Beli Emas Sekarang atau Nanti? Ini Pertimbangannya

Beli Emas Sekarang atau Nanti? Ini Pertimbangannya

Share this article

Pertanyaan “beli emas sekarang atau nanti?” hampir selalu muncul ketika harga emas terlihat tinggi atau bergerak cepat. Banyak orang khawatir salah timing, takut membeli di harga puncak, atau justru menunda terlalu lama sampai akhirnya tidak pernah masuk sama sekali.

Padahal, keputusan membeli emas tidak bisa hanya dilihat dari harga emas hari ini, tetapi juga dari tujuan, horizon waktu, dan peran emas dalam kondisi keuangan masing-masing.

Harga Emas Hari Ini (Per 9 Februari)

Per 9 Februari, harga emas kembali naik ke angka Rp2,940,000, seperti dikutip dari situs Logam Mulia.

Dalam beberapa waktu terakhir, emas bergerak di level yang relatif tinggi dibanding rata-rata historisnya.

Kondisi ini biasanya dipengaruhi oleh kombinasi:

  • Ketidakpastian global

  • Ekspektasi suku bunga

  • Pergerakan nilai dolar AS

  • Sentimen risk-off di pasar

Saat faktor-faktor ini muncul bersamaan, emas sering diposisikan sebagai aset lindung nilai, sehingga permintaannya meningkat.

Namun, penting dipahami bahwa harga emas yang tinggi tidak otomatis berarti “terlalu mahal”, dan harga yang turun tidak selalu berarti “murah”.

Pertanyaan yang Lebih Relevan soal Emas

Alih-alih bertanya “sekarang atau nanti”, pertanyaan yang lebih relevan adalah: “Untuk tujuan apa saya membeli emas?”

Emas memiliki fungsi yang berbeda tergantung konteksnya. Jika emas digunakan sebagai:

maka timing harian menjadi kurang krusial dibanding konsistensi dan alokasi.

Sebaliknya, jika tujuan membeli emas adalah untuk jangka sangat pendek atau spekulatif, maka risiko timing menjadi jauh lebih besar.

Pertimbangan Penting sebelum Membeli Emas

1. Tujuan keuangan lebih penting dari harga harian

Emas bukan instrumen untuk mengejar return cepat. Jika tujuanmu jangka panjang, fluktuasi harga jangka pendek tidak seharusnya menjadi penentu utama.

Menunda terus karena menunggu harga “sempurna” sering berujung tidak pernah membeli.

2. Horizon waktu menentukan risiko

Semakin panjang horizon waktu, semakin kecil pengaruh timing masuk. Dalam jangka panjang, emas lebih berperan sebagai penjaga nilai daripada alat spekulasi.

Untuk horizon pendek, emas justru bisa terasa volatil dan mengecewakan.

3. Peran emas dalam portofolio

Emas idealnya tidak berdiri sendiri. Ia berfungsi sebagai penyeimbang ketika aset berisiko mengalami tekanan.

Jika portofoliomu sudah terlalu berat di satu aset, emas bisa membantu meredam fluktuasi keseluruhan.

Kalau kamu masih ragu beli emas sekarang atau nanti, mulai dengan menentukan dulu peran emas dalam portofoliomu, bukan hanya melihat harganya hari ini. Kamu juga bisa eksplor ke aset lain seperti ETF emas untuk mendapatkan eksposur dengan risiko rendah.

4. Instrumen emas yang dipilih

Keputusan timing juga dipengaruhi jenis emas yang dibeli. Emas fisik, emas digital, dan ETF emas memiliki karakter biaya, likuiditas, dan risiko yang berbeda. Strategi masuk bertahap sering lebih relevan untuk instrumen yang mudah diakses dan likuid.

Tips Biar Lebih “Untung” saat Beli Emas

Gunakan pendekatan bertahap

Daripada menebak titik terendah, banyak investor memilih membeli emas secara bertahap. Cara ini membantu mengurangi risiko salah timing. Pendekatan ini juga lebih konsisten secara psikologis.

Jangan gunakan dana jangka pendek

Emas sebaiknya dibeli menggunakan dana yang tidak akan dipakai dalam waktu dekat. Ini mengurangi tekanan untuk menjual saat harga sedang tidak ideal.

Hindari keputusan berbasis emosi

Lonjakan berita dan euforia sering membuat orang membeli emas karena takut ketinggalan. Keputusan seperti ini biasanya tidak berbasis rencana. Emas bekerja lebih baik sebagai bagian dari strategi, bukan reaksi sesaat.

Pahami biaya tersembunyi

Spread, biaya penyimpanan, atau biaya manajemen bisa memengaruhi hasil akhir. Harga beli yang terlihat “bagus” bisa menjadi kurang optimal setelah biaya diperhitungkan.

Jadi, Beli Emas Sekarang atau Nanti?

Tidak ada jawaban universal. Namun, untuk banyak orang:

  • Jika tujuan jangka panjang dan alokasi jelas, menunggu sempurna tidak perlu

  • Jika belum punya rencana, menunda sambil belajar justru lebih bijak

Yang paling berisiko bukan membeli di harga tinggi, tetapi membeli tanpa pemahaman.

Kesimpulan

Pertanyaan beli emas sekarang atau nanti sebaiknya tidak dijawab hanya dengan melihat harga emas hari ini. Tujuan keuangan, horizon waktu, dan peran emas dalam portofolio jauh lebih menentukan daripada timing jangka pendek.

Dengan pendekatan yang lebih rasional dan bertahap, emas bisa berfungsi sesuai perannya tanpa membebani keputusan finansial.

Jika kamu ingin mengelola eksposur emas sebagai bagian dari portofolio investasi global, kamu bisa mempelajari alternatif seperti ETF emas dan aset global lain melalui aplikasi Gotrade sesuai strategi investasimu.

FAQ

Apakah harga emas sekarang terlalu mahal untuk dibeli?
Tidak selalu. Tergantung tujuan dan horizon waktu investasimu.

Lebih baik beli emas sekaligus atau bertahap?
Untuk banyak investor, membeli bertahap membantu mengurangi risiko salah timing.

Apakah emas cocok untuk jangka pendek?
Emas lebih cocok untuk tujuan jangka menengah hingga panjang dibanding spekulasi jangka pendek.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade