Covered Call untuk Saham Jangka Panjang: Cara Dapat Income Tanpa Jual Saham

Erwanto Khusuma
Erwanto Khusuma
Tim Gotrade
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade

Ringkasan

  • Covered call menghasilkan 1-3% income bulanan dari saham yang sudah kamu hold.
  • Strike OTM 30-45 hari adalah kombinasi optimal antara premium dan keamanan posisi.
  • Hindari covered call saat pasar bull run kuat karena upside kamu akan terkunci.
Covered Call untuk Saham Jangka Panjang: Cara Dapat Income Tanpa Jual Saham

Share this article

Kamu pegang saham Microsoft, Apple, atau Exxon Mobil dalam jangka panjang tapi tidak mau jual. Covered call memungkinkan kamu menghasilkan income dari saham yang dipegang tanpa harus melepas posisi itu.

Strateginya sederhana: kamu tetap hold saham, lalu menjual call option di atasnya. Setiap bulan, kamu menerima premium dari opsi tersebut, selama saham tidak melampaui strike price yang kamu pilih.

Kapan Covered Call Cocok untuk Investor Aktif?

Covered call paling efektif di pasar ranging atau bull market yang bergerak lambat. Di kondisi ini, saham naik perlahan sehingga premium bisa dikumpulkan secara konsisten tanpa banyak risiko posisi "keambil" (assignment).

Strategi ini kurang ideal saat pasar sedang reli tajam. Jika saham naik jauh melewati strike price, keuntungan kenaikan harga kamu sudah terkunci dan kamu kehilangan upside yang sebenarnya bisa didapat.

Investor yang cocok menggunakan covered call adalah mereka yang sudah punya core holding dan ingin mengoptimalkan return tanpa mengubah strategi jangka panjang mereka.

Saham Seperti MSFT, AAPL, GOOG, XOM Sebagai Kandidat

Tidak semua saham cocok untuk covered call. Kandidat terbaik memiliki tiga karakter: likuiditas options yang tinggi, volatilitas moderat, dan fundamental kuat sehingga layak di-hold jika terpaksa tidak assignment.

Microsoft saat ini dianggap kandidat optimal untuk periode 2025-2026. Premium yang dihasilkan lebih tinggi dibanding saham consumer staples, tapi volatilitasnya lebih rendah dibanding tech agresif seperti NVDA atau TSLA.

Apple dan Google juga masuk kategori ini karena likuiditas options-nya sangat dalam, spread bid-ask sempit, dan keduanya termasuk saham yang ingin dipegang sebagian besar investor jangka panjang. Exxon Mobil menarik karena dividennya tinggi, sehingga kamu mendapat tiga sumber income sekaligus: premium opsi, dividen, dan potensi apresiasi harga di bawah strike.

Cara Memilih Strike Tanpa Terlalu Cepat "Keambil"

Pemilihan strike price adalah inti dari covered call. Terlalu dekat dengan harga saat ini menghasilkan premium besar tapi risiko assignment tinggi. Terlalu jauh menghasilkan premium kecil yang tidak sebanding usahanya.

Berikut contoh konkret dengan AAPL di harga $175:

StrikeJarak dari HargaReturn PremiumRisiko Assignment
$170-$5 (ITM)4.3%Sangat Tinggi
$180+$5 (OTM)1.7% (~20.4% annualized)Moderat
$185+$10 (OTM)0.8%Rendah

Strike $180 adalah titik keseimbangan yang direkomendasikan: premium 1.7% per bulan atau sekitar 20.4% disetahunkan, dengan ruang gerak $5 sebelum posisi berisiko diambil.

Untuk ekspirasi, fokus pada siklus 30-45 hari. Di rentang ini time decay (theta) bekerja paling cepat, artinya nilai premium yang kamu jual meluruh lebih cepat menguntungkan posisimu sebagai penjual.

Prinsipnya: konservatif pilih jauh OTM untuk premium kecil tapi aman, agresif pilih dekat ATM untuk premium besar tapi siap dengan kemungkinan assignment.

Mau mulai trading opsi di saham AS? Buka akun di Gotrade dan akses ratusan saham AS berikut instrumen derivatif untuk strategi seperti covered call.

Income Tambahan vs Opportunity Cost

Covered call menghasilkan income dari tiga sumber yang bekerja bersamaan: premium opsi (dikenakan pajak sebagai ordinary income), apresiasi harga saham di bawah strike, dan dividen jika sahamnya membayar dividen.

Menurut ChartMini, strategi ini rata-rata menghasilkan 1-3% per bulan dari premium saja. Dalam satu tahun, itu setara 12-36% income tambahan dari posisi yang sudah kamu pegang.

Namun ada opportunity cost yang harus dipahami. Jika saham naik tajam melewati strike price, kamu kehilangan keuntungan di atas level itu. Contoh: AAPL naik dari $175 ke $195 tapi kamu sudah jual call di $180, kamu hanya dapat $5 apresiasi plus premium, bukan $20 penuh.

Di sisi downside, covered call hanya memberi buffer sebesar premium yang diterima. Jika AAPL turun dari $175 ke $150, kerugian $25 itu hanya berkurang sebesar premium 1.7% atau sekitar $3. Perlindungan downside tidak signifikan.

Kapan Sebaiknya Tidak Menjual Covered Call

Ada situasi di mana covered call lebih merugikan daripada menguntungkan.

Pertama, saat pasar atau saham sedang dalam momentum bull run kuat. Menjual covered call di fase ini berarti secara aktif membatasi keuntungan yang seharusnya bisa kamu dapat penuh.

Kedua, menjelang event korporasi besar seperti earnings atau pengumuman produk. Volatilitas memang meningkat sehingga premium lebih tinggi, tapi risiko gap harga yang melewati strike price dalam semalam juga jauh lebih besar.

Ketiga, jika kamu belum yakin ingin memegang saham tersebut jangka panjang. Covered call berasumsi kamu nyaman hold saham itu bahkan jika harganya turun, karena satu-satunya "perlindungan" yang ada hanya sejumlah premium yang diterima.

Menurut OptionsTrading.org, salah satu manajemen posisi penting adalah rolling: membeli kembali opsi yang sudah dijual dan menjual opsi baru dengan strike atau expiry berbeda untuk menghindari assignment yang tidak diinginkan.

Kesimpulan

Covered call adalah strategi yang masuk akal untuk investor yang sudah punya posisi saham kuat dan ingin menghasilkan income jangka panjang tanpa menjual kepemilikan mereka.

Kuncinya ada di pemilihan strike yang tepat, disiplin pada siklus ekspirasi 30-45 hari, dan memahami bahwa strategi ini menukar potensi upside tak terbatas dengan income yang lebih pasti dan konsisten.

Di pasar ranging atau bull lambat, ini bisa menjadi mesin income yang andal. Di bull run kuat, kamu perlu jual call jauh lebih OTM atau tidak menjual sama sekali.

FAQ

Apakah covered call cocok untuk pemula?

Covered call adalah salah satu strategi opsi paling sederhana, tapi tetap memerlukan pemahaman dasar tentang mekanisme opsi dan risiko assignment. Pemula sebaiknya mulai dengan memahami cara kerja call option sebelum mempraktikkannya.

Berapa minimum saham yang dibutuhkan untuk covered call?

Satu kontrak opsi mewakili 100 lembar saham. Jadi kamu perlu memiliki minimal 100 lembar saham yang sama untuk menjual satu kontrak covered call.

Apa yang terjadi jika saham "keambil" (assignment)?

Jika harga saham melewati strike price saat expiry, kamu wajib menjual saham di harga strike tersebut. Kamu sudah menerima premium di awal, tapi saham tidak lagi ada di portofoliomu. Jika ingin mempertahankan posisi, kamu perlu membeli kembali saham tersebut di harga pasar yang lebih tinggi.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade