SOFI vs NU: Neobank Mana yang Layak di Watchlist 2026?

Erwanto Khusuma
Erwanto Khusuma
Tim Gotrade
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade

Ringkasan

  • SOFI unggul di ekosistem all-in-one AS, NU dominasi neobank Amerika Latin
  • Keduanya sudah profitable, tapi NU punya runway pertumbuhan lebih panjang
  • Valuasi premium mencerminkan ekspektasi growth tinggi di sektor fintech 2026
SOFI vs NU: Neobank Mana yang Layak di Watchlist 2026?

Share this article

Perdebatan SOFI vs NU 2026 makin seru di kalangan investor fintech. Dua saham neobank watchlist ini sama-sama menunjukkan pertumbuhan agresif, tapi dari sisi model bisnis dan geografi, keduanya sangat berbeda.

SoFi Technologies fokus pada pasar Amerika Serikat dengan pendekatan super app keuangan. Sementara Nu Holdings menguasai Amerika Latin dengan basis pengguna yang sudah melampaui 100 juta.

Pertanyaannya bukan mana yang "lebih baik" secara absolut, tapi mana yang lebih cocok masuk watchlist kamu berdasarkan profil risiko dan tesis investasi.

Model Bisnis: SOFI All-in-One vs NU LatAm Dominance

SoFi: super app keuangan AS

SoFi (SOFI) membangun ekosistem keuangan lengkap dalam satu platform, mulai dari pinjaman pribadi, refinancing student loan, investasi saham, hingga rekening tabungan berbunga tinggi.

Kekuatan utama SOFI ada di charter bank yang diperoleh tahun 2022. Dengan lisensi bank penuh, SoFi bisa menerima deposit langsung dan meminjamkan dana sendiri tanpa bergantung pada pihak ketiga.

Ini memberi margin bunga bersih yang jauh lebih sehat dibanding fintech tanpa lisensi bank. SoFi juga mengoperasikan platform teknologi Galileo yang melayani fintech lain, menciptakan revenue stream tambahan di luar konsumen.

Nu Holdings: dominasi pasar berkembang

Nu Holdings (NU) adalah neobank terbesar di Amerika Latin dengan lebih dari 100 juta nasabah. Brasil menjadi pasar utamanya, diikuti Meksiko dan Kolombia.

Model bisnis NU sangat fokus pada inklusi keuangan. Jutaan nasabah baru yang sebelumnya tidak punya akses perbankan kini menggunakan Nu untuk tabungan, kartu kredit, dan pinjaman.

Menurut Reuters, pertumbuhan pendapatan NU di kuartal terakhir mencapai 56% year-over-year berkat ekspansi produk dan penetrasi pasar baru.

User Growth dan Path to Profitability

SOFI: profitabilitas sudah di depan mata

SoFi mencatatkan laba bersih positif untuk pertama kalinya di Q4 2023 dan terus memperkuat tren itu hingga 2025. Total anggota melampaui 9 juta dengan pertumbuhan deposit yang konsisten setiap kuartal.

Strategi cross-selling menjadi mesin utama. Rata-rata anggota SoFi menggunakan lebih dari 1,5 produk, yang artinya revenue per user terus meningkat tanpa biaya akuisisi tambahan.

Divisi lending tetap menjadi kontributor revenue terbesar, tapi segmen financial services dan technology platform tumbuh jauh lebih cepat. Diversifikasi ini penting karena mengurangi ketergantungan pada siklus suku bunga.

NU: skala masif, profit mulai konsisten

Nu Holdings sudah profitable secara tahunan sejak 2023. Dengan ARPAC (Average Revenue Per Active Customer) yang naik tiap kuartal, Nu membuktikan bahwa basis nasabah masif bisa dimonetisasi secara efektif.

Tantangannya ada di Meksiko dan Kolombia yang masih dalam fase investasi awal. Profitabilitas dari kedua pasar ini baru diharapkan berkontribusi signifikan mulai 2026-2027.

Yang menarik, cost-to-serve per nasabah NU terus turun seiring skala bertambah. Ini menciptakan operating leverage yang kuat, tipikal model bisnis platform digital di pasar dengan populasi besar.

Risiko Regulasi dan Kompetisi

SOFI menghadapi kompetisi ketat di AS

Pasar fintech AS sangat ramai. SoFi bersaing langsung dengan bank besar seperti JPMorgan Chase, platform investasi seperti Robinhood, dan neobank lain seperti Chime.

Risiko regulasi juga signifikan. Kebijakan suku bunga The Fed langsung mempengaruhi margin pinjaman SoFi, dan perubahan aturan student loan bisa mengubah salah satu lini bisnis utamanya.

NU: risiko mata uang dan regulasi lokal

Dilansir Bloomberg, NU menghadapi tekanan kompetisi yang meningkat di Brasil dari bank digital lokal dan bank tradisional yang mulai bertransformasi.

Fluktuasi real Brasil dan peso Meksiko terhadap dolar AS menjadi risiko tambahan bagi investor. Pendapatan NU dicatat dalam mata uang lokal, tapi sahamnya diperdagangkan dalam USD di NYSE.

Regulasi perbankan di Brasil juga terus berevolusi. Bank sentral Brasil aktif memperbarui aturan open banking dan pix (sistem pembayaran instan), yang bisa menjadi peluang sekaligus tantangan bagi NU.

Bandingkan performa SOFI dan NU langsung di watchlist Gotrade kamu untuk pantau pergerakan harga secara real-time.

Valuasi: Price-to-Sales dan Forward Estimates

Dari sisi valuasi, keduanya diperdagangkan pada premium yang mencerminkan ekspektasi pertumbuhan tinggi, khas untuk fintech growth stocks.

SOFI diperdagangkan di kisaran 5-6x price-to-sales trailing, sementara NU berada di sekitar 8-10x. Premium NU yang lebih tinggi mencerminkan total addressable market Amerika Latin yang masih sangat besar.

Untuk forward estimates, analis memproyeksikan pertumbuhan revenue SOFI di kisaran 20-25% per tahun, sementara NU diperkirakan bisa tumbuh 30-40% berkat ekspansi geografis.

Investor yang lebih konservatif mungkin merasa nyaman dengan SOFI yang sudah profitable di pasar mature. Sementara investor dengan toleransi risiko lebih tinggi bisa mempertimbangkan NU sebagai taruhan pada pertumbuhan saham growth jangka panjang.

Pertimbangkan untuk Watchlist Fintech-mu

SOFI dan NU mewakili dua pendekatan berbeda dalam revolusi neobank global. SOFI unggul dalam ekosistem terintegrasi di pasar AS yang mature, sementara NU menang di skala dan penetrasi pasar berkembang.

Tidak ada jawaban "benar" di sini. Keputusan tergantung pada apakah kamu lebih percaya pada konsolidasi fintech AS atau ekspansi perbankan digital di Amerika Latin.

Bagi kamu yang suka menganalisis saham berdasarkan valuasi, memahami metrik seperti price-to-earnings ratio akan membantu membandingkan kedua saham ini secara lebih mendalam.

Yang pasti, keduanya layak dipantau seiring tren digitalisasi keuangan terus berkembang di 2026. Kamu bisa membangun watchlist saham pertama yang terdiversifikasi lintas geografi dengan memasukkan keduanya.

Kesimpulan

SOFI vs NU bukan soal siapa yang menang, tapi soal tesis investasi apa yang kamu percaya. SOFI menawarkan profitabilitas di pasar mature, NU menawarkan pertumbuhan eksplosif di pasar yang baru terbuka.

Keduanya adalah representasi terbaik dari tren neobank global. Buka Gotrade sekarang dan tambahkan saham neobank favoritmu ke watchlist untuk pantau perkembangan mereka secara real-time.

FAQ

Apakah SOFI sudah profitable?

Ya, SoFi mencatatkan laba bersih positif sejak Q4 2023 dan terus mempertahankan tren profitabilitas hingga 2025.

Berapa jumlah nasabah Nu Holdings saat ini?

Nu Holdings memiliki lebih dari 100 juta nasabah aktif yang tersebar di Brasil, Meksiko, dan Kolombia.

Mana yang lebih cocok untuk investor konservatif, SOFI atau NU?

SOFI cenderung lebih cocok karena sudah profitable di pasar AS yang mature dengan risiko mata uang lebih rendah.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade