7 Cara Menghindari FOMO saat Harga Emas Naik/Rally

7 Cara Menghindari FOMO saat Harga Emas Naik/Rally

Share this article

Harga emas sedang rally. Grafik menunjukkan tren naik yang konsisten. Teman-teman di grup investasi mulai ramai membahasnya. Media memberitakan rekor baru. Di tengah semua itu, muncul satu perasaan yang sulit dilawan: takut ketinggalan.

FOMO emas atau fear of missing out saat harga emas rally adalah salah satu jebakan psikologis yang paling sering membuat investor masuk di waktu yang kurang tepat, dengan ukuran posisi yang terlalu besar, dan tanpa rencana yang jelas.

Cara Menghindari FOMO saat Harga Emas Naik

Evaluasi valuasi sebelum masuk

Langkah pertama sebelum membeli emas di tengah rally adalah bertanya: apakah harga saat ini masih masuk akal secara fundamental, atau sudah terlalu jauh dari nilai wajarnya?

Beberapa indikator yang bisa digunakan untuk mengevaluasi valuasi emas:

  • Rasio emas terhadap dolar AS: jika dolar sedang melemah signifikan dan emas naik seiring pelemahan tersebut, kenaikan punya dasar fundamental yang lebih kuat
  • Real yield obligasi AS: saat real yield negatif atau sangat rendah, emas cenderung outperform. Saat real yield naik, emas bisa menghadapi tekanan
  • Jarak dari harga rata-rata historis: emas yang sudah naik jauh di atas rata-rata jangka panjangnya meningkatkan risiko koreksi jangka menengah

Evaluasi ini bukan untuk memprediksi harga secara tepat, tapi untuk memastikan keputusan masuk didasarkan pada analisis yang lebih rasional, bukan sekadar mengikuti momentum.

Entry bertahap, bukan sekaligus

Salah satu cara paling praktis menghindari FOMO adalah dengan tidak mengalokasikan seluruh dana sekaligus. Jika kamu memutuskan untuk masuk ke emas di tengah rally, bagi alokasi menjadi dua hingga tiga tahap dalam rentang dua sampai empat minggu.

Pendekatan ini memiliki dua keuntungan utama, mengutip situs N26:

  • Mengurangi risiko masuk di harga puncak secara keseluruhan
  • Memberikan waktu untuk mengamati apakah rally berlanjut atau mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan

Masuk secara bertahap saat harga emas sudah naik tinggi jauh lebih rasional dibanding mengejar harga dengan satu pembelian besar yang didorong impuls sesaat.

Disiplin pada rencana investasi yang sudah ada

Jika kamu sudah memiliki target allocation untuk emas dalam portofolio, rally bukan alasan untuk menambah porsi melebihi batas yang sudah ditetapkan. Disiplin pada rencana awal adalah pertahanan terkuat melawan FOMO.

Tanyakan pada diri sendiri: apakah pembelian ini sesuai dengan rencana investasi yang sudah ada, atau semata-mata karena melihat harga naik dan tidak ingin ketinggalan? Jika jawabannya yang kedua, itu adalah sinyal utama FOMO yang perlu diwaspadai.

Bedakan rally berbasis fundamental dan euforia

Tidak semua kenaikan harga emas didukung oleh alasan yang sama. Rally yang didorong oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik, inflasi yang persisten, atau pelemahan dolar memiliki dasar yang lebih kokoh dibanding rally yang semata-mata dipicu oleh sentimen pasar sesaat atau pemberitaan masif di media.

Tanda-tanda rally yang lebih bersifat euforia:

  • Media ramai memberitakan emas dengan nada yang sangat optimistis
  • Banyak investor baru yang sebelumnya tidak pernah membeli emas ikut masuk
  • Kenaikan terjadi sangat tajam dalam waktu sangat singkat tanpa katalis fundamental yang jelas

Saat tanda-tanda ini muncul, justru itulah momen untuk lebih berhati-hati, bukan ikut terbawa arus.

Tetapkan batas alokasi maksimum

Sebelum memutuskan apapun, tetapkan terlebih dahulu batas maksimum porsi emas dalam portofoliomu. Misalnya 10% atau 15% dari total aset. Batas ini berlaku terlepas dari seberapa tinggi harga emas naik atau seberapa ramai perbincangan di sekitarmu.

Dengan batas yang jelas, FOMO tidak bisa mendorongmu masuk lebih jauh dari yang seharusnya. Keputusan sudah dibuat secara rasional di awal, bukan di tengah euforia pasar.

Ingin tetap punya eksposur ke tema emas tanpa harus beli di harga puncak? Di Gotrade, kamu bisa mengakses ETF emas seperti GDX mulai dari US$1. Yuk, akses ETF-nya sekarang.

Kurangi frekuensi memantau harga

Semakin sering kamu melihat grafik harga emas yang terus naik, semakin besar tekanan psikologis untuk segera masuk. Terlalu sering memantau harga justru meningkatkan risiko keputusan impulsif, terutama saat volatilitas sedang tinggi.

Batasi frekuensi memantau harga menjadi satu atau dua kali sehari jika kamu adalah investor jangka menengah hingga panjang. Notifikasi harga yang terus berbunyi lebih sering memicu FOMO daripada membantu pengambilan keputusan yang lebih baik.

Pertimbangkan alternatif eksposur ke emas

Jika harga emas fisik atau ETF emas terasa sudah terlalu tinggi untuk masuk secara nyaman, ada cara lain untuk tetap mendapatkan eksposur ke tema emas tanpa membeli langsung di harga puncak.

Beberapa alternatif yang bisa dipertimbangkan:

  • ETF saham GDX: pergerakannya sering lebih agresif dari emas spot, tapi bisa menjadi alternatif entry di harga yang berbeda dari emas itu sendiri
  • Menunggu koreksi sebelum masuk: emas yang sudah rally panjang biasanya akan mengalami fase konsolidasi atau koreksi. Menyiapkan dana dan menunggu momen tersebut adalah pilihan yang lebih rasional dari mengejar harga

Kesimpulan

FOMO emas saat harga emas rally adalah respons yang wajar secara psikologis, tapi berbahaya jika dibiarkan menjadi dasar keputusan investasi. Evaluasi valuasi secara sederhana, tetapkan batas alokasi sebelum pasar bergerak, masuk secara bertahap, dan kurangi frekuensi memantau harga adalah empat praktik yang paling efektif untuk menjaga keputusan tetap rasional di tengah euforia.

Emas yang dibeli dengan kepala dingin dan rencana yang jelas akan bekerja jauh lebih baik dalam jangka panjang dibanding emas yang dibeli karena tidak ingin merasa tertinggal.

Siap berinvestasi emas dengan lebih terstruktur? Download Gotrade sekarang dan akses ETF emas serta ETF tambang dari pasar AS mulai dari US$1.

FAQ

Apakah membeli emas saat harga sedang tinggi selalu salah?

Tidak, selama keputusan diambil berdasarkan evaluasi fundamental dan rencana alokasi yang jelas, bukan dorongan FOMO.

Bagaimana cara tahu apakah kenaikan emas didorong fundamental atau euforia?

Perhatikan apakah ada katalis yang jelas seperti inflasi atau pelemahan dolar. Jika kenaikan sangat cepat tanpa katalis kuat dan media ramai memberitakannya secara berlebihan, waspadai euforia jangka pendek.

Apakah menunggu koreksi sebelum masuk ke emas adalah strategi yang baik?

Bisa lebih rasional dari mengejar harga puncak, tapi koreksi tidak selalu datang sesuai ekspektasi. Entry bertahap sambil menunggu pullback adalah pendekatan yang lebih seimbang.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade