Apa Itu Store of Value? Kriteria dan Perbandingan Bitcoin vs Emas

Erwanto Khusuma
Erwanto Khusuma
Tim Gotrade
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Apa Itu Store of Value? Kriteria dan Perbandingan Bitcoin vs Emas

Share this article

Store of value adalah istilah yang sering digunakan dalam dunia investasi untuk menggambarkan aset yang mampu mempertahankan nilainya dalam jangka waktu panjang. Dalam kondisi inflasi, ketidakpastian ekonomi, atau gejolak pasar, investor biasanya mencari aset yang dianggap memiliki fungsi store of value, dikutip dari Investopedia.

Namun, tidak semua aset bisa disebut store of value. Ada kriteria tertentu yang membuat suatu aset layak menyandang status tersebut.

Jika kamu ingin membangun portofolio yang lebih tahan terhadap guncangan, memahami konsep store of value menjadi langkah awal sebelum memutuskan apakah akan memilih emas, Bitcoin, atau kombinasi keduanya.

Pengertian Store of Value

Store of value adalah aset yang mampu mempertahankan daya belinya dari waktu ke waktu. Artinya, nilai aset tersebut tidak tergerus secara signifikan oleh inflasi atau perubahan kondisi ekonomi.

Mengutip Corporate Finance Institute, aset yang memiliki fungsi store of value biasanya:

  • Tahan lama

  • Sulit diproduksi secara berlebihan

  • Memiliki permintaan stabil

  • Diakui luas oleh pasar

Emas adalah contoh klasik store of value yang telah digunakan selama ribuan tahun. Dalam dekade terakhir, Bitcoin mulai diperdebatkan sebagai store of value digital karena pasokannya yang terbatas.

Namun, label store of value bukan sekadar soal popularitas. Ada karakteristik yang harus dipenuhi.

Kriteria Aset yang Layak Disebut Store of Value

Tidak semua aset cocok untuk menyimpan nilai jangka panjang. Berikut beberapa kriteria utama.

1. Kelangkaan

Aset harus memiliki suplai yang terbatas atau sulit ditingkatkan secara drastis.

Emas memiliki pasokan terbatas karena proses penambangannya kompleks dan mahal. Bitcoin memiliki suplai maksimum 21 juta koin, yang ditentukan oleh kode programnya.

Kelangkaan menciptakan potensi perlindungan terhadap inflasi.

2. Daya tahan

Store of value harus tahan lama dan tidak mudah rusak.

Emas tidak berkarat dan bisa disimpan dalam waktu sangat lama. Bitcoin bersifat digital, tetapi tetap eksis selama jaringan blockchain berjalan.

Ketahanan ini penting agar aset bisa disimpan lintas generasi.

3. Likuiditas

Aset harus mudah diperjualbelikan.

Emas memiliki pasar global dengan likuiditas tinggi. Bitcoin diperdagangkan 24 jam di berbagai bursa kripto dunia.

Likuiditas memastikan pemilik bisa mengubah aset menjadi uang tunai saat dibutuhkan.

4. Penerimaan luas

Semakin luas aset diterima, semakin kuat statusnya sebagai store of value.

Emas diterima secara global sebagai simbol nilai. Bitcoin masih berkembang, tetapi sudah diakui oleh banyak institusi dan perusahaan.

Penerimaan pasar meningkatkan kepercayaan terhadap aset tersebut.

5. Stabilitas relatif

Store of value idealnya tidak terlalu volatil.

Di sinilah perdebatan muncul. Emas cenderung lebih stabil dibanding Bitcoin, yang dikenal sangat fluktuatif.

Namun, sebagian investor berpendapat volatilitas tinggi Bitcoin bisa berkurang seiring meningkatnya adopsi.

Bitcoin vs Emas sebagai Store of Value

Perbandingan Bitcoin dan emas sering menjadi topik diskusi utama dalam dunia investasi modern.

1. Sejarah dan kepercayaan

Emas memiliki rekam jejak ribuan tahun sebagai alat penyimpan nilai.

Bitcoin baru hadir sejak 2009. Walaupun pertumbuhannya cepat, rekam jejaknya jauh lebih pendek dibanding emas.

Bagi investor konservatif, sejarah panjang emas memberikan rasa aman.

2. Kelangkaan dan suplai

Emas terbatas, tetapi suplai bisa bertambah jika ditemukan tambang baru.

Bitcoin memiliki batas absolut 21 juta koin, yang tidak bisa diubah tanpa konsensus jaringan.

Bagi sebagian investor, kelangkaan terprogram Bitcoin menjadi daya tarik utama.

3. Volatilitas

Bitcoin memiliki volatilitas jauh lebih tinggi dibanding emas.

Harga Bitcoin bisa bergerak dua digit dalam waktu singkat. Emas cenderung bergerak lebih stabil, terutama saat krisis.

Jika tujuan utama adalah stabilitas, emas biasanya lebih unggul.

4. Akses dan penyimpanan

Emas fisik memerlukan biaya penyimpanan dan keamanan.

Bitcoin dapat disimpan dalam wallet digital, tetapi memiliki risiko keamanan siber jika tidak dikelola dengan baik.

Keduanya memiliki tantangan penyimpanan yang berbeda.

5. Korelasi terhadap pasar

Emas sering memiliki korelasi rendah terhadap saham, sehingga berguna untuk diversifikasi.

Bitcoin kadang bergerak searah dengan aset berisiko, terutama dalam fase risk-on atau risk-off global.

Hal ini membuat peran Bitcoin dalam portofolio masih menjadi perdebatan.

Perlukah Memilih Salah Satu?

Pertanyaan umum adalah apakah investor harus memilih emas atau Bitcoin sebagai store of value.

Jawabannya tidak selalu hitam putih.

Sebagian investor memilih emas untuk stabilitas dan perlindungan jangka panjang. Sebagian lain memilih Bitcoin untuk potensi pertumbuhan lebih tinggi, meski dengan risiko lebih besar.

Pendekatan diversifikasi sering kali lebih masuk akal daripada memilih secara ekstrem.

Kamu bisa mempertimbangkan eksposur ke emas melalui ETF emas atau saham tambang emas, serta saham yang memiliki eksposur ke Bitcoin seperti MicroStrategy (MSTR) melalui aplikasi Gotrade Indonesia.

Risiko dalam Mengandalkan Store of Value

Meskipun disebut store of value, tidak ada aset yang bebas risiko.

Emas tetap bisa turun saat suku bunga naik tajam. Bitcoin bisa mengalami koreksi dalam akibat sentimen regulasi atau tekanan likuiditas global.

Karena itu, store of value sebaiknya diposisikan sebagai bagian dari strategi diversifikasi, bukan satu-satunya andalan.

Kesimpulan

Store of value adalah aset yang mampu mempertahankan daya beli dalam jangka panjang. Emas memenuhi banyak kriteria klasik seperti stabilitas dan sejarah panjang. Bitcoin menawarkan kelangkaan terprogram dan potensi pertumbuhan tinggi, tetapi dengan volatilitas lebih besar.

Memahami perbedaan karakter keduanya membantu kamu menentukan peran masing-masing dalam portofolio.

Jika kamu ingin membangun portofolio yang lebih seimbang antara aset defensif dan agresif, kamu bisa mulai diversifikasi lewat aplikasi Gotrade Indonesia dan memilih instrumen yang sesuai dengan profil risikomu.

FAQ

Apa itu store of value?
Store of value adalah aset yang mampu mempertahankan nilai atau daya beli dalam jangka panjang.

Apakah Bitcoin bisa disebut store of value?
Sebagian investor menganggap Bitcoin sebagai store of value digital karena suplai terbatas, meski volatilitasnya masih tinggi.

Mengapa emas sering disebut store of value?
Karena memiliki sejarah panjang, kelangkaan, dan stabilitas relatif dalam menjaga nilai.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade