PEG Ratio: Rumus, Cara Hitung, dan Cara Membacanya

Ringkasan
- PEG ratio membandingkan P/E dengan pertumbuhan EPS untuk memberikan konteks tambahan pada valuasi saham.
- PEG di bawah atau di atas 1 bukan penentu mutlak bahwa saham murah atau mahal.
- Saat membandingkan PEG, kamu perlu memeriksa basis P/E, sumber pertumbuhan EPS, dan horizon estimasinya.
Dua perusahaan bisa sama-sama memiliki P/E 20x tetapi hasil valuasinya belum tentu benar-benar setara. Misalnya, perusahaan pertama diperkirakan tumbuh 10% per tahun sedangkan perusahaan kedua 25%. Dalam kondisi seperti ini, P/E yang sama perlu dibaca bersamaan dengan prospek pertumbuhan labanya.
Di sinilah PEG ratio digunakan. Rasio ini membandingkan P/E dengan pertumbuhan EPS agar valuasi bisa dilihat dalam konteks growth. Tetapi, hasil PEG tetap sangat bergantung pada asumsi pertumbuhan yang akan digunakan.
Apa Itu PEG Ratio?
PEG ratio adalah rasio valuasi yang membandingkan Price-to-Earnings Ratio atau P/E dengan tingkat pertumbuhan Earnings per Share atau EPS perusahaan. PEG juga merupakan singkatan dari Price/Earnings-to-Growth Ratio.
Menurut Fidelity, PEG digunakan untuk memberikan konteks pertumbuhan terhadap P/E sehingga investor tidak hanya melihat seberapa tinggi valuasi saham perusahaan saja tetapi juga melihat bagaimana valuasi tersebut akan dibandingkan dengan pertumbuhan laba yang diharapkan.
Secara sederhana, PEG akan membantu menjawab pertanyaan kamu tentang “seberapa besar P/E perusahaan jika dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan EPS-nya?”
Tetapi, PEG juga bukanlah ukuran intrinsic value dan tidak memberikan gambaran lengkap mengenai kualitas maupun valuasi perusahaan.
Rumus dan Cara Menghitung PEG Ratio
PEG ratio dihitung dengan membandingkan P/E dan tingkat pertumbuhan EPS perusahaan.
Rumus PEG adalah:
PEG Ratio = P/E Ratio ÷ EPS Growth Rate
Jika P/E belum diketahui maka kamu bisa hitung terlebih dahulu dengan cara:
P/E = Harga Saham ÷ EPS
Dalam perhitungan PEG, tingkat pertumbuhan biasanya dimasukkan sebagai angka persentase. Jadi, jika expected EPS growth sebesar 25% maka kamu gunakan angka 25 bukannya 0,25.
Sebagai contoh miisalnya sebuah perusahaan memiliki:
Harga saham: US$60
EPS: US$3
Expected EPS growth: 25%
Maka langkah pertama adalah hitung P/E terlebih dahulu:
P/E = US$60 ÷ US$3 = 20x
Kemudian dilanjutkan untuk menghitung PEG:
PEG = 20 ÷ 25 = 0,8
Jadi, PEG ratio perusahaan tersebut adalah 0,8.
Tetapi, hasil PEG sangat bergantung pada asumsi pertumbuhan. Jika estimasi pertumbuhan EPS turun dari 25% menjadi 10% sementara P/E tetap 20x maka:
PEG = 20 ÷ 10 = 2,0
Artinya, PEG bisa berubah cukup besar meskipun harga saham dan P/E tetap sama. Karena itu, asumsi pertumbuhan menjadi salah satu bagian terpenting saat menggunakan rasio ini.
Cara Membaca Nilai PEG Ratio
PEG ratio sering dibaca dengan acuan sederhana, seperti berikut ini:
PEG < 1: valuasi relatif lebih rendah dibanding pertumbuhan
PEG ≈ 1: valuasi relatif sejalan dengan pertumbuhan
PEG > 1: valuasi relatif lebih tinggi dibanding pertumbuhan
Menurut Charles Schwab PEG sekitar 1 sering digunakan sebagai titik acuan fair value relatif terhadap pertumbuhan. Tetapi, angka tersebut bukanlah batas mutlak karena hasil PEG tetap akan dipengaruhi oleh asumsi pertumbuhan serta karakter sektor dan industrinya.
PEG di Bawah 1
Misalnya P/E 18x dan expected EPS growth 25%:
PEG = 18 ÷ 25 = 0,72
Angka ini menunjukkan bahwa P/E relatif rendah dibandingkan dengan asumsi pertumbuhannya. Tetapi, kamu tetap perlu memeriksa apakah pertumbuhan tersebut realistis dan berkelanjutan.
PEG Sekitar 1
Jika P/E 20x dan pertumbuhan EPS 20%:
PEG = 20 ÷ 20 = 1
Secara umum, angka ini menunjukkan P/E dan tingkat pertumbuhan berada pada tingkat yang relatif sebanding. Tetapi, PEG 1 bukan berarti saham berada tepat pada intrinsic value.
PEG di Atas 1
Misalnya P/E 30x dan pertumbuhan EPS 15%:
PEG = 30 ÷ 15 = 2
Artinya, P/E relatif tinggi dibandingkan dengan asumsi pertumbuhannya.
Meski begitu, PEG di atas 1 belum tentu saham overvalued karena kualitas bisnis, cash flow, profitabilitas, dan risiko perusahaan juga perlu untuk dipertimbangkan.
Jadi, angka 1 lebih tepat untuk digunakan sebagai titik referensi daripada batas mutlak antara saham murah dan mahal.
Growth Rate Mana yang Digunakan untuk PEG?
Salah satu hal penting dalam membaca PEG adalah memahami growth rate yang akan digunakan. Setiap platform belum tentu memakai sumber dan horizon pertumbuhan yang sama.
Salah satunya seperti Nasdaq yang menggunakan prospective earnings growth lima tahun dalam definisinya. Sementara itu, sumber lain bisa menggunakan proyeksi pertumbuhan EPS dengan horizon yang berbeda.
Karena itu, PEG di satu platform belum tentu bisa langsung dibandingkan dengan PEG di platform lain.
1. Historical EPS Growth
Pertumbuhan dihitung dari EPS yang sudah terjadi. Misalnya EPS naik dari US$4 menjadi US$5:
EPS Growth = (5 − 4) ÷ 4 × 100% = 25%
Jika P/E 20x maka:
PEG = 20 ÷ 25 = 0,8
Kelebihannya, angka berasal dari data aktual. Tetapi, pertumbuhan historis belum tentu akan berlanjut.
2. Forecast EPS Growth
PEG juga bisa menggunakan proyeksi pertumbuhan EPS di masa depan. Pendekatan ini memang lebih forward-looking tetapi sangat bergantung pada estimasi yang ada.
Jika P/E tetap 20x tetapi estimasi pertumbuhan turun dari 25% menjadi 15% maka PEG akan berubah dari 0,8 → 1,33 meskipun P/E tidak berubah.
3. One-Year vs Multi-Year Growth
Horizon juga bisa menghasilkan PEG yang sangat berbeda. Misalnya pertumbuhan EPS diperkirakan menjadi:
2026: 50%
2027: 20%
2028: 12%
Jika menggunakan angka 50% untuk satu tahun maka akan menghasilkan PEG yang lebih rendah dibandingkan memakai pertumbuhan beberapa tahun yang lebih normal.
Karena itu, sebelum membandingkan PEG kamu harus periksa tiga hal, seperti sumber growth, horizon growth, dan basis P/E yang digunakan.
Gunakan widget berikut untuk membandingkan PEG berdasarkan beberapa asumsi pertumbuhan EPS, sehingga kamu bisa melihat bagaimana pilihan growth rate mempengaruhi hasil valuasinya.
Apa Perbedaan P/E dan PEG Ratio?
P/E dan PEG sama-sama digunakan untuk melihat valuasi tetapi fokusnya berbeda. Perhatikan tabel berikut ini:
Aspek | P/E Ratio | PEG Ratio |
Rumus | Harga saham ÷ EPS | P/E ÷ pertumbuhan EPS |
Fokus | Harga relatif terhadap laba | P/E relatif terhadap pertumbuhan laba |
Membutuhkan estimasi growth | Tidak selalu | Umumnya ya |
Sensitif terhadap EPS | Ya | Ya |
Sensitif terhadap asumsi growth | Tidak langsung | Tinggi |
Cocok saat EPS negatif | Kurang relevan | Kurang relevan |
Bisa menentukan murah/mahal sendiri | Tidak | Tidak |
P/E lebih sederhana karena hanya membandingkan harga dengan laba sedangkan PEG menambahkan unsur pertumbuhan, sehingga bisa memberi konteks tambahan ketika membandingkan perusahaan dengan prospek growth yang berbeda.
Tetapi, tambahan input tersebut juga akan membuat PEG lebih sensitif terhadap asumsi.
Karena itu, kamu jangan hanya melihat angkanya tetapi periksa juga sumber estimasi growth dan horizon yang digunakan.
Cara Menggunakan PEG Ratio dalam Analisis Saham
PEG lebih berguna sebagai alat perbandingan bukannya penentu apakah saham murah atau mahal. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:
1. Pastikan EPS Positif
Karena PEG berasal dari P/E maka rasio ini lebih relevan ketika perusahaan memiliki EPS positif. Jika laba negatif maka P/E dan PEG akan menjadi kurang bermakna.
2. Cek Basis P/E
Periksa apakah PEG menggunakan trailing P/E atau forward P/E. kamu harus menggunakan basis yang sama ketika membandingkan beberapa perusahaan.
3. Periksa Sumber dan Horizon Growth
Cari tahu apakah pertumbuhan EPS berasal dari data historis, konsensus analis, guidance manajemen atau asumsi sendiri.
Horizon yang digunakan juga harus sebanding. Jangan hanya membandingkan one-year growth satu perusahaan dengan proyeksi lima tahun perusahaan lain.
4. Lakukan Sensitivity Check
Misalnya P/E perusahaan adalah 25x:
Growth 15% → PEG 1,67
Growth 20% → PEG 1,25
Growth 25% → PEG 1,00
Growth 30% → PEG 0,83
Dalam perbandingan ini menunjukkan seberapa sensitif PEG terhadap perubahan asumsi pertumbuhan.
5. Bandingkan dengan Fundamental Lain
Dua perusahaan dengan PEG yang sama belum tentu memiliki kualitas bisnis yang sama. Kamu juga harus perhatikan cash flow, margin, utang, return on capital, dilusi, dan risiko bisnis.
Karena itu, PEG sebaiknya digunakan bersamaan dengan pertumbuhan pendapatan, profitabilitas, arus kas, kondisi neraca, dan metrik valuasi lainnya.
Gunakan PEG Ratio untuk Membaca Valuasi dalam Konteks Growth
PEG ratio membantu melihat P/E dalam konteks pertumbuhan laba perusahaan. Tetapi, kamu jangan hanya berhenti pada angkanya. Periksa juga basis P/E yang digunakan, sumber growth, horizon estimasi, dan seberapa realistis pertumbuhan tersebut bisa dipertahankan.
PEG di bawah 1 bisa menjadi titik awal untuk analisis lebih lanjut tetapi belum cukup untuk menyimpulkan saham undervalued. Sebaliknya, PEG di atas 1 juga bukan berarti saham terlalu mahal.
Karena itu, gunakan PEG bersamaan dengan kualitas laba, margin, cash flow, utang, posisi kompetitif, dan risiko bisnis.
Kamu bisa menggunakan Gotrade untuk memantau saham AS yang sedang dipelajari, lalu membandingkan P/E, pertumbuhan EPS, PEG ratio, dan fundamental perusahaan sebelum mengambil keputusan. Buka akun Gotrade dan mulai pantau saham AS yang ingin kamu analisis.
Referensi
Nasdaq, “Prospective Earnings Growth (PEG Ratio).”
Charles Schwab, “What Is the PEG Ratio? Basics, Formula, and Risks.”
Fidelity Investments, “Company Valuation Ratios.”
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.














