Laporan Keuangan Shopee Q2 2026: Analisis Saham SE

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Laporan Keuangan Shopee Q2 2026: Analisis Saham SE

Ringkasan

  • Shopee tidak menerbitkan laporan keuangan sendiri karena merupakan unit e-commerce Sea Limited (SE), dan pada kuartal II 2026 Shopee membukukan pendapatan US$5,6 miliar, naik 48,2% secara tahunan.
  • GMV Shopee pada kuartal II 2026 mencapai US$38,3 miliar dengan 4,2 miliar pesanan kotor, sementara take rate GAAP naik dari 12,6% menjadi 14,6% dalam setahun berkat pendapatan iklan yang tumbuh lebih dari 70%.
  • EBITDA disesuaikan Shopee hanya naik 12,2% ke US$255,4 juta, sehingga rasionya terhadap GMV sekitar 0,67%, jauh lebih lambat dari laju pendapatan karena investasi logistik dan pemasaran.
  • Per penutupan 16 Oktober 2026, saham SE diperdagangkan pada PER forward 22,04 kali, di bawah MercadoLibre, sementara laporan kuartal III 2026 menjadi ujian berikutnya bagi target EBITDA Shopee US$1 miliar.

Laporan keuangan Shopee tidak terbit sendiri, karena Shopee adalah unit e-commerce milik Sea Limited (SE) yang tercatat di Bursa Efek New York. Menurut presentasi hasil kuartal II 2026 Sea, Shopee membukukan pendapatan US$5,6 miliar (naik 48,2% secara tahunan) dan EBITDA disesuaikan US$255,4 juta, sehingga hal terbesar yang perlu ditimbang adalah jarak antara pertumbuhan pendapatan yang cepat dan margin laba yang masih tipis.

Artikel ini membedah angka Shopee kuartal demi kuartal, menempatkan valuasi saham SE di samping dua pembanding (MercadoLibre dan Grab), lalu merangkum argumen optimis dan pesimis beserta risikonya. Tujuannya membantu pembaca memahami cara membaca laporan keuangan Shopee, bukan menentukan keputusan beli atau jual.

Profil Sea Limited (SE): Induk Shopee, Monee, dan Garena

Sea Limited adalah perusahaan teknologi konsumen yang menjalankan tiga bisnis: Shopee (e-commerce), Monee (layanan keuangan digital, dulu SeaMoney), dan Garena (hiburan digital dan game). Investor yang ingin mendapat eksposur ke Shopee lewat pasar saham AS membeli saham Sea, karena Shopee bukan emiten terpisah. Karena itu, membaca laporan keuangan Shopee berarti membaca segmen e-commerce di dalam laporan keuangan Sea.

Baca juga: Dividen Saham Microsoft 2026: Yield, Riwayat, dan Ex-Date

Shopee adalah mesin pendapatan terbesar grup. Menurut tabel segmen dalam presentasi hasil kuartal II 2026 Sea, dari total pendapatan konsolidasi US$7.787,8 juta pada kuartal II 2026, Shopee menyumbang US$5.587,6 juta, Monee US$1.402,8 juta, Garena US$746,6 juta, dan layanan lain US$50,8 juta. Artinya, sekitar 72% pendapatan Sea datang dari Shopee (hitungan dari angka tersebut).

Dari sisi ukuran, data StockAnalysis per penutupan 16 Oktober 2026 mencatat harga saham SE di US$93,77 dengan kapitalisasi pasar US$57,43 miliar dan pendapatan 12 bulan terakhir (TTM) US$27,72 miliar.

Skala pasarnya besar. Menurut laporan Momentum Works yang terbit 14 April 2026, nilai transaksi (GMV) e-commerce platform di Asia Tenggara mencapai US$157,6 miliar pada 2025, tumbuh 22,8%, dan Shopee mempertahankan posisi pemimpin regional dengan pangsa 53% serta peringkat pertama di keenam pasar utamanya. Indonesia tetap menjadi pasar terbesar dengan porsi 37% dari GMV kawasan.

Baca juga: Analisis Saham AMD Oktober 2026: Kinerja, Valuasi, dan Risikonya

Tren Laporan Keuangan Shopee: GMV US$38,3 Miliar dan Take Rate 14,6%

Untuk memahami analisis fundamental saham Shopee, tiga angka paling penting adalah GMV (nilai kotor barang yang terjual lewat platform), take rate (pendapatan sebagai persentase GMV), dan EBITDA disesuaikan. Tabel berikut disusun dari presentasi hasil kuartal II 2026 Sea.

Kuartal

GMV (US$ miliar)

Pesanan kotor (miliar)

Pendapatan GAAP (US$ miliar)

Take rate GAAP

Q2 2025

29,8

3,3

3,8

12,6%

Q3 2025

32,2

3,6

4,3

13,3%

Q4 2025

36,7

4,0

5,0

13,5%

Q1 2026

37,3

4,0

5,1

13,7%

Q2 2026

38,3

4,2

5,6

14,6%

Sumber: presentasi hasil kuartal II 2026 Sea Limited (angka belum diaudit). Take rate GAAP adalah pendapatan GAAP dibagi GMV.

Polanya jelas. Dalam setahun, GMV naik dari US$29,8 miliar ke US$38,3 miliar, sementara pendapatan naik lebih cepat, dari US$3,8 miliar ke US$5,6 miliar. Selisih itu dijelaskan oleh take rate yang naik dari 12,6% ke 14,6%. Menurut presentasi yang sama, pendapatan iklan Shopee tumbuh lebih dari 70% secara tahunan dan take rate iklan naik lebih dari 90 basis poin, jadi sebagian besar kenaikan monetisasi datang dari penjual yang membayar lebih banyak untuk iklan di platform.

Sisi pengguna juga tumbuh. Sea melaporkan rata-rata pembeli baru aktif bulanan naik lebih dari 35% secara tahunan, rata-rata pembeli aktif bulanan naik 18%, dan frekuensi pembelian naik 8%. Program keanggotaan ShopeeVIP melampaui 15 juta anggota pada akhir Juni 2026, naik 45% dibanding kuartal sebelumnya, dan anggota VIP menyumbang 24% GMV Shopee di Asia pada kuartal II 2026.

Masalahnya ada di laba. Tabel kedua membandingkan laba Shopee dengan GMV-nya.

Indikator Shopee

2Q 2025

1Q 2026

2Q 2026

EBITDA disesuaikan (US$ juta)

227,7

223,2

255,4

EBITDA disesuaikan / GMV (hitungan)

0,76%

0,60%

0,67%

Sumber angka EBITDA: presentasi hasil kuartal II 2026 Sea Limited; rasio terhadap GMV dihitung dari angka EBITDA dan GMV pada tabel sebelumnya. Menurut tabel segmen dalam presentasi yang sama, laba operasi Shopee pada kuartal II 2026 sebesar US$160,3 juta. Dengan kata lain, pendapatan naik 48,2% tetapi EBITDA disesuaikan hanya naik sekitar 12,2%, karena Shopee terus menanamkan uang pada logistik, pemasaran, dan ekspansi Brasil.

Di tingkat grup, Investing.com melaporkan pendapatan Sea kuartal II 2026 sebesar US$7,8 miliar, naik 48,1% secara tahunan dan di atas estimasi US$7,09 miliar, sementara laba per saham disesuaikan US$0,70 berada di bawah konsensus US$0,86. Laba bersih grup tercatat US$458,1 juta dan EBITDA disesuaikan grup US$917,2 juta, masing-masing naik 10,6%. Ini menegaskan pola yang sama: omzet melaju, laba tumbuh lebih lambat.

Valuasi Saham SE vs MercadoLibre (MELI) dan Grab (GRAB)

Karena Shopee tidak diperdagangkan sendiri, valuasinya hanya bisa dibaca lewat saham Sea, yang juga memuat Monee dan Garena. Tabel ini membandingkan SE dengan MercadoLibre (MELI), pemain e-commerce dan fintech Amerika Latin yang bersaing dengan Shopee di Brasil, serta Grab Holdings (GRAB), platform super-app Asia Tenggara. Semua angka diambil dari halaman statistik StockAnalysis per penutupan 16 Oktober 2026.

Rasio

SE

MELI

GRAB

Kapitalisasi pasar

US$57,43 miliar

US$92,98 miliar

US$11,99 miliar

PER (trailing)

36,21

49,91

25,70

PER forward

22,04

43,49

16,87

Price to sales (PS)

2,07

2,64

3,21

Price to book (PBV)

4,62

11,87

1,77

EV/EBITDA

19,55

25,81

21,84

PEG

1,18

1,53

tidak tersedia

Sumber: StockAnalysis (SE), StockAnalysis (MELI), dan StockAnalysis (GRAB).

Cara membacanya: price earning ratio (PER) trailing SE 36,21 kali, di antara GRAB (25,70) dan MELI (49,91). Pada PER forward 22,04 kali, PS 2,07 kali, dan EV/EBITDA 19,55 kali, SE diperdagangkan lebih rendah dari MELI di semua rasio tersebut. Terhadap Grab, SE lebih mahal pada PER (trailing maupun forward) dan PBV, tetapi lebih rendah pada PS dan EV/EBITDA.

Selisih besar antara PER trailing (36,21) dan PER forward (22,04) menunjukkan pasar memperkirakan laba Sea naik cukup tajam ke depan. PEG membandingkan PER dengan perkiraan pertumbuhan laba; PEG SE 1,18, di bawah MELI 1,53. Rasio forward dan PEG memakai perkiraan laba, yang bisa berubah.

Satu catatan teknis: rasio di atas adalah rasio grup Sea. Laba Garena dan Monee ikut menopang angka laba grup, sehingga PER Sea tidak sama dengan valuasi Shopee berdiri sendiri. Pembaca yang hanya tertarik pada Shopee perlu memperhitungkan bahwa dua bisnis lain ikut menentukan pergerakan harga saham SE.

Bull Thesis: Take Rate Naik, Iklan Tumbuh di Atas 70%

Argumen optimis untuk Shopee bertumpu pada beberapa data yang terlihat di laporan keuangannya:

  • Monetisasi menguat. Take rate GAAP naik lima kuartal berturut-turut, dari 12,6% pada kuartal II 2025 ke 14,6% pada kuartal II 2026, didorong pendapatan iklan yang tumbuh lebih dari 70% (presentasi hasil Sea).

  • Posisi pasar dominan. Momentum Works mencatat Shopee memegang pangsa 53% e-commerce platform Asia Tenggara pada 2025 dan menempati peringkat pertama di keenam pasar utamanya, sementara tiga platform teratas menguasai sekitar 98,8% pasar.

  • Keunggulan logistik. Menurut presentasi Sea, layanan instan di Indonesia bisa mengantar dalam waktu sekitar satu jam, volume pesanan pengiriman instan tumbuh sekitar 80% secara tahunan, dan biaya per pesanan turun sekitar 20%.

  • Loyalitas lewat ShopeeVIP. Anggota VIP melampaui 15 juta dengan rata-rata retensi bulanan sekitar 80%, dan program ini diluncurkan di Brasil pada April 2026 dengan anggota yang sudah melewati 1 juta.

  • Target laba yang jelas. Manajemen menyatakan optimistis Shopee mencapai EBITDA disesuaikan US$1 miliar untuk setahun penuh 2026. Ini adalah pandangan perusahaan, bukan jaminan.

Jika take rate terus naik sementara biaya logistik per pesanan turun, margin Shopee punya ruang untuk melebar. Itulah inti cerita optimis: pertumbuhan pendapatan yang sudah terbukti suatu saat bisa berubah menjadi pertumbuhan laba.

Bear Thesis: Margin EBITDA Hanya Sekitar 0,7% dari GMV

Argumen pesimis juga punya dasar data yang kuat:

  • Laba tertinggal dari omzet. Pendapatan Shopee naik 48,2% secara tahunan, tetapi EBITDA disesuaikan hanya naik 12,2% ke US$255,4 juta, dan rasio EBITDA terhadap GMV justru turun dari sekitar 0,76% ke 0,67% (hitungan dari angka Sea).

  • Persaingan konten. Momentum Works mencatat GMV TikTok Shop (termasuk Tokopedia) sudah mencapai 65,7% dari GMV Shopee pada 2025, dan content commerce menyumbang 32% GMV platform, naik dari 20% pada 2024. Shopee harus terus berinvestasi di livestreaming dan video pendek untuk mempertahankan posisi.

  • Pertumbuhan Indonesia melambat. Menurut Momentum Works, Indonesia tetap pasar terbesar dengan porsi 37% GMV kawasan, tetapi pertumbuhannya lebih lambat dibanding pasar lain pada 2025.

  • Investasi Brasil berlanjut. Sea menyebut Brasil sebagai pasar Shopee dengan pertumbuhan tercepat dan menyatakan akan terus berinvestasi di sana, yang berarti biaya ekspansi masih membebani laba.

  • Laba grup di bawah ekspektasi. Investing.com mencatat laba per saham disesuaikan kuartal II 2026 sebesar US$0,70, di bawah konsensus US$0,86, meski pendapatan melampaui estimasi.

Dalam skenario pesimis, Shopee terjebak dalam persaingan yang memaksa subsidi, sehingga kenaikan take rate habis terpakai untuk pemasaran dan logistik, dan target EBITDA US$1 miliar tidak tercapai.

Risiko Utama Saham SE dan Laporan Keuangan Shopee

  • Risiko persaingan: TikTok Shop dan Tokopedia, serta pertumbuhan content commerce, bisa menekan biaya akuisisi pengguna dan memaksa Shopee menambah belanja promosi.

  • Risiko regulasi: Shopee beroperasi di banyak negara dengan aturan e-commerce, pajak, dan perlindungan konsumen yang berbeda. Perubahan aturan di pasar besar seperti Indonesia atau Brasil bisa mengubah biaya operasi.

  • Risiko makro dan kurs: Sea melaporkan dalam dolar AS, sementara transaksi Shopee terjadi dalam rupiah, real Brasil, dan mata uang lain. Pelemahan daya beli atau mata uang lokal dapat menekan angka yang dilaporkan.

  • Risiko eksekusi: Kenaikan margin bergantung pada keberhasilan logistik, iklan, dan program VIP. Jika investasi tidak menghasilkan efisiensi, laba bisa tetap tipis.

  • Risiko perubahan definisi: Menurut catatan presentasi Sea, mulai laporan kuartal III 2026 perusahaan akan mengeluarkan efek bersih perubahan pendapatan tertunda (deferred revenue) dari EBITDA disesuaikan. Angka EBITDA ke depan perlu dibandingkan dengan hati-hati terhadap angka lama.

  • Risiko valuasi: Dengan PER trailing di atas 36 kali, harga saham bisa sensitif terhadap laba yang meleset dari perkiraan.

Cara Membaca Laporan Keuangan Shopee Kuartal Berikutnya

Saat laporan kuartal III 2026 Sea terbit, beberapa angka layak dipantau untuk menguji kedua tesis di atas: apakah GMV masih tumbuh di kisaran 28% secara tahunan, apakah take rate bertahan di atas 14%, apakah EBITDA disesuaikan Shopee tetap di atas US$250 juta per kuartal sehingga target US$1 miliar setahun penuh masih masuk akal, dan bagaimana angka EBITDA terlihat setelah perubahan definisi deferred revenue.

Data ini memberi kerangka untuk menilai Shopee, tetapi tidak memberi kepastian arah harga saham. Laporan keuangan masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.

Mau mulai investasi saham AS mulai dari $1? Buka akun Gotrade dan mulai hari ini.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku