Harga tembaga tidak hanya digerakkan oleh data PMI atau kebijakan suku bunga. Salah satu data yang paling langsung mencerminkan kondisi supply-demand fisik copper adalah inventory report copper dari London Metal Exchange (LME).
LME warehouse copper data memberikan gambaran real-time tentang berapa banyak tembaga yang tersedia di gudang resmi, dan perubahannya sering memicu pergerakan harga yang signifikan.
Bagi trader yang ingin memahami dinamika pasar tembaga di level yang lebih dalam, laporan inventori LME adalah data fundamental yang tidak boleh diabaikan.
Apa Itu LME Inventory Report
LME inventory report adalah data resmi yang diterbitkan oleh London Metal Exchange setiap hari kerja, menunjukkan jumlah logam yang tersimpan di gudang-gudang berlisensi LME di seluruh dunia.
Sementara itu, London Metal Exchange adalah bursa logam terbesar dan tertua di dunia. Menurut LME, lebih dari 80% perdagangan logam non-ferrous global merujuk pada harga yang ditetapkan di bursa ini.
LME juga mengoperasikan jaringan gudang berlisensi di lokasi strategis seperti Rotterdam, Busan, New Orleans, dan Johor. Logam yang disimpan di gudang ini tercatat sebagai inventori resmi.
Apa yang dilaporkan dalam inventory report
Setiap hari kerja, LME mempublikasikan data warehouse stocks yang mencakup:
- Total tonnase logam di seluruh gudang LME secara global
- Perubahan harian (net change): penambahan (in) atau pengurangan (out)
- Cancelled warrants: jumlah logam yang sudah diminta untuk dikeluarkan dari gudang tapi belum secara fisik diambil
- Breakdown per lokasi gudang (opsional, tersedia di data lebih detail)
Cancelled warrants sebagai leading indicator
Dari semua komponen laporan, cancelled warrants sering paling diperhatikan trader. Ketika warrant dibatalkan, artinya seseorang mengajukan permintaan untuk menarik logam dari gudang.
Lonjakan cancelled warrants mengindikasikan permintaan fisik yang meningkat sebelum stok gudang secara aktual berkurang. Ini menjadikannya sinyal awal perubahan supply-demand.
Cara Baca Warehouse Stock
Membaca data inventori LME bukan sekadar melihat angka naik atau turun. Konteks di balik perubahan angka itulah yang menentukan implikasi terhadap harga.
Tren penurunan stok (drawdown)
Ketika stok gudang LME menurun secara konsisten selama beberapa minggu, ini menunjukkan permintaan fisik menyerap pasokan lebih cepat dari yang diisi ulang.
Drawdown dari 150.000 ton menjadi 80.000 ton dalam 3 bulan, misalnya, dibaca pasar sebagai tanda ketatnya pasokan fisik.
Tren kenaikan stok (stock build)
Sebaliknya, penambahan stok yang terus-menerus menandakan pasokan melebihi permintaan. Stock build berkepanjangan biasanya memberi tekanan turun pada harga.
Perlu dibedakan apakah kenaikan stok karena pelemahan permintaan atau karena supply baru yang masuk ke pasar.
Konteks level absolut stok
Selain tren perubahan, level absolut inventori juga penting:
- Stok di bawah 100.000 ton secara historis dianggap rendah dan sering memicu premi harga fisik yang lebih tinggi
- Stok di atas 300.000 ton menunjukkan surplus yang cukup signifikan
- Level antara 100.000-200.000 ton dianggap area netral
Angka-angka ini berubah seiring pertumbuhan permintaan global, tapi memberikan kerangka dasar untuk menilai ketatnya pasar.
Perhatikan kecepatan perubahan, bukan hanya arah
Drawdown 5.000 ton per minggu memberi sinyal berbeda dari 500 ton per minggu. Percepatan drawdown sering menjadi trigger pergerakan harga yang lebih agresif.
Dampak ke Harga Copper
Data inventori LME memengaruhi harga copper melalui beberapa mekanisme, baik langsung maupun tidak langsung.
Hubungan inverse stok dan harga
Secara umum, hubungan antara inventori LME dan harga copper bersifat terbalik.
Menurut World Bureau of Metal Statistics, korelasi negatif ini secara historis cukup kuat, meskipun faktor lain seperti sentimen makro dan nilai dolar turut berperan.
Dampak pada struktur futures (backwardation vs contango)
Inventori rendah sering mendorong pasar ke backwardation (harga spot lebih tinggi dari futures) karena pembeli bersedia membayar premi untuk logam segera.
Sebaliknya, inventori tinggi mendorong contango (futures lebih tinggi dari spot), mencerminkan biaya penyimpanan dan kurangnya urgensi permintaan.
Interaksi dengan data makro
Inventori LME tidak bergerak di ruang hampa. Dampaknya terhadap harga diperkuat atau diperlemah oleh data lain:
- Drawdown stok + PMI China naik = sinyal bullish sangat kuat karena data fisik dan makro mengkonfirmasi arah yang sama
- Drawdown stok + dolar AS menguat = sinyal campur, karena dolar kuat cenderung menekan harga komoditas meskipun supply ketat
- Stock build + PMI melemah = sinyal bearish yang saling mengonfirmasi
Kapan inventori tidak menggerakkan harga
Perubahan stok harian yang kecil (di bawah 1.000 ton) jarang memengaruhi harga secara signifikan kecuali dalam konteks tren yang sudah berlangsung.
Pasar juga bisa mengabaikan data inventori saat fokus sedang di event makro besar seperti keputusan FOMC atau data inflasi.
Timing Trading dengan Inventory Data
Menggunakan data inventori LME untuk timing trading membutuhkan pemahaman tentang kapan data dirilis dan bagaimana mengintegrasikannya ke dalam strategi.
Jadwal rilis data
LME merilis data warehouse stocks setiap hari kerja sekitar pukul 09:00 GMT (16:00 WIB). Selain data harian, tersedia laporan mingguan dan bulanan yang merangkum tren inventori dalam periode lebih panjang, lebih berguna untuk swing trader yang mencari tren multi-hari.
Strategi trading berdasarkan tren inventori
Sesuaikan pendekatan dengan timeframe:
- Jangka pendek (1-5 hari): perhatikan surprise besar dalam perubahan harian, terutama cancelled warrants yang melonjak tiba-tiba. Kombinasikan dengan price action di chart copper futures atau saham tambang.
- Jangka menengah (1-3 bulan): pantau tren drawdown atau stock build mingguan. Posisi yang sejalan dengan tren inventori multi-minggu memiliki probabilitas lebih tinggi.
- Jangka panjang: gunakan level absolut inventori sebagai salah satu faktor dalam thesis investasi saham tambang copper seperti FCX atau SCCO.
Konfirmasi dengan data inventori lain
LME bukan satu-satunya sumber data inventori. Trader profesional juga memantau COMEX warehouse stocks (New York), Shanghai Futures Exchange (ShFE), dan bonded warehouse stocks China.
Ketika stok di LME, COMEX, dan ShFE semuanya menurun bersamaan, sinyal ketatnya pasokan global jauh lebih kuat dibanding penurunan di satu bursa saja.
Risiko dan keterbatasan data inventori
Data inventori punya keterbatasan. Stok LME hanya mencerminkan sebagian kecil dari total stok copper global karena banyak disimpan di gudang non-LME. Pergerakan stok juga bisa dipengaruhi aktivitas finansial seperti hedging dan carry trade, bukan hanya permintaan fisik murni.
Kesimpulan
LME inventory report adalah salah satu data fundamental terpenting untuk memahami supply-demand fisik copper. Pantau tren perubahan stok dan cancelled warrants, kombinasikan dengan data makro dan inventori dari bursa lain, dan gunakan konteks level absolut stok untuk menilai seberapa ketat atau longgar pasar tembaga saat ini.
Akses saham tambang copper dan ETF komoditas di Gotrade untuk memanfaatkan insight dari data inventori LME.
FAQ
Apa itu LME inventory report?
Data harian yang diterbitkan London Metal Exchange menunjukkan jumlah logam yang tersimpan di gudang berlisensi LME di seluruh dunia.
Bagaimana inventori LME memengaruhi harga copper?
Secara umum berhubungan terbalik: stok gudang turun cenderung mendorong harga naik, stok naik cenderung menekan harga.
Apa itu cancelled warrants?
Cancelled warrants adalah logam yang sudah diminta untuk ditarik dari gudang LME tapi belum diambil secara fisik, sering menjadi sinyal awal perubahan supply-demand.












