10 Saham Amerika dengan Pertumbuhan Terbaik untuk Dibeli 2026

Kholida QothrunnadaKholida QothrunnadaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra

Bagikan artikel

10 Saham Amerika dengan Pertumbuhan Terbaik untuk Dibeli 2026

Pasar saham Amerika Serikat (AS) masih jadi incaran menarik bagi investor global. Beberapa alasannya karena kekuatan ekonomi yang terus tumbuh, dominasi teknologi dan rekam jejak inovasinya.

Di tengah kondisi suku bunga yang naik-turun, pesatnya perkembangan artificial Intelligence (AI) sampai gejolak di macam sektor industri jadi tantangan tersendiri bagi pasar saham. Tapi di tengah semua itu, beberapa saham unggulan diprediksi tetap mampu mencetak kinerja yang bagus dalam setahun ke depan.

Artikel ini akan membahas 10 saham Amerika dengan prospek pertumbuhan terbaik yang bisa jadi bahan pertimbangan untuk dibeli pada 2026. Simak alasan di balik potensi cuannya di bawah yuk.

Baca juga: Cara Analisis Teknikal Saham untuk Pemula: MA, RSI, dan MACD

Kumpulan Top Saham Amerika yang Layak Dibeli 2026

Dilansir Money US News, dari hasil rekomendasi analis Center for Financial Research and Analysis (CFRA) yang telah melaporkan pertumbuhan pendapatan tahunan setidaknya 15% selama tiga tahun terakhir, berikut daftar saham-saham pilihan yang dinilai punya prospek pertumbuhan yang oke untuk tahun 2026:

Saham

Bursa

Baca juga: Waspada Penipuan Mengatasnamakan Gotrade: Kenali Modusnya & Lindungi Dirimu

Sektor

Alasan Utama

Pertumbuhan Pendapatan

Nvidia (NVDA)

Nasdaq

Semikonduktor

Pemimpin infrastruktur AI dan GPU.

+85% YoY (kuartal terbaru); proyeksi +78% (2027).

Broadcom (AVGO)

Nasdaq

Semikonduktor

Mengembangkan chip dan solusi infrastruktur teknologi.

+24% FY2025; proyeksi +63% FY2026.

Meta Platforms (META)

Nasdaq

Media Sosial & Teknologi

Pemimpin platform digital dengan bisnis iklan dan AI.

Proyeksi +26% (2026).

Eli Lilly (LLY)

NYSE

Farmasi

Pertumbuhan obat GLP-1 seperti Mounjaro dan Zepbound.

+56% (kuartal terbaru); proyeksi +31% (2026).

JPMorgan Chase (JPM)

NYSE

Perbankan

Salah satu bank terbesar dunia dengan bisnis pasar modal kuat.

Pendapatan +27%; proyeksi +7,3%.

Morgan Stanley (MS)

NYSE

Perbankan Investasi

Bisnis investasi, trading, dan aktivitas IPO.

Pendapatan +27%; trading meningkat +42%.

Palantir (PLTR)

Nasdaq *

Teknologi & AI

Platform analisis data berbasis AI untuk sektor komersial dan pemerintah.

Pendapatan +85%; proyeksi +71,3% (2026).

Goldman Sachs (GS)

NYSE

Perbankan Investasi

Fokus pada pasar modal, trading, dan layanan keuangan.

Pendapatan +39%; laba bersih +78%.

Wells Fargo (WFC)

NYSE

Perbankan

Bank besar AS dengan potensi pertumbuhan setelah pencabutan batas aset.

Pendapatan +9%; pertumbuhan pinjaman +12%.

Arista Networks (ANET)

NYSE

Networking & Data Center

Penyedia solusi jaringan cloud untuk perusahaan dan data center.

Pendapatan +35,1%.

Catatan: proyeksi pertumbuhan tahun 2026–2028, target harga, dan rating "strong buy"/"buy" adalah opini analis CFRA (dilaporkan Money US News), jadi bukan data resmi SEC (data historis yang telah dilaporkan perusahaan lah yang tercatat di SEC).

1. Nvidia Corp. (NVDA)

Nvidia merupakan perusahaan semikonduktor asal Amerika yang punya kisah pertumbuhan paling impresif di seluruh pasar saham dalam 15 tahun terakhir.

Pada kuartal pertama fiskal, angka pendapatan Nvidia tumbuh 85% dari tahun ke tahun, sementara laba bersih tumbuh 211%. Angka pertumbuhannya telah memukau Wall Street.

Equity Analyst & Senior Vice President at CFRA Research, Angelo Zino, membeberkan bahwa Nvidia berhasil bertransisi dari pembuat chip yang berfokus pada GPU menjadi pemimpin infrastruktur AI yang lengkap.

Ia menyebut pendapatan NVDA diprediksi tumbuh besar-besaran, naik 78% di tahun 2027 dan 31% di tahun 2028. Karena itu, CFRA merekomendasikan "strong buy" saham ini.

2. Broadcom Inc. (AVGO)

Broadcom merupakan perusahaan yang terdiversifikasi dalam perancangan, pengembangan, dan penyediaan perangkat semikonduktor analog. Pada tahun fiskal 2025, perusahaan ini melaporkan pertumbuhan pendapatan sebesar 24%. Zino memperkirakan pertumbuhan pendapatan keseluruhan bisa mencapai 63% pada tahun fiskal 2026.

3. Meta Platforms Inc. (META)

Meta Platforms merupakan perusahaan induk dari Facebook, Instagram, WhatsApp, Messenger, dan Threads. Bisa dibilang, Meta menjadi pemimpin pasar dalam media sosial dan periklanan online.

Zino menyebut, pada tahun 2026 peluang monetisasi AI Meta akan membantu perusahaan menghasilkan pertumbuhan pendapatan 26%. Atas dasar itu CFRA memberikan rekomendasi "strong buy" dan target harga $750 untuk saham META.

4. Eli Lilly and Co. (LLY)

Eli Lilly merupakan perusahaan bidang farmasi yang memproduksi obat berbagai kondisi medis. Pada kuartal pertama, pendapatan perusahaan tumbuh 56% dibandingkan periode sebelumnya. Pertumbuhan terbesar didapat dari obat diabetes dan penurun berat badan Mounjaro yang penjualannya meningkat hingga 125%. Sementara, pendapatan dari obat serupa, Zepbound, juga naik 80% dalam periode yang sama.

Menurut analis Sel Hardy, pertumbuhan LLY didukung oleh meningkatnya jumlah populasi lanjut usia di AS dan tingginya permintaan terhadap obat GLP-1 (golongan obat resep yang umumnya untuk mengatasi gidap diabetes tipe 2).

Ia juga memperkirakan pendapatan perusahaan ini bisa tumbuh 31% pada 2026. CFRA memberikan rekomendasi "buy" untuk saham LLY.

5. JPMorgan Chase & Co. (JPM)

JPMorgan Chase menjadi salah satu perusahaan dan bank terbesar di dunia dengan total aset lebih dari $5 triliun. Pada kuartal ke-2, perusahaan ini melaporkan pertumbuhan pendapatan sebesar 27% dan laba bersih meningkat 41%. Angka tersebut menjadi laba kuartalan tertinggi dalam sejarah bank tersebut yang didukung oleh meningkatnya aktivitas IPO (penawaran saham perdana) dan tingginya transaksi perdagangan saham.

Menurut analis Kenneth Leon, kondisi pasar modal yang semakin membaik bisa membantu pertumbuhan bisnis JPMorgan dalam beberapa kuartal ke depan.

Leon juga memproyeksikan pendapatan JPMorgan bisa tumbuh 7,3% pada tahun ini. CFRA memberikan rekomendasi "buy" untuk saham JPM.

6. Morgan Stanley (MS)

Morgan Stanley merupakan salah satu bank investasi terbesar di AS. Di kuartal 2, Morgan Stanley melaporkan pertumbuhan pendapatan sebesar 27% ,didorong oleh kenaikan pendapatan perdagangan sebesar 42%.

Seiring pulihnya bisnis investasi, analis memperkirakan kinerja Morgan Stanley akan terus membaik termasuk meningkatnya aktivitas IPO. Morgan Stanley juga disebut berpotensi memimpin IPO besar seperti OpenAI dan Anthropic. CFRA memberikan rekomendasi "strong buy".

7. Palantir Technologies Inc. (PLTR)

Palantir termasuk perusahaan teknologi yang mengembangkan platform untuk mengolah dan menganalisis data dalam jumlah besar menggunakan AI dan machine learning. Dalam hal ini, saham naik pesat berkat pertumbuhan bisnis yang kuat dalam beberapa tahun terakhir,

Sebagai informasi, sejak 26 November 2024,saham Palantir resmi berpindah pencatatan dari NYSE ke Nasdaq dengan kode ticker yang tetap sama.

Pada kuartal pertama, pendapatan Palantir meningkat 85%, dengan pertumbuhan besar dari bisnis komersial AS sebesar 133% dan bisnis pemerintah AS sebesar 84%. Seorang Analis Janice Quek memperkirakan pertumbuhan perusahaan ini akan terus berlanjut dengan proyeksi kenaikan pendapatan tahunan sebesar 71,3% pada 2026. CFRA memberikan rekomendasi "buy".

8. Goldman Sachs Group Inc. (GS)

Goldman Sachs adalah salah satu bank investasi dan perusahaan sekuritas besar di dunia. Perusahaan ini melaporkan pertumbuhan pendapatan sebesar 39% dan pertumbuhan laba bersih sebesar 78%. Pertumbuhan tersebut juga didukung oleh kinerja kuat dari bisnis perbankan global dan pasar modal, dengan pendapatan perdagangan saham meningkat hingga 72%.

9. Wells Fargo & Co. (WFC)

Wells Fargo termasuk salah satu bank terbesar di AS yang mayoritas menyalurkan kredit di pasar domestik. Dilansir laman bank sentral AS (Federal Reserve), pada Junai 2025, The Fed akhirnya mencabut batasan aset (asset cap) yang membatasi pertumbuhan Wells Fargo sejak 2018.

Pada kuartal kedua, Wells Fargo melaporkan pertumbuhan pendapatan sebesar 9% dan pertumbuhan pinjaman sebesar 12%.

Setelah pembatasan tersebut dicabut, Wells Fargo mencatat pertumbuhan yang lebih kuat, dengan pendapatan kuartal ke-2 di 2026 meningkat 9% dan pertumbuhan pinjaman mencapai 12% secara tahunan.

10. Arista Networks Inc. (ANET)

Arista Networks adalah perusahaan teknologi yang bergerak sebagai solusi jaringan cloud untuk perusahaan internet, penyedia layanan cloud, dan pusat data (data center) perusahaan.

Pada kuartal pertama, Arista melaporkan pertumbuhan pendapatan sebesar 35,1%. Perusahaan ini juga menaikkan proyeksi pertumbuhan pendapatan tahun fiskal 2026 menjadi 27,7%.

Sebagai informasi, rekomendasi di atas disusun berdasarkan analisis kinerja historis, proyeksi pendapatan, dan posisi masing-masing perusahaan di industrinya.

Itu tadi saham Amerika dengan prospek pertumbuhan terbaik yang layak dipertimbangkan untuk 2026. Beberapa nama seperti Meta Platforms dan Nvidia juga masuk dalam jajaran Magnificent Seven, tujuh saham raksasa teknologi AS yang mendominasi pasar. Yuk, kenalan lebih lanjut dengan ketujuh saham tersebut di bawah ini.

Mengenal Magnificent Seven sebagai 7 Saham Teratas di AS

Membahas saham terkenal AS, maka pertanyaan tak jauh dari 7 saham Amerika teratas yakni Magnificent Seven. Magnificent Seven artinya sebutan tujuh saham raksasa teknologi asal AS yang merajai pasar global.

Magnificent Seven itu terdiri dari Nvidia, Microsoft, Alphabet, Amazon, Meta Platforms, Apple, dan Tesla. Lebih lanjut, simak informasi seputar saham-saham teratas AS tersebut:

Perusahaan

Ticker

Industri

Bisnis Utama

Nvidia

NVDA

Semikonduktor

Mendesain GPU dan chip untuk data center, gaming, dan komputasi.

Microsoft

MSFT

Software & Cloud Computing

Mengembangkan software, layanan cloud Azure, dan aplikasi produktivitas.

Alphabet

GOOGL

Internet & Teknologi

Mengoperasikan Google Search, YouTube, Android, dan Google Cloud.

Amazon

AMZN

E-commerce & Cloud Computing

Menjalankan bisnis e-commerce, AWS, logistik, dan layanan digital.

Meta Platforms

META

Media Sosial

Mengelola Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Threads.

Apple

AAPL

Consumer Technology

Memproduksi iPhone, Mac, iPad, Apple Watch, serta layanan digital.

Tesla

TSLA

Otomotif & Energi

Mengembangkan kendaraan listrik, baterai, dan solusi energi terbarukan.

Tips Memilih Saham Amerika

Banyaknya saham yang diperdagangkan di bursa Amerika Serikat, menjadi tantangan tersendiri bagi pemula untuk memilihnya. Dirangkum dari Investopedia, berikut tips dasar memilih saham AS untuk membantumu:

  • Tentukan tujuan investasi dengan jelas di awal, mulai dari besaran dividen, keamanan modal, atau pertumbuhan nilai.

  • Pantau berita pasar, hal ini akan menjadi sumber ide untuk investasi awal.

  • Cek kandidat saham incaran kamu lewat ETF sektor, stock screener, maupun artikel analisis.

  • Perhatikan presentasi investor perusahaan untuk gambaran kinerja dan prospeknya.

  • Sebelum memutuskan beli, cek dan analisis fundamental mendalam.

Aplikasi Beli Saham Luar Negeri

Setelah kamu mengenal macam saham dengan pertumbuhan terbaik dan para raksasa teknologi Magnificent Seven, mungkin kamu mulai tertarik untuk mulai berinvestasi di saham-saham AS tadi.

Kalau kamu tertarik membeli saham-saham Amerika di atas, sekarang investasi bisa dengan mudah diakses langsung dari smartphone. Salah satu aplikasi yang bisa dipilih adalah Gotrade.

Cara Buat Akun di Gotrade

  1. Unduh aplikasi Gotrade di App Store atau Google Play.

  2. Daftar dengan email atau nomor ponsel dan lengkapi proses Know Your Customer (KYC) untuk keamanan.

  3. Siapkan modal awal untuk transaksi yang bisa mulai dari $1

  4. Jika sudah, pengguna bisa dengan mudah memilih dan melakukan transaksi saham atau ETF.

Lewat Gotrade, kamu bisa membeli saham-saham top Amerika seperti NVDA hingga Apple, mulai dari modal kecil mulai dari $1. Aplikasi Gotrade sudah aman karena sudah berizin oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) serta didukung oleh Nasdaq dan TradingView.

Perlu dicatat, kalau daftar saham di atas bukan jaminan hasil investasi melainkan dari opini dan proyeksi dari analis CFRA. Kinerja masa lalu dan proyeksi pertumbuhan tidak menjamin hasil yang sama di masa depan. Pastikan untuk melakukan riset maupun berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan.

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Kholida Qothrunnada
Ditulis oleh
Kholida Qothrunnada
Kholida Qothrunnada adalah konten strategis dan editor lulusan Ilmu Komunikasi dengan konsentrasi Multimedia Jurnalistik. Memiliki pengalaman lebih dari 4 tahun bekerja di media nasional sebagai reporter di bidang ekonomi dan bisnis. Memiliki minat untuk mendalami konten seputar keuangan, fintech, saham, dan kripto.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut
Welcome Rewards

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade