Saham Obat Penurun Berat Badan: Bandingkan Novo Nordisk vs Eli Lilly

Erwanto Khusuma
Erwanto Khusuma
Tim Gotrade
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade

Ringkasan

  • Pasar obat GLP-1 diproyeksikan mencapai US$100 miliar pada 2030
  • Novo Nordisk memimpin dengan Ozempic dan Wegovy, Eli Lilly mengejar lewat Mounjaro
  • Beli saham NVO dan LLY mulai US$1 lewat Gotrade tanpa komisi
Saham Obat Penurun Berat Badan: Bandingkan Novo Nordisk vs Eli Lilly

Share this article

Saham Novo Nordisk vs Eli Lilly menjadi salah satu perdebatan investasi paling menarik di 2026, seiring ledakan pasar obat penurun berat badan GLP-1 yang mengubah lanskap industri farmasi global.

Dua raksasa ini, masing-masing dengan Ozempic/Wegovy dan Mounjaro/Zepbound, kini bersaing memperebutkan pasar yang diprediksi mencapai $100 miliar pada dekade ini.

Bagi investor Indonesia yang tertarik saham farmasi weight loss GLP-1, memahami kekuatan dan kelemahan kedua perusahaan ini adalah langkah pertama sebelum mengambil posisi.

Boom Obat GLP-1: Potensi Pasar Senilai $100 Miliar

Apa itu obat GLP-1 dan mengapa pasarnya meledak

GLP-1 receptor agonist awalnya dikembangkan untuk diabetes tipe 2, namun efek sampingnya yang menurunkan berat badan secara signifikan mengubah segalanya. Menurut Goldman Sachs, pasar obat anti-obesitas global bisa menembus $100 miliar pada 2030.

Permintaan yang melonjak membuat supply tak mampu mengimbangi. Daftar tunggu pasien di AS dan Eropa masih panjang, sementara kedua produsen utama terus meningkatkan kapasitas manufaktur secara agresif.

Dampak ke sektor farmasi dan saham terkait

Efek ripple dari boom GLP-1 terasa di seluruh sektor kesehatan. Perusahaan seperti Johnson & Johnson (JNJ) dan pemain farmasi besar lainnya berlomba mengembangkan obat obesitas generasi berikutnya.

Investor yang tertarik sektor farmasi juga bisa mempelajari analisis saham AbbVie sebagai perbandingan pendekatan investasi di sektor yang sama.

Novo Nordisk: Ozempic dan Wegovy sebagai Market Leader

Dominasi di pasar GLP-1

Novo Nordisk (NVO) adalah pionir di kategori ini. Ozempic untuk diabetes dan Wegovy untuk obesitas telah menjadi nama rumah tangga di dunia medis, dengan penjualan gabungan yang melampaui $30 miliar di 2025.

Perusahaan asal Denmark ini menguasai lebih dari 50% pangsa pasar GLP-1 secara global, didukung oleh lebih dari dua dekade riset di bidang metabolisme.

Pipeline dan tantangan ke depan

Novo sedang mengembangkan CagriSema, obat kombinasi GLP-1 generasi berikutnya yang diklaim mampu menurunkan berat badan hingga 25%. Hasil uji klinis fase III menjadi katalis besar yang dinanti investor.

Tantangan utama Novo adalah kapasitas produksi. Perusahaan menggelontorkan lebih dari $10 miliar untuk ekspansi pabrik, namun persaingan dari Eli Lilly semakin ketat.

Eli Lilly: Mounjaro dan Zepbound Mengejar Dominasi

Keunggulan produk Lilly

Eli Lilly (LLY) masuk belakangan ke pasar GLP-1 namun langsung membuat dampak besar. Mounjaro (tirzepatide) untuk diabetes dan Zepbound untuk obesitas menunjukkan efektivitas penurunan berat badan yang lebih tinggi dalam uji klinis head-to-head.

Data SURMOUNT-5 menunjukkan Zepbound menurunkan berat badan 47% lebih banyak dibanding Wegovy, menjadikannya senjata utama Lilly dalam merebut pangsa pasar.

Strategi agresif Lilly

Lilly tidak hanya mengandalkan Mounjaro dan Zepbound. Pipeline mereka mencakup orforglipron, obat GLP-1 dalam bentuk pil yang bisa mengubah permainan karena menghilangkan kebutuhan injeksi mingguan.

Revenue Lilly dari segmen GLP-1 tumbuh lebih dari 100% year-over-year di 2025, pertumbuhan tercepat di antara perusahaan farmasi besar mana pun.

Tertarik investasi di saham farmasi GLP-1? Di Gotrade, kamu bisa beli saham NVO dan LLY mulai dari US$1 saja dengan fitur fractional shares. Mulai bangun portofolio saham farmasi globalmu hari ini.

Head-to-Head Perbandingan Keuangan NVO vs LLY

Valuasi dan profitabilitas

Dari sisi market cap, Eli Lilly saat ini bernilai sekitar $800 miliar, sementara Novo Nordisk berada di kisaran $500 miliar setelah koreksi dari puncaknya di 2024.

P/E ratio LLY berkisar di 55-60x forward earnings, lebih premium dibanding NVO yang berada di sekitar 30-35x. Perbedaan ini mencerminkan ekspektasi pasar terhadap pertumbuhan revenue Lilly yang lebih agresif.

Pertumbuhan revenue dan margin

Gross margin keduanya sama-sama kuat di atas 80%, tipikal perusahaan farmasi branded. Namun Lilly unggul dalam pertumbuhan revenue karena produk GLP-1 mereka masih dalam fase adopsi awal yang lebih cepat.

Novo Nordisk menawarkan dividen yield yang lebih tinggi (sekitar 1,5-2%) dibanding Lilly (sekitar 0,6-0,8%), menjadikan NVO lebih menarik bagi investor yang menginginkan income stream.

Risiko masing-masing

Risiko utama NVO adalah kompetisi yang mengikis pangsa pasar dan hasil CagriSema yang di bawah ekspektasi. Untuk LLY, valuasi premium berarti ruang koreksi lebih besar jika pertumbuhan melambat.

Bagi investor yang ingin mengurangi risiko konsentrasi, strategi diversifikasi melalui ETF indeks bisa menjadi pelengkap yang baik di samping posisi saham individual.

Cara Beli Saham Novo Nordisk dan Eli Lilly di Gotrade

Kedua saham ini tersedia langsung di aplikasi Gotrade untuk investor Indonesia. Novo Nordisk (NVO) dan Eli Lilly (LLY) bisa dibeli dalam bentuk fraksi saham, jadi kamu tidak perlu menyiapkan modal besar untuk memiliki keduanya.

Proses pembeliannya sederhana: buka aplikasi Gotrade, cari ticker NVO atau LLY, tentukan nominal dalam dolar, dan eksekusi. Tanpa komisi trading dan tanpa biaya konversi tersembunyi.

Untuk pendekatan yang lebih terukur, kamu bisa menerapkan strategi DCA bulanan ke kedua saham ini, membagi alokasi sesuai preferensi antara growth (LLY) dan value-dividen (NVO).

Kesimpulan

Persaingan saham Novo Nordisk vs Eli Lilly di pasar obat GLP-1 adalah salah satu narasi investasi terbesar dekade ini. Novo menawarkan stabilitas market leader dengan valuasi lebih terjangkau dan dividen lebih tinggi, sementara Lilly membawa momentum pertumbuhan yang lebih eksplosif dengan pipeline yang berpotensi mengubah permainan.

Keputusan antara NVO dan LLY bergantung pada profil risiko dan horizon investasimu. Investor konservatif mungkin condong ke Novo, sementara yang mengejar growth jangka panjang bisa mempertimbangkan Lilly.

Keduanya tersedia di Gotrade dalam bentuk fraksi saham mulai dari US$1. Buka Gotrade sekarang untuk membandingkan harga real-time NVO dan LLY sebelum mengambil keputusan.

FAQ

Apakah lebih baik beli saham NVO atau LLY untuk jangka panjang?

Tergantung prioritas: NVO untuk valuasi lebih murah dan dividen, LLY untuk potensi growth lebih tinggi.

Apakah pasar obat GLP-1 sudah terlalu ramai untuk investasi?

Pasar masih dalam fase awal adopsi dengan penetrasi di bawah 5% dari total populasi eligible secara global.

Bisa beli saham NVO dan LLY di Gotrade dengan modal kecil?

Ya, Gotrade mendukung fractional shares sehingga kamu bisa mulai dari US$1 untuk kedua saham.

Sources

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade