Altman Z-Score: Pengertian, Cara Hitung, dan Cara Gunakannya

Erwanto KhusumaErwanto Khusuma
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade

Bagikan artikel

Altman Z-Score: Pengertian, Cara Hitung, dan Cara Gunakannya

Altman Z-Score membantu investor menyaring perusahaan yang menunjukkan tanda tekanan keuangan. Model ini menggabungkan lima rasio yang mengukur likuiditas, akumulasi laba, laba operasi, kemampuan modal menutup kewajiban, dan penggunaan aset. Namun, hasilnya tidak dapat dibaca sebagai kepastian bahwa perusahaan akan atau tidak akan bangkrut. Model awal dibuat berdasarkan perusahaan manufaktur publik dan perlu digunakan sesuai jenis perusahaan yang dianalisis.

Artikel ini akan membahas apa itu Altman Z-Score, cara menghitungnya, ambang batas perusahaan sehat atau berisiko bangkrut, dan bagaimana metrik ini membantu investor dalam analisis saham.

Apa Arti Altman Z-Score?

Altman Z-Score adalah model statistik yang dikembangkan oleh Edward Altman dan diterbitkan pada 1968. Tujuannya adalah mengelompokkan perusahaan berdasarkan tingkat risiko financial distress menggunakan beberapa rasio keuangan sekaligus. Penelitian awalnya menggunakan sampel 66 perusahaan manufaktur, terdiri dari perusahaan yang bangkrut dan perusahaan pembanding yang masih beroperasi. Karena sampelnya terbatas pada perusahaan manufaktur, model awal tidak sebaiknya diterapkan ke semua sektor tanpa penyesuaian.

Baca juga: Waspada Penipuan Mengatasnamakan Gotrade: Kenali Modusnya & Lindungi Dirimu

Rumus Altman Z-Score

Melansir Investopedia, rumus klasik Altman Z-Score adalah: Z = 1,2X₁ + 1,4X₂ + 3,3X₃ + 0,6X₄ + 1,0X₅

Masing-masing komponen mewakili aspek penting dari kinerja perusahaan:

KomponenRumusHal yang Diukur
X₁Modal kerja ÷ total asetLikuiditas jangka pendek
X₂Laba ditahan ÷ total asetAkumulasi keuntungan perusahaan
X₃EBIT ÷ total asetKemampuan aset menghasilkan laba operasi
X₄Nilai pasar ekuitas ÷ total liabilitasBesarnya nilai ekuitas dibandingkan kewajiban
X₅Penjualan ÷ total asetKemampuan aset menghasilkan pendapatan

Rumus tersebut berasal dari model yang diterbitkan Altman untuk perusahaan manufaktur publik.

Baca juga: IDX30: Daftar Saham, Kinerja Terbaru & Cara Investasi 2026

Dari Mana Data Altman Z-Score Diperoleh?

Sebagian besar data dapat ditemukan dalam laporan tahunan atau laporan kuartalan perusahaan.

DataSumber
Aset lancarNeraca
Liabilitas lancarNeraca
Modal kerjaAset lancar dikurangi liabilitas lancar
Total asetNeraca
Laba ditahanBagian ekuitas pada neraca
EBITLaporan laba rugi
Total liabilitasNeraca
Penjualan atau pendapatanLaporan laba rugi
Nilai pasar ekuitasHarga saham dikali jumlah saham beredar

Gunakan periode laporan yang sama untuk seluruh data. Mencampurkan angka tahunan dan kuartalan dapat menghasilkan skor yang sulit dibandingkan.

Contoh Cara Menghitung Altman Z-Score

Menurut penelitian Altman, hasil skor dapat dikategorikan sebagai berikut:

Nilai Z-ScoreKategori Model KlasikArti Umum
Di atas 2,99Zona risiko lebih rendahIndikasi tekanan keuangan relatif lebih rendah.
1,81 sampai 2,99Zona abu-abuHasil belum memberi pemisahan yang jelas.
Di bawah 1,81Zona distressMembutuhkan pemeriksaan keuangan lebih lanjut.

Contohnya, jika sebuah perusahaan memiliki Z-Score sebesar 3,2, artinya kondisi finansialnya kuat dan kecil kemungkinan mengalami kesulitan likuiditas. Sebaliknya, Z-Score di bawah 1,5 dapat menjadi peringatan bahwa perusahaan berpotensi gagal bayar atau mengalami tekanan finansial serius.

Contoh Cara Menghitung Altman Z-Score

Misalkan perusahaan manufaktur publik memiliki data berikut, dalam miliar rupiah:

DataNilai
Modal kerjaRp300
Laba ditahanRp500
EBITRp260
Nilai pasar ekuitasRp2.200
Total liabilitasRp1.000
PenjualanRp2.400
Total asetRp2.000

Perhitungannya:

KomponenPerhitunganHasil Setelah Koefisien
X₁300 ÷ 2.000 = 0,151,2 × 0,15 = 0,18
X₂500 ÷ 2.000 = 0,251,4 × 0,25 = 0,35
X₃260 ÷ 2.000 = 0,133,3 × 0,13 = 0,429
X₄2.200 ÷ 1.000 = 2,200,6 × 2,20 = 1,32
X₅2.400 ÷ 2.000 = 1,201,0 × 1,20 = 1,20

Dibulatkan, perusahaan tersebut memiliki Altman Z-Score sebesar 3,48. Menurut batas model klasik, skor itu berada di zona risiko distress yang lebih rendah. Hasilnya bukan jaminan bahwa kondisi perusahaan akan tetap sama atau harga sahamnya akan naik.

Aplikasi Altman Z-Score dalam Analisis Saham

  1. Menilai stabilitas keuangan sebelum investasi
    Investor dapat menggunakan Z-Score untuk menyaring saham yang berisiko tinggi. Misalnya, saham dengan Z-Score di bawah 1,8 biasanya dihindari karena menunjukkan potensi masalah dalam kemampuan untuk mengembalikan utang jangka pendek dan panjang.
  2. Membandingkan antar perusahaan sejenis
    Melansir Corporate Finance Institute (CFI), dalam sektor yang sama, Z-Score dapat membantu menentukan perusahaan mana yang lebih sehat secara finansial. Misalnya, antara dua perusahaan otomotif, yang memiliki skor lebih tinggi dianggap lebih stabil menghadapi tekanan ekonomi.
  3. Mengonfirmasi sinyal valuasi
    Jika saham terlihat undervalued berdasarkan rasio seperti price-to-earnings (P/E), investor dapat memeriksa Z-Score untuk memastikan bahwa valuasi murah bukan disebabkan oleh risiko kebangkrutan.
  4. Analisis risiko portofolio
    Z-Score juga digunakan oleh manajer investasi untuk menilai kualitas portofolio. Portofolio dengan terlalu banyak saham ber-Z rendah berpotensi rentan terhadap guncangan ekonomi.
  5. Deteksi dini masalah keuangan
    Melansir Harvard Business Review, model Z-Score terbukti efektif mendeteksi tanda-tanda kebangkrutan hingga dua tahun sebelum terjadi, menjadikannya alat analisis preventif yang penting.

Limitasi Altman Z-Score

Meskipun berguna, Z-Score memiliki beberapa keterbatasan yang perlu diingat:

  • Kurang akurat untuk sektor non-manufaktur. Model asli dikembangkan untuk perusahaan industri, sehingga hasilnya bisa bias jika diterapkan pada sektor seperti teknologi atau keuangan.
  • Bergantung pada data akuntansi. Jika laporan keuangan tidak transparan atau manipulatif, hasil Z-Score bisa menyesatkan.
  • Tidak memperhitungkan faktor makroekonomi. Perubahan suku bunga, kebijakan fiskal, atau gejolak pasar global bisa memengaruhi solvabilitas perusahaan tanpa tercermin langsung dalam rasio keuangan.

Namun, banyak analis kini menggunakan variasi model seperti Z’-Score (untuk perusahaan swasta) dan Z’’-Score (untuk sektor non-manufaktur) agar lebih relevan dengan konteks modern.

Kesimpulan

Altman Z-Score adalah alat analisis fundamental yang membantu investor menilai risiko kebangkrutan perusahaan berdasarkan kombinasi rasio keuangan.

Dengan memahami cara menghitung dan menginterpretasikannya, investor bisa menghindari saham dengan risiko finansial tinggi serta memilih perusahaan yang lebih sehat dan berpotensi tumbuh stabil.

Gunakan pemahaman tentang Altman Z-Score untuk memperkuat riset investasimu dan temukan saham-saham AS berkinerja sehat lewat aplikasi Gotrade. Download dengan klik di sini sekarang!

FAQ

Apa itu Altman Z-Score?

Altman Z-Score adalah model statistik untuk memprediksi potensi kebangkrutan perusahaan berdasarkan rasio keuangan seperti laba, utang, dan penjualan.

Berapa nilai Z-Score yang dianggap aman?

Perusahaan dengan Z-Score di atas 2,99 dianggap sehat, sedangkan di bawah 1,81 berisiko tinggi bangkrut.

Apakah Z-Score cocok untuk semua sektor?

Tidak sepenuhnya. Model aslinya paling akurat untuk perusahaan manufaktur publik, namun versi modifikasi bisa digunakan di sektor lain.

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Erwanto Khusuma
Ditulis oleh
Erwanto Khusuma
Welcome Rewards

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade