Cara Menjaga Nilai Aset dan Harta saat Inflasi Tinggi

Erwanto Khusuma
Erwanto Khusuma
Tim Gotrade
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade

Ringkasan

  • Inflasi menggerus daya beli, jadi nominal uang yang tetap sama bisa punya nilai riil yang terus turun.

  • Saham, emas, aset riil, komoditas, dan TIPS sering dipakai sebagai bagian dari strategi perlindungan nilai.

  • Pendekatan yang paling sehat biasanya diversifikasi, bukan bertaruh pada satu aset saja.

Cara Menjaga Nilai Aset dan Harta saat Inflasi Tinggi

Share this article

Menjaga aset saat inflasi penting karena inflasi tidak hanya menaikkan harga barang, tetapi juga menurunkan daya beli uang yang kamu simpan.

Kalau nilai uang terus tergerus, maka lindungi nilai uang dan melindungi harta bukan lagi pilihan tambahan, tetapi bagian dari strategi keuangan yang wajib dipikirkan.

Simak strategi dan cara lengkap dari Gotrade di bawah ini.

Kenapa Inflasi Bisa Menggerus Nilai Aset dan Harta

Inflasi berarti uang yang sama membeli barang dan jasa yang lebih sedikit dibanding sebelumnya. Jadi, walau nominal tabungan tetap sama, nilai riilnya bisa turun dari tahun ke tahun.

Investopedia juga menyebut, masalahnya makin terasa kalau sebagian besar harta disimpan dalam kas atau instrumen dengan imbal hasil yang kalah dari laju inflasi. Dalam kondisi seperti itu, nilai nominal aman, tetapi nilai belinya justru menyusut.

Aset yang Sering Dipakai untuk Melindungi Nilai

Tidak ada satu aset yang sempurna untuk semua kondisi inflasi. Fidelity menekankan bahwa tidak ada satu investasi tunggal yang bisa menjadi lindung nilai sempurna sekaligus tetap memberi pertumbuhan yang cukup, sehingga pendekatan yang lebih masuk akal adalah diversifikasi beberapa jenis aset.

Aset yang sering dipakai untuk melawan inflasi biasanya meliputi:

  • saham

  • emas

  • properti atau aset riil

  • komoditas

  • obligasi lindung inflasi seperti TIPS untuk eksposur dolar AS

Peran Saham Saat Inflasi Tinggi

Saham sering tetap relevan saat inflasi tinggi karena perusahaan yang kuat kadang bisa meneruskan kenaikan biaya ke harga jual. Itu sebabnya saham, terutama bisnis dengan pricing power, masih bisa membantu menjaga nilai aset dalam jangka panjang.

Tapi tidak semua saham bereaksi sama. Perusahaan dengan margin tipis, utang besar, atau daya tawar lemah biasanya lebih rentan saat inflasi naik.

Saham yang sering lebih tahan

Beberapa karakter saham yang biasanya lebih menarik saat inflasi tinggi:

  • bisnis dengan brand kuat

  • sektor yang bisa menaikkan harga tanpa kehilangan banyak permintaan

  • perusahaan dengan arus kas sehat

  • bisnis yang tidak terlalu sensitif pada biaya pendanaan

Peran Emas dan Aset Riil

Emas sering dipakai sebagai aset perlindungan saat investor khawatir pada inflasi, ketidakpastian, atau pelemahan daya beli uang. Meski tidak selalu menang di setiap fase, emas tetap populer karena perannya sebagai diversifier saat kondisi ekonomi tidak nyaman.

Aset riil seperti properti juga sering dilihat sebagai pelindung nilai karena nilainya terkait dengan dunia nyata, bukan hanya angka di rekening. Fidelity juga menyoroti real estate dan komoditas sebagai bagian dari kelompok aset yang bisa membantu meredam risiko inflasi dalam portofolio yang terdiversifikasi.

Peran Obligasi Lindung Inflasi

Kalau kamu punya eksposur ke pasar AS atau aset dolar, TIPS bisa jadi salah satu alat yang relevan. U.S. Treasury menjelaskan bahwa pokok TIPS menyesuaikan dengan inflasi, dan pembayaran bunganya ikut berubah karena dihitung dari pokok yang sudah disesuaikan.

Tetap ada catatan penting. Fidelity mengingatkan bahwa TIPS bisa lebih mahal daripada obligasi biasa dan tetap bisa rugi kalau inflasi ternyata lebih rendah dari ekspektasi pasar.

Kalau kamu ingin menjaga nilai harta saat inflasi tinggi, jangan cari satu aset “paling aman.” Yang lebih penting adalah membangun kombinasi aset yang bisa saling melengkapi saat satu jenis aset sedang tidak bekerja.

Strategi Diversifikasi untuk Melawan Inflasi

Strategi yang paling sehat biasanya bukan memindahkan semua uang ke satu aset, tetapi membagi portofolio ke beberapa jenis aset yang punya respons berbeda. Fidelity menyarankan diversifikasi inflation defenses karena tiap aset cenderung bekerja lebih baik pada skenario inflasi yang berbeda.

Kerangka sederhananya bisa seperti ini:

  • simpan dana darurat di instrumen likuid

  • pertahankan porsi saham untuk pertumbuhan jangka panjang

  • tambahkan aset lindung inflasi seperti emas, komoditas, atau TIPS bila relevan

  • pertimbangkan aset riil jika sesuai tujuan dan profil risiko

Kesalahan yang Perlu Dihindari

Kesalahan paling umum adalah menahan terlalu banyak kas terlalu lama saat inflasi tinggi. Fidelity juga mengingatkan untuk berhati-hati terhadap overallocating to cash, walau dana darurat tetap harus dijaga.

Kesalahan lain adalah mengejar satu aset hanya karena sedang populer. Aset pelindung inflasi tetap bisa naik turun, jadi keputusan tetap perlu disesuaikan dengan horizon, kebutuhan likuiditas, dan toleransi risiko.

Kesimpulan

Cara menjaga nilai aset dan harta saat inflasi tinggi bukan dengan menebak satu aset terbaik, tetapi dengan membangun portofolio yang lebih tahan terhadap penurunan daya beli. Saham, emas, aset riil, dan instrumen lindung inflasi bisa punya peran berbeda, dan hasil terbaik biasanya datang dari kombinasi yang seimbang, bukan dari taruhan tunggal.

Kalau kamu ingin mulai membangun portofolio saham AS sebagai bagian dari strategi menjaga nilai aset jangka panjang, kamu bisa investasi lewat Gotrade sesuai profil risiko dan tujuan keuanganmu.

FAQ

Apa aset yang paling sering dipakai untuk melawan inflasi?
Yang paling sering dipakai antara lain saham, emas, properti atau aset riil, komoditas, dan obligasi lindung inflasi seperti TIPS.

Apakah menyimpan uang tunai aman saat inflasi tinggi?
Nominalnya aman, tetapi daya belinya bisa turun jika inflasi lebih tinggi daripada imbal hasil simpanan.

Apakah emas selalu terbaik saat inflasi tinggi?
Tidak selalu. Emas bisa membantu sebagai diversifier, tetapi tidak selalu menjadi aset dengan hasil terbaik di setiap fase inflasi.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade