Di antara berbagai indikator makro, copper-gold ratio adalah salah satu yang paling underrated namun sangat informatif. Rasio ini membandingkan dua komoditas dengan karakter berlawanan: copper yang mencerminkan aktivitas ekonomi riil, dan emas yang mencerminkan permintaan safe haven.
Pergerakan rasio ini memberikan sinyal tentang bagaimana pelaku pasar global melihat prospek ekonomi ke depan.
Artikel ini membahas apa itu copper-gold ratio, cara menginterpretasinya untuk market outlook, korelasinya dengan bond yields, dan strategi yang bisa diterapkan berdasarkan pergerakan rasio.
Apa Itu Copper-Gold Ratio?
Copper-gold ratio dihitung dengan membagi harga copper per pound dengan harga emas per ounce. Misalnya, jika copper di $4,50/lb dan emas di $2.250/oz, rasionya adalah 0,002 (atau sering dikalikan 1.000 menjadi 2,0 agar lebih mudah dibaca).
Rasio ini bukan angka statis; ia bergerak terus-menerus mengikuti perubahan harga kedua komoditas dan mencerminkan pergeseran sentimen pasar secara real-time.
Mengapa kedua komoditas ini dipasangkan? Karena mereka merepresentasikan dua sisi sentimen pasar yang berlawanan.
Copper adalah komoditas industri yang permintaannya sangat bergantung pada aktivitas manufaktur, konstruksi, dan infrastruktur.
Sering dijuluki "Dr. Copper" karena kemampuannya membaca kesehatan ekonomi global. Saat ekonomi ekspansi, demand copper naik dan harganya menguat.
Emas adalah aset safe haven yang menguat saat ketidakpastian meningkat, inflasi naik, atau investor menghindari risiko. Demand emas naik saat kepercayaan terhadap ekonomi menurun.
Ketika rasio naik (copper outperform emas), pasar sedang risk-on: optimis terhadap pertumbuhan. Ketika rasio turun (emas outperform copper), pasar sedang risk-off: khawatir terhadap perlambatan atau krisis.
Interpretasi untuk Market Outlook
LongTerm Trends menyebut, copper-gold ratio berfungsi sebagai indikator risk appetite yang lebih objektif dibanding survei sentimen karena mencerminkan keputusan alokasi modal riil.
Rasio naik: ekspansi ekonomi
Rasio yang trending naik menandakan pelaku pasar memperkirakan pertumbuhan ekonomi yang solid. Demand industri untuk copper meningkat sementara kebutuhan lindung nilai lewat emas berkurang.
Periode 2020-2021 pasca-pandemi menunjukkan pola ini: stimulus fiskal masif mendorong aktivitas konstruksi dan manufaktur global, membuat copper rally signifikan sementara emas relatif stagnan.
Rasio turun: perlambatan atau risk-off
Rasio yang turun menandakan pesimisme ekonomi. Copper melemah karena ekspektasi demand industri berkurang, sementara emas menguat sebagai safe haven. Di tahun 2022, saat kekhawatiran resesi meningkat akibat pengetatan moneter agresif, rasio turun tajam sebelum stabilisasi.
Secara historis, penurunan rasio yang berlangsung lebih dari 3 bulan sering mendahului atau bertepatan dengan resesi.
Rasio sideways: transisi atau ketidakpastian
Fase sideways sering terjadi saat pasar belum memiliki arah jelas, misalnya menunggu data makroekonomi kunci atau keputusan kebijakan moneter.
Dalam fase ini, baik copper maupun emas bergerak tanpa tren dominan. Trader sebaiknya menunggu breakout rasio sebelum mengambil posisi directional.
Korelasi dengan Bond Yields
Salah satu hubungan paling menarik dalam makro trading: copper-gold ratio berkorelasi erat dengan yield obligasi pemerintah AS (Treasury yields), khususnya yield 10 tahun.
Mengapa korelasinya kuat
Menurut analisis Gavekal Research, dikutip dari Reuters, kedua indikator ini mencerminkan hal yang sama dari sudut pandang berbeda.
Treasury yield naik saat pasar mengekspektasi pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang lebih tinggi, kondisi yang persis sama membuat copper outperform emas.
Treasury yield turun saat pasar mengekspektasi perlambatan, kondisi yang persis sama membuat emas outperform copper.
Divergensi sebagai sinyal
Korelasi yang biasanya erat ini menjadi sangat berguna saat divergensi terjadi:
- Jika rasio naik tapi yield turun, salah satu pasar salah membaca situasi. Biasanya, bond market (yield) lebih sering benar untuk prediksi ekonomi jangka menengah
- Jika rasio turun tapi yield naik, ada kemungkinan yield naik karena faktor teknikal (supply obligasi, bukan ekspektasi pertumbuhan)
Divergensi ini menjadi early warning signal bahwa salah satu pasar akan menyesuaikan diri. Trader bisa menggunakan konfirmasi dari kedua indikator sebelum mengambil posisi makro.
Implikasi untuk alokasi portofolio
Saat rasio dan yield bergerak naik bersamaan, lingkungan mendukung saham siklikal, komoditas industri, dan underweight obligasi. Saat keduanya bergerak turun, lingkungan mendukung aset defensif: emas, obligasi, dan saham dividen stabil.
Strategi Berdasarkan Ratio
Copper-gold ratio bisa digunakan secara langsung untuk keputusan investasi, bukan sekadar indikator pasif.
Rotasi sektoral berbasis rasio
Saat rasio trending naik, overweight sektor siklikal yang diuntungkan oleh pertumbuhan ekonomi: teknologi, industrials, materials, dan consumer discretionary.
Saham tambang copper seperti Freeport-McMoRan (FCX) sering menjadi proxy langsung untuk sentimen ini. Saat rasio trending turun, rotasi ke sektor defensif: utilities, healthcare, consumer staples, dan ETF emas.
Pendekatan ini lebih objektif dibanding menebak arah pasar karena berbasis harga komoditas riil.
Pair trade copper vs gold
Strategi langsung: beli ETF copper (COPX untuk saham tambang, atau futures copper) dan short ETF emas (GLD) saat rasio breakout ke atas, atau sebaliknya. Pair trade ini mengisolasi view terhadap risk appetite tanpa eksposur ke arah pasar saham secara keseluruhan. Namun perlu diingat: pair trade memiliki risiko bahwa korelasi historis bisa breakdown sementara.
Konfirmasi timing untuk entry saham
Gunakan rasio sebagai filter tambahan sebelum entry posisi saham. Jika analisis fundamental dan teknikal sudah menunjukkan sinyal beli pada saham growth, konfirmasi dengan copper-gold ratio yang trending naik menambah conviction.
Sebaliknya, sinyal beli pada saham defensif lebih kuat saat rasio trending turun. Rasio ini membantu menyelaraskan pilihan saham dengan kondisi makro yang sedang berlaku.
Kesimpulan
Copper-gold ratio adalah indikator risk appetite global yang menerjemahkan sentimen pasar menjadi angka yang bisa diukur. Korelasinya dengan Treasury yields memperkuat validitasnya sebagai alat baca makro.
Untuk investor, rasio ini bisa digunakan sebagai panduan rotasi sektoral, filter timing entry, atau basis pair trade. Kuncinya: ikuti arah rasio, bukan coba prediksi titik baliknya.
Bangun eksposur ke copper dan emas lewat ETF di Gotrade, mulai dari $1.
FAQ
Di mana bisa melihat copper-gold ratio?
TradingView menyediakan chart rasio dengan mengetik "COPPER/GOLD" atau membuat custom ratio dari harga futures keduanya.
Seberapa sering rasio ini perlu dipantau?
Cukup weekly untuk investor. Perubahan tren rasio biasanya berlangsung berminggu-minggu, bukan harian.
Apakah rasio ini bisa dipakai untuk pasar Indonesia?
Ya, karena copper dan emas adalah komoditas global. Risk appetite yang ditunjukkan rasio ini memengaruhi aliran modal ke semua emerging markets termasuk Indonesia.











