Analisis Saham NVIDIA (NVDA): Valuasi, Bull, dan Bear Q3 2026

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Analisis Saham NVIDIA (NVDA): Valuasi, Bull, dan Bear Q3 2026

Ringkasan

  • NVIDIA pimpin pasar chip dan platform komputasi untuk kecerdasan buatan (AI), dengan valuasi pasar sekitar $5,37 triliun.
  • Pendapatan Nvidia sangat terkonsentrasi pada AI yang menyumbang $193,7 miliar dari total pendapatan $215,9 miliar.
  • Dibandingkan AMD dan AVGO, NVDA memiliki PE (TTM) maupun PE forward terendah masing-masing 28,1x dan 18,5x.
  • Kekuatan fundamental Nvidia (skala, margin, dan pertumbuhan) serta risikonya (konsentrasi, siklus, dan premium valuasi) adalah dua sisi dari mata uang yang sama.

NVIDIA (NVDA) adalah pemimpin pasar chip dan platform komputasi untuk kecerdasan buatan (AI), dengan kapitalisasi pasar sekitar $5,37 triliun per 18 September 2026 menurut StockAnalysis. Menariknya, saham ini diperdagangkan pada rasio harga terhadap laba (PE) sekitar 28 kali, justru lebih rendah dibanding dua rekan sektornya.

Pertanyaan inti bagi investor bukanlah apakah bisnis Nvidia bagus, melainkan apakah lonjakan pendapatan Data Center yang naik 117% per tahun dapat bertahan cukup lama untuk membenarkan valuasi berbasis penjualan yang tinggi.

Profil NVIDIA (NVDA): Raksasa Chip AI Berkapitalisasi $5,37 Triliun

NVIDIA Corporation adalah perusahaan semikonduktor asal Amerika Serikat yang merancang graphics processing unit (GPU) serta platform komputasi untuk pusat data, gaming, visualisasi profesional, dan otomotif. Dalam siklus AI saat ini, mesin pertumbuhan utamanya adalah segmen Data Center, yang memasok chip akselerator untuk melatih dan menjalankan model kecerdasan buatan. Saham NVIDIA (NVDA) tercatat di bursa Nasdaq dan menjadi salah satu komponen berbobot terbesar pada indeks S&P 500 maupun Nasdaq 100.

Baca juga: Dividen Saham Nvidia (NVDA): Yield, Riwayat, Ex-Date 2026

Dari sisi ukuran, Nvidia berada di puncak sektornya. Menurut StockAnalysis, kapitalisasi pasarnya sekitar $5,37 triliun dengan harga saham $222,27 per 18 September 2026. Dalam konteks portofolio, NVDA umumnya masuk kategori saham growth: bobotnya besar pada tema teknologi dan AI, volatilitasnya relatif tinggi, dan pergerakannya kerap menjadi penggerak sentimen seluruh sektor semikonduktor.

Struktur pendapatan Nvidia kini sangat terkonsentrasi pada AI. Berdasarkan rilis keuangan tahun fiskal 2026, segmen Data Center menyumbang $193,7 miliar dari total pendapatan $215,9 miliar, atau sekitar 90%, sementara sisanya berasal dari gaming, visualisasi profesional, dan otomotif. Konsentrasi ini adalah pedang bermata dua: ia menjelaskan pertumbuhan eksplosif Nvidia sekaligus membuat kinerjanya sangat terikat pada satu tema, yaitu belanja infrastruktur AI global.

Keunggulan Nvidia tidak hanya pada perangkat keras. Ekosistem perangkat lunaknya, terutama platform pemrograman CUDA yang telah dipakai luas oleh komunitas pengembang selama bertahun-tahun, menciptakan biaya perpindahan (switching cost) yang tinggi bagi pelanggan.

Baca juga: Saham Nvidia (NVDA): Katalis AI dan Valuasi Terkini

Kombinasi GPU tercepat dengan tumpukan perangkat lunak yang matang inilah yang selama ini membuat pesaing kesulitan merebut pangsa pasar di segmen pelatihan model AI, sekaligus menjadi salah satu alasan mengapa margin Nvidia dapat bertahan di level setinggi itu. Bagi investor, memahami moat perangkat lunak ini penting karena ia adalah faktor yang tidak selalu tercermin langsung pada angka valuasi jangka pendek.

Tren Pendapatan NVDA: dari $60,9 Miliar ke $215,9 Miliar dalam Dua Tahun

Trajektori keuangan Nvidia adalah salah satu yang paling agresif di antara perusahaan berkapitalisasi besar. Dilansir dari rilis keuangan resmi NVIDIA, pendapatan sepanjang tahun fiskal 2026 (berakhir 25 Januari 2026) mencapai $215,9 miliar, naik 65% secara tahunan, dengan laba bersih GAAP $120,1 miliar dan margin kotor GAAP 71,1%.

Momentum ini berlanjut pada kuartal terbaru. Menurut rilis kuartal kedua tahun fiskal 2027 (berakhir 26 Juli 2026), pendapatan mencapai $96,2 miliar dalam satu kuartal, naik 106% secara tahunan, dengan Data Center menyumbang $89,0 miliar (naik 117%) dan margin kotor yang membaik ke 75,0%.

Tabel berikut merangkum tren pendapatan dan laba bersih tahunan berdasarkan data historis dari StockAnalysis:

Tahun Fiskal

Pendapatan

Pertumbuhan Tahunan

Laba Bersih (GAAP)

FY2024 (Jan 2024)

$60,9 miliar

n/a

$29,8 miliar

FY2025 (Jan 2025)

$130,5 miliar

+114%

$72,9 miliar

FY2026 (Jan 2026)

$215,9 miliar

+65%

$120,1 miliar

Yang perlu dicermati bukan hanya besarnya angka, tetapi juga arah marginnya. Laba bersih tumbuh seiring pendapatan, dan margin kotor bergerak dari kisaran 71% pada level tahun fiskal 2026 ke 75% pada kuartal terbaru, menandakan Nvidia masih memiliki daya tawar harga (pricing power) yang kuat di segmen chip AI.

Meski demikian, laju pertumbuhan tahunan secara alami melambat dari sekitar +114% ke +65% seiring basis pendapatan yang membesar, sebuah dinamika normal yang tetap penting diperhatikan saat menilai valuasi ke depan.

Sebagai gambaran seberapa cepat mesin laba ini berputar, laba bersih GAAP Nvidia pada kuartal kedua tahun fiskal 2027 saja mencapai $59,7 miliar menurut rilis resmi NVIDIA. Angka satu kuartal itu sudah hampir menyamai total laba bersih sepanjang tahun fiskal 2025 yang sekitar $72,9 miliar, sebuah ilustrasi konkret tentang percepatan yang sedang terjadi.

Namun justru percepatan inilah yang memunculkan pertanyaan valuasi: berapa lama laju sebesar ini realistis dipertahankan sebelum hukum bilangan besar mulai bekerja dan basis pembanding tahunan menjadi terlalu besar untuk digandakan.

Valuasi NVDA: PE 28x dan PEG 0,35 Dibanding AMD serta Broadcom

Di sinilah analisis menjadi menarik. Meski harganya terdengar tinggi secara absolut, secara relatif NVDA tidak selalu tampak paling mahal. Menurut StockAnalysis, per pertengahan September 2026 NVDA diperdagangkan pada PE (TTM) sekitar 28,1 kali, PE forward 18,5 kali, dan rasio PEG hanya 0,35. PEG di bawah 1 mengindikasikan valuasi yang relatif murah dibanding laju pertumbuhan labanya. Namun rasio harga terhadap penjualan (P/S) 17,7 kali dan harga terhadap nilai buku (P/B) 23,4 kali tergolong tinggi secara absolut, artinya sebagian besar ekspektasi pertumbuhan sudah dihargai pada harga saat ini.

Perbandingan dengan dua rekan sesektor di rantai pasok AI, yaitu AMD dan Broadcom (AVGO), memberikan konteks berikut (data valuasi dari StockAnalysis, kisaran 18 hingga 21 September 2026):

Perusahaan

PE (TTM)

PE Forward

P/S

EV/EBITDA

Kapitalisasi Pasar

NVIDIA (NVDA)

28,1x

18,5x

17,7x

26,6x

$5,37 triliun

AMD

142,9x

50,6x

22,1x

94,7x

$914 miliar

Broadcom (AVGO)

45,7x

20,7x

19,2x

33,3x

$1,71 triliun











Berdasarkan tabel di atas, NVDA justru memiliki PE (TTM) maupun PE forward terendah di antara ketiganya, sementara profitabilitasnya (tercermin dari EV/EBITDA 26,6 kali versus 94,7 kali milik AMD) paling efisien. Dengan kata lain, pada basis laba, pasar tidak menghargai Nvidia semahal yang sering diasumsikan.

Penilaiannya lalu bergeser: apakah pertumbuhan yang mendasari PEG 0,35 itu berkelanjutan? Bukti yang ada menunjukkan NVDA terlihat murah pada metrik berbasis laba namun mahal pada metrik berbasis penjualan, sehingga kesimpulan cheap, fair, atau expensive bergantung pada asumsi durasi pertumbuhan, bukan pada satu angka tunggal. Jika laju pertumbuhan Data Center bertahan, rasio berbasis laba akan terus turun; jika mengendur, P/S 17,7 kali menjadi titik rentan.

Bagaimana cara membaca P/S 17,7 kali untuk perusahaan sebesar ini? Rasio setinggi itu hanya masuk akal jika margin laba tetap luar biasa tinggi dan pertumbuhan bertahan beberapa tahun ke depan. Berdasarkan data StockAnalysis, laba bersih dalam 12 bulan terakhir tercatat $192,9 miliar atas pendapatan $303,0 miliar, yang berarti margin bersih berada di kisaran 60%, sebuah level profitabilitas yang jarang ditemui pada perusahaan berkapitalisasi triliunan dolar. Sebagian dari premium P/S itu memang tertopang oleh margin yang luar biasa tersebut.

Meski begitu, metrik berbasis penjualan tetap menyisakan margin keamanan yang lebih tipis dibanding metrik berbasis laba, sehingga dua investor bisa menarik kesimpulan berbeda dari angka yang sama, bergantung pada metrik mana yang mereka jadikan sandaran utama.

Tesis Bullish: Dominasi Data Center dan Margin Kotor 75%

Argumen positif untuk Nvidia berpijak pada tiga fakta yang dapat diverifikasi. Pertama, skala dan pertumbuhan segmen Data Center. Menurut rilis resmi NVIDIA, pendapatan Data Center mencapai $89,0 miliar pada satu kuartal (naik 117% secara tahunan), dengan permintaan dari pelanggan hyperscale dan penyedia AI Cloud sebagai pendorong utama. Kedua, margin. Margin kotor 75,0% pada kuartal tersebut menunjukkan Nvidia belum menghadapi tekanan harga yang berarti, sebuah indikasi keunggulan kompetitif pada perangkat keras maupun ekosistem perangkat lunaknya. Ketiga, panduan manajemen: perusahaan memandu pendapatan kuartal berikutnya ke $108,0 miliar, yang jika tercapai berarti pertumbuhan masih berlanjut.

Pada level valuasi berbasis laba, tesis bullish diperkuat oleh PEG 0,35 yang telah dibahas. Permintaan chip AI juga masih terlihat luas, dan posisi Nvidia sebagai pemasok utama memberi daya ungkit terhadap belanja modal (capex) AI global yang terus meningkat.

Tesis Bearish: Konsentrasi Pelanggan dan Siklus Capex AI

Argumen bearish sama pentingnya untuk ditimbang. Pertama, konsentrasi. Pertumbuhan Data Center sangat bergantung pada belanja segelintir pelanggan hyperscale berkantong tebal; jika satu atau dua di antaranya memangkas belanja modal, dampaknya pada pendapatan Nvidia bisa besar. Kedua, sifat siklikal belanja AI. Belanja infrastruktur AI yang saat ini agresif dapat memasuki fase pencernaan (digestion) setelah kapasitas komputasi terpasang, dan sektor chip secara historis bergerak dalam siklus. Volatilitas ini sudah mulai terasa di pasar, seperti tercermin pada reli saham chip yang mulai diuji sinyal kehati-hatian.

Ketiga, valuasi berbasis penjualan yang tinggi membuat saham rentan terhadap kekecewaan. P/S 17,7 kali dan P/B 23,4 kali menyisakan sedikit ruang untuk kesalahan; jika pertumbuhan melambat lebih cepat dari ekspektasi, kompresi valuasi dapat terjadi meski laba tetap tumbuh. Investor perlu membedakan pertumbuhan fundamental yang solid dari kenaikan harga yang didorong sentimen, sebuah perbedaan yang dijelaskan lebih lanjut dalam pembahasan ciri-ciri saham yang bergerak karena hype. Dalam kasus Nvidia, fundamentalnya nyata, tetapi ekspektasi yang tertanam di harga tetap tinggi.

Risiko Utama: Regulasi Ekspor, Persaingan, dan Premium Valuasi

Beberapa risiko konkret perlu diperhatikan. Risiko regulasi dan geopolitik: pembatasan ekspor chip canggih ke pasar tertentu dapat membatasi total pasar yang dapat dilayani Nvidia. Risiko persaingan: rekan sesektor seperti AMD terus mengembangkan akselerator AI, sementara pelanggan hyperscale merancang chip mereka sendiri untuk mengurangi ketergantungan; dinamika ini terlihat, misalnya, dari langkah Qualcomm menaikkan harga chip dan Apple membidik server AI. Risiko eksekusi dan rantai pasok: memenuhi permintaan sebesar ini memerlukan kapasitas manufaktur mitra yang stabil. Risiko makro: sebagai saham pertumbuhan berdurasi panjang, NVDA sensitif terhadap arah suku bunga dan selera risiko pasar secara keseluruhan.

Salah satu risiko struktural yang paling sering dibahas adalah munculnya chip rancangan pelanggan sendiri (ASIC khusus AI) dari perusahaan hyperscale, yang bertujuan menekan biaya dan mengurangi ketergantungan pada satu pemasok. Jika tren ini mempercepat perpindahan sebagian beban kerja dari GPU tujuan umum ke chip khusus, pertumbuhan volume Nvidia dapat terpengaruh dalam jangka menengah.

Di sisi lain, ada pula perdebatan berkelanjutan mengenai apakah belanja AI industri saat ini sepenuhnya berkelanjutan atau mengandung unsur euforia yang berlebihan. Kedua kekhawatiran ini belum tampak pada angka kuartalan terbaru, tetapi keduanya wajar dipantau investor yang menimbang posisi berjangka panjang, karena keduanya menyentuh asumsi durasi pertumbuhan yang menjadi inti seluruh perdebatan valuasi di atas.

Secara ringkas, kekuatan fundamental Nvidia (skala, margin, dan pertumbuhan) serta risikonya (konsentrasi, siklus, dan premium valuasi) adalah dua sisi dari mata uang yang sama. Cara sehat menyikapinya adalah menimbang kedua sisi terhadap horizon waktu dan toleransi risiko masing-masing, bukan mengejar satu narasi tunggal.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Buka akun Gotrade dan mulai rasakan manfaatnya berinvestasi hari ini.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left

Welcome Reward hingga $1.888

Buat akun dan trading saham AS di Gotrade

*Syarat dan ketentuan berlaku