Pasar Saham: Pengertian, Cara Kerja & Bedanya dengan Bursa (Lengkap)

Erwanto KhusumaErwanto Khusuma
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade

Bagikan artikel

Pasar Saham: Pengertian, Cara Kerja & Bedanya dengan Bursa (Lengkap)

Setelah kamu memasukkan order untuk membeli saham, uang tersebut tidak otomatis masuk ke perusahaan penerbitnya. Apple, misalnya, tidak menerima uang setiap kali saham AAPL berpindah dari satu investor ke investor lain.

Sebagian besar transaksi saham harian berlangsung di pasar sekunder. Kamu membeli saham dari pihak lain, lalu broker meneruskan order tersebut ke tempat eksekusi yang tersedia.

Di sinilah istilah pasar saham, pasar modal, dan bursa efek sering digunakan secara bersamaan. Ketiganya memang saling berkaitan, tetapi artinya tidak sama.

Baca juga: Cara Analisis Teknikal Saham untuk Pemula: MA, RSI, dan MACD

Apa yang Dimaksud dengan Pasar Saham?

Pasar saham adalah ekosistem tempat saham perusahaan diterbitkan, dibeli, dan dijual. Investor dan perusahaan bukan satu-satunya pihak yang terlibat di dalamnya.

Ada pula broker, bursa efek, lembaga kliring, kustodian, regulator, penyedia data, dan berbagai pihak lain yang membantu proses perdagangan hingga penyelesaian transaksi.

Baca juga: Waspada Penipuan Mengatasnamakan Gotrade: Kenali Modusnya & Lindungi Dirimu

Saham sendiri mewakili bagian kepemilikan dalam perusahaan penerbit. Ketika perusahaan memutuskan membagikan dividen, pemegang saham dapat memperoleh hak ekonomi dari kepemilikan tersebut.

Hak suara dan hak lainnya bergantung pada kelas saham serta ketentuan yang berlaku pada saham tersebut.

Cara pencatatan kepemilikan juga dapat berbeda menurut negara, broker, dan jenis produknya. Karena itu, jangan hanya melihat ticker yang muncul di aplikasi. Periksa juga siapa yang menyediakan produknya, bagaimana order diproses, dan bagaimana posisi investor dicatat.

Pasar Saham, Pasar Modal, Bursa, dan Indeks: Apa Bedanya?

Melihat cakupan dan fungsinya adalah cara paling mudah untuk membedakannya.

Istilah

Apa Itu?

Contoh

Fungsinya

Pasar saham

Ekosistem yang berkaitan dengan penerbitan, pembelian, dan penjualan saham.

Pasar saham Indonesia atau pasar saham AS

Menghubungkan perusahaan, investor, broker, bursa, lembaga kliring, kustodian, dan regulator dalam proses transaksi saham.

Pasar modal

Ekosistem yang lebih luas dan mencakup berbagai jenis efek, bukan hanya saham.

Pasar modal Indonesia

Mencakup saham, obligasi, sukuk, reksa dana, derivatif, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek.

Bursa efek

Lembaga yang menyediakan sistem untuk mempertemukan penawaran beli dan jual efek.

Bursa Efek Indonesia, New York Stock Exchange, dan Nasdaq Stock Market

Menyediakan infrastruktur dan aturan perdagangan. Bursa efek merupakan salah satu bagian dari pasar saham dan pasar modal.

Indeks saham

Ukuran statistik yang merangkum pergerakan sekelompok saham berdasarkan metodologi tertentu.

IHSG, S&P 500, dan Nasdaq Composite

Digunakan untuk melihat kondisi pasar atau kinerja kelompok saham tertentu.

Singkatnya, pasar saham adalah bagian dari pasar modal yang secara khusus berfokus pada saham. Bursa efek menyediakan sistem perdagangannya, sedangkan indeks digunakan untuk mengukur pergerakan sekelompok saham.

Karena itu, BEI, NYSE, dan Nasdaq Stock Market merupakan bursa efek. Sementara IHSG, S&P 500, dan Nasdaq Composite merupakan indeks saham.

Indeks tidak dapat dibeli secara langsung. Investor dapat memperoleh eksposur terhadap suatu indeks melalui produk yang mengikuti kinerjanya, seperti ETF atau reksa dana indeks.

Pasar Primer dan Pasar Sekunder

Pasar saham juga dapat dibedakan berdasarkan tahap terjadinya transaksi.

Pasar primer

Pasar primer adalah tempat saham atau efek baru ditawarkan kepada investor. Salah satu bentuk yang paling dikenal adalah Initial Public Offering atau IPO. Setelah memperhitungkan biaya yang berkaitan dengan penawaran, perusahaan menerima dana dari hasil penerbitan saham baru tersebut.

Dana itu dapat digunakan untuk ekspansi, pembayaran utang, belanja modal, atau kebutuhan lain yang dijelaskan dalam prospektus. Pasar primer adalah tempat efek baru dijual dan penerbit menerima hasil penjualannya. Namun, status IPO tidak menjamin bahwa harga saham akan naik setelah listing. Setelah mulai diperdagangkan, harga saham dapat berada di atas maupun di bawah harga penawarannya.

Pasar sekunder

Setelah saham tercatat dan mulai diperdagangkan, transaksi berikutnya berlangsung di pasar sekunder.

Pasar sekunder adalah tempat efek yang sudah diterbitkan dibeli dan dijual kembali.

Misalnya, seorang investor menggunakan broker untuk menjual saham kepada investor lain. Uang dari pembeli masuk kepada pihak yang menjual, bukan menjadi tambahan modal bagi perusahaan.

Meski demikian, perusahaan tetap memperoleh manfaat dari keberadaan pasar sekunder. Tanpa pasar yang cukup likuid, investor mungkin enggan membeli saham sejak awal karena akan lebih sulit menjualnya kembali.

Bagaimana Pasar Saham Berfungsi?

Mekanisme perdagangan dapat berbeda antarnegara, bursa, dan platform. Namun, alurnya secara umum berjalan seperti berikut.

1. Investor memasukkan order

Investor memilih saham, menentukan jumlah, lalu memilih jenis order.

Dua jenis order yang paling umum adalah:

  • Market order, yang memprioritaskan eksekusi tetapi tidak memberikan jaminan mengenai harga akhirnya.

  • Limit order, yang menetapkan batas harga beli atau jual, tetapi tidak menjamin bahwa order akan terisi.

Pada pasar yang bergerak cepat atau memiliki spread lebar, harga eksekusi market order dapat berbeda dari harga terakhir yang terlihat di layar. Market order memprioritaskan eksekusi, bukan kepastian harga.

2. Broker menerima dan meneruskan order

Untuk perdagangan saham Indonesia melalui sistem Bursa Efek Indonesia, transaksi dilakukan melalui perusahaan efek yang menjadi Anggota Bursa.

Investor ritel tidak memasukkan order secara langsung ke sistem bursa. Instruksi dikirimkan melalui broker atau perusahaan sekuritas.

Di pasar AS, broker dapat mengarahkan order ke bursa, market maker, atau tempat eksekusi lainnya.

Karena itu, tombol “beli” yang terlihat di aplikasi sebenarnya hanya menjadi awal dari proses yang lebih panjang.

3. Order dipertemukan

Pada layar perdagangan, kamu biasanya akan melihat tiga komponen berikut:

  • Bid, yaitu harga yang bersedia dibayar oleh calon pembeli.

  • Ask atau offer, yaitu harga yang diminta oleh calon penjual.

  • Spread, yaitu selisih antara harga bid dan ask.

Transaksi terjadi ketika harga dan jumlah saham yang tersedia dapat dipertemukan.

Salah satu kesalahpahaman yang cukup umum adalah menganggap harga naik karena jumlah pembeli selalu lebih banyak daripada penjual. Padahal, setiap transaksi selalu membutuhkan pembeli dan penjual.

Harga dapat naik ketika pembeli menjadi lebih agresif dan bersedia mengambil penawaran jual pada harga yang lebih tinggi.

Sebaliknya, harga dapat turun ketika penjual bersedia melepas saham dan menerima harga bid yang lebih rendah.

4. Transaksi dikliring dan diselesaikan

Order yang sudah berstatus filled belum berarti seluruh proses administrasinya langsung selesai.

Setelah eksekusi, masih ada proses kliring, pemindahan efek, dan pemindahan dana.

Menurut KSEI, transaksi pasar reguler di Indonesia diselesaikan pada T+2, sedangkan transaksi pasar tunai diselesaikan pada T+0.

Artinya, transaksi di pasar reguler diselesaikan dua Hari Bursa setelah tanggal transaksi.

Ketentuan penyelesaian dapat berbeda menurut negara, jenis pasar, dan produk yang diperdagangkan.

Kenapa Harga Saham Berfluktuasi?

Permintaan dan penawaran adalah jawaban singkatnya. Namun, itu baru bagian permukaan.

Order beli dan jual terus berubah karena pelaku pasar menilai berbagai informasi, seperti:

  • Pendapatan, laba, margin, dan arus kas perusahaan.

  • Proyeksi atau guidance dari manajemen.

  • Valuasi saham dibandingkan perkiraan pertumbuhannya.

  • Inflasi, suku bunga, dan kondisi ekonomi.

  • Nilai tukar mata uang.

  • Perubahan regulasi.

  • Persaingan dan perkembangan industri.

  • Aksi korporasi.

  • Likuiditas dan sentimen pasar.

Sebuah perusahaan dapat melaporkan pertumbuhan laba, tetapi harga sahamnya tetap turun.

Hal ini bisa terjadi ketika hasil tersebut berada di bawah perkiraan pasar, proyeksi manajemen melemah, atau valuasi sahamnya sudah terlalu tinggi sebelum laporan dirilis.

Sebaliknya, harga saham perusahaan yang masih merugi dapat naik ketika kerugiannya lebih kecil dari perkiraan atau pasar melihat adanya perubahan prospek ke arah yang lebih baik.

Jadi, harga saham tidak hanya bergerak berdasarkan informasi yang baru diumumkan. Pasar juga membandingkan informasi tersebut dengan ekspektasi yang sudah terbentuk sebelumnya.

Fungsi Pasar Saham

1. Membantu perusahaan memperoleh modal

Perusahaan dapat menerbitkan saham baru untuk memperoleh dana tanpa harus menambah utang berbunga.

Namun, penerbitan saham baru juga dapat menyebabkan dilusi. Ketika jumlah saham beredar bertambah, persentase kepemilikan pemegang saham lama dapat berkurang apabila mereka tidak menambah kepemilikannya.

2. Menyediakan likuiditas

Pasar sekunder memungkinkan investor menjual kembali saham yang dimiliki.

Meski begitu, tingkat likuiditas setiap saham tidak sama. Saham yang jarang diperdagangkan dapat lebih sulit dijual tanpa memengaruhi harga.

Saham dengan likuiditas rendah dapat sulit dijual dan transaksi berukuran besar bisa memberikan dampak lebih besar terhadap harganya.

3. Membantu proses pembentukan harga

Ribuan order, analisis, dan ekspektasi bertemu di pasar. Dari proses tersebut, terbentuk harga yang terus berubah.

Namun, harga pasar bukan berarti penilaian terhadap suatu perusahaan selalu tepat.

Harga hanya menunjukkan tingkat yang pada saat itu berhasil mempertemukan pembeli dan penjual.

4. Membuka akses ke berbagai bisnis

Melalui pasar saham, investor dapat memperoleh eksposur terhadap perusahaan di sektor teknologi, kesehatan, keuangan, energi, dan berbagai industri lainnya tanpa harus membangun bisnis tersebut sendiri.

Namun, membeli beberapa saham tidak otomatis membuat risiko tersebar dengan baik.

Portofolio yang hanya berisi beberapa perusahaan dari satu sektor tetap dapat memiliki risiko konsentrasi yang tinggi.

Bagaimana Investor Bisa Memperoleh Return?

Ada dua sumber return saham yang paling umum.

Perubahan harga saham

Investor memperoleh capital gain apabila saham dijual pada harga yang lebih tinggi daripada harga beli setelah memperhitungkan biaya dan pajak yang berlaku.

Kebalikannya juga dapat terjadi.

Investor mengalami capital loss apabila saham dijual pada harga yang lebih rendah daripada harga belinya.

Dividen

Dividen adalah bagian laba atau sumber dana lain yang diputuskan perusahaan untuk dibagikan kepada pemegang saham.

Dividen tidak selalu harus dibagikan. Jumlahnya dapat dipertahankan, dinaikkan, dikurangi, atau dihentikan sesuai kondisi bisnis serta keputusan perusahaan.

Karena itu, riwayat pembagian dividen tidak menjamin perusahaan akan memberikan pembayaran dengan jumlah yang sama pada masa depan.

Risiko yang Perlu Dipahami

Pasar saham bukan tempat yang memberikan hasil pasti. Beberapa risiko utamanya meliputi:

  • Risiko bisnis, ketika kinerja perusahaan atau posisi persaingannya memburuk.

  • Risiko pasar, ketika banyak saham turun akibat perubahan kondisi ekonomi atau sentimen.

  • Risiko valuasi, ketika saham perusahaan yang bagus dibeli pada harga yang terlalu tinggi.

  • Risiko likuiditas, ketika saham sulit dijual pada harga yang diinginkan.

  • Risiko kurs, ketika investasi atau produk memiliki eksposur terhadap mata uang asing.

  • Risiko regulasi dan struktur produk, terutama saat mengakses pasar luar negeri melalui platform atau instrumen tertentu.

  • Risiko kehilangan modal, termasuk kemungkinan kehilangan sebagian besar nilai investasi pada satu saham.

Regulasi membantu menetapkan aturan dan menyediakan pengawasan. Namun, regulasi tidak menjamin bahwa harga saham tidak akan turun atau investor tidak akan mengalami kerugian.

Hal yang Sebaiknya Dicek Sebelum Masuk Pasar

Sebelum mengirimkan order pertama, coba jawab beberapa pertanyaan sederhana berikut:

  1. Saham atau produk apa yang sebenarnya kamu beli?

  2. Siapa broker, penerbit, dan pihak yang menyimpan atau mencatat posisi tersebut?

  3. Bagaimana order akan dieksekusi?

  4. Berapa biaya transaksi, spread, dan biaya konversi mata uangnya?

  5. Apakah saham tersebut cukup likuid untuk ukuran ordermu?

  6. Berapa lama dana tersebut dapat disimpan tanpa mengganggu kebutuhan utama?

  7. Seberapa besar kerugian yang secara finansial masih mampu kamu tanggung?

  8. Data apa yang akan digunakan untuk mengevaluasi keputusan tersebut?

Gunakan dana yang tidak sedang dibutuhkan untuk keperluan pokok atau dana darurat.

Hindari membeli saham hanya karena harganya sedang naik, nama perusahaannya banyak dibicarakan, atau ada pihak yang menjanjikan keuntungan cepat.

Pahami Sistemnya Sebelum Memilih Saham

Pasar saham bukan sekadar gedung, aplikasi, atau grafik harga. Pasar saham adalah ekosistem tempat perusahaan, investor, broker, bursa, dan lembaga penyelesaian transaksi berinteraksi.

Perusahaan dapat memperoleh dana di pasar primer. Setelah saham beredar, investor dapat memperdagangkannya di pasar sekunder.

Bursa menyediakan sistem perdagangannya, broker menangani order, sementara harga bergerak mengikuti order yang masuk dan perubahan ekspektasi pasar.

Dasarnya memang sederhana. Detailnya tidak selalu begitu.

Sebelum membeli saham, pahami bentuk produk, biaya, tempat eksekusi, risiko, dan alasan kamu membelinya.

Pemahaman tersebut tidak akan menghilangkan kemungkinan rugi. Namun, setidaknya kamu tidak membuat keputusan hanya karena ikut melihat apa yang sedang ramai.

Melalui Gotrade, kamu dapat memantau dan mengakses instrumen pecahan berbasis saham AS mulai dari US$1 melalui skema PALN yang didukung penuh. Sebelum bertransaksi, pelajari mekanisme produk, biaya, risiko pasar, dan risiko kurs yang menyertainya.

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Erwanto Khusuma
Ditulis oleh
Erwanto Khusuma
Welcome Rewards

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade