Jenis-Jenis Bank dan Perbedaannya

Ringkasan
- Bank dapat dibedakan berdasarkan kegiatan usaha, prinsip operasional, kepemilikan, dan valuta asing.
- Bank Umum memiliki layanan lebih luas, sedangkan BPR memiliki ruang lingkup usaha lebih terbatas.
- Satu bank bisa memiliki lebih dari satu klasifikasi.
Pernah bingung membedakan bank umum, BPR, bank konvensional, bank syariah, dan bank devisa? Meski sama-sama disebut bank, setiap jenis bank memiliki fungsi, kegiatan usaha, dan karakteristik yang berbeda.
Yang menarik, satu bank bisa memiliki lebih dari satu klasifikasi sekaligus. Lalu, bagaimana cara membedakannya? Yuk, kenali jenis-jenis bank di Indonesia dan pahami klasifikasinya agar kamu tidak salah membedakan.
Apa Itu Bank?
Bank adalah lembaga keuangan yang menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali melalui berbagai layanan keuangan, seperti kredit atau pembiayaan serta transaksi pembayaran. Karena memiliki kegiatan usaha, prinsip operasional, kepemilikan, dan target layanan yang berbeda, bank dapat dikelompokkan ke dalam beberapa jenis.
Memahami Struktur Jenis-Jenis Bank di Indonesia
Sebelum membahas jenis-jenis bank, perlu dipahami bahwa klasifikasinya dapat dilihat dari beberapa dasar, seperti kegiatan usaha, prinsip operasional, kepemilikan, aktivitas valuta asing, fungsi, dan target nasabah.
Menurut OJK, struktur perbankan Indonesia terdiri atas Bank Umum dan Bank Perekonomian Rakyat (BPR). Perbedaan utamanya terletak pada ruang lingkup kegiatan usaha dan layanan, termasuk layanan lalu lintas pembayaran serta aktivitas valuta asing.
Selain berdasarkan kegiatan usaha, bank juga dibedakan berdasarkan prinsip operasionalnya, yaitu Bank Konvensional dan Bank Syariah. Bank Konvensional menjalankan kegiatan berdasarkan prinsip konvensional, sedangkan Bank Syariah menggunakan Prinsip Syariah. Keduanya dapat memiliki bentuk Bank Umum maupun BPR sesuai karakteristik dan ruang lingkup kegiatan usahanya.

Catatan: Bank Umum memiliki layanan lalu lintas pembayaran, sedangkan BPR memiliki ruang lingkup kegiatan usaha yang lebih terbatas.
Jenis Bank Berdasarkan Kegiatan Usahanya
Setelah memahami struktur perbankan Indonesia, kamu bisa melihat jenis bank dari ruang lingkup kegiatan usahanya. Klasifikasi ini membantu kamu mengetahui perbedaan layanan antara Bank Umum dan Bank Perekonomian Rakyat atau BPR.
Bank Umum
Bank Umum merupakan bank yang memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Kegiatannya dapat mencakup penghimpunan dana, penyaluran kredit atau pembiayaan, transfer, pembayaran, serta berbagai layanan perbankan lainnya. Bank Umum juga dapat beroperasi berdasarkan prinsip konvensional maupun syariah dan melayani kebutuhan nasabah individu hingga bisnis.
Bank Perekonomian Rakyat
Bank Perekonomian Rakyat (BPR) memiliki ruang lingkup kegiatan usaha yang lebih terbatas dibandingkan Bank Umum. BPR tidak memberikan jasa dalam lalu lintas giral secara langsung dan memiliki batasan tertentu dalam aktivitas valuta asing, kecuali kegiatan penukaran valuta asing sesuai ketentuan. Karena itu, perbedaan ruang lingkup layanan menjadi salah satu hal penting saat kamu membandingkan BPR dengan Bank Umum.
Jenis Bank Berdasarkan Prinsip Operasional
Selain berdasarkan kegiatan usaha, jenis bank juga dapat dibedakan dari prinsip yang digunakan dalam menjalankan operasionalnya. Di Indonesia, pembagian ini mencakup bank konvensional dan bank syariah, yang memiliki prinsip serta karakteristik kegiatan usaha berbeda.
Bank Konvensional
Bank Konvensional menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip konvensional, dengan layanan yang dapat mencakup simpanan, kredit, transfer, pembayaran, dan layanan perbankan lainnya. Dalam struktur perbankan Indonesia, bank konvensional dapat berbentuk Bank Umum Konvensional maupun BPR Konvensional, sehingga istilah “konvensional” menunjukkan prinsip operasional, bukan ukuran atau tingkat bank.
Bank Syariah
Bank Syariah menjalankan kegiatan usaha berdasarkan Prinsip Syariah dan dalam struktur Indonesia mencakup Bank Umum Syariah serta BPRS. Karena itu, ketika membahas jenis-jenis bank, kamu perlu membedakan antara klasifikasi berdasarkan kegiatan usaha, seperti Bank Umum atau BPR, dengan klasifikasi berdasarkan prinsip operasional, yaitu konvensional atau syariah.
Perbedaan Bank Konvensional dan Bank Syariah
Perbedaan utama keduanya terletak pada prinsip yang menjadi dasar kegiatan usaha. Bank konvensional menggunakan prinsip konvensional, sedangkan bank syariah menggunakan Prinsip Syariah. Berdasarkan penelitian Fonseka dan Al Farooque (2024), studi perbankan juga dapat membedakan operasi konvensional dan syariah serta jenis kepemilikan seperti bank milik negara, swasta domestik, dan asing. Penelitian tersebut menggunakan data perbankan di Pakistan, sehingga relevan sebagai perspektif akademis internasional, bukan sebagai dasar klasifikasi regulasi perbankan Indonesia.
Jenis Bank Berdasarkan Kepemilikannya
Selain kegiatan usaha dan prinsip operasional, kamu juga bisa membedakan jenis bank berdasarkan kepemilikannya. Klasifikasi ini menunjukkan pihak yang memiliki bank, sehingga tidak sama dengan klasifikasi berdasarkan layanan atau kegiatan usaha.
Bank Milik Pemerintah
Bank milik pemerintah memiliki unsur kepemilikan pemerintah dalam struktur kepemilikannya, baik yang berkaitan dengan pemerintah pusat maupun daerah. Klasifikasi ini berbeda dari Bank Umum atau BPR, sehingga sebuah bank dapat berstatus Bank Umum sekaligus termasuk bank milik pemerintah.
Bank Milik Swasta
Bank milik swasta memiliki kepemilikan dari pihak swasta dan dapat menyediakan berbagai layanan sesuai izin serta kegiatan usahanya. Karena kepemilikan merupakan dasar klasifikasi yang berbeda, bank swasta juga dapat sekaligus menjadi Bank Umum, bank konvensional, atau bank devisa.
Bank Asing dan Bank Campuran
Bank asing memiliki unsur kepemilikan asing, sedangkan bank campuran melibatkan unsur kepemilikan asing dan domestik dalam struktur kepemilikannya. Jadi, jangan menyamakan bank asing dengan bank devisa karena keduanya menggunakan dasar klasifikasi yang berbeda.
Jenis Bank Berdasarkan Aktivitas Valuta Asing
Jika kebutuhanmu berkaitan dengan transaksi lintas negara, kamu juga perlu melihat klasifikasi bank berdasarkan aktivitas valuta asing. Dari sisi ini, bank dapat dibedakan menjadi bank devisa dan nondevisa, dengan kewenangan serta layanan valuta asing yang berbeda.
Bank Devisa
Bank devisa memiliki kewenangan atau layanan terkait aktivitas valuta asing sesuai ketentuan yang berlaku. Jenis bank ini dapat menjadi pilihan ketika kamu membutuhkan layanan dalam mata uang asing, seperti transaksi lintas negara, menerima atau mengirim dana dalam valuta asing, maupun kebutuhan bisnis internasional. Tetap perhatikan jenis transaksi, biaya, kurs, dan ketentuan layanan sebelum menggunakannya.
Bank Nondevisa
Bank nondevisa tidak memiliki kewenangan tertentu yang dimiliki bank devisa dalam aktivitas valuta asing, sehingga layanan terkait transaksi internasional dapat berbeda. Jika kamu membutuhkan layanan valuta asing, pastikan terlebih dahulu jenis transaksi dan layanan yang tersedia pada bank tersebut.
Jenis Bank Berdasarkan Fungsi dan Target Nasabah
Selain klasifikasi berdasarkan struktur perbankan Indonesia, kamu juga bisa mengenali jenis bank dari fungsi dan target nasabahnya. Klasifikasi ini banyak digunakan dalam literatur internasional untuk menjelaskan fokus layanan dan model bisnis bank, tetapi tidak semuanya merupakan kategori regulasi yang sejajar dengan Bank Umum atau BPR di Indonesia.
Dilansir dari laman Investopedia, bank dapat dibedakan berdasarkan fungsi, antara lain retail banking, commercial atau corporate banking, investment banking, dan central banking. Perspektif ini membantu kamu memahami fokus layanan bank tanpa mencampurkannya dengan klasifikasi resmi perbankan Indonesia.
Retail Banking
Retail banking berfokus pada kebutuhan nasabah individu atau konsumen. Layanannya dapat mencakup rekening simpanan, pembayaran, kartu, pinjaman, dan berbagai produk keuangan yang ditujukan untuk masyarakat umum.
Commercial atau Corporate Banking
Commercial atau corporate banking lebih berfokus pada kebutuhan bisnis dan perusahaan. Layanannya dapat mencakup pembiayaan usaha, transaksi bisnis, pengelolaan kas, serta berbagai kebutuhan finansial perusahaan.
Investment Banking
Investment banking memiliki fokus yang berbeda dari perbankan ritel karena lebih banyak berkaitan dengan kebutuhan korporasi dan pasar modal. Aktivitasnya dapat mencakup underwriting, penggalangan dana, merger dan akuisisi, serta konsultasi keuangan perusahaan.
Business Model Bank dalam Perspektif Akademis
Selain fungsi dan target nasabah, bank juga dapat dianalisis berdasarkan model bisnisnya. Berdasarkan penelitian Herdt dan Schulte-Mattler (2025), analisis terhadap 163 bank Eropa selama 2014–2023 mengidentifikasi empat model bisnis berdasarkan struktur aset dan sumber pendanaannya, yaitu diversified retail, non-diversified retail, wholesale, dan investment-oriented banking.
Perspektif ini menunjukkan bahwa klasifikasi bank dapat menjadi lebih luas, tetapi model bisnis akademis tetap perlu dibedakan dari klasifikasi bank berdasa
Apakah Bank Indonesia Termasuk Jenis Bank?
Nama “bank” pada Bank Indonesia memang bisa membuat kamu mengira bahwa lembaga ini termasuk jenis bank seperti Bank Umum atau BPR. Padahal, perannya berbeda karena Bank Indonesia merupakan bank sentral yang memiliki mandat khusus dalam menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan.
Secara ringkas, perbedaannya dapat dilihat dari beberapa poin berikut:
Bank Indonesia: berperan sebagai bank sentral dengan fokus pada kebijakan moneter dan sistem pembayaran.
Bank Umum: menjalankan kegiatan usaha perbankan dan menyediakan berbagai layanan kepada nasabah.
BPR: menjalankan kegiatan usaha dengan ruang lingkup yang lebih terbatas dibandingkan Bank Umum.
Jadi, saat membaca jenis bank, kamu perlu melihat dasar klasifikasinya terlebih dahulu agar Bank Indonesia tidak disamakan dengan Bank Umum atau BPR.
Perbandingan Jenis-Jenis Bank
Setelah memahami berbagai dasar klasifikasi bank, perbedaannya dapat diringkas melalui tabel berikut. Ringkasan ini membantu melihat karakteristik setiap jenis bank berdasarkan kegiatan usaha, prinsip operasional, kepemilikan, dan aktivitas valuta asing.
Dasar Klasifikasi | Jenis Bank | Karakteristik Utama |
Kegiatan usaha | Bank Umum | Menyediakan berbagai layanan perbankan dan jasa dalam lalu lintas pembayaran |
Kegiatan usaha | BPR | Memiliki ruang lingkup kegiatan usaha yang lebih terbatas |
Prinsip operasional | Konvensional | Menjalankan kegiatan berdasarkan prinsip konvensional |
Prinsip operasional | Syariah | Menjalankan kegiatan berdasarkan Prinsip Syariah |
Kepemilikan | Pemerintah | Memiliki unsur kepemilikan pemerintah |
Kepemilikan | Swasta | Dimiliki pihak swasta |
Kepemilikan | Asing/Campuran | Memiliki unsur kepemilikan asing dalam struktur kepemilikan |
Aktivitas valuta asing | Devisa | Memiliki layanan atau kewenangan valuta asing sesuai ketentuan |
Aktivitas valuta asing | Nondevisa | Tidak memiliki kewenangan tertentu seperti bank devisa |
Bagaimana Cara Menentukan Jenis Sebuah Bank?
Setelah memahami berbagai klasifikasi bank, kamu bisa mengenali jenis sebuah bank dengan melihat beberapa aspek sekaligus, bukan hanya dari satu label. Cara ini membantu kamu memahami posisi dan karakteristik bank dengan lebih tepat.
Kegiatan usaha: Apakah termasuk Bank Umum atau BPR?
Prinsip operasional: Apakah menggunakan prinsip konvensional atau syariah?
Kepemilikan: Apakah dimiliki pemerintah, swasta, asing, atau memiliki kombinasi kepemilikan?
Aktivitas valuta asing: Apakah memiliki layanan atau kewenangan terkait valuta asing?
Fungsi dan target nasabah: Apakah fokus pada nasabah ritel, perusahaan, atau aktivitas investment banking?

Perluas Wawasan Investasi dan Trading Bersama Gotrade
Setelah memahami jenis-jenis bank dan cara melihat klasifikasinya, kamu bisa memperluas wawasan dengan mempelajari investasi dan trading bersama Gotrade. Sebelum mulai, pahami karakteristik produk, mekanisme transaksi, dan risikonya agar setiap keputusan finansial yang kamu ambil didasarkan pada informasi yang cukup.
Referensi
Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (n.d.). Lembaga Perbankan: Institusi Perbankan di Indonesia.
Fonseka, M., & Al Farooque, O. (2024). Banking Efficiency, Ownership Types, and Operations: A Quasi-natural Experiment of Conventional and Islamic Banks. The Quarterly Review of Economics and Finance, 97, 101882.
Investopedia. How Banking Works, Types of Banks, and How To Choose the Best Bank for You.
Herdt, M., & Schulte-Mattler, H. (2025). Operationalization of the construct “Business model of a Bank”: Clustering analyses with deep neural networks. Journal of Banking Regulation, 26, 392–407.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.














