Kenapa Saham Unilever (UL) Turun di September 2026? Ini Faktor dan Datanya

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Kenapa Saham Unilever (UL) Turun di September 2026? Ini Faktor dan Datanya

Ringkasan

  • Saham  Unilever PLC (UL)  turun sekitar 3,9% dalam sebulan, dari US$65,07 pada 28 Agustus 2026 ke US$62,53 pada 28 September 2026, sekitar 16,6% di bawah level tertinggi 52 minggunya di US$74,98.
  • Pelemahan ini terjadi meski kinerja semester I 2026 kuat: menurut laporan hasil yang diserahkan Unilever ke SEC, penjualan dasar (USG) tumbuh 4,8% dengan volume naik 4,2%, dan USG kuartal II mencapai 5,8%.
  • Menurut Just Food, otoritas persaingan usaha Inggris (CMA) sedang menyelidiki transaksi senilai US$44,8 miliar untuk menggabungkan sebagian besar bisnis Foods Unilever dengan McCormick, sementara saham McCormick (MKC), yang menjadi bagian dari nilai transaksi itu, turun sekitar 12,4% pada periode yang sama.
  • Agenda yang perlu dipantau meliputi Q3 2026 Trading Statement Unilever pada 28 Oktober 2026, Investor Event pada 4 November 2026, dan keputusan tahap 1 CMA atas transaksi Foods-McCormick paling lambat 11 November 2026.

Saham Unilever (UL) turun sekitar 3,9% dalam sebulan terakhir ke US$62,53 pada 28 September 2026 menurut data StockAnalysis, padahal kinerja semester I 2026 perusahaan tergolong kuat. Faktor yang sedang disorot investor antara lain pemeriksaan regulator Inggris atas transaksi divisi Foods dengan McCormick, pelemahan saham McCormick yang menjadi bagian dari nilai transaksi itu, imbal hasil obligasi AS yang tinggi, serta proyeksi pertumbuhan paruh kedua yang lebih mengandalkan kenaikan harga.

Perlu dicatat, artikel ini membahas Unilever PLC, perusahaan barang konsumen global yang sahamnya diperdagangkan di New York Stock Exchange dengan kode UL. Saham ini berbeda dengan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, sehingga pergerakan harga dan faktor pemicunya tidak selalu sama.

Saham UL Turun 3,9% dalam Sebulan, 16,6% di Bawah Puncak 52 Minggu

Menurut data historis StockAnalysis, saham UL ditutup di US$65,07 pada 28 Agustus 2026, lalu melemah ke US$62,53 pada 28 September 2026. Dilansir halaman ringkasan StockAnalysis, rentang harga 52 minggu UL berada di US$54,75 hingga US$74,98, sehingga harga terakhir sekitar 16,6% di bawah level tertingginya dalam setahun.

Baca juga: Analisis Saham Apple (AAPL): Kinerja, Valuasi, Risiko Oktober 2026

Pelemahan ini menarik perhatian karena terjadi setelah laporan semester I yang solid. Menurut laporan hasil semester I 2026 yang diserahkan Unilever ke SEC, penjualan dasar (underlying sales growth atau USG) tumbuh 4,8% dengan volume naik 4,2%. Pada kuartal II, USG mencapai 5,8% dan manajemen menyebutnya sebagai kuartal dengan pertumbuhan volume terbaik Unilever dalam lebih dari satu dekade.

Kenapa Saham Unilever Turun: Transaksi Foods, Yield, dan Kurs

Transaksi Foods-McCormick US$44,8 Miliar Diperiksa Regulator Inggris

Menurut Just Food, pada Maret 2026 Unilever sepakat menggabungkan sebagian besar bisnis Foods, termasuk Knorr dan Hellmann's, dengan McCormick (MKC) dalam transaksi senilai US$44,8 miliar. Dalam skema itu, Unilever menerima US$15,7 miliar tunai, sementara Unilever dan pemegang sahamnya akan menguasai 65% perusahaan gabungan melalui saham McCormick. Media yang sama melaporkan otoritas persaingan usaha Inggris (CMA) sudah membuka investigasi tahap 1 dan akan memutuskan paling lambat 11 November 2026 apakah transaksi ini perlu diperiksa lebih dalam pada tahap 2.

Karena porsi terbesar nilai transaksi berupa kepemilikan saham, harga saham McCormick ikut relevan bagi investor Unilever. Menurut data StockAnalysis, saham MKC turun sekitar 12,4% dalam periode yang sama, dari US$55,33 ke US$48,46. Melansir FoodNavigator, transaksi ini juga menuai reaksi negatif dari sebagian pemegang saham, dan mantan pemegang saham Terry Smith menuding Unilever menyesatkan investor.

Baca juga: Dividen Saham Google (Alphabet): Yield, Riwayat, Ex-Date per Oktober 2026

Yield Obligasi AS Tinggi Menekan Daya Tarik Saham Dividen

UL membagikan dividen rutin dengan dividend yield sekitar 3,52%, menurut StockAnalysis. Di sisi lain, dilansir The Motley Fool, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 30 tahun sudah mencapai 5,35%, tertinggi dalam 19 tahun. Artikel itu menjelaskan bahwa ketika yield obligasi jangka panjang lebih tinggi dari dividend yield kebanyakan saham, investor yang mengincar pendapatan punya alasan untuk beralih ke obligasi.

Namun, faktor yield tidak sepenuhnya menjelaskan pelemahan UL. Menurut data StockAnalysis, saham Procter & Gamble (PG), sesama produsen barang konsumen, justru naik sekitar 3,7% pada periode yang sama. Perbandingan ini mengisyaratkan bahwa tekanan pada UL kemungkinan juga dipengaruhi faktor yang spesifik pada perusahaan, seperti transaksi Foods.

Dampak Kurs 4,9% dan Pertumbuhan Paruh Kedua yang Dipimpin Harga

Laporan semester I juga memuat dua catatan. Menurut dokumen yang sama di SEC, turnover hanya naik 0,5% menjadi €25,6 miliar karena tertahan dampak kurs negatif 4,9%. Margin laba kotor turun 70 basis poin menjadi 46,8%, yang menurut perusahaan dipengaruhi inflasi komoditas dan penyesuaian harga yang terukur. Untuk paruh kedua, Unilever memperkirakan USG 4% sampai 5% yang dipimpin kenaikan harga, dengan panduan setahun penuh di rentang 4% sampai 6% dan pertumbuhan volume sekitar 3%.

Snapshot Harga UL, MKC, dan PG: 28 Agustus hingga 28 September 2026

Berikut perbandingan harga penutupan ketiga saham, menurut data historis StockAnalysis untuk UL, MKC, dan PG:

Saham

Penutupan 28 Agu 2026

Penutupan 28 Sep 2026

Perubahan

Unilever (UL)

US$65,07

US$62,53

-3,9%

McCormick (MKC)

US$55,33

US$48,46

-12,4%

Procter & Gamble (PG)

US$143,78

US$149,03

+3,7%

Dari sisi volume, penurunan UL tidak disertai lonjakan transaksi. Menurut StockAnalysis, volume harian UL pada 22 hingga 28 September 2026 berkisar 2,0 juta sampai 2,8 juta saham, lebih rendah dibanding 25 hingga 31 Agustus 2026 yang berkisar 4,1 juta sampai 5,0 juta saham per hari. Dari sisi valuasi, StockAnalysis mencatat forward P/E UL di level 16,32.

Agenda UL yang Perlu Dipantau: 1 Oktober hingga 11 November 2026

  • 1 Oktober 2026: McCormick merilis hasil kuartal III 2026, menurut pengumuman perusahaan via PR Newswire. Kinerja dan pernyataan manajemen McCormick relevan karena saham MKC menjadi bagian dari nilai transaksi Foods.

  • 28 Oktober 2026: Unilever merilis Q3 2026 Trading Statement, menurut jadwal dalam laporan semester I di SEC. Hal yang bisa dicermati adalah apakah volume tetap terjaga saat pertumbuhan paruh kedua lebih bertumpu pada harga.

  • 4 November 2026: Unilever Investor Event 2026 di New York, juga menurut jadwal dalam laporan semester I.

  • Paling lambat 11 November 2026: keputusan tahap 1 CMA atas transaksi Foods-McCormick, termasuk apakah berlanjut ke pemeriksaan tahap 2.

  • Arah yield obligasi AS, yang memengaruhi daya tarik relatif saham dividen seperti UL dibanding obligasi.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Mau mulai investasi saham AS mulai dari $1? Buka akun Gotrade dan mulai hari ini.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left

Welcome Reward hingga $1.888

Buat akun dan trading saham AS di Gotrade

*Syarat dan ketentuan berlaku