One Big Beautiful Bill Act: Dampak Pajak Baru Trump ke Saham

Erwanto Khusuma
Erwanto Khusuma
Tim Gotrade
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade

Ringkasan

  • OBBBA mempermanenkan pemotongan pajak utama dan menambah insentif baru yang bisa mendorong earnings korporat serta daya beli konsumen di 2026.
  • Sektor cyclical, manufaktur, dan perusahaan dengan belanja modal besar berpotensi menjadi penerima manfaat terbesar dari bonus depreciation dan deduksi R&D.
  • Meski outlook pasar terlihat positif, investor tetap perlu memperhatikan risiko distribusi manfaat yang tidak merata dan tekanan dari defisit federal yang lebih besar.
 
One Big Beautiful Bill Act: Dampak Pajak Baru Trump ke Saham

Share this article

One Big Beautiful Bill Act (OBBBA) pajak resmi ditandatangani Presiden Trump pada 4 Juli 2025. Undang-undang ini mempermanenkan pemotongan pajak dari Tax Cuts and Jobs Act 2017 yang semula akan kedaluwarsa di akhir 2025.

Bagi investor saham AS, OBBBA bukan sekadar kebijakan pajak Trump 2026 saham biasa. Ini adalah paket stimulus fiskal terbesar sejak TCJA, dengan dampak langsung ke earnings korporat dan daya beli konsumen.

Poin-Poin Utama OBBBA

Beberapa ketentuan baru berlaku retroaktif untuk tahun pajak 2025:

  • Deduksi tip hingga $25.000 per tahun untuk pekerja yang memenuhi syarat.
  • Deduksi lembur hingga $12.500 (single) atau $25.000 (joint filers).
  • Bunga kredit kendaraan bisa dideducsi hingga $10.000 per tahun.
  • Warga usia 65+ mendapat deduksi tambahan $6.000 per orang.
  • Batas SALT deduction naik ke $40.000 untuk tahun 2025 hingga 2029.

Ketentuan untuk korporasi

Tarif pajak korporat tetap di 21%, bukan turun ke 15% seperti janji kampanye. Namun, yang lebih signifikan adalah kembalinya 100% bonus depreciation untuk aset yang dibeli sejak 20 Januari 2025.

Perusahaan kini bisa mendeducsi penuh biaya R&D domestik di tahun yang sama, bukan diamortisasi selama beberapa tahun. Menurut Tax Foundation, sektor manufaktur menjadi penerima manfaat terbesar dari perubahan ini.

Dampak Pemotongan Pajak Korporat ke Earnings Perusahaan S&P 500

Proyeksi earnings 2026

Dampak tax cut ke pasar saham AS terasa langsung di bottom line perusahaan. Goldman Sachs memproyeksikan EPS S&P 500 di kisaran $305 hingga $309 untuk tahun penuh 2026, naik 12% year-over-year.

Ini menandai kuartal keenam berturut-turut dengan pertumbuhan earnings double-digit, sebuah streak yang terakhir terjadi lebih dari satu dekade lalu.

Stimulus fiskal senilai $129 miliar

Menurut Morgan Stanley, OBBBA akan memberikan keringanan pajak sebesar $129 miliar kepada perusahaan S&P 500 selama dua tahun ke depan. Angka ini datang dari kombinasi bonus depreciation permanen dan penghapusan penuh biaya R&D.

Morgan Stanley bahkan memproyeksikan S&P 500 bisa menyentuh level 7.800, didorong oleh kombinasi stimulus fiskal dan produktivitas AI.

Sektor yang paling diuntungkan

Tidak semua sektor merasakan dampak yang sama. Perusahaan dengan belanja modal besar seperti manufaktur dan teknologi mendapatkan keuntungan terbesar dari bonus depreciation.

Sektor cyclical seperti Industrials, Financials, dan Consumer Discretionary diproyeksikan memimpin rally 2026. Investor yang memahami analisis fundamental bisa mengidentifikasi perusahaan mana yang paling diuntungkan dari perubahan ini.

Tax Refund AS Naik: Efek ke Consumer Spending

Lonjakan refund $55-65 miliar

Bank of America Global Research memperkirakan total tax refund 2026 naik sekitar $65 miliar atau 18% dibanding 2025. Morgan Stanley menghitung angka yang sedikit konservatif: kenaikan $55 miliar, dengan rata-rata refund naik ke $3.500 dari $2.940 tahun sebelumnya.

Kenaikan ini didorong oleh ketentuan retroaktif OBBBA, terutama deduksi tip, lembur, dan bunga kredit kendaraan yang berlaku surut untuk tahun pajak 2025.

Dampak ke sektor ritel

Periode Februari hingga April 2026 menjadi momen injeksi likuiditas maksimum bagi rumah tangga AS. Walmart sudah melaporkan peningkatan foot traffic dan average basket size di laporan awal Februari.

Retailer besar seperti Amazon dan Costco juga berpotensi merasakan dampak positif dari lonjakan spending ini. Rata-rata pendapatan after-tax konsumen naik 5% di 2026.

Ingin memanfaatkan momentum fiskal AS? Cek portofolio saham AS kamu di Gotrade dan pantau pergerakan sektor yang diuntungkan dari kebijakan pajak baru ini.

Risiko distribusi yang tidak merata

Namun, ada catatan penting. Struktur OBBBA cenderung menguntungkan rumah tangga berpendapatan menengah ke atas. Bank of America menyebut ini sebagai dinamika "K-shaped", di mana manfaat finansial tidak tersebar merata.

Di sisi lain, OBBBA juga memotong pendanaan Medicaid dan SNAP, yang bisa menekan spending di segmen bawah dan berdampak pada healthcare providers regional.

Strategi Portofolio Merespons Kebijakan Fiskal Pro-Growth

Overweight sektor cyclical

Dengan stimulus fiskal yang masif, sektor cyclical menjadi pilihan utama. Industrials dan Financials diuntungkan dari ekspansi ekonomi, sementara Consumer Discretionary mendapat dorongan langsung dari kenaikan refund.

Investor bisa mempertimbangkan eksposur ke S&P 500 ETF sebagai cara diversifikasi yang efisien untuk menangkap broad market rally.

Fokus pada perusahaan capital-intensive

Perusahaan dengan capex besar, terutama di manufaktur dan teknologi, mendapat keuntungan langsung dari 100% bonus depreciation. Ini berarti cash flow lebih tinggi dan potensi buyback atau dividen yang lebih besar.

Apple adalah contoh perusahaan yang bisa memanfaatkan deduksi penuh R&D domestik, mengingat investasi besar mereka di riset dan pengembangan hardware.

Diversifikasi tetap krusial

Meskipun outlook positif, risiko defisit federal yang meningkat $3 hingga $4 triliun dalam dekade ke depan bisa menekan pasar obligasi dan menaikkan suku bunga jangka panjang. Strategi diversifikasi aset tetap menjadi fondasi portofolio yang sehat.

Jangan taruh semua telur di satu keranjang, meskipun keranjang itu terlihat sangat menarik saat ini.

Kesimpulan

One Big Beautiful Bill Act adalah game-changer bagi pasar saham AS di 2026. Dengan earnings S&P 500 yang diproyeksikan tumbuh 12%, lonjakan tax refund hingga $65 miliar, dan stimulus fiskal $129 miliar untuk korporasi, fondasi fundamental pasar semakin kokoh.

Namun, investor perlu tetap waspada terhadap risiko distribusi yang tidak merata dan potensi tekanan dari defisit federal yang membengkak. Kebijakan pro-growth tidak menghilangkan kebutuhan akan manajemen risiko yang disiplin.

Mulai pantau saham-saham AS yang diuntungkan dari kebijakan fiskal ini langsung dari aplikasi Gotrade Indonesia. Dengan akses ke 500+ saham AS, kamu bisa membangun portofolio yang merespons perubahan makroekonomi dengan lebih presisi.

FAQ

Apa itu One Big Beautiful Bill Act?

OBBBA adalah undang-undang pajak AS yang ditandatangani 4 Juli 2025, mempermanenkan pemotongan pajak TCJA 2017 dan menambahkan deduksi baru untuk tip, lembur, dan bunga kredit kendaraan.

Berapa besar dampak OBBBA ke earnings S&P 500?

Goldman Sachs memproyeksikan pertumbuhan EPS S&P 500 sebesar 12% di 2026, sementara Morgan Stanley memperkirakan keringanan pajak senilai $129 miliar untuk perusahaan S&P 500 dalam dua tahun.

Apakah tarif pajak korporat AS turun karena OBBBA?

Tidak, tarif tetap di 21%, namun perusahaan mendapat keuntungan signifikan dari 100% bonus depreciation permanen dan deduksi penuh biaya R&D domestik.

Sektor apa yang paling diuntungkan dari OBBBA?

Sektor cyclical seperti Industrials, Financials, dan Consumer Discretionary diproyeksikan menjadi penerima manfaat terbesar, bersama manufaktur dan teknologi yang memanfaatkan bonus depreciation.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade