Belanja Capex AI Big Tech Tembus $700 Miliar: 5 Saham yang Diuntungkan

Erwanto Khusuma
Erwanto Khusuma
Tim Gotrade
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade

Ringkasan

  • Capex AI Big Tech mendekati $700 miliar di 2026, naik 67-74% dari 2025
  • Lima saham utama diuntungkan: NVDA, AVGO, AMD, TSM, dan ANET
  • Risiko overbuild perlu dipantau jika monetisasi AI melambat
Belanja Capex AI Big Tech Tembus $700 Miliar: 5 Saham yang Diuntungkan

Share this article

Belanja AI Big Tech 2026 memasuki fase yang belum pernah terjadi sebelumnya. Gabungan capex dari Amazon, Alphabet, Microsoft, dan Meta diproyeksikan mendekati $700 miliar tahun ini, lonjakan 67-74% dari $381 miliar di 2025.

Angka ini bukan sekadar headline. Setiap dolar yang digelontorkan Big Tech untuk membangun data center, membeli GPU, dan memperkuat jaringan akan mengalir ke ekosistem perusahaan tertentu.

Artikel ini membedah siapa saja yang mengeluarkan uang terbesar dan saham mana yang paling diuntungkan dari gelombang belanja infrastruktur AI ini.

Berapa Besar Investasi AI dari Setiap Big Tech?

Amazon memimpin dengan $200 miliar

Amazon (AMZN) mengalokasikan sekitar $200 miliar untuk capex 2026, menjadikannya pembelanja terbesar. Fokus utamanya adalah ekspansi AWS dan pembangunan data center AI di berbagai wilayah.

Konsekuensinya signifikan. Amazon diproyeksikan mencatatkan free cash flow negatif tahun ini karena agresivitas belanja ini.

Alphabet dan Microsoft di posisi kedua dan ketiga

Alphabet (Google) menargetkan $175-185 miliar, sebagian besar untuk infrastruktur Google Cloud dan pengembangan model AI generatif. Microsoft (MSFT) berada di jalur $145 miliar per tahun berdasarkan run rate FY2026.

Microsoft memfokuskan belanja pada Azure dan kemitraan eksklusif dengan OpenAI yang membutuhkan kapasitas komputasi masif.

Meta melengkapi kuartet Big Tech

Meta menganggarkan $115-135 miliar untuk capex AI 2026. Menurut CNBC, belanja ini difokuskan pada infrastruktur Llama dan kapasitas inferensi untuk miliaran pengguna di seluruh platform mereka.

Dampak terhadap profitabilitas Meta cukup dramatis. Free cash flow perusahaan diproyeksikan turun sekitar 90% dibanding tahun sebelumnya.

5 Saham yang Menerima Aliran Belanja AI Terbesar

Hampir $700 miliar belanja AI tidak menguap begitu saja. Uang itu mengalir ke pemasok hardware, chip, dan jaringan yang menjadi tulang punggung infrastruktur AI.

1. Nvidia (NVDA) sebagai pemasok GPU utama

Nvidia (NVDA) adalah penerima manfaat terbesar dari ledakan capex AI. GPU H100 dan B200 menjadi standar industri untuk training dan inferensi model AI di hampir semua data center Big Tech.

Dengan empat pelanggan terbesar dunia berlomba membangun kapasitas AI, permintaan GPU Nvidia praktis terjamin untuk beberapa tahun ke depan.

2. Broadcom (AVGO) untuk custom chip dan networking

Broadcom (AVGO) memiliki dua jalur pendapatan dari boom AI. Pertama, merancang chip AI kustom (ASIC) untuk Google dan Meta. Kedua, menyediakan komponen networking untuk menghubungkan ribuan GPU di dalam data center.

Posisi Broadcom unik karena semakin besar skala data center, semakin banyak komponen networking yang dibutuhkan.

3. AMD sebagai alternatif akselerator AI

AMD menawarkan akselerator MI300X sebagai alternatif GPU Nvidia. Bagi perusahaan yang ingin diversifikasi pemasok chip AI, AMD menjadi pilihan kedua yang kredibel.

Dilansir Bloomberg, beberapa operator data center mulai mengadopsi chip AMD untuk workload inferensi yang tidak membutuhkan performa puncak Nvidia.

4. TSMC sebagai foundry chip AI dunia

Taiwan Semiconductor (TSM) memproduksi hampir semua chip AI canggih, baik untuk Nvidia, AMD, maupun chip kustom Broadcom. Setiap dolar capex AI pada akhirnya melewati lini produksi TSMC.

Dominasi TSMC di node 3nm dan 5nm membuat perusahaan ini nyaris tidak tergantikan dalam rantai pasok saham semikonduktor global.

5. Arista Networks (ANET) untuk jaringan data center

Arista Networks (ANET) menyediakan switch dan platform jaringan berkecepatan tinggi yang menghubungkan ribuan GPU di kluster AI. Semakin besar kluster, semakin kompleks kebutuhan networking.

Arista telah memenangkan kontrak dari Microsoft dan Meta untuk infrastruktur jaringan data center AI mereka.

Tertarik memantau saham-saham infrastruktur AI? Cek portofolio dan watchlist kamu di Gotrade untuk pantau pergerakan NVDA, AVGO, dan saham AI lainnya secara real-time.

Chip, Networking, dan Data Center: Siapa Paling Diuntungkan?

Dari kelima saham di atas, Nvidia mendapat porsi terbesar karena GPU adalah komponen termahal dalam setiap data center AI. Namun Broadcom dan Arista memiliki keunggulan yang sering diabaikan.

Seiring skala data center membesar, biaya networking tumbuh lebih cepat secara proporsional dibanding biaya chip. Ini membuat perusahaan investasi saham teknologi networking menjadi penerima manfaat tersembunyi.

TSMC berada di posisi paling defensif. Apapun chip yang dipilih pelanggan, hampir pasti diproduksi di fabrikasi TSMC.

Risiko Overbuild dan Potensi AI Bubble

Belanja $700 miliar bukan tanpa risiko. Jika monetisasi AI tidak sesuai ekspektasi, Big Tech bisa menghadapi skenario overbuild di mana kapasitas data center melebihi permintaan aktual.

Amazon dan Meta sudah mengorbankan free cash flow secara signifikan. Jika pendapatan AI tidak segera mengimbangi investasi, tekanan terhadap valuasi saham Big Tech akan meningkat.

Investor juga perlu memperhatikan siklus kapasitas. Dalam industri semikonduktor, periode investasi besar sering diikuti oleh koreksi saat penawaran melebihi permintaan.

Namun konsensus analis saat ini tetap konstruktif. Permintaan enterprise AI masih di fase awal adopsi, dan Big Tech memiliki neraca keuangan yang cukup kuat untuk menopang belanja multi-tahun ini.

Kesimpulan

Capex AI Big Tech yang mendekati $700 miliar di 2026 menciptakan peluang investasi yang jelas di sepanjang rantai pasok infrastruktur AI. Nvidia, Broadcom, AMD, TSMC, dan Arista Networks adalah lima nama yang paling langsung diuntungkan.

Risiko overbuild tetap perlu dipantau, namun skala investasi ini mengkonfirmasi bahwa Big Tech serius membangun fondasi AI untuk dekade ke depan. Bagi investor yang ingin mengambil eksposur ke tren ini, kelima saham di atas mewakili berbagai titik masuk di ekosistem AI.

Dengan Gotrade, kamu bisa mulai berinvestasi di saham-saham infrastruktur AI ini mulai dari US$1 lewat fitur fractional shares, tanpa komisi, langsung dari HP kamu.

FAQ

Berapa total belanja capex AI Big Tech di 2026?

Gabungan capex AI dari Amazon, Alphabet, Microsoft, dan Meta diproyeksikan mendekati $635-665 miliar di 2026, naik 67-74% dari $381 miliar di 2025.

Saham apa yang paling diuntungkan dari belanja AI Big Tech?

Nvidia (NVDA) sebagai pemasok GPU utama, diikuti Broadcom (AVGO), AMD, TSMC, dan Arista Networks (ANET) sebagai penyedia infrastruktur chip dan jaringan data center.

Apa risiko utama dari belanja capex AI yang masif ini?

Risiko overbuild jika monetisasi AI tidak sesuai ekspektasi, serta tekanan pada free cash flow Big Tech yang bisa menekan valuasi saham mereka.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade