Strategi covered call sering dipakai investor yang sudah punya saham AS dan ingin menambah arus kas dari portofolio. Dalam bentuk paling dasar, kamu memegang 100 lembar saham lalu menjual 1 call option di atas saham itu, sehingga kamu menerima premi di awal, tetapi upside sahammu jadi dibatasi sampai strike yang dipilih.
Target income covered call saham AS sebesar 2-5% per bulan memang bisa terjadi pada saham yang volatil, tetapi angka itu tidak otomatis “aman” atau stabil. Makin tinggi premi yang kamu kejar, biasanya makin dekat juga strike-nya ke harga saham, atau makin tinggi risiko sahamnya turun tajam.
Mekanika Covered Call Step-by-Step
Covered call cocok untuk investor yang:
sudah punya saham dan tidak keberatan menjualnya di harga tertentu
ingin menambah income dari posisi yang sedang di-hold
punya pandangan netral sampai bullish moderat
Langkah sederhananya:
Miliki 100 saham.
Pilih strike call di atas harga sekarang.
Pilih expiry, biasanya mingguan atau bulanan.
Jual 1 call dan terima premi.
Saat expiry, ada dua kemungkinan:
call expired worthless, kamu simpan saham dan premi
call exercised, sahammu terjual di strike price
Pemilihan Strike dan Expiry
a. Aturan untuk strike
Gunakan kerangka sederhana ini:
2-5% di atas harga sekarang untuk income yang lebih agresif
5-10% di atas harga sekarang untuk memberi ruang naik lebih besar
pilih strike yang memang rela kamu lepas
Semakin dekat strike ke harga sekarang, semakin besar premi. Tapi peluang saham “dipanggil” juga makin tinggi.
b. Aturan untuk expiry
Untuk trader aktif, tenor 7-30 hari biasanya paling praktis. Tenor pendek memberi perputaran premium lebih cepat, tetapi perlu manajemen lebih sering.
Perhitungan Yield per Trade
Rumus dasarnya sederhana:
Yield per trade = premi diterima / nilai saham yang dipakai
Contoh:
beli 100 saham di US$100
jual 1 call dan terima premi US$2
modal saham = US$10.000
yield per trade = 2 / 100 = 2%
Kalau call tidak dieksekusi, premi itu jadi income kotor untuk periode tersebut. Kalau call dieksekusi, total hasilmu = capital gain sampai strike + premi yang sudah diterima.
Sebelum mengejar premi bulanan besar, cek dulu satu hal: apakah kamu benar-benar rela saham itu terjual di strike pilihanmu. Kalau tidak, covered call bisa berubah dari strategi income menjadi sumber frustrasi.
Risiko Covered Call
Covered call bukan free income. Melansir Option Seduction, risiko utamanya justru ada di dua sisi.
1. Upside capped
Kalau saham naik sangat kuat, keuntunganmu berhenti di strike plus premi. Jadi kamu tetap untung, tetapi bisa tertinggal jauh dari kenaikan penuh saham.
2. Downside tetap ada
Premi hanya memberi bantalan kecil. Kalau saham turun tajam, kerugian saham masih jauh lebih besar daripada income dari call.
Saham Terbaik untuk Covered Call: AAPL, MSFT, NVDA
Untuk strategi ini, saham yang ideal biasanya likuid, option chain-nya aktif, dan kamu memang nyaman memegangnya.
Per 11 Maret 2026, harga acuan kasarnya:
AAPL
Cocok untuk investor yang ingin premium lebih stabil. Sahamnya relatif matang, sehingga covered call sering dipakai untuk income yang lebih tenang.
MSFT
Mirip AAPL, tetapi biasanya dipilih investor yang tetap ingin exposure ke AI dan software besar sambil menambah premium income.
NVDA
Premi opsi biasanya lebih tebal karena volatilitasnya lebih tinggi. Ini membuka peluang yield bulanan lebih besar, tetapi risikonya juga lebih liar.
Contoh dan Simulasi
Berikut simulasi sederhana, bukan harga option chain real-time.
AAPL
harga saham: US$260,83
pilih call strike US$270, expiry 30 hari
premi asumsi: US$4,50
yield kasar: 4,50 / 260,83 = 1,7%
MSFT
harga saham: US$405,76
pilih strike US$420, expiry 30 hari
premi asumsi: US$8,50
yield kasar: 8,50 / 405,76 = 2,1%
NVDA
harga saham: US$184,77
pilih strike US$195, expiry 30 hari
premi asumsi: US$6,00
yield kasar: 6,00 / 184,77 = 3,2%
Dari simulasi ini terlihat kenapa target 2-5% per bulan biasanya lebih mungkin pada saham seperti NVDA daripada AAPL atau MSFT. Tapi harga yang dibayar adalah volatilitas dan kemungkinan saham bergerak tajam, baik naik maupun turun.
Kesimpulan
Strategi covered call paling cocok untuk investor yang sudah punya saham bagus, ingin income tambahan, dan rela upside-nya dibatasi. Ini bukan strategi untuk mengejar semua kenaikan saham, tetapi untuk mengubah kepemilikan saham menjadi mesin cash flow yang lebih aktif.
Kalau kamu ingin mulai, fokus dulu pada saham yang memang layak kamu pegang tanpa opsi sekalipun. Setelah itu, pilih strike dan expiry yang sesuai dengan target income, bukan sekadar premi terbesar.
FAQ
Apa itu covered call?
Covered call adalah strategi saat investor memegang 100 saham lalu menjual 1 call option di atas saham itu untuk menerima premi.
Apakah covered call benar-benar bisa menghasilkan 2-5% per bulan?
Bisa pada saham yang lebih volatil, tetapi makin tinggi target income, makin besar juga trade-off dan risikonya.
Saham apa yang cocok untuk covered call?
Biasanya saham besar yang likuid dan memang layak di-hold, seperti AAPL, MSFT, atau NVDA.












