Siapa Pemegang Saham Tesla? Pelajari Detail dan Valuasinya

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Siapa Pemegang Saham Tesla? Pelajari Detail dan Valuasinya

Ringkasan

  • Elon Musk adalah pemegang saham individu terbesar Tesla (TSLA) dengan 699.580.882 saham atau 19,9% per 16 Juni 2026, sementara Vanguard, BlackRock dan State Street menjadi pemegang institusi terbesar.
  • Porsi Musk naik setelah ia mengeksekusi 303.960.630 opsi dari paket kompensasi 2018 pada 16 Juni 2026, dengan 286.428.773 saham bersih yang baru vesting pada 19 Januari 2028.
  • Pendapatan Tesla kuartal II 2026 mencapai rekor US$28,2 miliar, naik 26% secara tahunan, tetapi margin operasional turun ke 1,4% dan arus kas bebas negatif US$1,1 miliar.
  • Per 1 Oktober 2026, saham Tesla diperdagangkan pada P/E TTM 368,19 kali dan forward P/E 189,08 kali, jauh di atas forward P/E General Motors 5,52 kali dan Ford 6,82 kali.

Pemegang saham Tesla terbesar secara individu adalah Elon Musk dengan sekitar 19,9% saham per Juni 2026, sementara total kepemilikan institusi, dipimpin Vanguard, BlackRock dan State Street, mencapai sekitar 43,15%. Bagi investor, hal terpenting yang perlu ditimbang adalah valuasi Tesla di kisaran P/E 368 kali, jauh di atas produsen mobil lain, yang bertumpu pada ekspektasi bisnis AI, robotaxi dan robot humanoid, bukan pada laba saat ini.

Struktur kepemilikan Tesla menarik untuk dipelajari karena tidak biasa. Seorang CEO memegang hampir seperlima perusahaan bernilai triliunan dolar, punya paket kompensasi yang bisa menambah ratusan juta saham, dan pemegang saham publik memberi restu lewat pemungutan suara. Artikel ini mengurai siapa saja pemilik Tesla, bagaimana porsi tersebut berubah sepanjang 2026, serta bagaimana kondisi keuangan dan valuasinya dibandingkan dengan pesaing.

Profil Tesla (TSLA): Kapitalisasi US$1,40 Triliun dan Daftar Pemegang Saham Utama

Tesla, Inc. (saham Tesla, dengan kode TSLA di Nasdaq) adalah produsen kendaraan listrik yang juga menjalankan bisnis penyimpanan energi, layanan, serta perangkat lunak Full Self-Driving (FSD). Melansir StockAnalysis, per 1 Oktober 2026 harga saham TSLA berada di US$354,81 dengan kapitalisasi pasar US$1,40 triliun dan jumlah saham beredar sekitar 3,95 miliar lembar. Dalam 52 pekan terakhir, harga sahamnya turun 19,95%, dengan beta lima tahun 1,92, yang menandakan pergerakan harga jauh lebih fluktuatif dibandingkan pasar secara umum.

Baca juga: Analisis Saham Apple (AAPL): Kinerja, Valuasi, Risiko Oktober 2026

Menurut data StockAnalysis yang sama, sekitar 43,15% saham Tesla dimiliki institusi dan 28,53% tercatat sebagai kepemilikan orang dalam (insider).

Berikut daftar pemegang saham utama Tesla berdasarkan data yang tersedia:

Pemegang saham

Jumlah saham

Keterangan

Elon Musk

699.580.882

19,9% per 16 Juni 2026 (Schedule 13G/A di SEC)

Vanguard Group

229,8 juta

Institusi terbesar (The Motley Fool)

BlackRock

188,8 juta

Institusi kedua terbesar (The Motley Fool)

State Street

114,7 juta

Institusi ketiga terbesar (The Motley Fool)

Geode Capital Management

68 juta

Institusi keempat terbesar (The Motley Fool)

Menurut The Motley Fool, Vanguard memegang 229,8 juta saham, BlackRock 188,8 juta saham, State Street 114,7 juta saham, dan Geode Capital Management 68 juta saham. The Motley Fool juga mencatat bahwa investor institusi memegang porsi signifikan saham Tesla melalui reksa dana dan ETF. Meski begitu, tidak ada satu institusi pun yang porsinya mendekati Musk: saham Vanguard sebagai institusi terbesar kurang dari sepertiga jumlah saham Musk.

Baca juga: Dividen Saham Google (Alphabet): Yield, Riwayat, Ex-Date per Oktober 2026

Porsi Elon Musk Naik ke 19,9% Usai Eksekusi Paket Kompensasi 2018

Kepemilikan Musk berubah signifikan pada 2026. Berdasarkan dokumen Schedule 13G/A Elon Musk di SEC dengan tanggal peristiwa 16 Juni 2026, Musk memiliki 699.580.882 saham Tesla atau 19,9% dari kelas saham tersebut. Jumlah itu terdiri dari 413.152.109 saham yang dipegang Elon Musk Revocable Trust dan 286.428.773 saham terbatas (restricted stock) dengan syarat masa kerja. Persentase tersebut dihitung dengan basis 3.755.723.871 saham beredar per 16 April 2026, disesuaikan dengan saham baru yang diterima Musk.

Tambahan saham itu berasal dari paket kompensasi CEO tahun 2018 yang sempat dibatalkan pengadilan Delaware. Dilansir Electrek, Mahkamah Agung Delaware membatalkan putusan pengadilan tingkat bawah pada Desember 2025, sehingga Musk dapat mengeksekusi 303.960.630 opsi dengan harga eksekusi US$23,34 per saham pada 16 Juni 2026. Saat itu harga penutupan TSLA berada di US$404,66. Tesla menahan sekitar 17,5 juta saham senilai kurang lebih US$7,1 miliar untuk pajak, sehingga saham bersih yang diterima Musk sebanyak 286.428.773 lembar.

Inilah alasan mengapa sejumlah situs mencatat angka berbeda. The Motley Fool menyebut Musk memegang 717.112.739 saham per April 2026, angka yang menurut Schedule 13G/A merupakan gabungan saham trust dan opsi yang belum dieksekusi. Setelah eksekusi dan pemotongan pajak, angka resminya menjadi 699.580.882 saham. Saham baru ini, menurut Electrek, baru vesting pada 19 Januari 2028 dengan syarat Musk tetap menjabat, dan tidak bisa dijual sebelum tanggal tersebut.

Schedule 13G/A juga mencatat bahwa 96.000.000 saham interim award yang diberikan pada Agustus 2025 telah hangus pada 21 April 2026. Interim award tersebut semula dimaksudkan sebagai pengganti selama paket 2018 masih tertahan di pengadilan.

Paket Kompensasi 2025: 423,7 Juta Saham Bergantung Target Kapitalisasi US$8,5 Triliun

Selain paket 2018, pemegang saham Tesla menyetujui paket kompensasi baru untuk Musk dalam rapat umum pemegang saham 6 November 2025. Melansir Al Jazeera, paket ini disetujui dengan dukungan lebih dari 75% suara. Agar Musk menerima kompensasi penuh, Tesla harus mencapai sejumlah target, antara lain pengiriman 20 juta kendaraan, 1 juta robotaxi, 1 juta robot humanoid, laba inti hingga US$400 miliar, dan kenaikan kapitalisasi pasar dari US$1,5 triliun menjadi US$8,5 triliun.

Al Jazeera juga mencatat bahwa sejumlah investor besar, termasuk dana kekayaan negara Norwegia, menolak proposal tersebut. Namun hak suara Musk sekitar 15% saat itu turut menentukan hasil pemungutan suara.

Dalam Schedule 13G/A, Musk menyatakan tidak memiliki kepemilikan manfaat (disclaims beneficial ownership) atas 423.743.904 saham terbatas berbasis kinerja dari paket 2025 tersebut. Saham itu tunduk pada perjanjian hak suara dengan proxy yang tidak dapat dibatalkan kepada sekretaris perusahaan, sehingga Musk tidak memegang kendali suara maupun hak jual atasnya. Bagi pemegang saham minoritas, poin ini penting: jika seluruh target tercapai, jumlah saham Musk bertambah dan kepemilikan pemegang saham lain akan terdilusi, tetapi target tersebut juga mensyaratkan kenaikan nilai perusahaan yang sangat besar.

Tren Keuangan Tesla 6 Kuartal: Pendapatan Rekor, Laba Tertekan

Dari sisi kinerja, Tesla baru saja mencatat pendapatan kuartalan tertinggi. Menurut laporan kuartal II 2026 Tesla yang dilaporkan ke SEC, pendapatan kuartal II 2026 mencapai US$28,2 miliar, naik 26% secara tahunan, dengan pendapatan otomotif US$20,5 miliar, energi US$3,1 miliar dan layanan US$4,6 miliar. Pengiriman kendaraan mencapai 480.126 unit atau naik 25% secara tahunan, dan pendapatan 12 bulan terakhir melampaui US$100 miliar untuk pertama kalinya.

Namun laba tidak bergerak searah dengan pendapatan. Laporan yang sama mencatat laba bersih GAAP turun 5% menjadi US$1,1 miliar, margin kotor turun ke 16,8% dari 17,2%, margin operasional anjlok ke 1,4% dari 4,1%, dan arus kas bebas negatif US$1,1 miliar. Tabel berikut merangkum tren enam kuartal terakhir:

Kuartal

Pendapatan (US$ juta)

Pertumbuhan tahunan

Margin kotor

Laba operasional (US$ juta)

Laba bersih (US$ juta)

EPS dilusian

Q1 2025

19.335

-9,23%

16,31%

493

409

US$0,12

Q2 2025

22.496

-11,78%

17,24%

923

1.172

US$0,33

Q3 2025

28.095

11,57%

17,99%

1.862

1.373

US$0,39

Q4 2025

24.901

-3,14%

20,12%

1.171

840

US$0,24

Q1 2026

22.387

15,78%

21,08%

941

477

US$0,13

Q2 2026

28.236

25,52%

16,83%

398

1.116

US$0,32

Data dalam tabel bersumber dari StockAnalysis, dengan angka kuartal II 2026 sesuai dengan laporan resmi Tesla. Polanya jelas: pendapatan pulih kuat sejak paruh kedua 2025, tetapi laba operasional kuartal II 2026 justru menjadi yang terendah dalam enam kuartal tersebut.

Dilansir Electrek, laba per saham non-GAAP US$0,33 meleset jauh dari ekspektasi analis US$0,53. Penyebabnya antara lain beban operasional yang melonjak 47% menjadi US$4,35 miliar karena belanja AI, robot Optimus, robotaxi dan kompensasi berbasis saham, pendapatan kredit regulasi yang turun 67% menjadi US$146 juta, serta belanja modal yang naik dua kali lipat menjadi US$5,8 miliar.

Valuasi Saham TSLA vs GM dan Ford: P/E 368 Kali vs Satu Digit

Valuasi adalah titik perdebatan terbesar bagi pemegang saham Tesla. Tabel berikut membandingkan TSLA dengan dua produsen mobil besar AS, General Motors dan Ford, per 1 Oktober 2026:

Metrik

Tesla (TSLA)

General Motors (GM)

Ford (F)

Kapitalisasi pasar

US$1,40 triliun

US$67,56 miliar

US$48,09 miliar

P/E (TTM)

368,19

38,78

Tidak tersedia (rugi)

Forward P/E

189,08

5,52

6,82

P/S

13,52

0,36

0,26

PBV

16,13

1,09

1,35

EV/EBITDA

127,74

10,43

24,76

PEG

8,82

0,33

0,26

Seluruh angka di tabel bersumber dari StockAnalysis untuk TSLA, GM dan Ford. Menurut StockAnalysis, pendapatan Tesla 12 bulan terakhir sebesar US$103,62 miliar dengan laba bersih US$3,81 miliar dan EPS US$1,08. Sebagai perbandingan, GM membukukan pendapatan US$185,53 miliar dengan laba bersih US$1,86 miliar, sedangkan Ford mencatat pendapatan US$187,97 miliar dengan rugi bersih US$7,40 miliar.

Dengan pendapatan yang lebih kecil daripada GM maupun Ford, Tesla dihargai lebih dari 20 kali lipat kapitalisasi pasar GM. Berdasarkan metrik tradisional seperti P/E, P/S dan PBV, saham Tesla tergolong mahal dibandingkan sektor otomotif. Valuasi tersebut hanya bisa dipahami jika pasar menilai Tesla sebagai perusahaan teknologi dan AI, sehingga yang dinilai adalah potensi laba jauh di masa depan, bukan laba saat ini. Selisih besar antara P/E TTM 368 kali dan forward P/E 189 kali juga menunjukkan bahwa pasar memperkirakan laba akan meningkat tajam, ekspektasi yang belum tentu terwujud.

Bull Thesis dan Bear Thesis Saham Tesla

Bull thesis: pendapatan rekor dan bisnis di luar mobil yang tumbuh

  • Pendapatan kembali tumbuh. Menurut laporan kuartal II 2026 Tesla, pendapatan naik 26% secara tahunan menjadi US$28,2 miliar dan pengiriman kendaraan mencapai rekor 480.126 unit.

  • Bisnis berbasis perangkat lunak dan layanan berkembang. Laporan yang sama mencatat pendapatan layanan naik 50% menjadi US$4,6 miliar dan pelanggan aktif FSD mencapai 1,48 juta, naik 56% secara tahunan.

  • Neraca kuat. Tesla memegang kas dan investasi US$43,5 miliar, sementara menurut StockAnalysis total utangnya US$16,08 miliar. Arus kas operasional 12 bulan terakhir mencapai US$18,7 miliar menurut laporan resmi perusahaan, memberi ruang untuk membiayai investasi besar tanpa bergantung pada pendanaan eksternal.

  • Kepentingan CEO selaras dengan pemegang saham. Paket kompensasi 2025 hanya memberi saham tambahan jika target kapitalisasi pasar dan operasional tercapai, sementara saham dari paket 2018 baru vesting pada 2028.

Bear thesis: laba menipis, valuasi bergantung pada janji masa depan

  • Profitabilitas tertekan. Margin operasional kuartal II 2026 hanya 1,4% dan arus kas bebas negatif US$1,1 miliar, menurut laporan resmi Tesla. Electrek mencatat ini sebagai kuartal pertama Tesla membakar kas sejak awal 2024.

  • Sumber laba lama menghilang. Menurut Electrek, pendapatan kredit regulasi turun dari puncak US$2,76 miliar pada 2024 menjadi US$1,99 miliar pada 2025, setelah kredit pajak kendaraan listrik federal sebesar US$7.500 berakhir pada 30 September 2025 dan denda standar efisiensi bahan bakar dihapus.

  • Valuasi sangat tinggi. Dengan P/E TTM 368 kali dan PEG 8,82, harga saham sudah memasukkan ekspektasi keberhasilan robotaxi, Optimus dan AI. Jika realisasinya lambat, ruang koreksi harga bisa besar.

  • Eksekusi produk tidak selalu sesuai rencana. Electrek menyoroti kapasitas Cybertruck yang turun ke 125.000 unit dari proyeksi 300.000 unit, adopsi robotaxi yang melambat, dan kapasitas produksi Tesla Semi yang belum jelas.

Risiko Utama bagi Pemegang Saham Tesla

Pertama, risiko ketergantungan pada satu figur. Dengan kepemilikan 19,9% dan peran sentral dalam strategi AI dan robotika, keputusan dan aktivitas Musk di luar Tesla berdampak langsung pada sentimen saham. Al Jazeera mencatat dewan direksi sendiri menanggapi kekhawatiran investor soal potensi gangguan dari aktivitas politik dan usaha lain Musk saat mengajukan paket kompensasi 2025.

Kedua, risiko dilusi. Paket 2025 mencakup 423.743.904 saham berbasis kinerja. Jika target tercapai, porsi pemegang saham lain akan menyusut, meskipun dalam skenario itu nilai perusahaan juga harus naik berlipat.

Ketiga, risiko margin. Laporan kuartal II 2026 Tesla mencatat margin kotor turun ke 16,8% meski pendapatan mencetak rekor, sehingga pertumbuhan penjualan belum otomatis berarti laba yang lebih tinggi. Keempat, risiko regulasi dan kebijakan, seperti terlihat dari hilangnya kredit pajak dan menyusutnya pendapatan kredit regulasi. Kelima, risiko makro: saham pertumbuhan dengan valuasi tinggi seperti TSLA cenderung sensitif terhadap kenaikan suku bunga dan imbal hasil obligasi AS.

Terakhir, risiko volatilitas. Beta 1,92 dan penurunan harga hampir 20% dalam setahun, menurut StockAnalysis, menunjukkan bahwa pemegang saham Tesla perlu siap menghadapi pergerakan harga yang tajam ke dua arah.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Mau mulai investasi saham AS mulai dari $1? Buka akun Gotrade dan mulai hari ini.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left

Welcome Reward hingga $1.888

Buat akun dan trading saham AS di Gotrade

*Syarat dan ketentuan berlaku