Laporan Keuangan Unilever Semester I 2026

Ringkasan
- Laporan keuangan Unilever (UL) semester I 2026 mencatat penjualan €25,6 miliar, underlying sales growth 4,8% dengan volume naik 4,2%, dan margin operasi dasar 20,3%, menurut laporan hasil semester I 2026 perusahaan.
- Kuartal II 2026 menjadi titik terkuat dengan underlying sales growth 5,8% dan volume 5,5%, sementara pasar negara berkembang tumbuh 7,0% dan pasar negara maju hanya 1,5% pada semester I 2026.
- Laba bersih semester I 2026 turun 3,5% menjadi €3,3 miliar dan utang bersih naik ke €26,0 miliar dari €23,1 miliar pada akhir 2025, meski arus kas bebas membaik menjadi €1,5 miliar.
- Per 6 Oktober 2026, PE forward UL sebesar 15,91 kali dan dividend yield 3,67% menurut Stock Analysis, sementara Unilever memperkirakan underlying sales growth 2026 di rentang 4% hingga 6%.
Laporan keuangan Unilever terbaru menunjukkan pertumbuhan yang kini didorong volume: pada semester I 2026 penjualan dasar (underlying sales growth/USG) naik 4,8% dengan volume naik 4,2% dan margin operasi dasar 20,3%. Dengan PE forward sekitar 15,9 kali, saham Unilever (UL) diperdagangkan pada kelipatan valuasi yang lebih rendah dibanding Procter & Gamble dan Colgate-Palmolive, namun utang bersih yang naik dan pasar negara maju yang lesu menjadi hal utama yang perlu ditimbang.
Artikel ini membedah laporan keuangan Unilever tahun buku 2025 dan semester I 2026, membandingkan valuasinya dengan dua pesaing terdekat di sektor barang konsumsi, lalu merangkum argumen positif dan negatif yang dipakai investor saat menilai saham ini. Tujuannya membantu pembaca memahami angka, bukan menentukan keputusan beli atau jual.
Profil Unilever (UL): Raksasa Barang Konsumsi dengan Portofolio Baru
Unilever adalah perusahaan barang konsumsi sehari-hari (consumer staples) asal Inggris yang menjual produk perawatan diri, kecantikan, pembersih rumah tangga, dan makanan. Di bursa AS, sahamnya diperdagangkan sebagai American Depositary Receipt (ADR) dengan kode UL di New York Stock Exchange. Menurut data Stock Analysis per 6 Oktober 2026, harga saham UL berada di US$59,98 dengan kapitalisasi pasar sekitar US$128,13 miliar dan beta 0,45, yang berarti pergerakan harganya secara historis lebih tenang dibanding pasar secara umum.
Portofolio Unilever berubah cukup besar dalam setahun terakhir. Menurut laporan hasil tahunan 2025 Unilever, pemisahan bisnis es krim menjadi The Magnum Ice Cream Company rampung pada 6 Desember 2025. Sebanyak 80,15% saham perusahaan es krim itu dibagikan kepada pemegang saham Unilever, sementara Unilever mempertahankan 19,85% dengan nilai wajar €8,4 miliar. Pada 2025, bisnis es krim mencatat penjualan €7,7 miliar dan laba operasi €677 juta.
Setelah demerger, Unilever berfokus pada empat kelompok bisnis: Beauty & Wellbeing, Personal Care, Home Care, dan Foods. Dilansir dari laporan yang sama, kelompok merek utama yang disebut Power Brands menyumbang 78% dari total penjualan. Unilever termasuk sektor barang konsumsi sehari-hari, yang umumnya digolongkan sebagai sektor defensif karena produknya dibeli rutin dalam berbagai kondisi ekonomi.
Tren Laporan Keuangan Unilever 2024 hingga Semester I 2026
Untuk membaca laporan keuangan Unilever dengan benar, ada satu hal teknis yang penting: perusahaan melaporkan dalam euro, sedangkan saham UL di AS diperdagangkan dalam dolar. Karena itu, pergerakan kurs memengaruhi angka penjualan yang dilaporkan. Manajemen menggunakan ukuran USG untuk menunjukkan pertumbuhan di luar efek kurs, akuisisi, dan pelepasan bisnis. Jika kamu baru mulai mempelajari cara membaca angka-angka ini, panduan analisis fundamental saham bisa menjadi titik awal.
Indikator | FY2024 | FY2025 | Semester I 2025 | Semester I 2026 |
|---|---|---|---|---|
Penjualan (turnover) | €52,5 miliar | €50,5 miliar | €25,5 miliar | €25,6 miliar |
Underlying sales growth | - | 3,5% | - | 4,8% |
Laba operasi dasar | €10,2 miliar | €10,1 miliar | €5,1 miliar | €5,2 miliar |
Margin operasi dasar | 19,4% | 20,0% | - | 20,3% |
Laba bersih | €6,0 miliar | €6,2 miliar | €3,4 miliar | €3,3 miliar |
EPS dasar (underlying) | €3,06 | €3,08 | - | €1,61 |
Arus kas bebas | €6,3 miliar | €5,9 miliar | €1,1 miliar | €1,5 miliar |
Utang bersih (akhir periode) | €24,5 miliar | €23,1 miliar | - | €26,0 miliar |
Sumber tabel: laporan hasil tahunan 2025 dan laporan hasil semester I 2026 Unilever. Tanda strip berarti angka tersebut tidak dicantumkan dalam bentuk yang sama di sumber yang dikutip.
Tahun Buku 2025: Penjualan Turun, Margin Naik
Menurut laporan tahunan 2025, penjualan Unilever turun 3,8% menjadi €50,5 miliar. Penurunan ini terutama berasal dari dampak kurs yang merugikan sebesar 5,9% dan pelepasan bisnis bersih sebesar 1,2%. Di balik angka itu, USG tetap tumbuh 3,5%, terdiri atas volume 1,5% dan harga 2,0%. Laba operasi dasar turun tipis 1,1% menjadi €10,1 miliar, tetapi margin operasi dasar justru naik 60 basis poin menjadi 20,0% berkat pengendalian biaya overhead. EPS dasar naik 0,7% menjadi €3,08, sedangkan EPS terdilusi naik 6,2% menjadi €2,59.
Per kelompok bisnis, Personal Care tumbuh paling cepat dengan USG 4,7%, disusul Beauty & Wellbeing 4,3%, Home Care 2,6%, dan Foods 2,5%, menurut laporan yang sama.
Semester I 2026: Kuartal II dengan Volume Terbaik dalam Lebih dari Satu Dekade
Dilansir dari laporan semester I 2026, penjualan naik 0,5% menjadi €25,6 miliar, sementara USG mencapai 4,8% dengan komposisi volume 4,2% dan harga 0,6%. Kuartal II menjadi titik terkuat dengan USG 5,8% dan volume 5,5%. CEO Fernando Fernandez menyebut kuartal tersebut sebagai kuartal volume terbaik Unilever dalam lebih dari satu dekade.
Laba operasi dasar naik 0,9% menjadi €5,2 miliar dengan margin 20,3%, naik 10 basis poin. EPS dasar naik 2,4% menjadi €1,61. Namun laba bersih turun 3,5% menjadi €3,3 miliar dan EPS terdilusi turun 2,5% menjadi €1,38. Arus kas bebas membaik menjadi €1,5 miliar dari €1,1 miliar, sementara utang bersih naik ke €26,0 miliar dari €23,1 miliar pada akhir 2025.
Pertumbuhan per kelompok bisnis pada semester I 2026 dipimpin Home Care dengan USG 7,6%, lalu Beauty & Wellbeing 5,9%, Personal Care 4,8%, dan Foods 1,2%. Secara geografis, pasar negara berkembang tumbuh 7,0% sedangkan pasar negara maju hanya 1,5%. Menurut transkrip panggilan pendapatan kuartal II 2026, pertumbuhan di Indonesia meningkat menjadi 7% dengan pertumbuhan dua digit di Home Care dan Beauty & Wellbeing.
Valuasi Saham UL vs Procter & Gamble dan Colgate-Palmolive
Untuk menilai apakah saham Unilever tergolong murah atau mahal, cara paling umum adalah membandingkan rasio valuasinya dengan perusahaan sejenis. Pembanding terdekat di bursa AS adalah Procter & Gamble (PG) dan Colgate-Palmolive (CL), dua produsen barang konsumsi global yang bersaing di kategori perawatan diri dan rumah tangga. Penjelasan dasar tentang price earning ratio membantu memahami tabel berikut.
Metrik | Unilever (UL) | Procter & Gamble (PG) | Colgate-Palmolive (CL) |
|---|---|---|---|
Harga saham | US$59,98 | US$145,94 | US$86,19 |
Kapitalisasi pasar | US$128,13 miliar | US$338,97 miliar | US$68,71 miliar |
PE trailing | 12,09x | 22,03x | 34,01x |
PE forward | 15,91x | 20,91x | 21,96x |
PBV | 6,13x | 6,36x | 291,14x |
EV/EBITDA | 12,90x | 14,71x | 15,07x |
Dividend yield | 3,67% | 2,99% | 2,46% |
ROE | 31,87% | 30,29% | 267,37% |
Sumber tabel: Stock Analysis untuk UL (per 6 Oktober 2026), PG (per 5 Oktober 2026), dan CL (per 6 Oktober 2026).
Berdasarkan data tersebut, Unilever diperdagangkan dengan diskon pada hampir semua metrik utama. PE forward UL di 15,91 kali berada sekitar lima hingga enam poin di bawah PG dan CL, dan EV/EBITDA-nya di 12,90 kali juga paling rendah di antara ketiganya. Dividend yield UL sebesar 3,67% adalah yang tertinggi. Menurut Stock Analysis, harga saham UL turun 9,73% dalam 52 minggu terakhir, yang ikut menjelaskan mengapa valuasinya kini lebih rendah.
Ada beberapa catatan saat membaca tabel ini. Pertama, selisih antara PE trailing UL (12,09 kali) dan PE forward (15,91 kali) cukup lebar. Laba historis dapat dipengaruhi pos satu kali, misalnya keuntungan dari demerger es krim yang menurut laporan tahunan 2025 tercatat sebesar €3,4 miliar, sehingga PE forward umumnya lebih mewakili pembanding antarperusahaan. Kedua, PBV dan ROE Colgate-Palmolive terlihat ekstrem karena ekuitas bukunya sangat kecil relatif terhadap laba, sehingga dua angka itu kurang bermakna untuk perbandingan langsung.
Secara keseluruhan, berdasarkan data Stock Analysis tersebut, UL diperdagangkan pada kelipatan PE forward dan EV/EBITDA yang lebih rendah dibanding dua pesaingnya.. Pertanyaan yang tersisa bagi investor adalah apakah diskon itu mencerminkan peluang atau mencerminkan risiko yang memang lebih tinggi, misalnya pertumbuhan pasar negara maju yang lebih lambat dan utang yang meningkat.
Bull Case dan Bear Case Saham Unilever
Argumen Positif (Bull Case)
Pertumbuhan berbasis volume. Volume semester I 2026 naik 4,2% dan kuartal II naik 5,5%, menurut laporan semester I 2026. Pertumbuhan yang ditopang volume, bukan hanya kenaikan harga, biasanya dinilai lebih berkualitas karena menunjukkan permintaan riil.
Margin terus membaik. Margin operasi dasar naik dari 19,4% pada 2024 ke 20,0% pada 2025 dan 20,3% pada semester I 2026. Manajemen menargetkan perbaikan margin yang moderat untuk setahun penuh 2026.
Eksposur ke pasar berkembang. Pasar negara berkembang tumbuh 7,0% pada semester I 2026. Menurut transkrip panggilan pendapatan kuartal II, India tumbuh 10% pada kuartal II dan Indonesia tumbuh 7%.
Imbal hasil kepada pemegang saham. Dividen kuartalan €0,4664 per saham naik 3% dan program pembelian kembali saham €1,5 miliar telah selesai, menurut laporan semester I 2026. Dividend yield 3,67% lebih tinggi dari PG dan CL.
Valuasi berdiskon. PE forward dan EV/EBITDA UL lebih rendah dari dua pesaing utamanya, sehingga ekspektasi pasar yang tertanam di harga saham relatif lebih rendah.
Argumen Negatif (Bear Case)
Pasar negara maju lesu. USG pasar negara maju hanya 1,5% pada semester I 2026. Menurut transkrip panggilan pendapatan, penjualan di Eropa turun 0,5% pada semester tersebut di tengah kondisi pasar yang lebih lemah.
Laba bersih menurun. Walau laba dasar naik, laba bersih semester I 2026 turun 3,5% dan EPS terdilusi turun 2,5%.
Utang bersih naik. Utang bersih meningkat ke €26,0 miliar dari €23,1 miliar dalam enam bulan, menurut laporan semester I 2026.
Tekanan biaya bahan baku. Manajemen memperkirakan inflasi komoditas sekitar €850 juta untuk setahun penuh, dengan sekitar €550 juta jatuh di semester II. Margin kotor turun 70 basis poin secara tahunan, menurut transkrip panggilan pendapatan.
Foods tertinggal. Kelompok Foods hanya tumbuh 1,2% pada semester I 2026, jauh di bawah kelompok lain.
Risiko Utama yang Perlu Dipantau pada Saham UL
Selain argumen di atas, ada beberapa risiko konkret yang dapat memengaruhi kinerja Unilever ke depan:
Risiko kurs. Menurut transkrip panggilan pendapatan kuartal II, kurs mengurangi penjualan semester I sebesar 4,9%, mereda menjadi 2,4% pada kuartal II, dengan dampak setahun penuh diperkirakan sekitar 3%. Bagi investor yang membeli UL dalam dolar, pergerakan euro terhadap dolar juga ikut memengaruhi nilai investasi.
Risiko eksekusi harga. Panduan USG semester II sebesar 4% hingga 5% disebut akan dipimpin kenaikan harga, menurut laporan semester I 2026. Jika konsumen menolak kenaikan harga, volume bisa melambat.
Risiko persaingan. Manajemen menyebut persaingan yang meningkat di segmen premium kondimen di AS, serta pesaing asal China di kategori perawatan kulit yang mulai masuk ke pasar Asia Tenggara seperti Indonesia, menurut transkrip panggilan pendapatan.
Risiko geopolitik dan komoditas. Penurunan margin kotor dikaitkan manajemen dengan inflasi yang terkait konflik di Timur Tengah. Eskalasi lanjutan dapat menambah tekanan biaya.
Risiko transformasi portofolio. Unilever masih melepas dan mengakuisisi merek untuk fokus pada merek yang lebih besar, termasuk akuisisi Gruns yang rampung pada Juni, menurut transkrip yang sama. Perubahan portofolio membawa risiko integrasi dan membuat perbandingan antarperiode lebih sulit.
Untuk setahun penuh 2026, Unilever memperkirakan USG berada di rentang panduan jangka menengah 4% hingga 6% dengan pertumbuhan volume sekitar 3%, menurut laporan semester I 2026. Laporan kuartal berikutnya akan menjadi titik pengecekan apakah kenaikan harga di semester II berjalan tanpa mengorbankan volume.
Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.
Mau mulai investasi saham AS mulai dari $1? Buka akun Gotrade dan mulai hari ini.
Sumber
2026 First Half Results (Unilever PLC via FCA National Storage Mechanism)
2025 Full Year Results (Unilever PLC via FCA National Storage Mechanism)
Procter & Gamble (PG) Statistics and Valuation (Stock Analysis)
Colgate-Palmolive (CL) Statistics and Valuation (Stock Analysis)
Unilever (UL) Q2 2026 Earnings Call Transcript (The Motley Fool)
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.














