Google vs Amazon: Mana Saham Big Tech yang Lebih Diversified?

Erwanto Khusuma
Erwanto Khusuma
Tim Gotrade
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade

Ringkasan

  • Amazon terlihat lebih terdiversifikasi karena punya retail, AWS, iklan, subscriptions, dan marketplace dalam satu model bisnis.

  • Alphabet masih sangat kuat, tetapi pendapatannya lebih terkonsentrasi pada iklan dan pencarian.

  • Untuk investor, pilihan terbaik tergantung apakah kamu lebih suka efisiensi laba tinggi atau diversifikasi bisnis yang lebih luas.

Google vs Amazon: Mana Saham Big Tech yang Lebih Diversified?

Share this article

Kalau membandingkan Google vs Amazon, kamu sebenarnya sedang membandingkan dua model diversifikasi yang berbeda.

Untuk investor yang melihat saham GOOG vs AMZN, pertanyaan utamanya bukan cuma siapa yang lebih besar, tetapi siapa yang sumber pendapatannya lebih tersebar dan siapa yang lebih tahan kalau satu mesin bisnis mulai melambat.

Simak pemaparan dan perbandingan mendalam dari Gotrade di bawah ini.

Mengenal Model Bisnis Google dan Amazon

Alphabet masih bertumpu pada ekosistem Google. Mesin utamanya tetap Search, YouTube, Network, subscription, dan Google Cloud, dengan tambahan taruhan jangka panjang seperti Waymo dan unit “Other Bets.” Pada laporan Q4 2025, Alphabet mencatat revenue US$113,8 miliar, naik 18%, dan untuk setahun penuh pendapatannya sudah menembus US$400 miliar.

Amazon lebih berlapis. Bisnisnya tersebar ke online stores, third-party seller services, AWS, advertising, subscriptions, dan retail internasional; dilaporkan revenue Q4 2025 mencapai US$213,4 miliar, naik 14%, dan full-year 2025 net sales mencapai US$716,9 miliar.

Perbedaan Sumber Revenue Utama

Kalau dibaca dari sumber uangnya, dikutip dari riset Yahoo Finance, Alphabet masih lebih terkonsentrasi. Pendapatan terbesarnya tetap datang dari Google Services, terutama iklan Search dan YouTube, sementara Google Cloud tumbuh cepat tetapi masih menjadi lapisan kedua dibanding mesin iklan inti.

Amazon terlihat lebih tersebar. Retail tetap sangat besar, tetapi AWS, advertising, subscriptions, dan third-party services membuat struktur pendapatannya lebih beragam, sehingga Amazon tidak hanya bergantung pada satu jenis monetisasi.

Cara membacanya sederhana

  • Alphabet lebih terkonsentrasi pada iklan dan ekosistem Google

  • Amazon lebih tersebar antara retail, cloud, iklan, dan layanan penjual

Kalau yang dicari adalah diversifikasi model bisnis, Amazon terlihat lebih luas. Kalau yang dicari adalah mesin laba yang sangat dominan dan efisien, Alphabet masih sangat kuat.

Peran Cloud Computing dalam Pertumbuhan

Cloud jadi bagian penting bagi keduanya, tetapi perannya berbeda. Di Alphabet, Google Cloud adalah mesin pertumbuhan yang membantu mengurangi ketergantungan pada iklan; Q4 2025 Google Cloud revenue naik ke US$17,7 miliar, tumbuh sekitar 48% YoY.

Di Amazon, AWS bukan hanya mesin pertumbuhan, tetapi juga pusat profitabilitas yang sangat penting. Q4 2025 AWS revenue mencapai US$35,6 miliar, naik 24% YoY, sehingga cloud di Amazon punya bobot finansial yang lebih besar dan lebih matang dibanding cloud di Alphabet.

Perbandingan Profit Margin

Alphabet masih terlihat sangat kuat dari sisi margin. Pada Q4 2025, operating income naik ke US$31,0 miliar dari US$23,7 miliar setahun sebelumnya, menunjukkan bahwa model bisnis iklannya tetap sangat efisien meski capex AI naik.

Amazon juga membaik, tetapi karakter marginnya berbeda. Q4 2025 operating income mencapai US$26,3 miliar, naik dari US$13,2 miliar pada Q4 2024, tetapi margin total Amazon tetap lebih kompleks karena retail dan logistik secara alami lebih berat daripada bisnis iklan dan search.

Kalau kamu sedang membandingkan GOOG dan AMZN, jangan cuma lihat pertumbuhan revenue. Lihat juga bisnis mana yang paling besar menyumbang laba, karena di situlah kualitas diversifikasinya benar-benar terlihat.

Akses data historis dan real-time kedua jenis saham di Gotrade sekarang juga!

Risiko Regulasi Teknologi

Dari sisi regulasi, Alphabet menghadapi tekanan yang sangat nyata. Departemen Kehakiman AS pada 2025 memenangkan remedies penting dalam kasus monopoli pencarian Google, termasuk larangan mempertahankan kontrak eksklusif tertentu terkait distribusi Search, Chrome, dan Gemini.

Amazon juga punya tekanan regulasi, tetapi bentuknya lebih tersebar. FTC pada September 2025 mencapai penyelesaian US$2,5 miliar terkait tuduhan praktik pendaftaran Prime yang menyesatkan, sementara gugatan antitrust FTC terhadap bisnis retail Amazon juga masih menjadi risiko jangka menengah.

Jadi, Mana yang Lebih Diversified?

Kalau pertanyaannya adalah siapa yang lebih diversified secara sumber revenue, jawabannya condong ke Amazon. Retail, AWS, advertising, subscriptions, dan marketplace membuat Amazon lebih tersebar dan tidak terlalu bergantung pada satu sumber uang saja.

Kalau pertanyaannya adalah siapa yang punya mesin profit paling kuat dan efisien, Alphabet masih sangat menonjol. Tapi justru karena itu, Google terlihat lebih bergantung pada iklan dan pencarian daripada Amazon yang model bisnisnya lebih lebar.

Kesimpulan

Dalam perbandingan Google vs Amazon, Amazon terlihat lebih terdiversifikasi dari sisi model bisnis dan sumber pendapatan. Alphabet tetap sangat kuat, tetapi struktur pendapatannya masih lebih berat ke iklan dan pencarian, walau Google Cloud terus tumbuh sebagai mesin kedua.

Untuk investor, GOOG lebih cocok kalau kamu ingin bisnis dengan margin sangat kuat dan dominasi yang jelas. AMZN lebih cocok kalau kamu ingin eksposur ke big tech yang lebih berlapis. Kalau kamu ingin mulai membangun posisi di salah satu nama ini, kamu bisa investasi lewat Gotrade sesuai profil risiko dan horizon investasimu.

FAQ

Apa beda utama bisnis Google dan Amazon?
Google masih sangat bertumpu pada iklan, pencarian, dan YouTube, sedangkan Amazon lebih tersebar antara retail, AWS, advertising, subscriptions, dan marketplace.

Mana yang peran cloud-nya lebih besar?
Cloud lebih besar dan lebih matang di Amazon lewat AWS, sedangkan di Alphabet Google Cloud masih menjadi mesin pertumbuhan yang lebih kecil dibanding bisnis iklan inti.

Mana yang lebih berisiko dari sisi regulasi?
Keduanya punya risiko, tetapi tekanan antitrust Google dalam pencarian terlihat sangat besar, sementara Amazon menghadapi tekanan FTC pada Prime dan kasus antitrust retail.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade