Apa Itu Saham Hype? Pengertian, Ciri-Ciri, dan Risikonya

Gabriella SabatiniGabriella SabatiniHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra

Bagikan artikel

Apa Itu Saham Hype? Pengertian, Ciri-Ciri, dan Risikonya

Ringkasan

  • Saham hype adalah saham yang sedang mendapat perhatian dan ekspektasi tinggi dari pasar.
  • Hype dapat muncul karena tren, berita, katalis, atau media sosial, tetapi tidak selalu mencerminkan kualitas perusahaan.
  • Sebelum mengikuti saham hype, pahami pemicunya, periksa fundamental, dan pertimbangkan risikonya.

Pernah melihat sebuah saham yang awalnya biasa saja, lalu tiba-tiba ramai dibicarakan di media sosial, forum investor, hingga pemberitaan? Dalam waktu singkat, semakin banyak orang mulai memperhatikannya dan harga sahamnya pun ikut menjadi sorotan.

Kalau kamu pernah bertanya, “Kenapa saham ini tiba-tiba begitu populer?”, bisa jadi kamu sedang melihat fenomena saham hype. Namun, apakah saham yang sedang hype berarti sahamnya bagus? Belum tentu. Yuk, pahami apa itu saham hype dan bagaimana cara menyikapinya dengan lebih kritis.

Apa Itu Saham Hype?

Saham hype adalah saham yang sedang mendapat banyak perhatian dan dibicarakan oleh investor karena tren industri, berita perusahaan, atau ramai di media sosial. Kondisi ini dapat meningkatkan minat beli dan aktivitas perdagangan sehingga harga saham ikut bergerak lebih aktif. Namun, hype tidak berarti perusahaan tersebut pasti bagus atau buruk. Perusahaan dengan fundamental kuat maupun yang masih berkembang sama-sama bisa menjadi saham hype.

Baca juga: RDN Saham untuk Investasi, Ini Fungsi hingga Cara Mencairkannya

Saham Hype Tidak Selalu Berarti Fundamentalnya Lemah

Popularitas sebuah saham tidak otomatis menunjukkan bahwa fundamental perusahaan sedang buruk. Perusahaan dengan pendapatan yang berkembang, produk menarik, atau prospek industri yang kuat juga dapat menarik perhatian besar dari investor.

Karena itu, kamu perlu memisahkan perhatian pasar dari kondisi bisnis. Pertanyaan yang lebih penting bukan hanya apakah saham sedang hype, tetapi apakah alasan di balik hype tersebut didukung perkembangan perusahaan.

Kenapa Sebuah Saham Bisa Menjadi Hype?

Ada beberapa faktor yang dapat membuat perhatian investor terhadap sebuah saham meningkat dalam waktu singkat. Mulai dari tren industri dan berita perusahaan hingga media sosial dan perilaku ikut-ikutan, faktor-faktor tersebut dapat saling memperkuat dan membuat sebuah saham semakin ramai diperbincangkan.

Baca juga: Contribution Margin: Rumus, Cara Hitung, dan Fungsinya

Narasi dan Tren Industri

Tren industri dapat membangun narasi pertumbuhan yang menarik perhatian investor. Tema seperti kecerdasan buatan, semikonduktor, kendaraan listrik, atau bioteknologi dapat membuat perusahaan di sektor tersebut semakin banyak diperhatikan.

Namun, tren industri tetap perlu dibandingkan dengan kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan peluang tersebut. Sektor yang sedang populer tidak otomatis membuat semua perusahaan di dalamnya memiliki prospek yang sama.

Berita dan Katalis Perusahaan

Berita tertentu dapat menjadi pemicu meningkatnya perhatian investor, seperti peluncuran produk baru, kontrak besar, pertumbuhan kinerja, atau ekspansi bisnis.

Katalis tersebut dapat mengubah ekspektasi pasar, tetapi satu berita positif belum tentu menunjukkan perubahan fundamental dalam jangka panjang. Kamu tetap perlu melihat dampaknya terhadap kondisi bisnis secara keseluruhan.

Media Sosial dan Perhatian Investor

Media sosial membuat informasi mengenai saham dapat menyebar dengan cepat. Narasi yang awalnya hanya dibicarakan oleh sebagian investor bisa menjangkau lebih banyak orang ketika terus muncul di berbagai platform.

Berdasarkan penelitian Warkulat dan Pelster (2024), perhatian yang muncul di komunitas Reddit r/WallStreetBets berkaitan dengan peningkatan pengambilan risiko investor. Penelitian tersebut juga menemukan bahwa perhatian yang tinggi berkaitan dengan perdagangan saham yang lebih berisiko dan holding-period return yang lebih rendah.

FOMO dan Efek Ikut-Ikutan

Ketika melihat banyak orang membicarakan sebuah saham atau menunjukkan keuntungan yang mereka dapatkan, kamu mungkin merasa takut ketinggalan peluang. Perasaan ini dikenal sebagai FOMO atau fear of missing out.

FOMO dapat membuat keputusan investasi menjadi lebih emosional. Alih-alih mempertimbangkan kondisi bisnis dan risikonya, kamu bisa terdorong membeli hanya karena takut orang lain mendapatkan keuntungan lebih dulu.

Baca Juga: IDX30: Daftar Saham Terbaru hingga Bedanya dengan IDX80

Bagaimana Hype Memengaruhi Pergerakan Harga Saham?

Perhatian yang meningkat tidak selalu langsung membuat harga saham naik. Namun, ketika perhatian tersebut mendorong semakin banyak investor melakukan transaksi, perubahan aktivitas perdagangan dapat ikut memengaruhi harga dan volume saham.

Secara sederhana, prosesnya dapat dimulai dari munculnya narasi yang menarik perhatian, kemudian mendorong minat investor dan meningkatkan aktivitas perdagangan. Pergerakan harga yang terjadi selanjutnya dapat kembali menarik perhatian pasar dan membuat popularitas saham semakin besar.

Dari Narasi hingga Pergerakan Harga

Bayangkan sebuah perusahaan mengumumkan perkembangan bisnis yang menarik. Berita tersebut kemudian dibahas media, muncul di komunitas investor, dan membuat semakin banyak orang mencari informasi mengenai saham tersebut.

Jika perhatian semakin besar dan aktivitas perdagangan meningkat, pergerakan harga juga bisa menjadi semakin terlihat. Pergerakan tersebut kemudian menarik perhatian investor lain dan menciptakan efek berantai.

Ketika Ekspektasi Tidak Sejalan dengan Realita

Masalah dapat muncul ketika ekspektasi investor berkembang lebih cepat daripada kinerja perusahaan. Harga mungkin sudah mencerminkan harapan pertumbuhan yang tinggi, sementara bukti perkembangan bisnis belum menunjukkan perubahan yang sebanding.

Dikutip dari laman Yahoo Finance, saham yang memiliki momentum dan mendapatkan banyak perhatian tidak otomatis menjadi pemenang dalam jangka panjang. Yahoo Finance juga menyoroti pentingnya melihat perkembangan bisnis dan fundamental ketika menilai saham yang sedang hype.

Apa Saja Karakter Saham Hype?

Setelah memahami bagaimana hype terbentuk, kamu bisa mengenali beberapa karakter yang sering menyertainya. Tidak semua saham hype menunjukkan seluruh karakter ini secara bersamaan.

  • Perhatian pasar meningkat: Semakin sering dibicarakan di media, forum, atau media sosial.

  • Volume perdagangan meningkat: Banyaknya minat investor dapat mendorong aktivitas transaksi.

  • Ekspektasi semakin tinggi: Investor memiliki harapan besar terhadap pertumbuhan perusahaan.

  • Volatilitas lebih tinggi: Perubahan sentimen dapat memicu pergerakan harga yang cepat.

  • Hype, momentum, dan fundamental berbeda: Hype berkaitan dengan perhatian, momentum dengan pergerakan harga, dan fundamental dengan kondisi bisnis.

Apakah Saham Hype Selalu Buruk?

Tidak. Saham hype tidak otomatis merupakan saham yang harus dihindari. Perusahaan yang benar-benar mengalami perkembangan bisnis juga dapat menarik perhatian pasar dan kemudian mengalami peningkatan momentum harga.

Yang perlu kamu perhatikan adalah apakah perhatian tersebut memiliki dasar yang masuk akal. Semakin jauh ekspektasi pasar bergerak dibandingkan perkembangan bisnis, semakin penting untuk melakukan pemeriksaan lebih mendalam.

Ketika Fundamental dan Momentum Bergerak Bersamaan

Ada kondisi ketika perkembangan bisnis memang mendukung perhatian investor. Misalnya, pendapatan tumbuh, produk semakin diterima pasar, dan prospek industrinya juga membaik.

Dalam situasi seperti ini, momentum harga dan hype dapat muncul bersamaan dengan perkembangan fundamental. Meski begitu, kamu tetap perlu melihat valuasi dan ekspektasi yang sudah tercermin dalam harga.

Ketika Ekspektasi Bergerak Lebih Cepat daripada Bisnis

Sebaliknya, perhatian pasar dapat berkembang jauh lebih cepat daripada pertumbuhan bisnis perusahaan. Narasinya terdengar menarik, tetapi kinerja aktual belum menunjukkan perubahan yang sebanding.

Kondisi tersebut tidak otomatis berarti harga pasti turun. Namun, ini menjadi alasan bagi kamu untuk bertanya: apakah perkembangan bisnis cukup untuk mendukung ekspektasi yang sudah tercermin pada harga?

Saham Hype vs Saham Gorengan, Apa Bedanya?

Saham hype sering dianggap sama dengan saham gorengan karena keduanya dapat mengalami pergerakan harga yang tidak biasa. Padahal, kedua istilah tersebut menggambarkan kondisi yang berbeda.

Hype lebih berkaitan dengan tingginya perhatian dan ekspektasi pasar, sedangkan istilah saham gorengan biasanya digunakan untuk menggambarkan pergerakan harga yang dianggap tidak wajar dan dapat berkaitan dengan aktivitas spekulatif atau manipulatif.

Perbedaan Utama Saham Hype dan Saham Gorengan

Aspek

Saham Hype

Saham Gorengan

Pengertian

Mendapat perhatian dan ekspektasi pasar tinggi

Pergerakan harga dapat dipengaruhi aktivitas spekulatif atau manipulatif

Pemicu

Tren, berita, katalis, narasi, ekspektasi

Spekulasi atau aktivitas perdagangan tertentu

Ukuran perusahaan

Bisa kecil maupun besar

Sering dikaitkan dengan saham berlikuiditas rendah

Fundamental

Bisa kuat maupun lemah

Tidak selalu menjadi dasar utama pergerakan

Manipulasi

Tidak otomatis

Dapat melibatkan manipulasi

Risiko

Dapat mengalami volatilitas tinggi

Dapat memiliki risiko sangat tinggi

Jadi, tidak semua saham hype adalah saham gorengan. Sebuah saham perusahaan besar dengan fundamental kuat pun dapat menjadi hype ketika mendapatkan perhatian pasar yang sangat tinggi.

Apa Risiko Mengikuti Saham Hype?

Masalah utama saham hype bukan hanya popularitasnya, tetapi bagaimana kamu merespons popularitas tersebut. Keputusan yang terlalu dipengaruhi FOMO atau narasi pasar dapat meningkatkan risiko investasi.

Sebelum mengikuti saham yang sedang ramai, perhatikan beberapa risiko berikut:

  • Volatilitas dan koreksi harga: Saham hype dapat mengalami perubahan harga yang cepat. Ketika sentimen melemah, kenaikan yang sebelumnya terjadi bisa diikuti koreksi.

  • Membeli karena FOMO: Kamu bisa terdorong membeli hanya karena takut ketinggalan peluang, bukan karena benar-benar memahami bisnis dan risikonya.

  • Ekspektasi yang terlalu tinggi: Hype dapat membuat ekspektasi terhadap kinerja perusahaan meningkat. Jika realisasi bisnis tidak sesuai harapan, sentimen pasar dapat berubah dengan cepat.

  • Terlambat masuk setelah harga naik: Membeli ketika harga sudah naik cukup jauh dapat membuat ruang keuntungan semakin terbatas. Karena itu, penting untuk menilai apakah peluangnya masih menarik atau hanya mengikuti tren.

Bagaimana Cara Menyikapi Saham yang Sedang Hype?

Kamu tidak harus otomatis membeli atau menghindari saham hanya karena sedang ramai. Pendekatan yang lebih baik adalah memahami apa yang mendorong hype dan membandingkan narasi pasar dengan kondisi perusahaan.

Sebelum mengambil keputusan, gunakan beberapa hal berikut sebagai panduan:

  • Cari tahu pemicu hype: Perhatikan apakah saham ramai karena laporan keuangan, produk baru, tren industri, berita perusahaan, atau percakapan di media sosial.

  • Periksa kondisi fundamental: Perhatikan pendapatan, laba, arus kas, utang, margin, dan prospek industri untuk melihat apakah bisnis mampu mendukung narasi pertumbuhannya.

  • Bandingkan ekspektasi dengan kondisi bisnis: Nilai apakah perkembangan bisnis sejalan dengan ekspektasi yang sudah tercermin dalam harga saham. Hati-hati jika ekspektasi tumbuh jauh lebih cepat daripada bukti fundamental.

  • Verifikasi informasi dari beberapa sumber: Jangan hanya mengandalkan unggahan media sosial, influencer, atau komunitas investasi. Bandingkan dengan laporan perusahaan dan sumber finansial lainnya.

  • Berikan jeda sebelum mengambil keputusan: Luangkan waktu untuk meninjau kembali alasan membeli saham tersebut.

Dilansir dari laman Investopedia, riset menyeluruh, sikap skeptis terhadap rekomendasi media sosial, dan cooling-off period dapat membantu menghadapi FOMO sebelum menginvestasikan dana.

Cek Karakter Saham Hype dalam 1 Menit

Setelah memahami faktor yang membentuk hype, sekarang kamu bisa mencoba menerapkan kerangka tersebut melalui Hype Stock Checker. Alat ini dirancang sebagai media edukasi untuk membantu kamu mengenali beberapa karakteristik yang sering muncul pada saham hype.

Kamu dapat mengevaluasi perhatian pasar, tren atau narasi, aktivitas perdagangan, katalis, fundamental, ekspektasi, dan potensi FOMO. Hasilnya memberikan indikasi tingkat hype, bukan penilaian bahwa saham tersebut layak dibeli atau dijual.

Hype Stock Checker

Catatan: Hasil checker bersifat edukatif dan bukan rekomendasi investasi. Tetap lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan.

Bagaimana Siklus Hype Saham Terbentuk?

siklus terbentuknya hype saham

Catatan: Fundamental tetap perlu diperiksa di setiap tahap.

Hype biasanya berkembang melalui interaksi antara informasi, perhatian investor, dan aktivitas perdagangan. Ketika satu faktor memperkuat faktor lainnya, sebuah saham dapat berubah dari kurang diperhatikan menjadi sangat populer.

Namun, siklus tersebut tidak selalu berjalan dengan pola yang sama. Hype juga dapat mereda ketika katalis tidak terealisasi, fundamental mengecewakan, atau sentimen investor berubah.

Baca Juga: Saham Undervalued: Ini Ciri hingga Cara Ceknya, Apakah Bagus?

Cara Membaca Saham Hype Secara Lebih Kritis

Saham yang sedang ramai tidak cukup dinilai dari seberapa sering dibicarakan atau seberapa tinggi harganya bergerak. Kamu perlu melihat apa yang mendorong hype dan apakah ekspektasi pasar didukung oleh kondisi bisnis perusahaan.

1. Perhatikan Perhatian Pasar

Langkah pertama adalah melihat seberapa besar perhatian yang diterima sebuah saham. Amati pemberitaan, media sosial, forum investor, dan perubahan perhatian dalam waktu singkat untuk melihat apakah hype mulai terbentuk.

2. Cari Tahu Pemicu dan Katalis

Setelah melihat adanya peningkatan perhatian, cari tahu alasan di baliknya. Periksa apakah hype dipicu oleh berita perusahaan, produk baru, kontrak, atau tren industri serta seberapa besar dampaknya terhadap bisnis.

3. Periksa Fundamental

Perhatian pasar perlu dibandingkan dengan kondisi perusahaan yang sebenarnya. Perhatikan pendapatan, laba, arus kas, dan pertumbuhan bisnis untuk menilai apakah fundamentalnya mampu mendukung ekspektasi pasar.

4. Nilai Ekspektasi dan Valuasi

Hype dapat membuat ekspektasi investor terhadap masa depan perusahaan semakin tinggi. Karena itu, bandingkan ekspektasi pertumbuhan dan valuasi saham dengan kinerja serta prospek bisnisnya, bukan sekadar popularitasnya.

5. Pertimbangkan Risiko

Terakhir, jangan hanya melihat potensi keuntungan dari saham yang sedang hype. Perhatikan volatilitas dan potensi koreksi, lalu sesuaikan keputusan dengan tujuan serta toleransi risiko kamu.

Hype, Momentum, dan Fundamental: Apa Bedanya?

Ketika melihat saham yang sedang naik dan ramai dibicarakan, kamu mungkin mudah menganggap ketiganya sebagai satu hal. Padahal, hype, momentum, dan fundamental mengukur aspek yang berbeda.

Memahami perbedaannya membantu kamu membaca pasar dengan lebih jernih dan menghindari kesalahan seperti menganggap harga yang naik sebagai bukti otomatis bahwa bisnis perusahaan juga membaik.

hype, momentum, fundamental

Kenali Pasar Saham Bersama Gotrade

Memahami fenomena saham hype dapat membantu kamu melihat pergerakan pasar dengan lebih kritis dan tidak terburu-buru mengikuti tren. Pengetahuan seperti ini juga dapat menjadi dasar untuk memahami berbagai dinamika yang terjadi di pasar saham global.

Kalau kamu ingin memperluas wawasan mengenai saham dan investasi global, kamu bisa memanfaatkan berbagai materi edukasi serta akses investasi saham AS melalui Gotrade. Tetap lakukan riset dan pertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan investasi.

Referensi:

Investopedia. “Avoiding FOMO: How to Shield Your Finances from Hype”
Yahoo Finance. “3 Hyped Up Stocks with Questionable Fundamentals”

Warkulat, S. & Pelster, M. (2024). “Social media attention and retail investor behavior: Evidence from r/wallstreetbets.” International Review of Financial Analysis, 96, 103721.

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Gabriella Sabatini
Ditulis oleh
Gabriella Sabatini
Gabriella dengan pengalaman 2+ tahun sebagai Content Writer yang telah menangani berbagai niche, mulai dari digital marketing, mental health, parenting, travel, furniture, teknologi, hingga finansial. Ia memiliki ketertarikan dalam menulis topik seputar finansial dan investasi. Berbekal latar belakang S1 Ilmu Komunikasi konsentrasi Jurnalistik, ia terbiasa melakukan riset, keyword research, menulis artikel yang mengikuti prinsip E-E-A-T, serta melakukan editing dan proofreading agar konten lebih akurat, relevan, dan nyaman dibaca.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left

Welcome Reward hingga $1.888

Buat akun dan trading saham AS di Gotrade

*Syarat dan ketentuan berlaku