Di pasar saham, banyak investor terjebak pada satu pertanyaan klasik: harga akan naik atau turun? Padahal dalam kondisi tertentu, arah bukanlah faktor terpenting. Justru besarnya pergerakan harga yang menjadi peluang utama.
Ketika volatilitas diperkirakan melonjak, seperti menjelang earnings atau pengumuman kebijakan besar, strategi berbasis arah bisa menjadi sulit. Dalam situasi inilah long straddle sering digunakan sebagai pendekatan alternatif.
Strategi ini tidak bertaruh pada bullish atau bearish, tetapi pada kemungkinan harga bergerak jauh dari titik awal.
Definisi Long Straddle
Long straddle options adalah strategi opsi yang memungkinkan investor mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga besar tanpa harus menebak arah naik atau turun. Strategi long straddle sering digunakan saat pasar diperkirakan akan sangat volatil, tetapi arah pergerakannya belum jelas.
Alih-alih berspekulasi bullish atau bearish, long straddle fokus pada satu hal: besarnya pergerakan harga. Jika saham bergerak cukup jauh dari harga awal, strategi ini bisa menghasilkan profit.
Cara Kerja Long Straddle
Long straddle dilakukan dengan:
Membeli call option
Membeli put option
Dengan strike price dan tanggal jatuh tempo yang sama
Karena membeli dua opsi sekaligus, biaya awal strategi ini adalah total premi call dan premi put.
Jika harga saham naik tajam, call option akan meningkat nilainya sementara put menjadi tidak bernilai. Jika harga saham turun tajam, put option akan meningkat sementara call menjadi tidak bernilai.
Kuncinya adalah harga harus bergerak cukup jauh agar keuntungan dari salah satu opsi menutup total premi yang dibayarkan.
Kapan Strategi Ini Cocok
Strategi long straddle options biasanya digunakan saat ada potensi lonjakan volatilitas.
1. Earnings perusahaan
Laporan keuangan sering memicu pergerakan harga besar. Namun arah reaksi pasar sulit diprediksi.
Long straddle memungkinkan investor memanfaatkan lonjakan tersebut tanpa perlu menebak apakah laporan akan positif atau negatif.
2. Event besar atau pengumuman penting
Contohnya:
Keputusan suku bunga
Pengumuman merger
Rilis data ekonomi penting
Jika pasar diperkirakan akan bergerak signifikan, strategi ini bisa relevan. Namun jika volatilitas yang diharapkan tidak terjadi, nilai opsi bisa tergerus waktu.
Menghitung Breakeven, Max Profit, dan Max Loss
Memahami perhitungan dasar sangat penting sebelum menggunakan strategi ini.
Max loss
Kerugian maksimal adalah total premi yang dibayarkan untuk call dan put.
Contoh:
Premi call: 5
Premi put: 4
Total biaya: 9
Kerugian maksimal adalah 9, jika saham tetap di sekitar strike hingga jatuh tempo.
Breakeven
Ada dua titik breakeven:
Strike + total premi
Strike - total premi
Jika strike 100 dan total premi 9:
Breakeven atas: 109
Breakeven bawah: 91
Harga harus bergerak melewati salah satu level tersebut agar mulai menghasilkan profit.
Max profit
Secara teori:
Profit tak terbatas ke arah atas
Profit sangat besar ke arah bawah (hingga saham mendekati nol)
Karena salah satu opsi akan terus bertambah nilainya jika harga bergerak ekstrem.
Risiko: Theta Decay Menggerus Posisi
Salah satu risiko utama long straddle adalah theta decay atau peluruhan nilai waktu.
Karena kamu membeli dua opsi sekaligus, posisi sangat sensitif terhadap waktu. Jika harga saham tidak bergerak signifikan dalam periode awal, nilai kedua opsi bisa turun secara bersamaan.
Risiko utama:
Volatilitas yang diharapkan tidak terjadi
Pergerakan terlalu kecil
Penurunan implied volatility setelah event
Bahkan jika earnings memicu pergerakan, kadang volatilitas tersirat turun drastis setelah pengumuman, membuat nilai opsi tidak naik sebesar yang diharapkan. Karena itu, timing menjadi faktor krusial dalam strategi ini.
Contoh Kasus Nyata
Misalkan sebuah saham teknologi diperdagangkan di harga 200 menjelang earnings.
Investor memperkirakan pergerakan besar, tetapi tidak yakin arah.
Ia membeli:
Call strike 200 dengan premi 12
Put strike 200 dengan premi 10
Total biaya: 22.
Breakeven menjadi:
222 ke atas
178 ke bawah
Jika setelah earnings saham melonjak ke 240, call option naik signifikan dan menghasilkan keuntungan setelah dikurangi total premi.
Namun jika saham hanya bergerak ke 208, kedua opsi bisa kehilangan nilai karena pergerakan tidak cukup besar.
Jika kamu ingin memahami struktur opsi seperti long straddle dan bagaimana volatilitas memengaruhi harga kontrak, kamu bisa mempelajari fitur options di Gotrade Indonesia untuk melihat simulasi risiko dan payoff sebelum mengambil posisi.
Kapan Sebaiknya Tidak Menggunakan Long Straddle
Strategi ini kurang cocok ketika:
Volatilitas sudah sangat tinggi sebelum event
Premi opsi terlalu mahal
Tidak ada katalis jelas dalam waktu dekat
Dalam kondisi tersebut, risiko theta decay bisa lebih besar daripada potensi keuntungan.
Kesimpulan
Long straddle options adalah strategi yang memungkinkan investor mendapatkan profit dari volatilitas tanpa perlu menebak arah harga. Dengan membeli call dan put di strike yang sama, investor bertaruh pada besarnya pergerakan, bukan arahnya.
Namun strategi long straddle memiliki biaya awal yang tinggi dan sangat sensitif terhadap waktu. Jika volatilitas yang diharapkan tidak terjadi, premi bisa tergerus sebelum harga bergerak signifikan.
Jika kamu tertarik mengeksplorasi strategi berbasis volatilitas dan ingin memahami risiko serta payoff-nya secara lebih detail, kamu bisa memanfaatkan fitur options di Gotrade Indonesia untuk membangun strategi sesuai profil risiko kamu.
Mulai eksplorasi dan coba options trading di Gotrade sekarang.
FAQ
Apa itu long straddle options?
Long straddle adalah strategi membeli call dan put dengan strike dan jatuh tempo yang sama untuk memanfaatkan pergerakan harga besar.
Apakah long straddle selalu menguntungkan saat earnings?
Tidak. Harga harus bergerak cukup jauh melewati titik breakeven agar menghasilkan profit.
Apa risiko terbesar strategi long straddle?
Theta decay dan penurunan volatilitas setelah event dapat menggerus nilai kedua opsi secara bersamaan.












