Berapa Price Earning Ratio (PER) yang Baik? Begini Rumus dan Cara Hitungnya

Kholida QothrunnadaKholida QothrunnadaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra

Bagikan artikel

Berapa Price Earning Ratio (PER) yang Baik? Begini Rumus dan Cara Hitungnya

Price Earning Ratio (PER) adalah rasio yang membandingkan harga saham suatu perusahaan dengan laba bersih per sahamnya (earning per share). Sederhananya, PER menunjukkan seberapa besar investor bersedia membayar untuk setiap Rp1 laba yang dihasilkan perusahaan.

Indikator keuangan saham ini menjadi salah satu acuan penting untuk menilai apakah harga suatu saham tergolong mahal, murah, atau wajar sebelum diputuskan untuk dibeli. Lalu, berapa PER yang ideal, dan bagaimana cara menghitungnya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Memahami Apa Itu Price Earning Ratio

Dikutip dari e-book Dasar-Dasar Manajemen Keuangan Perusahaan oleh Mokhamad Anwar, Ph.D., price earning ratio merupakan perbandingan harga pasar per lembar saham dengan laba per lembar saham. Angka rasionya akan menampilkan mahal tidaknya harga pasar saham atau kepercayaan investor terhadap suatu saham.

Baca juga: Cara Analisis Teknikal Saham untuk Pemula: MA, RSI, dan MACD

Dalam hal ini, makin tinggi angka PER artinya harga saham makin mahal. Dengan begitu, kepercayaan investor terhadap saham bisa makin tinggi. Sebaliknya, kalau semakin rendah rasio PER maka akan semakin rendah juga harga sebuah saham.

Formula Price Earning Ratio dan Cara Hitungnya

Untuk menghitung PER, kita bisa menggunakan formula harga pasar per saham (market price per share of common) dengan laba per saham (earning per share/EPS). Simak rumus dan contoh perhitungannya di bawah ini:

Rumus Price Earning Ratio

Rumus price earning ratio.

Nah, untuk mencari tahu EPS rumusnya adalah laba bersih dibagi jumlah saham yang beredar.

Baca juga: Waspada Penipuan Mengatasnamakan Gotrade: Kenali Modusnya & Lindungi Dirimu

Jenis Price Earnings Ratio: TTM vs Forward PER

PER dibedakan berdasarkan jenis laba yang digunakan dalam perhitungannya, yaitu Trailing PER dan Forward PER.

  1. Trailing PER atau P/E TTM (Trailing Twelve Months): menggunakan laba perusahaan selama 12 bulan terakhir. Karena menggunakan data laba yang sudah dilaporkan. Rasio ini bisa menunjukkan valuasi saham berdasarkan kinerja historis perusahaan.

  2. Forward PER: menggunakan estimasi laba perusahaan untuk periode mendatang. Rasio ini bisa membantu investor melihat valuasi saham berdasarkan ekspektasi pertumbuhan laba di masa depan.

Tapi, Forward PER bergantung pada estimasi laba sehingga nilainya dapat berubah apabila proyeksi kinerja perusahaan berubah.

Contoh Menghitung Price Earning Ratio

Dikutip dari e-book Cara Mudah Analisis Fundamental Saham oleh Indra Mahardika Putra, S.E., Ak., M. Ak., laba bersih adalah ukuran dari kinerja perusahaan pada periode tertentu. Informasi laba bersih dan EPS umumnya bisa kita ketahui lewat laporan keuangan laba rugi.

Contoh ada laporan laba rugi: PT Jaya Abadi memiliki laporan laba rugi untuk periode Januari–Desember 2026 dengan data sebagai berikut.

  • Laba bersih = Rp300.000.000

  • Jumlah saham beredar = 1.000.000 lembar

  • Harga saham = Rp1.500 per lembar

Pertama, hitung Earnings Per Share (EPS) dengan membagi laba bersih dengan jumlah saham beredar:

EPS = Laba Bersih ÷ Jumlah Saham Beredar

EPS = Rp300.000.000 ÷ 1.000.000 = Rp300 per saham

Setelah mengetahui EPS, selanjutnya hitung Price Earnings Ratio (PER) dengan membagi harga saham dengan EPS:

PER = Harga Saham ÷ EPS

PER = Rp1.500 ÷ Rp300 = 5x

Jadi, Price Earnings Ratio (PER) PT Jaya Abadi adalah 5x. Artinya, harga saham PT Jaya Abadi diperdagangkan sebesar 5 kali dari laba yang dihasilkan perusahaan untuk per lembar saham.

Kelebihan dan Kekurangan PER

Kelebihan PER

Keterbatasan PER

Mudah dihitung, karena cuma membutuhkan harga saham dan EPS.

Tidak digunakan sebagai satu-satunya indikator dalam mengambil keputusan investasi.

Mudah dibandingkan dengan perusahaan lain dalam sektor yang sama.

Karena EPS dapat bernilai negatif, kurang relevan untuk perusahaan yang mengalami kerugian,

Membantu melihat valuasi, dengan menunjukkan berapa kali harga saham dibandingkan dengan laba per saham.

Tidak menunjukkan pertumbuhan laba secara langsung, sehingga PER yang sama belum tentu mencerminkan prospek yang sama.

Bisa digunakan untuk analisis relatif, misalnya dengan membandingkan PER perusahaan dengan rata-rata sektor atau PER historisnya.

Bisa berubah mengikuti harga saham, meskipun kinerja perusahaan belum berubah.

Memahami Kategori Price Earning Ratio

Nilai PER berguna untuk membantu investor memahami bagaimana pasar menilai harga suatu saham dibandingkan dengan keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Tapi, tinggi atau rendahnya PER tidak melulu menunjukkan saham tersebut mahal atau murah.

Secara umum, PER bisa dikategorikan menjadi tiga yaitu PER rendah, sedang, dan tinggi.

  • PER Rendah (di bawah 15x): Bisa menunjukkan saham sedang murah atau berpotensi undervalued, tetapi juga bisa berarti investor melihat pertumbuhan perusahaan ke depan cukup lambat atau perusahaan sedang menghadapi masalah sementara.

  • PER Sedang (15x–25x): Secara umum, dianggap sebagai valuasi yang cukup wajar untuk perusahaan yang sudah stabil dan punya kinerja yang konsisten.

  • PER Tinggi (di atas 25x–30x): Menunjukkan investor punya ekspektasi besar terhadap pertumbuhan laba perusahaan di masa depan, tetapi bisa juga berarti harga saham sudah terlalu mahal dibandingkan kinerjanya.

Jadi, Berapa Nilai Price Earning Ratio yang Baik?

Sejatinya, tidak ada angka PER yang berlaku mutlak untuk semua saham. Mengapa? karena nilai yang dianggap "baik" bergantung pada sektor industri, kondisi pasar keseluruhan, ekspektasi pasar, hingga tahap pertumbuhan perusahaan.

Apakah lebih baik punya rasio P/E yang lebih tinggi atau lebih rendah? Cara yang baik dalam membantu memahami valuasi suatu perusahaan yaitu dengan melihatnya dalam konteks indeks saham yang lebih luas, ataupun dari sektor tempat perusahaan tersebut.

Dilansir Investopedia, kebanyakan investor memaparkan membeli saham di perusahaan dengan rasio P/E yang lebih rendah lebih baik. Alasannya karena kita membayar lebih sedikit untuk setiap dolar pendapatan. Rasio P/E yang lebih rendah menarik bagi investor yang cari harga murah.

Tapi dalam praktiknya, mungkin ada alasan di balik rasio P/E perusahaan tertentu. Harga murah bisa jadi hanyalah ilusi kalau suatu perusahaan punya rasio P/E rendah karena model bisnisnya sedang menurun.

Setelah mengenal dan mempelajari cara menilai valuasi saham, saatnya praktik langsung! Download aplikasi Gotrade sekarang dan mulai beli saham perusahaan besar dunia seperti Apple, Microsoft, hingga Tesla, tersedia untuk Android dan iOS.

Referensi:

Mokhamad Anwar, Dasar-Dasar Manajemen Keuangan Perusahaan (2018), Google Books.

Indra Mahardika Putra, Cara Mudah Analisis Fundamental Saham: Membaca Laporan Keuangan Semudah Membaca Koran (2023), Google Books.

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google
Kholida Qothrunnada
Ditulis oleh
Kholida Qothrunnada
Kholida Qothrunnada adalah konten strategis dan editor lulusan Ilmu Komunikasi dengan konsentrasi Multimedia Jurnalistik. Memiliki pengalaman lebih dari 4 tahun bekerja di media nasional sebagai reporter di bidang ekonomi dan bisnis. Memiliki minat untuk mendalami konten seputar keuangan, fintech, saham, dan kripto.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut
Welcome Rewards

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade