Volume absolut menunjukkan berapa banyak saham yang diperdagangkan. Tapi angka itu saja tidak cukup. Volume 5 juta pada saham yang biasanya diperdagangkan 50 juta justru sepi, sementara volume 5 juta pada saham yang biasanya hanya 500 ribu menandakan sesuatu yang tidak biasa.
Di sinilah relative volume trading berperan. RVOL saham membandingkan volume saat ini dengan rata-rata historisnya, memberikan konteks yang tidak bisa diberikan oleh angka volume mentah.
Apa Itu Relative Volume?
Relative volume (RVOL) mengukur seberapa ramai aktivitas perdagangan suatu saham dibanding kondisi normalnya. Ini adalah rasio, bukan angka absolut.
Cara menghitung RVOL
Rumusnya:
RVOL = volume hari ini / rata-rata volume harian (biasanya 10-20 hari terakhir)
Jika saham AAPL memiliki rata-rata volume 60 juta per hari dan hari ini sudah diperdagangkan 120 juta, maka RVOL-nya adalah 2.0.
Artinya aktivitas perdagangan dua kali lebih ramai dari biasanya.
Mengapa RVOL lebih berguna dari volume absolut
Volume absolut tidak memberikan konteks. Volume 10 juta pada saham mega-cap seperti Apple adalah hari yang sepi. Volume 10 juta pada saham small-cap dengan rata-rata 500 ribu adalah hari yang luar biasa ramai.
RVOL menormalisasi perbedaan ini. Melansir Investopedia, membandingkan volume dengan rata-rata historis adalah cara paling efektif untuk mengidentifikasi perubahan signifikan dalam partisipasi pasar.
Periode rata-rata yang umum digunakan
Trader menggunakan periode berbeda tergantung gaya trading:
- 5 hari: paling sensitif, cocok untuk day trader yang ingin menangkap perubahan aktivitas sangat cepat
- 10 hari: keseimbangan antara sensitivitas dan stabilitas, paling banyak digunakan
- 20 hari: lebih stabil, menyaring noise dari satu-dua hari anomali
RVOL di Atas 2 sebagai Signal
Tidak semua lonjakan volume layak diperhatikan. RVOL memberikan framework kuantitatif untuk memfilter mana yang benar-benar signifikan.
Threshold RVOL dan interpretasinya
Menurut ChartSchool, threshold yang umum digunakan trader profesional:
- RVOL 0.5-0.8: aktivitas di bawah normal, pasar sedang sepi terhadap saham ini
- RVOL 0.8-1.2: aktivitas normal, tidak ada yang istimewa
- RVOL 1.2-2.0: aktivitas mulai meningkat, layak dipantau lebih dekat
- RVOL di atas 2.0: pola yang tidak normal, sesuatu sedang terjadi yang menarik perhatian pelaku pasar secara signifikan
Mengapa angka 2 menjadi benchmark
RVOL di atas 2 berarti aktivitas perdagangan minimal dua kali lipat dari normal. Lonjakan sebesar ini jarang terjadi tanpa alasan. Penyebab umumnya: earnings announcement, upgrade/downgrade analyst, berita akuisisi, FDA approval, atau aktivitas institusional besar.
Bagi day trader, RVOL di atas 2 adalah filter pertama. Saham dengan RVOL tinggi memiliki momentum dan likuiditas yang cukup untuk strategi intraday.
Kapan RVOL tinggi bukan sinyal yang baik
RVOL tinggi tidak selalu berarti peluang. Waspadai situasi berikut:
- RVOL tinggi tapi harga bergerak sideways: bisa jadi distribusi tersembunyi di mana volume besar keluar tanpa menggerakkan harga secara signifikan
- RVOL tinggi di akhir tren panjang: sering menandakan climax selling atau buying exhaustion, bukan awal tren baru
- RVOL tinggi pada saham penny stock: bisa merupakan skema pump-and-dump, bukan minat organik dari pasar
Kombinasi RVOL dengan Price Action
RVOL paling kuat ketika dikombinasikan dengan konteks price action. Volume tanpa arah harga adalah noise, arah harga tanpa volume adalah sinyal lemah.
RVOL tinggi dan breakout resistance
Ini adalah salah satu setup paling dicari. Ketika harga menembus resistance penting dengan RVOL di atas 2, breakout tersebut jauh lebih valid dibanding breakout dengan volume normal.
Contoh: saham XYZ berkonsolidasi di range $45-$48 selama 3 minggu. Suatu pagi, harga menembus $48 dengan RVOL 3.5 dalam jam pertama trading.
Kombinasi breakout + RVOL tinggi menandakan partisipasi baru yang kuat dari pelaku pasar besar.
RVOL tinggi dan reversal candle di support
Ketika harga turun ke area support dan membentuk candle reversal (hammer, bullish engulfing) dengan RVOL tinggi, ini menunjukkan buyer masuk secara agresif di level tersebut.
Semakin tinggi RVOL pada candle reversal, semakin kuat sinyal bahwa support kemungkinan akan bertahan.
RVOL rendah sebagai warning signal
RVOL di bawah 0.5 saat harga bergerak naik adalah red flag. Kenaikan tanpa partisipasi pasar yang memadai sering kali tidak berkelanjutan.
Begitu juga breakout yang terjadi dengan RVOL rendah. Probabilitas false breakout meningkat signifikan ketika breakout tidak didukung oleh lonjakan aktivitas.
RVOL intraday vs daily
Untuk day trader, RVOL intraday lebih relevan. Perbandingan yang lebih akurat adalah membandingkan volume pada jam tertentu dengan rata-rata volume di jam yang sama pada hari-hari sebelumnya.
Volume biasanya tertinggi di 30 menit pertama (opening) dan 30 menit terakhir (closing) sesi trading. RVOL yang tinggi di luar jam-jam ini lebih signifikan karena menandakan aktivitas yang benar-benar tidak biasa.
Screening High RVOL Stocks
RVOL menjadi filter screening yang sangat efisien karena langsung memisahkan saham yang sedang "hidup" dari yang sedang "tidur".
Parameter screening untuk day trading
Setup screening dasar untuk menemukan saham dengan aktivitas tidak normal:
- RVOL di atas 2.0 (filter utama)
- Perubahan harga pre-market lebih dari 3% (ada catalyst)
- Average volume minimal 500 ribu (cukup likuid untuk masuk dan keluar)
- Harga di atas $5 (menghindari penny stock yang rentan manipulasi)
Parameter screening untuk swing trading
Swing trader bisa menggunakan RVOL dengan threshold lebih rendah tapi dikombinasikan dengan filter teknikal:
- RVOL 1.5-3.0 pada daily chart
- Harga mendekati atau menembus area support/resistance kunci
- OBV konfirmasi arah yang sama dengan pergerakan harga
Platform dan tools untuk screening RVOL
Beberapa platform yang menyediakan screening berbasis RVOL:
- Finviz: filter "Relative Volume" tersedia di screener gratis
- TradingView: bisa menambahkan indikator RVOL pada chart dan membuat alert
- TC2000: scanner real-time dengan filter RVOL sangat detail
Membangun watchlist harian berbasis RVOL
Rutinitas screening yang efektif: cek pre-market movers dengan RVOL tinggi 15-30 menit sebelum market buka. Pilih 3-5 saham dengan RVOL tertinggi yang juga memiliki catalyst jelas (earnings, berita, upgrade analyst). Fokus pada saham-saham ini sepanjang hari daripada menyebar perhatian ke puluhan ticker.
Disiplin ini membantu menghindari overtrading. Saham dengan RVOL tinggi dan catalyst biasanya memberikan pergerakan yang cukup besar untuk satu hari trading.
Kesimpulan
RVOL mengubah volume dari angka mentah menjadi konteks yang actionable.
Gunakan RVOL di atas 2 sebagai filter aktivitas tidak normal, kombinasikan dengan price action untuk konfirmasi arah, dan jadikan RVOL sebagai fondasi screening harian untuk menemukan saham yang sedang menarik perhatian pasar.
Mulai analisis dan trading saham AS di Gotrade, beli saham dan ETF dari satu aplikasi, cukup mulai dari $5 dan nikmati kesempatan trading 24 jam/5 hari.
FAQ
Apa itu relative volume (RVOL)?
RVOL adalah rasio yang membandingkan volume perdagangan saat ini dengan rata-rata volume historis, menunjukkan apakah aktivitas saham sedang di atas atau di bawah normal.
Berapa RVOL yang dianggap aktivitas tidak normal?
RVOL di atas 2.0 umumnya dianggap tidak normal, artinya aktivitas perdagangan minimal dua kali lipat dari rata-rata normal.
Apakah RVOL tinggi selalu berarti saham akan naik?
Tidak; RVOL hanya menunjukkan peningkatan aktivitas, bukan arah harga, sehingga harus dikombinasikan dengan price action untuk menentukan arah.












