5 Metrik Kunci Earnings Microsoft & Alphabet Pekan Ini

Erwanto Khusuma
Erwanto Khusuma
Tim Gotrade
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade

Ringkasan

  • MSFT dan GOOGL rilis earnings Rabu 29 April after-close AS, fokus ke lima metrik bukan headline EPS
  • Azure growth, cloud RPO, capex AI ratio, Copilot/Gemini ARR signal, operating margin
  • Pemegang saham yang punya kerangka metrik unggul vs yang reaksi panik di after-hours
5 Metrik Kunci Earnings Microsoft & Alphabet Pekan Ini

Share this article

Rabu malam waktu AS atau Kamis dini hari WIB pekan ini, dua raksasa teknologi merilis laporan kuartalan. Mereka adalah saham Microsoft (MSFT) dan saham Alphabet (GOOGL).

Buat kamu yang pegang dua saham ini, momen earnings Microsoft Alphabet bukan cuma soal angka EPS lewat headline. Ada lima metrik yang dipakai analis Wall Street untuk menentukan apakah kuartal ini "beat" atau "miss".

Kalau kamu paham lima angka ini sebelum laporan keluar, kamu bisa baca reaksi pasar lebih cepat. Itu jauh lebih berguna ketimbang ikut panik di menit pertama after-hours.

Konteksnya: Microsoft melaporkan Q3 FY26 sementara Alphabet melaporkan Q1 2026. Keduanya rilis setelah pasar tutup pada 29 April 2026.

Konsensus untuk Microsoft di kisaran EPS USD 4,04 dan revenue USD 81,4 miliar. Azure dipandu tumbuh 37 sampai 38% constant currency.

Alphabet diharapkan mencetak revenue USD 106,9 miliar atau naik 19% YoY.

Tapi headline cuma kulit. Berikut lima metrik kunci yang harus kamu cek.

Metrik Kunci yang Harus Kamu Pantau

1. Azure growth: apakah masih di atas 37%

Azure adalah jantung tesis investasi MSFT. Kuartal lalu Azure tumbuh di kisaran 27 sampai 28% setelah disesuaikan, dan manajemen memandu 37 sampai 38% constant currency untuk Q3 FY26 ini.

Yang dilihat analis: pertama, apakah Azure beat atau miss panduan tersebut. Kedua, berapa kontribusi AI services terhadap pertumbuhan itu.

Kalau Azure mendarat di 39% atau lebih dengan AI services menyumbang lebih dari 16 poin persentase, itu sinyal positif. Artinya kapasitas data center yang baru online sudah dipakai customer.

Kalau Azure justru mendarat di bawah 36%, narasi "capacity constrained" akan ditanyai keras di earnings call.

2. Cloud backlog (RPO) di MSFT dan Alphabet

RPO atau Remaining Performance Obligations adalah angka kontrak cloud yang sudah diteken tapi belum direkognisi sebagai revenue. Anggap ini seperti "order book" cloud.

Microsoft commercial RPO terakhir di sekitar USD 350 miliar, sementara Google Cloud backlog kuartal lalu di sekitar USD 100 miliar.

Yang dicari analis: pertumbuhan QoQ minimal di tinggi belasan persen untuk Microsoft, dan akselerasi di atas 30% untuk Google Cloud.

Backlog yang stagnan di tengah capex yang membengkak adalah red flag. Artinya uang sudah keluar untuk infrastruktur tapi customer belum sepakat membayar untuk pakai.

3. AI capex dan ratio capex/revenue

Tahun 2026 ini Mag 7 secara agregat dipandu menghabiskan sekitar USD 645 miliar untuk AI capex. Microsoft plus Alphabet adalah dua kontributor terbesar.

Microsoft sudah memandu sekitar USD 80 miliar capex untuk FY26, sementara Alphabet di kisaran USD 75 miliar.

Dilansir Yahoo Finance, pasar tidak lagi reaktif terhadap angka capex absolut yang besar. Yang penting adalah ratio capex terhadap revenue, dan kalimat manajemen tentang kapan ratio ini mulai turun.

Kalau Microsoft tetap menahan capex di 30%+ dari revenue tanpa visibility kapan turun, multiple bisa terkompresi. Itu bisa terjadi sekalipun EPS beat.

Mau cek posisi MSFT atau GOOGL kamu sebelum earnings malam ini? Buka watchlist kamu di Gotrade dan siapkan reaksi terhadap lima metrik di atas, jangan cuma lihat headline EPS.

4. Copilot dan Gemini Cloud ARR signal

Ini metrik soft tapi penting buat narasi AI monetization. Microsoft jarang publish angka Copilot 365 secara eksplisit.

Tapi management commentary biasanya menyebut growth rate dan attach rate ke seat Office 365 enterprise. Cari kalimat seperti "tens of millions of paid Copilot seats" atau "doubled YoY".

Untuk Alphabet, perhatikan apakah CEO Sundar Pichai memberi update kuantitatif tentang Gemini Cloud ARR. Jumlah enterprise Gemini deployment juga jadi sinyal penting.

Tanpa angka konkret, narasi AI monetization tetap di tahap "trust me". Analis akan tetap skeptis terhadap return on AI capex.

5. Operating margin: tahan walau capex naik?

Operating margin adalah ujian bahwa biaya AI tidak menggerus profitability. Microsoft historis di kisaran 45 sampai 46% operating margin, sementara Alphabet di 32 sampai 34%.

Yang ditakutkan analis: depresiasi server AI yang baru online mulai membebani income statement.

Kalau operating margin Microsoft drop ke bawah 44% atau Alphabet ke bawah 31%, pasar akan menafsirkan bahwa capex cycle ini sedang menggigit.

Sebaliknya, kalau margin tetap stabil meski capex naik, itu sinyal bahwa pricing power masih utuh. Tesis "buy the AI capex" tetap valid untuk pemegang saham Google (GOOG).

Kesimpulan

Pemegang saham MSFT dan GOOGL yang ingin baca earnings dengan tepat sebaiknya tidak fokus ke headline EPS atau revenue saja. Lima metrik di atas adalah lensa yang dipakai analis untuk menilai apakah kuartal ini benar-benar "beat" atau cuma optik.

Lensa itu meliputi Azure growth, RPO backlog, capex ratio, AI ARR signal, dan operating margin.

Menurut Microsoft Investor Relations, conference call Q3 FY26 dijadwalkan 29 April 2026 sore waktu Pasifik. Transkripnya akan keluar di IR site dalam beberapa jam setelah call selesai.

Sebagai pemegang saham, tugasmu malam ini bukan menebak arah angka. Tugasmu adalah punya kerangka yang jelas sebelum laporan keluar.

Kalau Azure beat 38% dan margin tahan, kamu tahu kenapa kamu hold. Kalau capex meledak tanpa update RPO yang sehat, kamu tahu kenapa kamu mungkin mau tambah hedge.

Kerangka ini lebih berharga daripada panik 3 menit pertama di after-hours.

Buka watchlist Gotrade kamu sekarang, review posisi MSFT dan GOOGL kamu. Siapkan rencana eksekusi sebelum 29 April malam.

Earnings adalah momen volatilitas. Trader yang sudah punya kerangka selalu unggul dibanding yang baca headline mentah.

FAQ

Jam berapa Microsoft dan Alphabet rilis earnings di Indonesia?
Keduanya rilis Rabu 29 April 2026 setelah pasar AS tutup. Di Indonesia itu sekitar Kamis 30 April dini hari WIB pukul 03:00 sampai 04:30.

Apa metrik paling penting untuk Azure?
Pertumbuhan Azure constant currency dibanding panduan 37 sampai 38%. Selain itu, berapa poin persentase yang disumbang oleh AI services.

Kenapa RPO atau backlog penting?
RPO mencerminkan kontrak cloud yang sudah ditandatangani tapi belum direkognisi sebagai revenue. Jadi ini leading indicator pertumbuhan beberapa kuartal ke depan.

Berapa capex AI Mag 7 tahun 2026?
Total agregat sekitar USD 645 miliar di tahun 2026 ini. Microsoft dan Alphabet jadi dua kontributor terbesar di sekitar USD 75 sampai 80 miliar masing-masing.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade