5 Saham AI Infrastructure untuk Portofolio Jangka Panjang 2026

Erwanto Khusuma
Erwanto Khusuma
Tim Gotrade
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade

Ringkasan

  • Lima saham AI infrastructure (NVDA, DELL, AVGO, ANET, AME) mencakup seluruh stack ekosistem
  • Revenue growth kuat di semua pick, didorong belanja capex AI hyperscaler yang terus naik
  • Diversifikasi di level infrastruktur memberi eksposur AI dengan volatilitas lebih rendah
5 Saham AI Infrastructure untuk Portofolio Jangka Panjang 2026

Share this article

Saham AI infrastructure menjadi kategori yang semakin menarik untuk portofolio jangka panjang 2026. Berbeda dari perusahaan AI yang masih bakar uang membangun model, perusahaan infrastruktur AI sudah menghasilkan revenue nyata dari hardware, networking, dan komponen presisi yang dibutuhkan setiap data center.

Artikel ini membahas 5 pick dengan fundamental kuat, alasan pick, metrik kunci, dan kenapa masing-masing layak masuk portofolio jangka panjangmu.

Kenapa AI Infrastructure Lebih Stabil dari Saham AI Murni

Perusahaan AI murni (model developer, chatbot startup) masih banyak yang pre-revenue atau bergantung pada satu produk. Perusahaan infrastruktur AI berbeda, mereka menjual "sekop dan beliung" ke semua pemain di ekosistem.

Analoginya seperti Gold Rush: yang paling konsisten untung bukan penambang emas, tapi penjual peralatan tambang. Menurut Bloomberg, belanja infrastruktur AI global diproyeksikan menembus $500 miliar di 2026.

Ketika perusahaan seperti Microsoft, Google, dan Meta meningkatkan belanja capex AI, yang langsung menerima cek adalah vendor infrastruktur, bukan startup AI yang masih mencari product-market fit.

Stabilitas ini tercermin dari metrik keuangan: margin tinggi, revenue recurring, dan backlog order yang terus tumbuh.

Pick 1: NVIDIA (NVDA), Raja GPU dan Data Center

NVIDIA (NVDA) mendominasi pasar GPU untuk training dan inferensi AI dengan market share di atas 80%. Ketika setiap hyperscaler di dunia membangun data center AI, NVIDIA adalah vendor pertama yang mereka hubungi.

Revenue data center NVIDIA tumbuh lebih dari 100% YoY di 2025, didorong oleh permintaan chip H100 dan Blackwell yang belum menunjukkan tanda-tanda melambat.

Kenapa layak untuk jangka panjang

NVIDIA bukan sekadar hardware company, mereka membangun ekosistem software (CUDA) yang membuat switching cost sangat tinggi. Developer sudah terlanjur invest di CUDA, jadi kompetitor sulit merebut market share meski chip mereka lebih murah.

CUDA menciptakan moat yang memperkuat posisi NVIDIA setiap tahun.

Pick 2: Dell Technologies (DELL), Mesin Revenue AI Server

Dell (DELL) menjadi salah satu pemenang terbesar dari booming AI server. Mereka memproduksi server PowerEdge yang dioptimasi untuk GPU NVIDIA, dan backlog AI server Dell mencapai miliaran dolar.

Revenue Infrastructure Solutions Group (ISG) Dell tumbuh 42% YoY di Q4 2025, didorong oleh pesanan AI server dari enterprise dan hyperscaler.

Kenapa layak untuk jangka panjang

Dell punya keunggulan distribusi dan relasi enterprise yang tidak dimiliki kompetitor pure-play. Perusahaan besar lebih nyaman memesan AI server dari Dell yang sudah jadi vendor IT mereka selama puluhan tahun.

Margin ISG juga terus membaik seiring mix produk bergeser ke AI server yang lebih premium.

Pick 3: Broadcom (AVGO), Networking dan Custom Chip AI

Broadcom (AVGO) bermain di dua front sekaligus: networking chip untuk data center dan custom AI accelerator (ASIC) untuk hyperscaler seperti Google dan Meta.

Revenue AI-related Broadcom tumbuh lebih dari 200% dan sekarang menyumbang sekitar 35% dari total pendapatan perusahaan.

Kenapa layak untuk jangka panjang

Broadcom memiliki posisi unik sebagai penyedia custom silicon. Ketika hyperscaler ingin mengurangi ketergantungan pada NVIDIA, mereka meminta Broadcom mendesain chip khusus, ini tren yang baru dimulai dan runway-nya masih panjang.

Diversifikasi ini membuat Broadcom tidak bergantung pada satu revenue stream.

Sudah koleksi beberapa saham AI ini? Cek saham AI infrastructure di portofoliomu lewat Gotrade, review apakah eksposur AI-mu sudah seimbang atau masih terkonsentrasi di satu nama.

Pick 4: Arista Networks (ANET), Tulang Punggung Jaringan AI

Arista Networks (ANET) menyediakan switch dan networking platform untuk data center skala besar. Tanpa jaringan Arista, ribuan GPU di data center AI tidak bisa berkomunikasi secara efisien.

Arista mencatat revenue growth 20%+ dengan gross margin konsisten di atas 63%, angka yang sangat sehat untuk perusahaan hardware networking.

Kenapa layak untuk jangka panjang

Setiap kali data center ditambah GPU, kebutuhan networking meningkat secara proporsional. Arista adalah pilihan utama Microsoft dan Meta untuk jaringan AI cluster mereka.

Posisi ini membuat Arista menjadi beneficiary langsung dari setiap dolar capex AI yang dikeluarkan hyperscaler, termasuk yang memilih chip non-NVIDIA.

Pick 5: AMETEK (AME), Instrumen Presisi untuk Infrastruktur AI

AMETEK (AME) bukan nama yang sering muncul di diskusi saham teknologi AS terbaik, tapi perusahaan ini memproduksi instrumen presisi dan komponen elektronik yang dipakai di data center, aerospace, dan industrial automation.

Revenue AMETEK tumbuh stabil di kisaran 7-10% per tahun dengan operating margin di atas 27%, konsistensi yang jarang ditemukan di sektor industrials.

Kenapa layak untuk jangka panjang

AMETEK bermain di niche yang sulit di-disrupt: sensor presisi, power management, dan komponen kritis yang harus memenuhi standar ketat. Switching cost tinggi karena kualifikasi ulang komponen memakan waktu dan biaya besar.

Sebagai "picks and shovels" play di level komponen, AMETEK memberi eksposur AI tanpa volatilitas tinggi yang biasa melekat pada saham tech murni.

Kesimpulan

Lima saham AI infrastructure ini, NVDA, DELL, AVGO, ANET, dan AME, mewakili lapisan berbeda dari ekosistem AI: chip, server, networking, custom silicon, dan instrumen presisi. Diversifikasi di seluruh stack memberi eksposur maksimal ke pertumbuhan AI tanpa bergantung pada satu vendor.

Infrastruktur AI adalah fondasi yang harus dibangun sebelum AI bisa berjalan. Selama belanja capex AI terus naik, perusahaan-perusahaan ini akan terus menerima revenue.

Buka Gotrade sekarang, review eksposur AI-mu, dan pertimbangkan untuk menambah posisi di saham infrastructure yang belum kamu punya.

FAQ

Kenapa AI infrastructure lebih aman dari saham AI murni?

Perusahaan infrastruktur menjual hardware dan komponen ke semua pemain AI, jadi revenue mereka tidak bergantung pada satu model atau aplikasi yang menang.

Apakah AMETEK benar-benar termasuk saham AI?

AME bukan AI company tradisional, tapi instrumen presisi mereka dipakai di data center dan industrial automation yang mendukung ekosistem AI secara langsung.

Berapa modal minimum untuk koleksi 5 saham ini di Gotrade?

Dengan fractional shares dari $1 per saham, kamu bisa mulai koleksi kelimanya dengan modal $5 saja.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade