Limit Order vs Market Order: 14 Perbedaan & Mana yang Lebih Baik?
Erwanto Khusuma
Tim Gotrade
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Share this article
Dalam trading saham, kamu sering dihadapkan pada satu dilema besar, yaitu ingin sahamnya langsung terbeli detik ini juga (Market Order) atau rela antre demi mendapatkan harga diskon (Limit Order)?
Salah pilih jenis order bukan cuma soal teknis, tapi bisa membuat kamu kehilangan momen profit atau malah membeli di harga yang terlalu mahal (slippage).
Artikel ini tidak hanya membahas definisi, tapi juga membedah 14 perbedaan krusial antara Limit Order vs Market Order serta strategi kapan waktu terbaik menggunakan keduanya agar trading kamu lebih maksimal di aplikasi Gotrade.
Beli saham: pilih opsi “buy” lalu pilih market order. Order langsung dieksekusi di harga terbaik yang tersedia.
Jual saham: pilih opsi “sell” dengan market order. Saham akan terjual cepat, meskipun harga bisa sedikit berbeda dari ekspektasi.
Kapan digunakan: saat ingin segera masuk pasar, misalnya ketika indeks S&P 500 baru saja naik setelah rilis data ekonomi positif.
Cara Menggunakan Limit Order
Beli saham: tentukan harga beli maksimal. Misalnya, mau beli saham Apple hanya jika turun ke USD 170. Order hanya tereksekusi jika harga menyentuh level tersebut.
Jual saham: tentukan harga jual minimal. Contoh: ingin jual Tesla jika harga mencapai USD 280. Jika pasar tidak mencapai harga tersebut, order tidak jalan.
Kapan digunakan: ketika ingin disiplin dengan strategi, atau saat saham sedang volatil.
Contoh Kasus Sederhana
Bayangkan seorang investor ingin membeli saham Nvidia, dilansir dari IG Group:
Jika ia menggunakan market order, saham langsung terbeli di harga USD 470 meskipun ia berharap dapat harga USD 465. Selisih USD 5 ini disebut slippage.
Jika ia menggunakan limit order di harga USD 465, order hanya akan tereksekusi jika pasar benar-benar turun ke harga itu. Jika tidak, ia tidak mendapat saham sama sekali.
Contoh ini memperlihatkan bahwa order limit vs market order bukan soal mana yang lebih baik, melainkan soal strategi dan kebutuhan.
Kesimpulan
Memahami cara memakai order saham sangat penting untuk pemula. Market order memberi kecepatan dan kepastian eksekusi, tapi kurang presisi harga.
Sebaliknya, limit order memberi kontrol harga, tapi berisiko tidak tereksekusi. Kuncinya adalah menyesuaikan strategi dengan tujuan investasi, profil risiko, dan kondisi pasar.
Setelah memahami keduanya, berarti kamu sudah siap beli saham Amerika sekarang. Yuk, beli saham di Gotrade! Kamu bisa melakukan market order maupun limit order langsung dari aplikasi.
Akses ke saham-saham populer seperti Apple, Tesla, atau Nvidia jadi praktis dan transparan, bahkan mulai dari 1 Dolar AS sekarang.
FAQ
1. Apakah market order selalu lebih mahal dari limit order? Tidak selalu. Market order bisa lebih mahal saat likuiditas rendah atau spread bid-ask lebar. Namun di saham likuid seperti Apple, perbedaannya biasanya kecil.
2. Apakah pemula sebaiknya memakai market order atau limit order? Pemula bisa mulai dengan market order untuk kesederhanaan. Namun jika ingin disiplin dengan harga tertentu, limit order lebih cocok.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.