Menguasai Covered Call untuk Menghasilkan 2-5% Monthly Income

Erwanto Khusuma
Erwanto Khusuma
Tim Gotrade
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade

Ringkasan

  • Covered call memberi income tambahan dari saham yang sudah kamu miliki, tetapi upside jadi terbatas.

  • Target 2-5% per bulan lebih mungkin pada saham yang volatil, bukan otomatis lebih aman.

  • Pilih saham yang memang layak di-hold, lalu sesuaikan strike dan expiry dengan target income dan toleransi risiko.

Menguasai Covered Call untuk Menghasilkan 2-5% Monthly Income

Share this article

Strategi covered call sering dipakai investor yang sudah punya saham AS dan ingin menambah arus kas dari portofolio. Dalam bentuk paling dasar, kamu memegang 100 lembar saham lalu menjual 1 call option di atas saham itu, sehingga kamu menerima premi di awal, tetapi upside sahammu jadi dibatasi sampai strike yang dipilih.

Target income covered call saham AS sebesar 2-5% per bulan memang bisa terjadi pada saham yang volatil, tetapi angka itu tidak otomatis “aman” atau stabil. Makin tinggi premi yang kamu kejar, biasanya makin dekat juga strike-nya ke harga saham, atau makin tinggi risiko sahamnya turun tajam.

Mekanika Covered Call Step-by-Step

Covered call cocok untuk investor yang:

  • sudah punya saham dan tidak keberatan menjualnya di harga tertentu

  • ingin menambah income dari posisi yang sedang di-hold

  • punya pandangan netral sampai bullish moderat

Langkah sederhananya:

  1. Miliki 100 saham.

  2. Pilih strike call di atas harga sekarang.

  3. Pilih expiry, biasanya mingguan atau bulanan.

  4. Jual 1 call dan terima premi.

  5. Saat expiry, ada dua kemungkinan:

  • call expired worthless, kamu simpan saham dan premi

  • call exercised, sahammu terjual di strike price

Pemilihan Strike dan Expiry

a. Aturan untuk strike

Gunakan kerangka sederhana ini:

  • 2-5% di atas harga sekarang untuk income yang lebih agresif

  • 5-10% di atas harga sekarang untuk memberi ruang naik lebih besar

  • pilih strike yang memang rela kamu lepas

Semakin dekat strike ke harga sekarang, semakin besar premi. Tapi peluang saham “dipanggil” juga makin tinggi.

b. Aturan untuk expiry

Untuk trader aktif, tenor 7-30 hari biasanya paling praktis. Tenor pendek memberi perputaran premium lebih cepat, tetapi perlu manajemen lebih sering.

Perhitungan Yield per Trade

Rumus dasarnya sederhana:

Yield per trade = premi diterima / nilai saham yang dipakai

Contoh:

  • beli 100 saham di US$100

  • jual 1 call dan terima premi US$2

  • modal saham = US$10.000

  • yield per trade = 2 / 100 = 2%

Kalau call tidak dieksekusi, premi itu jadi income kotor untuk periode tersebut. Kalau call dieksekusi, total hasilmu = capital gain sampai strike + premi yang sudah diterima.

Sebelum mengejar premi bulanan besar, cek dulu satu hal: apakah kamu benar-benar rela saham itu terjual di strike pilihanmu. Kalau tidak, covered call bisa berubah dari strategi income menjadi sumber frustrasi.

Risiko Covered Call

Covered call bukan free income. Melansir Option Seduction, risiko utamanya justru ada di dua sisi.

1. Upside capped

Kalau saham naik sangat kuat, keuntunganmu berhenti di strike plus premi. Jadi kamu tetap untung, tetapi bisa tertinggal jauh dari kenaikan penuh saham.

2. Downside tetap ada

Premi hanya memberi bantalan kecil. Kalau saham turun tajam, kerugian saham masih jauh lebih besar daripada income dari call.

Saham Terbaik untuk Covered Call: AAPL, MSFT, NVDA

Untuk strategi ini, saham yang ideal biasanya likuid, option chain-nya aktif, dan kamu memang nyaman memegangnya.

Per 11 Maret 2026, harga acuan kasarnya:

AAPL

Cocok untuk investor yang ingin premium lebih stabil. Sahamnya relatif matang, sehingga covered call sering dipakai untuk income yang lebih tenang.

MSFT

Mirip AAPL, tetapi biasanya dipilih investor yang tetap ingin exposure ke AI dan software besar sambil menambah premium income.

NVDA

Premi opsi biasanya lebih tebal karena volatilitasnya lebih tinggi. Ini membuka peluang yield bulanan lebih besar, tetapi risikonya juga lebih liar.

Contoh dan Simulasi

Berikut simulasi sederhana, bukan harga option chain real-time.

AAPL

  • harga saham: US$260,83

  • pilih call strike US$270, expiry 30 hari

  • premi asumsi: US$4,50

  • yield kasar: 4,50 / 260,83 = 1,7%

MSFT

  • harga saham: US$405,76

  • pilih strike US$420, expiry 30 hari

  • premi asumsi: US$8,50

  • yield kasar: 8,50 / 405,76 = 2,1%

NVDA

  • harga saham: US$184,77

  • pilih strike US$195, expiry 30 hari

  • premi asumsi: US$6,00

  • yield kasar: 6,00 / 184,77 = 3,2%

Dari simulasi ini terlihat kenapa target 2-5% per bulan biasanya lebih mungkin pada saham seperti NVDA daripada AAPL atau MSFT. Tapi harga yang dibayar adalah volatilitas dan kemungkinan saham bergerak tajam, baik naik maupun turun.

Kesimpulan

Strategi covered call paling cocok untuk investor yang sudah punya saham bagus, ingin income tambahan, dan rela upside-nya dibatasi. Ini bukan strategi untuk mengejar semua kenaikan saham, tetapi untuk mengubah kepemilikan saham menjadi mesin cash flow yang lebih aktif.

Kalau kamu ingin mulai, fokus dulu pada saham yang memang layak kamu pegang tanpa opsi sekalipun. Setelah itu, pilih strike dan expiry yang sesuai dengan target income, bukan sekadar premi terbesar.

FAQ

Apa itu covered call?
Covered call adalah strategi saat investor memegang 100 saham lalu menjual 1 call option di atas saham itu untuk menerima premi.

Apakah covered call benar-benar bisa menghasilkan 2-5% per bulan?
Bisa pada saham yang lebih volatil, tetapi makin tinggi target income, makin besar juga trade-off dan risikonya.

Saham apa yang cocok untuk covered call?
Biasanya saham besar yang likuid dan memang layak di-hold, seperti AAPL, MSFT, atau NVDA.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade