Manfaat utama BEP adalah untuk mengetahui total biaya dalam memproduksi sejumlah barang. Saat menghitung, semua biaya produksi tersebut akan diakumulasikan sehingga kita tahu persis batas minimal harga jual produk.
2. Menentukan Dasar Perhitungan Laba
Dalam bisnis ada istilah margin profit yang artinya ukuran standar profit setiap produk. Contoh, kamu mau mendapat profit Rp10.000 per produk. Jadi produk kamu idealnya yaitu nominal BEP ditambah dengan margin profit tersebut.
3. Menentukan Estimasi Waktu Balik Modal
Kebanyakan bisnis harus siap rela merugi di awal pendirian. Alasannya bisa karena brand
awareness produk belum terbangun.
Kalau ingin tahu sampai kapan kerugian ini terjadi, pebisnis perlu mengetahui berapa banyak produk harus terjual sekaligus lama penjualannya. Tanpa BEP estimasi jumlah produk terjual tidak akan bisa dihitung yang menyebabkan durasi penjualan juga tidak dapat diperkirakan.
4. Membantu Perencanaan Investasi dan Ekspansi
Investor juga bisa menilai apakah bisnis cukup kuat untuk berkembang berdasarkan margin biaya dan potensi penjualan. Dalam hal ini, dengan melihat seberapa cepat bisnis mencapai titik impas, investor bisa mengukur tingkat risiko investasi untuk memutuskan apakah ekspansi tersebut layak didanai atau tidak.
Elemen-elemen Analisis Break Even Point
Analisis BEP bekerja dengan memahami dua jenis biaya yaitu biaya tetap, biaya variabel, dan biaya campuran. Berikut penjelasannya:
1. Biaya Tetap (Fixed Cost)
Biaya tetap merupakan biaya pokok yang selalu dikeluarkan perusahaan, termasuk jika tidak memproduksi. Contoh biaya yang tidak berubah meski volume penjualan naik atau turun, seperti:
Sewa
Gaji staf tetap
Bahan baku
Penyusutan alat
2. Biaya Variabel (Variable Cost)
Kebalikan biaya tetap, biaya variabel adalah biaya yang mengikuti jumlah produksi yang dihasilkan perusahaan.
Contoh biaya yang berubah berdasarkan jumlah produk, seperti:
Bahan baku
Biaya produksi
Komisi penjualan
Pendapatan dihitung berdasarkan harga jual per unit dikalikan jumlah penjualan.
BEP terjadi ketika:
Total Biaya = Total Pendapatan
Pada titik ini, bisnis tidak rugi namun juga belum untung.
3. Biaya Campuran (Mixed Cost)
Biaya campuran merupakan kombinasi dari biaya tetap dan variabel dengan default yang wajib dibayarkan meskipun tak ada aktivitas produksi. Namun, jika produksi dilakukan jumlahnya akan terus meningkat mengikuti output produksi.
Contoh yang termasuk biaya campuran yaitu:
Tagihan listrik
Pelumas mesin
Bensin kendaraab
Rumus Break Even Point
| Rumus | Formula | Kegunaan |
|---|
| BEP dalam Unit | BEP Unit = Total Biaya Tetap ÷ (Harga Jual per Unit − Biaya Variabel per Unit) | Menghitung jumlah unit minimum yang harus terjual agar bisnis mencapai titik impas. |
| BEP dalam Rupiah (Penjualan) | BEP Penjualan = BEP Unit × Harga Jual per Unit | Menghitung nilai penjualan minimum yang dibutuhkan untuk mencapai titik impas. |
Catatan: Kedua rumus di atas membantu melihat titik impas dari perspektif volume maupun nilai uang.
Contoh Perhitungan Break Even Point
Rumus BEP adalah biaya tetap : (harga jual per unit - biaya variabel per unit)
Contoh, kamu punya usaha produk makanan ringan dengan data sebagai berikut:
Biaya tetap (sewa + gaji + listrik) = Rp5.000.000/bulan
Harga jual per unit = Rp10.000
Biaya variabel per unit (bahan + produksi) = Rp4.000
Pertama, kita perlu hitung margin kontribusinya dengan cara berikut
Margin kontribusi = 10.000 – 4.000 = Rp6.000
Kemudian, hitung BEP unit:
BEP Unit = 5.000.000 ÷ 6.000 = 833 unit (dibulatkan)
Dalam hal ini, usaha harus menjual minimal 833 unit per bulan agar tidak rugi.
Lanjutkan dengan hitung BEP penjualan:
BEP Penjualan = 833 × 10.000 = Rp8.330.000
Kesimpulannya, usaha harus menghasilkan pendapatan minimal Rp8,33 juta per bulan untuk mencapai titik impas.
Contoh Penerapan BEP dalam Analisis Bisnis dan Investasi
Menghitung BEP menjadi panduan taktis untuk memproyeksikan masa depan finansial usaha, baik bagi pemilik bisnis yang ingin meluncurkan produk baru maupun investor yang sedang menyaring peluang menguntungkan.
Sebagai contoh, berikut adalah simulasi BEP memberikan gambaran konkret mengenai batas aman operasional.
1. Menentukan Apakah Bisnis Layak Dijalankan
Apabila target pasar realistis mampu membeli 1.500 unit per bulan, BEP 833 unit tergolong aman. Namun, jika pasar hanya mampu menyerap 500 unit, bisnis berisiko tinggi.
2. Menilai Keputusan Pembelian Mesin
Jika membeli mesin baru menambah biaya tetap Rp2 juta per bulan, BEP akan naik. Ini membantu menilai apakah ekspansi layak dilakukan.
3. Menganalisis Perusahaan untuk Investasi Saham
BEP membantu memahami apakah perusahaan beroperasi secara efisien. Jika perusahaan perlu volume besar hanya untuk impas, margin bisnisnya tipis dan risikonya lebih tinggi.
Jika BEP tinggi, kamu perlu promosi yang meningkatkan volume penjualan. Jika margin tinggi, fokus bisa pada efisiensi biaya variabel.
Tips Menggunakan Break Even Point untuk Pemula
- Perbarui data biaya secara berkala: Biaya bahan baku atau gaji bisa berubah dari waktu ke waktu.
- Gunakan BEP sebagai alat evaluasi, bukan satu-satunya indikator: BEP tidak memperhitungkan faktor non-finansial seperti kompetisi atau branding.
- Hitung skenario optimis dan pesimis: Buat simulasi jika harga turun atau biaya naik agar perencanaan lebih matang.
- Gabungkan BEP dengan cash flow: Bisnis rentan bukan hanya karena tidak impas, tetapi karena arus kas kering.
Kesimpulan
Analisis Break Even Point adalah alat penting untuk menentukan titik di mana bisnis tidak rugi dan tidak untung. Dengan memahami cara kerja biaya tetap, biaya variabel, dan margin kontribusi, pemula dapat menghitung BEP untuk mengetahui kelayakan bisnis, menentukan harga yang tepat, dan membuat keputusan investasi lebih bijak.
Contoh perhitungan sederhana membantu melihat bagaimana BEP digunakan dalam kehidupan nyata dan bagaimana analisis ini dapat membantu perencanaan jangka panjang.
FAQ
Apa manfaat analisis Break Even Point?
Untuk mengetahui titik impas, menentukan harga, dan menilai efisiensi bisnis.
Apakah BEP selalu harus rendah?
Tidak selalu. BEP tinggi tidak buruk jika pasar mampu menyerap volume besar.
Apa rumus dasar BEP?
Total biaya tetap dibagi margin kontribusi per unit.