua hari. Investor menimbang dorongannya untuk neraca yang lebih ramping di tengah jalur suku bunga jangka pendek yang diperkirakan tidak berubah.

Menurut laporan Motley Fool pada Senin (28/04), Warsh menilai pertumbuhan neraca The Fed yang berlebihan membuat suku bunga lebih tinggi dan ekonomi lebih lemah dari yang seharusnya. Pernyataan tersebut menegaskan kontras yang jelas dengan Ketua petahana Jerome Powell.

--- - Warsh mendorong pemangkasan neraca secara radikal, menyiratkan sikap likuiditas yang lebih ketat di bawah kepemimpinannya nanti - FOMC memulai rapat dua hari pada Senin (28/04), dengan suku bunga diperkirakan tetap di 3,50% hingga 3,75% - Futures Nasdaq 100 turun 0,74% ke 27.237,75 saat kekhawatiran sektor AI dan ketidakpastian suku bunga membebani sentimen risiko ---

Warsh dinominasikan pada 30 Januari 2026 untuk menggantikan Powell, yang masa jabatannya berakhir pada 15 Mei 2026. Ia sebelumnya menjabat di Dewan Gubernur Federal Reserve dari Februari 2006 hingga Maret 2011 dan turut memberikan suara dalam keputusan FOMC selama periode tersebut.

Menurut Motley Fool pada Senin (28/04), Warsh menyatakan bahwa jika neraca tidak dibengkakkan dari $800 miliar pada 2006 menjadi jauh lebih besar, suku bunga seharusnya bisa lebih rendah dan inflasi bisa lebih baik. Pernyataan itu menempatkan neraca, bukan suku bunga acuan, sebagai inti kritiknya.

Neraca The Fed berkembang dari di bawah $900 miliar pada Agustus 2008 menjadi sekitar $9 triliun pada Maret 2022. Per April 2026 angkanya berada di sekitar $6,7 triliun, menyisakan ruang signifikan jika Warsh menjalankan deleveraging yang berarti.

Pengurangan neraca yang lebih agresif akan memperketat kondisi keuangan secara independen dari suku bunga acuan. Dinamika tersebut berpotensi menekan ekuitas berdurasi panjang, termasuk sebagian dari kompleks AI yang menjadi motor reli indeks belakangan ini.

Menurut Barchart pada Senin (28/04), futures Nasdaq 100 E-Mini diperdagangkan turun 0,74% di 27.237,75 menjelang keputusan FOMC. Penurunan ini mengikuti rekor tertinggi baru S&P 500 dan Nasdaq 100 yang tercatat pada sesi sebelumnya.

Tekanan terkonsentrasi pada nama-nama yang terkait AI setelah laporan Wall Street Journal menyoroti OpenAI yang meleset dari beberapa target penjualan bulanan pada 2026. CoreWeave turun 5%, Oracle melemah lebih dari 4%, sementara AMD dan Broadcom masing-masing turun 3% hingga 4% di perdagangan pra-pasar.

Pasar tetap memperkirakan FOMC akan menahan suku bunga di rentang 3,50% hingga 3,75% pada rapat ini. Investor akan menelaah pernyataan dan konferensi pers untuk mencari sinyal kemungkinan kenaikan lanjutan atau perlambatan laju run-off neraca.

Yield Treasury 10 tahun naik satu basis poin ke 4,36% pada Senin (28/04). Harga minyak yang tinggi dan ketegangan di Timur Tengah terus memperkuat narasi inflasi yang mempersulit pivot ke kebijakan yang lebih longgar.

Aliran laporan keuangan pekan ini menambah lapisan data yang relevan bagi kebijakan. Visa, Coca-Cola, T-Mobile, United Parcel Service, dan Booking Holdings melapor pada Senin, dengan pertumbuhan laba S&P 500 Q1 yang diperkirakan sekitar 12% secara tahunan.

Nominasi Warsh memunculkan pertanyaan rezim yang melampaui transisi 15 Mei. Seorang ketua yang lebih fokus pada pengetatan neraca akan menandai pergeseran struktural dalam cara The Fed mengelola pasokan cadangan dan term premium.

Untuk saat ini, rapat FOMC sendiri menjadi katalis terdekat. Narasi Warsh kemungkinan akan menjadi latar di balik posisi ekuitas dan obligasi sampai pernyataan resmi dan panduan dot plot dirilis.

Eksposur tematik pada kebijakan moneter AS dapat dibangun melalui aplikasi Gotrade dengan akses ke lebih dari 4.000 ticker pasar Amerika.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade