Cara Meningkatkan Saving Rate Secara Strategis dan Konsisten

Ringkasan

  • Saving rate adalah persentase penghasilan yang disisihkan untuk tabungan dan investasi, dengan target ideal 10-30% tergantung usia dan kondisi keuangan.
  • Gabungan expense cut dan income growth adalah strategi paling efektif, didukung automasi dan sistem rekening terpisah.
  • Evaluasi tiap 3 bulan memastikan progres tetap on track dan alokasi tabungan-investasi menyesuaikan perubahan kondisi.
Cara Meningkatkan Saving Rate Secara Strategis dan Konsisten

Share this article

Banyak orang fokus mencari investasi yang memberikan return tinggi, tapi melupakan satu variabel yang dampaknya jauh lebih besar di tahap awal perjalanan finansial: saving rate. Seberapa besar persentase penghasilan yang berhasil kamu sisihkan setiap bulan menentukan seberapa cepat kamu bisa membangun fondasi keuangan yang kokoh.

Kabar baiknya, meningkatkan saving rate tidak selalu berarti hidup lebih susah. Dengan pendekatan yang strategis, kamu bisa menaikkan angka ini secara signifikan tanpa mengorbankan kualitas hidup.

Apa Itu Saving Rate dan Cara Menghitungnya

Saving rate adalah persentase dari total penghasilan bersih (take-home pay) yang berhasil kamu sisihkan, baik dalam bentuk tabungan maupun investasi. Rumusnya sederhana:

total yang ditabung dan diinvestasikan / total penghasilan bersih x 100%.

Misalnya, jika penghasilan bersih kamu Rp10 juta per bulan dan kamu menyisihkan Rp2 juta untuk tabungan serta Rp1 juta untuk investasi, saving rate kamu adalah 30%.

Melansir Investopedia, saving rate yang sehat idealnya mencakup semua bentuk penyimpanan: dana darurat, tabungan tujuan, dan investasi jangka panjang. Yang penting adalah uang tersebut tidak dibelanjakan untuk konsumsi.

Banyak orang mengira saving rate mereka sudah bagus karena "selalu ada sisa di akhir bulan". Tapi sisa bukan saving. Saving yang sesungguhnya adalah yang dialokasikan secara sadar di awal bulan, sebelum pengeluaran lain menyentuhnya.

Saving Rate Ideal Berdasarkan Usia dan Income

Tidak ada angka saving rate yang universal. Tapi ada beberapa benchmark yang bisa dijadikan acuan.

Usia 20-an: bangun fondasi

Saving rate 10-15% sudah merupakan awal yang solid. Fokus utama di fase ini adalah membangun dana darurat 3-6 bulan pengeluaran dan mulai membangun kebiasaan menabung secara konsisten.

Usia 30-an: akselerasi

Dengan penghasilan yang mulai stabil, target 20-30% lebih realistis dan impactful. Di fase ini, sebagian besar saving sebaiknya sudah dialokasikan ke investasi jangka panjang, bukan hanya tabungan biasa yang nilainya tergerus inflasi.

Penghasilan tinggi: manfaatkan margin

Untuk penghasilan yang lebih tinggi, saving rate di atas 30% sangat mungkin dicapai karena kebutuhan dasar biasanya sudah terpenuhi dengan porsi penghasilan yang lebih kecil. Tantangannya justru bukan kemampuan, melainkan lifestyle inflation.

Yang perlu diingat: saving rate bukan kompetisi. Orang dengan penghasilan Rp5 juta yang berhasil menyisihkan 15% sedang membangun fondasi yang sama kuatnya dengan orang berpenghasilan Rp50 juta yang saving rate-nya hanya 5%.

Strategi Menaikkan Saving Rate Tanpa Menurunkan Kualitas Hidup

Kunci dari meningkatkan saving rate secara berkelanjutan adalah mengurangi pengeluaran yang tidak memberikan value proporsional, bukan memotong semua yang menyenangkan.

Audit pengeluaran

Mulai dari mencatat semua transaksi selama satu bulan penuh dan kategorikan menjadi kebutuhan, keinginan, dan komitmen (cicilan, langganan). Dari sini, biasanya terlihat 2-3 kategori di mana "bocor" terbesar terjadi tanpa disadari.

Substitusi, bukan eliminasi

Jika kopi harian di kedai premium menghabiskan Rp2 juta per bulan, bukan berarti kamu harus berhenti minum kopi. Cukup kurangi frekuensinya atau ganti sebagian dengan alternatif yang lebih terjangkau. Saving Rp1 juta per bulan dari satu kebiasaan kecil ini setara dengan Rp12 juta per tahun.

Review langganan dan komitmen berulang

Banyak orang membayar layanan yang jarang digunakan. Membatalkan 2-3 langganan yang tidak essential bisa menambah saving rate 1-3% tanpa perubahan gaya hidup yang terasa.

Mengurangi pengeluaran

Expense cut memberikan hasil instan. Begitu kamu memotong pengeluaran, saving rate langsung naik bulan itu juga. Tapi ada batas alamiahnya. Kamu tidak bisa terus memotong tanpa akhirnya mengorbankan kualitas hidup atau produktivitas.

Meningkatkan pendapatan/income growth

Income growth memberikan hasil yang lebih lambat tapi ceiling-nya jauh lebih tinggi. Skill baru, side project, negosiasi gaji, atau transisi karier bisa meningkatkan penghasilan secara permanen. Dan jika kamu tidak menaikkan pengeluaran secara proporsional saat income naik, saving rate akan melonjak secara dramatis.

Menurut Bankrate, strategi terbaik adalah menggabungkan expense cut dan income growth: potong pengeluaran yang tidak essential untuk mendapat momentum jangka pendek, sambil membangun kapasitas penghasilan untuk impact jangka panjang. Setiap kenaikan penghasilan sebaiknya langsung dialokasikan minimal 50% ke saving dan investasi sebelum lifestyle inflation sempat menyesuaikan.

Automasi dan Sistem Rekening Terpisah

Mengandalkan disiplin diri setiap bulan untuk memindahkan uang ke tabungan adalah resep kegagalan jangka panjang. Solusinya: bangun sistem yang bekerja secara otomatis.

Pisahkan rekening menjadi minimal tiga: rekening operasional (untuk pengeluaran harian), rekening tabungan (untuk dana darurat dan tujuan jangka pendek), dan rekening investasi. Begitu gaji masuk, atur auto-transfer ke rekening tabungan dan investasi di hari yang sama. Yang tersisa di rekening operasional adalah budget pengeluaran kamu.

Dengan sistem ini, kamu tidak perlu membuat keputusan setiap bulan. Saving dan investasi terjadi di awal, bukan dari sisa. Pendekatan "pay yourself first" ini sederhana tapi efektivitasnya sudah terbukti di berbagai studi perilaku keuangan.

Untuk porsi investasi, kamu bisa memanfaatkan fitur fractional shares di Gotrade untuk membeli saham dan ETF global seperti SPY, VTI, atau AAPL mulai dari $1. Nominal kecil yang konsisten setiap bulan jauh lebih powerful dari investasi besar yang hanya sesekali.

Evaluasi Progres Tiap 3 Bulan

Meningkatkan saving rate bukan proyek sekali jalan. Kondisi hidup berubah, penghasilan berubah, dan prioritas berubah. Karena itu, evaluasi berkala sangat penting.

Setiap tiga bulan, review tiga hal.

  1. Pertama, apakah saving rate aktual sesuai target? Jika belum, identifikasi di mana kebocoran terjadi.
  2. Kedua, apakah ada perubahan penghasilan yang bisa dimanfaatkan? Jika income naik, naikkan juga nominal saving secara proporsional.
  3. Ketiga, apakah alokasi antara tabungan dan investasi masih sesuai? Seiring fondasi keuangan semakin kuat, porsi investasi sebaiknya meningkat relatif terhadap tabungan.

Evaluasi juga momen yang baik untuk merayakan progres. Jika saving rate naik dari 15% ke 22% dalam satu kuartal, itu pencapaian nyata yang layak diakui. Motivasi yang datang dari melihat angka bergerak ke arah yang benar akan membantu mempertahankan kebiasaan jangka panjang.

Kesimpulan

Saving rate adalah variabel paling berdampak di tahap awal membangun kekayaan. Lebih besar dari return investasi, lebih penting dari pemilihan instrumen. Dengan menghitung saving rate secara akurat, menetapkan target realistis, menggabungkan expense cut dan income growth, membangun sistem automasi, dan mengevaluasi progres secara berkala, kamu bisa meningkatkan angka ini secara signifikan tanpa mengorbankan kualitas hidup.

Sudah punya saving rate yang stabil dan siap mulai mengembangkan porsi investasinya? Beli saham dan ETF AS mulai dari $1 lewat Gotrade, dan jadikan investasi rutin bagian dari sistem keuanganmu.

FAQ

Apa itu saving rate?

Saving rate adalah persentase penghasilan bersih yang berhasil disisihkan untuk tabungan dan investasi setiap bulan, dihitung dari total yang disimpan dibagi total penghasilan bersih.

Berapa saving rate yang ideal?

Tidak ada angka universal. Sebagai acuan, 10-15% untuk pemula, 20-30% untuk yang sudah stabil, dan di atas 30% jika penghasilan memungkinkan.

Bagaimana cara menaikkan saving rate tanpa hidup susah?

Fokus pada substitusi (bukan eliminasi) pengeluaran, review langganan yang tidak terpakai, dan alokasikan kenaikan penghasilan ke saving sebelum lifestyle inflation menyesuaikan.

Seberapa sering harus evaluasi saving rate?

Minimal setiap tiga bulan untuk memastikan progres tetap sesuai target dan menyesuaikan strategi jika ada perubahan kondisi keuangan.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade