THR tidak hanya bisa digunakan untuk membeli aset baru. Bagi investor yang sudah memiliki portofolio saham, ada cara lain untuk memproduktifkan momen ini: menggunakan saham yang sudah dimiliki sebagai basis strategi options untuk menghasilkan income tambahan.
Salah satu strategi yang paling relevan untuk konteks ini adalah covered call. Bukan strategi spekulatif, bukan pula strategi yang rumit secara konsep, tapi cukup powerful jika diterapkan di kondisi pasar yang tepat.
Gunakan Saham Existing untuk Income Tambahan
Covered call bekerja dengan menjual call option atas saham yang sudah kamu miliki. Disebut "covered" karena kewajiban menjual saham jika opsi dieksekusi sudah ditopang oleh kepemilikan saham itu sendiri, sehingga risikonya jauh lebih terukur dibanding menjual options tanpa aset pendukung.
Cara kerjanya sederhana, melansir situs Investopedia, pastikan kamu sudah memiliki saham di portofolio, lalu menjual call option atas saham tersebut dengan strike price dan expiry tertentu. Kamu menerima premi options di awal sebagai income. Jika hingga tanggal expiry harga saham tidak melewati strike price, call option berakhir tanpa nilai dan kamu menyimpan premi sebagai keuntungan sambil tetap memegang saham.
Peran THR dalam strategi ini
THR bisa digunakan untuk dua hal dalam konteks covered call:
- Menambah posisi saham yang akan dijadikan underlying untuk covered call, sehingga memperbesar basis income dari premi
- Menjadi buffer modal saat ada kebutuhan margin atau biaya transaksi tambahan selama mengelola posisi options
Ini berbeda dari sekadar membeli saham dan menunggu. Dengan strategi covered call, saham yang cenderung sideways pun bisa terus "bekerja" menghasilkan income dari premi secara berkala.
Contoh sederhana
Misalkan kamu memiliki 100 saham AAPL di harga $190. Kamu menjual call option dengan strike price $200 dan menerima premi $2 per saham, total $200.
- Jika AAPL tetap di bawah $200 saat expiry: kamu tetap memegang saham dan menyimpan premi $200 sebagai income
- Jika AAPL naik ke $210: saham dijual di $200, kamu tetap untung dari kenaikan $190 ke $200 ditambah premi, tapi tidak menikmati kenaikan dari $200 ke $210
Inilah trade-off utama covered call: menukar potensi upside maksimum dengan income yang lebih pasti dan terukur.
Risiko Upside Terbatas
Keunggulan covered call sekaligus adalah batasannya. Begitu kamu menjual call option, potensi keuntungan dari kenaikan harga saham di atas strike price sudah tidak menjadi milikmu.
Kapan ini menjadi masalah?
Jika saham yang kamu miliki tiba-tiba naik tajam melampaui strike price, kamu akan menghadapi situasi yang terasa tidak menyenangkan: saham "ditarik" pada harga yang sudah disepakati, sementara harga pasar sudah jauh lebih tinggi.
Beberapa skenario yang perlu diantisipasi:
- Earnings surprise: Saham bisa melonjak tajam pasca rilis laporan keuangan yang jauh melampaui ekspektasi. Jika covered call aktif saat earnings, risiko assignment di harga yang tidak optimal sangat nyata.
- Katalis mendadak: Merger, akuisisi, atau berita besar yang tidak terprediksi bisa mendorong harga saham melewati strike dalam waktu sangat singkat.
- Strike terlalu dekat dengan harga pasar: Semakin dekat strike price dengan harga saat ini, semakin besar premi yang diterima, tapi semakin tinggi pula risiko assignment.
Memahami cara kerja options premium dan faktor-faktor yang mempengaruhinya adalah kunci untuk memilih strike price yang memberikan keseimbangan antara premi yang menarik dan risiko assignment yang masih bisa diterima.
Theta sebagai keuntungan penjual options
Satu hal yang bekerja untuk kamu sebagai penjual call option adalah time decay atau theta. Setiap hari yang berlalu, nilai options yang kamu jual cenderung menyusut jika harga saham tidak bergerak ke arah strike. Semakin mendekati expiry, theta semakin agresif menggerus nilai opsi, yang artinya semakin menguntungkan posisimu sebagai penjual.
Tertarik mencoba strategi options seperti covered call? Yuk, mulai options trading lewat aplikasi Gotrade Indonesia!
Kapan Strategi Ini Relevan?
Covered call bukan strategi untuk semua kondisi pasar. Ada momen-momen tertentu di mana strategi ini paling masuk akal untuk diterapkan.
Saat saham bergerak sideways atau naik terbatas
Ini adalah kondisi ideal untuk covered call. Ketika saham cenderung bergerak dalam rentang sempit tanpa tren yang jelas, premi options masih bisa menarik sementara risiko assignment relatif rendah. Kamu menghasilkan income dari kondisi pasar yang bagi investor biasa terasa membosankan.
Saat volatilitas implied sedang tinggi
Nilai premi options dipengaruhi oleh implied volatility (IV). Saat IV tinggi, premi yang bisa kamu terima sebagai penjual call juga lebih besar. Momen seperti menjelang earnings atau saat ketidakpastian pasar meningkat sering membuat IV naik, tapi perlu hati-hati karena ini juga berarti risiko pergerakan harga yang besar meningkat.
Saat tujuan utama adalah income, bukan pertumbuhan agresif
Covered call paling cocok untuk investor yang lebih mengutamakan cash flow dari portofolio dibanding mengejar kenaikan harga maksimum. Jika kamu berencana menyimpan saham dalam jangka menengah dan tidak keberatan melepasnya di harga strike yang sudah kamu tentukan, strategi ini sangat relevan.
Kapan sebaiknya dihindari
Ada juga kondisi di mana covered call sebaiknya tidak diterapkan:
- Menjelang earnings jika kamu tidak siap dengan risiko lonjakan harga tiba-tiba
- Saat kamu sangat bullish terhadap saham yang dimiliki dan tidak ingin membatasi upside
- Jika pemahaman tentang mekanisme options trading belum cukup solid, karena eksekusi yang salah bisa menghasilkan hasil yang tidak diinginkan
Kesimpulan
Covered call adalah salah satu strategi options yang paling terukur untuk menghasilkan income tambahan dari saham yang sudah dimiliki. Bukan strategi spekulatif, melainkan pendekatan yang mengoptimalkan portofolio existing dengan cara yang lebih aktif.
THR memberikan peluang untuk memperbesar basis saham yang bisa dijadikan underlying covered call, sekaligus menambah fleksibilitas dalam mengelola strategi ini ke depannya. Yang terpenting: pahami mekanismenya sebelum mengeksekusi, dan pilih kondisi pasar yang benar-benar mendukung strategi ini bekerja secara optimal.
Siap mulai eksplorasi options trading dengan strategi yang lebih terstruktur? Download Gotrade sekarang dan akses lebih dari 600+ saham dan ETF AS mulai dari US$1, terdaftar dan diawasi OJK.
FAQ
Apakah covered call cocok untuk pemula?
Relatif lebih terukur dibanding strategi options lain, tapi tetap butuh pemahaman dasar tentang mekanisme call option, strike price, dan expiry sebelum mulai mengeksekusi.
Apakah saham bisa "hilang" karena covered call?
Bisa, jika harga saham melewati strike price dan opsi dieksekusi (assignment). Saham akan dijual di harga strike yang sudah disepakati, tapi kamu tetap menyimpan premi yang diterima di awal.
Seberapa sering covered call bisa dilakukan?
Bisa dilakukan secara berulang setiap bulan selama kamu masih memegang saham. Banyak investor menggunakan strategi ini sebagai sumber income rutin yang mirip dividen tambahan.











