Bagi banyak pemula, loss dalam options trading terasa jauh lebih menyakitkan dibanding loss di saham. Nilai kontrak bisa turun cepat, bahkan habis, dalam waktu singkat. Hal ini sering memunculkan pertanyaan: apakah loss berarti strategi salah, timing buruk, atau memang options terlalu berisiko?
Padahal, dalam konteks yang tepat, trading loss adalah bagian wajar dari options trading. Yang membedakan trader yang berkembang dan yang berhenti di tengah jalan bukan soal seberapa sering loss terjadi, tetapi bagaimana loss dipahami dan dievaluasi.
Artikel ini membahas mengapa loss wajar dalam options trading, jenis-jenis loss yang umum terjadi, perbedaan loss saham dan options, cara mengevaluasi loss dengan benar, serta dampak psikologis setelah loss dan cara mengatasinya.
Mengapa Loss Wajar dalam Options Trading
Options trading bukan permainan probabilitas satu arah. Bahkan strategi yang baik sekalipun tidak selalu menghasilkan profit di setiap transaksi.
Loss wajar karena:
-
Options memiliki faktor waktu (expiry)
-
Volatilitas bisa berubah tanpa arah harga yang ekstrem
-
Market tidak selalu bergerak sesuai ekspektasi
Dalam sistem yang sehat, loss kecil dan terkontrol adalah biaya belajar dan biaya menjalankan strategi. Yang menjadi masalah bukan loss itu sendiri, melainkan loss yang tidak direncanakan atau tidak dipahami.
Jenis Loss dalam Options Trading
Tidak semua loss memiliki makna yang sama. Memahami jenis loss membantu trader mengevaluasi dengan lebih objektif, seperti dikutip dari Investopedia.
Loss karena arah harga tidak sesuai
Ini adalah loss paling umum. Harga saham tidak bergerak sesuai ekspektasi hingga expiry atau titik evaluasi.
Jenis loss ini sering kali bukan kesalahan besar, tetapi bagian dari probabilitas strategi.
Loss karena time decay
Loss ini terjadi meskipun harga saham tidak bergerak jauh. Nilai options turun karena waktu terus berjalan.
Time decay adalah karakter bawaan options, bukan kesalahan trader, selama sudah diperhitungkan sejak awal.
Loss karena perubahan volatilitas
Kadang arah harga benar, tetapi volatilitas turun sehingga nilai options tetap menurun.
Loss jenis ini sering mengejutkan pemula yang belum terbiasa melihat volatilitas sebagai faktor utama.
Loss karena eksekusi dan likuiditas
Spread lebar atau likuiditas rendah bisa menyebabkan loss lebih besar dari yang diperkirakan, terutama saat keluar posisi.
Jenis loss ini sering terkait pemilihan kontrak, bukan strategi dasarnya.
Membedakan jenis loss membantu trader memahami apakah kerugian berasal dari risiko yang direncanakan atau dari aspek yang perlu diperbaiki.
Perbedaan Loss Saham dan Loss dalam Options Trading
Loss di saham dan options memiliki karakter yang berbeda secara fundamental.
Pada saham:
Loss biasanya bersifat sementara selama saham belum dijual
Tidak ada tekanan waktu
Harga bisa pulih seiring waktu
Pada options:
Loss bisa bersifat final saat expiry
Waktu bekerja melawan posisi
Recovery tidak selalu mungkin
Perbedaan ini membuat loss dalam options trading terasa lebih “tegas”. Karena itu, pendekatan mental dan evaluasinya juga harus berbeda.
Cara Evaluasi Loss dalam Options Trading dengan Benar
Evaluasi loss yang sehat bukan mencari siapa yang salah, tetapi apa yang bisa dipelajari.
Langkah pertama adalah menanyakan:
Apakah loss ini sudah sesuai dengan risiko yang direncanakan?
Jika ya, maka loss tersebut adalah bagian dari sistem. Jika tidak, berarti ada celah dalam trading plan.
Langkah kedua adalah mengevaluasi faktor utama:
Apakah asumsi arah harga realistis?
Apakah expiry terlalu dekat?
Apakah volatilitas diperhitungkan?
Apakah ukuran posisi terlalu besar?
Langkah ketiga adalah memisahkan hasil dan proses. Trading yang rugi bisa saja dilakukan dengan proses yang benar, dan sebaliknya.
Evaluasi seperti ini membantu loss menjadi sumber data, bukan sumber frustrasi.
Dampak Psikologis setelah Loss dan Cara Mengatasinya
Loss tidak hanya berdampak finansial, tetapi juga psikologis. Reaksi emosional setelah loss sering menentukan langkah berikutnya.
Dampak yang umum terjadi antara lain:
Rasa ingin segera membalas kerugian
Ragu mengambil posisi berikutnya
Overtrading atau justru berhenti total
Cara mengatasinya dimulai dengan memberi jarak waktu. Tidak perlu langsung trading setelah loss.
Langkah berikutnya adalah kembali ke trading plan, bukan ke emosi. Trading plan berfungsi sebagai jangkar saat kondisi mental goyah.
Terakhir, pahami bahwa satu atau dua loss tidak mendefinisikan kemampuan trading. Konsistensi proses jauh lebih penting daripada satu hasil.
Kesimpulan
Loss dalam options trading adalah bagian wajar dari proses belajar dan menjalankan strategi. Dengan memahami jenis loss, perbedaan loss saham dan options, serta cara mengevaluasinya secara objektif, trader dapat mengubah loss menjadi alat pembelajaran.
Dampak psikologis setelah loss perlu dikelola dengan disiplin dan kesadaran. Ketika loss dipahami sebagai bagian dari sistem, keputusan trading menjadi lebih rasional dan berkelanjutan.
Jika kamu ingin belajar options trading dengan pendekatan yang lebih terukur dan sadar risiko, kamu bisa memantau dan mengevaluasi setiap transaksi melalui aplikasi Gotrade Indonesia sesuai proses belajarmu.
FAQ
Apakah loss dalam options trading selalu berarti strategi salah?
Tidak. Loss bisa terjadi meskipun strategi dijalankan dengan benar karena faktor probabilitas dan waktu.
Kenapa loss di options terasa lebih menyakitkan dari saham?
Karena options memiliki tekanan waktu dan risiko kehilangan premium secara penuh.
Bagaimana cara terbaik menghadapi loss dalam options trading?
Dengan evaluasi objektif, kembali ke trading plan, dan tidak mengambil keputusan saat emosi masih tinggi.











