Apa Itu Market Order Saham, Fungsi, Cara Kerja, dan Risikonya

Apa Itu Market Order Saham, Fungsi, Cara Kerja, dan Risikonya

Share this article

Saat melakukan transaksi saham, investor tidak hanya memilih saham apa yang dibeli, tetapi juga jenis order yang digunakan. Salah satu jenis order paling umum adalah market order. Meski terlihat sederhana, pemahaman yang kurang tepat dapat memicu hasil transaksi yang tidak sesuai ekspektasi.

Memahami market order adalah apa membantu investor menyesuaikan strategi eksekusi, terutama saat pasar bergerak cepat.

Artikel ini membahas pengertian market order, fungsinya, cara kerjanya, serta risiko yang perlu diperhatikan.

Apa Itu Market Order?

Market order adalah perintah untuk membeli atau menjual saham pada harga terbaik yang tersedia di pasar saat order dieksekusi. Investor tidak menentukan harga, melainkan menyerahkan eksekusi kepada mekanisme pasar.

Jenis order ini menekankan kecepatan eksekusi. Market order biasanya langsung tereksekusi selama likuiditas mencukupi.

Karena tidak mengunci harga, market order berfokus pada kepastian transaksi, bukan kepastian harga.

Fungsi Market Order dalam Trading Saham

Market order digunakan untuk tujuan tertentu dalam aktivitas trading dan investasi.

1. Menjamin eksekusi transaksi

Fungsi utama market order adalah memastikan order dieksekusi. Selama ada penjual atau pembeli di pasar, order akan terpenuhi.

Ini penting saat investor perlu masuk atau keluar posisi dengan cepat.

2. Digunakan saat likuiditas tinggi

Market order paling efektif digunakan pada saham dengan likuiditas tinggi dan spread sempit. Dalam kondisi ini, perbedaan harga biasanya kecil.

Likuiditas membantu meminimalkan risiko harga yang tidak diinginkan.

3. Mendukung strategi trading jangka pendek

Trader jangka pendek sering menggunakan market order untuk mengeksekusi strategi berbasis momentum atau berita. Kecepatan menjadi faktor utama.

Dalam strategi tertentu, delay bisa lebih merugikan daripada selisih harga kecil.

Menurut Investopedia, market order cocok digunakan ketika prioritas utama adalah eksekusi cepat, bukan kontrol harga.

Cara Kerja Market Order Saham

Memahami mekanisme market order membantu investor mengelola ekspektasi hasil transaksi.

1. Eksekusi pada harga terbaik di order book

Market order akan dipasangkan dengan harga terbaik yang tersedia di order book.

Untuk beli, sistem akan mengambil harga jual terendah yang ada.

Jika volume order besar, eksekusi bisa terjadi di beberapa level harga.

2. Bergantung pada kondisi pasar saat itu

Harga eksekusi market order sangat bergantung pada kondisi pasar saat order masuk. Dalam kondisi volatil, harga bisa berubah cepat.

Karena itu, hasil eksekusi bisa berbeda dari harga terakhir yang terlihat.

3. Tidak menjamin harga tertentu

Berbeda dengan limit order, market order tidak menjamin harga. Investor hanya memastikan transaksi terjadi, bukan di level tertentu.

Inilah trade-off utama dari market order.

Risiko Menggunakan Market Order

Meski praktis, market order memiliki risiko yang perlu dipahami.

1. Risiko slippage harga

Slippage terjadi ketika harga eksekusi berbeda dari yang diharapkan. Ini sering terjadi saat volatilitas tinggi atau likuiditas rendah.

Slippage bisa memperbesar biaya transaksi secara tidak langsung.

2. Risiko spread yang melebar

Pada saham dengan spread lebar, market order bisa tereksekusi di harga yang kurang menguntungkan.

Spread menjadi biaya tersembunyi bagi investor.

Semakin lebar spread, semakin besar potensi kerugian.

3. Risiko eksekusi di kondisi pasar ekstrem

Saat rilis berita besar atau pembukaan pasar, market order bisa tereksekusi jauh dari harga terakhir. Kondisi ini meningkatkan ketidakpastian hasil.

Market order perlu digunakan dengan lebih hati-hati dalam situasi ini.

Mengutip Corporate Finance Institute, lonjakan volatilitas sering memperbesar risiko slippage pada market order, terutama di saham berlikuiditas rendah.

Market Order vs Limit Order

Memahami perbedaan market order vs limit order akan membantu memilih order yang sesuai.

1. Fokus ke eksekusi vs kontrol harga

Market order memprioritaskan eksekusi, sementara limit order memprioritaskan harga. Pilihan tergantung tujuan transaksi.

Tidak ada yang selalu lebih baik, hanya berbeda konteks.

2. Kapan market order lebih tepat

Market order lebih tepat saat likuiditas tinggi, spread sempit, dan kecepatan penting. Contohnya pada saham besar dan jam aktif perdagangan.

Dalam kondisi ini, risiko relatif lebih kecil.

3. Kapan limit order lebih aman

Limit order lebih aman saat volatilitas tinggi atau pada saham kurang likuid.

Investor dapat mengontrol harga maksimal beli atau minimal jual.

Pendekatan ini mengurangi risiko harga tidak diinginkan.

Cara Menggunakan Market Order dengan Bijak

Market order tetap berguna jika digunakan dengan disiplin.

1. Perhatikan likuiditas saham

Gunakan market order pada saham dengan volume besar dan spread sempit.

Ini membantu mengurangi slippage. Ingat, likuiditas adalah kunci utama.

2. Hindari jam volatil ekstrem

Pembukaan dan penutupan pasar sering lebih volatil. Menghindari jam ini dapat membantu mendapatkan eksekusi yang lebih stabil. Pasalnya, timing memengaruhi hasil.

3. Sesuaikan ukuran order

Order berukuran besar lebih rentan terhadap slippage. Memecah order menjadi beberapa bagian bisa menjadi alternatif.

Ukuran order perlu disesuaikan kondisi pasar.

4. Gunakan market order sesuai tujuan

Jika tujuan utama adalah keluar posisi dengan cepat, market order bisa tepat.

Jika tujuan adalah harga spesifik, pertimbangkan limit order.

Makanya, kesesuaian tujuan dan alat sangat penting.

Kesimpulan

Market order adalah jenis order saham yang menekankan kecepatan dan kepastian eksekusi. Market order cocok digunakan pada kondisi pasar yang likuid dan stabil, tetapi tetap memiliki risiko pergerakan harga yang perlu dipahami.

Dengan memahami cara kerja dan risikonya, investor dapat menggunakan market order secara lebih bijak dan sesuai strategi. Market order bukan pilihan yang salah, tetapi alat yang efektif jika digunakan pada konteks yang tepat.

Terapkan pemahaman ini saat mengeksekusi market order dalam trading kamu. Mulai trading saham di Gotrade sekarang, modal mulai Rp15.000 saja.

FAQ

1. Market order adalah apa?
Market order adalah perintah beli atau jual saham pada harga terbaik yang tersedia di pasar.

2. Apakah market order menjamin harga?
Tidak. Market order hanya menjamin eksekusi, bukan harga tertentu.

3. Kapan market order sebaiknya digunakan?
Saat likuiditas tinggi dan kecepatan eksekusi menjadi prioritas.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade