Pre-closing atau prapenutupan
Post-closing atau pascapenutupan
Pre-market dan after-hours untuk pasar AS
Setiap sesi memiliki mekanisme dan tingkat likuiditas yang berbeda. Order yang dimasukkan di luar sesi reguler juga belum tentu langsung dieksekusi. Order tersebut dapat mengantre sampai sesi berikutnya atau hanya berlaku pada sesi tertentu, tergantung jenis order dan ketentuan broker.
Jam Bursa Saham Indonesia
Berdasarkan jadwal resmi Bursa Efek Indonesia, perdagangan saham di pasar reguler dibagi menjadi dua sesi utama. Jadwal ini berlaku pada hari bursa, yaitu Senin sampai Jumat, kecuali hari libur bursa.
Jadwal Pasar Reguler BEI
Sesi | Senin–Kamis | Jumat |
Prapembukaan | 08.45–08.59 WIB | 08.45–08.59 WIB |
Sesi I | 09.00–12.00 WIB | 09.00–11.30 WIB |
Sesi II | 13.30–15.49 WIB | 14.00–15.49 WIB |
Prapenutupan | 15.50–16.01 WIB | 15.50–16.01 WIB |
Pascapenutupan | 16.02–16.15 WIB | 16.02–16.15 WIB |
Tabel tersebut merupakan versi yang disederhanakan. BEI menetapkan waktu hingga hitungan detik dan memiliki non-cancellation period tertentu pada sesi prapembukaan dan prapenutupan.
Apa yang Terjadi pada Sesi Prapembukaan?
Pada sesi prapembukaan, order beli dan jual dapat dimasukkan sebelum perdagangan reguler dimulai.
Sistem BEI kemudian menentukan harga pembukaan berdasarkan harga yang dapat mempertemukan volume order beli dan jual terbanyak. Order yang belum terpenuhi dapat diteruskan ke sesi reguler selama masih memenuhi ketentuan perdagangan dan batas auto rejection.
Apa yang Terjadi pada Sesi Prapenutupan?
Prapenutupan digunakan untuk membentuk harga penutupan. Pada periode ini, investor masih dapat memasukkan order, tetapi terdapat waktu tertentu ketika order yang sudah masuk tidak dapat diubah atau dibatalkan.
Setelah proses pencocokan selesai, sesi pascapenutupan berlangsung sampai pukul 16.15 WIB. Pada sesi ini, transaksi hanya dapat terjadi pada harga penutupan yang telah terbentuk.
Karena mekanismenya berbeda dari perdagangan reguler, investor sebaiknya tidak menganggap pukul 15.49 WIB sebagai akhir seluruh aktivitas bursa. Namun, perdagangan normal dengan pergerakan harga berkelanjutan memang berakhir pada waktu tersebut.
Jam Bursa Saham Amerika
Dua bursa saham utama di Amerika Serikat adalah New York Stock Exchange atau NYSE dan Nasdaq.
Sesi reguler keduanya berlangsung pukul 09.30–16.00 Eastern Time, dari Senin sampai Jumat, kecuali hari libur pasar atau hari dengan penutupan lebih awal.
Karena Indonesia menggunakan WIB tanpa perubahan musim, sedangkan New York menerapkan Daylight Saving Time, jam perdagangan AS dalam WIB berubah satu jam pada periode tertentu.
Jadwal Pasar Saham AS dalam WIB
Sesi | Saat DST | Saat Standard Time |
Pre-market | 15.00–20.30 WIB | 16.00–21.30 WIB |
Regular market | 20.30–03.00 WIB | 21.30–04.00 WIB |
After-hours | 03.00–07.00 WIB | 04.00–08.00 WIB |
Jam di atas menggunakan jadwal umum Nasdaq, yaitu pre-market pukul 04.00–09.30 ET, sesi reguler pukul 09.30–16.00 ET, dan after-hours pukul 16.00–20.00 ET. NYSE Arca juga memiliki early, core, dan late session dengan rentang waktu yang sama.
Namun, akses investor terhadap sesi tersebut bergantung pada broker, jenis saham, dan tipe order yang tersedia. Tidak semua broker membuka seluruh sesi pre-market atau after-hours kepada semua pengguna. Investor.gov menyarankan investor memeriksa langsung ketentuan extended-hours pada broker masing-masing.
Mengapa Jam Bursa AS Berubah?
Perubahan jam terjadi karena sebagian besar wilayah Amerika Serikat menerapkan Daylight Saving Time atau DST.
DST biasanya dimulai pada Minggu kedua bulan Maret dan berakhir pada Minggu pertama bulan November. Menurut National Institute of Standards and Technology, pada 2026 DST berlaku mulai 8 Maret hingga 1 November.
Dampaknya bagi investor Indonesia adalah:
Saat DST berlaku, New York lebih cepat satu jam sehingga pasar reguler AS dibuka pukul 20.30 WIB.
Saat standard time berlaku, pasar reguler dibuka pukul 21.30 WIB.
Indonesia tidak mengubah zona waktunya, sehingga jadwal lokal yang perlu disesuaikan.
Dengan demikian, anggapan bahwa Indonesia dan New York selalu memiliki selisih 12 jam tidak sepenuhnya tepat. Selisih Jakarta dan New York adalah sekitar 11 jam ketika DST berlaku dan 12 jam ketika standard time berlaku.
Apa Itu Pre-Market dan After-Hours?
Untuk penjelasan lebih lengkapnya, kamu juga bisa merujuk pada artikel Apa Itu Pre-Market dan After-Hours Trading?
Pre-market
Pre-market adalah sesi perdagangan sebelum pasar reguler dibuka. Di Nasdaq, sesi ini berlangsung pukul 04.00–09.30 ET.
Sesi ini sering digunakan pasar untuk merespons informasi yang muncul sebelum pembukaan, seperti:
Namun, volume transaksi pada pre-market dapat lebih rendah daripada sesi reguler.
After-hours
After-hours adalah sesi setelah pasar reguler ditutup. Di Nasdaq, sesi ini umumnya berlangsung pukul 16.00–20.00 ET.
Banyak perusahaan AS merilis laporan keuangan setelah pasar reguler ditutup. Akibatnya, harga saham dapat bergerak tajam dalam sesi after-hours ketika investor merespons pendapatan, laba, proyeksi manajemen, atau informasi material lainnya.
Risiko Trading di Pre-Market dan After-Hours
Extended-hours trading tidak selalu memiliki kondisi yang sama dengan sesi reguler. Investor.gov dan Nasdaq menyoroti sejumlah risiko yang perlu diperhatikan.
1. Likuiditas lebih rendah
Jumlah pembeli dan penjual dapat lebih sedikit. Akibatnya, order mungkin memerlukan waktu lebih lama untuk terpenuhi atau tidak terpenuhi sama sekali.
2. Bid-ask spread lebih lebar
Selisih antara harga beli tertinggi dan harga jual terendah (bid and ask) dapat lebih besar. Spread yang lebar dapat meningkatkan biaya tidak langsung ketika membuka atau menutup posisi.
3. Volatilitas lebih tinggi
Harga dapat bergerak lebih cepat, terutama setelah pengumuman laporan keuangan atau berita material.
4. Harga dapat berbeda antar-venue
Extended-hours trading dapat berlangsung melalui beberapa bursa atau electronic communication network. Harga yang terlihat pada satu tempat belum tentu merupakan harga terbaik yang tersedia di seluruh pasar.
5. Limit order belum tentu tereksekusi
Limit order membantu menentukan harga maksimum pembelian atau harga minimum penjualan. Namun, order tersebut tidak menjamin transaksi akan berhasil jika tidak ada pihak lain yang bersedia bertransaksi pada harga tersebut.
Karena risikonya lebih tinggi, extended-hours sebaiknya tidak diperlakukan sebagai cara pasti untuk mendapatkan harga yang lebih baik atau menghindari pergerakan pasar.
Apakah Perubahan DST Memengaruhi GTC Order?
Good ‘Til Canceled atau GTC adalah order yang tetap aktif sampai berhasil dieksekusi, dibatalkan oleh investor, atau mencapai batas waktu yang ditetapkan broker.
Secara umum, perubahan DST hanya menggeser jam sesi perdagangan dalam WIB. Perubahan tersebut tidak otomatis mengubah jumlah saham, nilai posisi terbuka, atau membatalkan order GTC.
Namun, investor tetap perlu memperhatikan beberapa hal:
Broker biasanya menetapkan batas maksimum masa aktif GTC.
GTC belum tentu berlaku pada sesi extended-hours.
Sebagian broker memerlukan pengaturan khusus agar order dapat dieksekusi pada pre-market atau after-hours.
Corporate action seperti stock split dapat memengaruhi atau membatalkan order terbuka, tergantung kebijakan broker.
Investor.gov menjelaskan bahwa masa aktif maksimum GTC dapat berbeda pada setiap perusahaan broker.
Perbedaan Day Order dan GTC Order
Jenis Order | Masa Berlaku Umum |
Day order | Berlaku sampai sesi yang ditentukan berakhir |
GTC order | Berlaku sampai terpenuhi, dibatalkan, atau mencapai batas waktu broker |
Menurut Investor.gov, day order yang tidak terpenuhi selama jam reguler biasanya berakhir dan tidak otomatis diteruskan ke after-hours atau hari perdagangan berikutnya. Ketentuan pastinya tetap bergantung pada broker.
Hari Libur Bursa
BEI tidak beroperasi pada akhir pekan, hari libur nasional tertentu, atau hari yang ditetapkan sebagai libur bursa. Untuk 2026, BEI menetapkan kalender libur bursa melalui Pengumuman No. Peng-00171/BEI.POP/09-2025, dengan total 239 hari bursa. Jadwal tersebut masih dapat berubah apabila terdapat perubahan kalender operasional Bank Indonesia atau kebijakan pemerintah terkait hari libur nasional dan cuti bersama.
NYSE dan Nasdaq juga memiliki kalender libur sendiri. Selain penutupan penuh, terdapat hari tertentu ketika pasar AS ditutup lebih awal atau early close. Pada 2026, Nasdaq dan NYSE menjadwalkan penutupan pukul 13.00 ET pada 27 November, sehari setelah Thanksgiving, serta 24 Desember menjelang Natal.
Karena kalender Indonesia dan Amerika berbeda, pasar AS dapat tetap buka ketika Indonesia libur, begitu pula sebaliknya. Investor sebaiknya memeriksa kalender resmi bursa setiap tahun, terutama sebelum memasukkan order berjangka waktu pendek.
Bagaimana Perbedaan Jam Bursa AS Memengaruhi Investor Indonesia?
1. Pasar AS buka pada malam hari
Bursa AS mulai aktif pukul 20.30 WIB saat Daylight Saving Time berlaku atau pukul 21.30 WIB di luar periode tersebut. Jadwal ini cukup praktis karena pasar bisa dipantau setelah jam kerja.
Namun, kamu tidak perlu mengikuti pergerakan harga sampai pasar tutup pukul 03.00 atau 04.00 WIB. Bagi investor jangka panjang, begadang belum tentu membuat keputusan investasi menjadi lebih baik.
Banyak perusahaan AS merilis laporan keuangan setelah sesi reguler ditutup. Karena itu, harga saham bisa saja sudah bergerak di after-hours ketika kamu membuka aplikasi pada pagi hari.
Tidak perlu langsung merasa tertinggal. Volume perdagangan after-hours biasanya lebih rendah, sehingga harga masih bisa berubah ketika sesi reguler dibuka kembali.
3. Harga yang turun belum tentu berarti bisnisnya memburuk
Saham dapat turun karena pendapatan melemah, proyeksi manajemen diturunkan, atau hasilnya hanya tidak sesuai ekspektasi pasar. Penyebab tersebut memiliki dampak yang berbeda.
Sebelum mengambil keputusan, lihat laporan resmi perusahaan dan cari tahu apa yang benar-benar berubah pada laba, arus kas, utang, pertumbuhan, atau prospek bisnisnya. Jangan hanya melihat persentase pergerakan harga.
4. Wall Street bisa memengaruhi sentimen BEI
Pergerakan indeks AS, suku bunga, data ekonomi, dan harga komoditas dapat memengaruhi suasana pasar Asia, termasuk Indonesia.
Meski begitu, pasar AS dan BEI tidak selalu bergerak searah. Kondisi bisnis, valuasi, likuiditas, dan faktor domestik setiap perusahaan tetap berbeda. Karena itu, pergerakan Wall Street sebaiknya menjadi tambahan informasi, bukan satu-satunya alasan untuk bertransaksi.
5. Waspadai keputusan saat sedang lelah
Harga yang bergerak cepat pada malam hari dapat memicu panik atau FOMO, terutama setelah kamu beraktivitas seharian.
Kalau informasinya belum jelas, tidak langsung melakukan transaksi juga merupakan pilihan yang wajar. Kamu bisa membaca laporan perusahaan pada pagi hari dan menilainya ketika kondisi sudah lebih tenang.
Tips Mengatur Aktivitas Investasi
1. Fokus pada saham yang kamu pantau
Tidak semua berita perlu diikuti. Prioritaskan jadwal laporan keuangan, aksi korporasi, dan informasi yang berkaitan langsung dengan perusahaan dalam portofoliomu.
2. Manfaatkan price alert
Price alert membantu kamu memantau saham tanpa terus melihat layar. Namun, harga bisa saja sudah berubah ketika notifikasi dibuka, terutama saat pasar sedang volatil.
3. Pahami jenis order
Limit order memberi batas harga, tetapi belum tentu terisi. Market order lebih mengutamakan eksekusi, tetapi harga akhirnya dapat berbeda dari angka terakhir di layar.
Risiko selisih harga biasanya lebih besar pada pre-market dan after-hours karena perdagangan cenderung lebih sepi.
Investor jangka panjang umumnya tidak perlu mengikuti pasar sampai dini hari. Lebih baik membaca informasi perusahaan pada pagi hari, ketika datanya sudah lebih lengkap dan kamu bisa menilainya dengan lebih jernih.
5. Hindari bertransaksi saat emosional
Rasa panik, lelah, atau takut ketinggalan dapat memengaruhi keputusan. Jika penyebab pergerakan harga belum jelas, luangkan waktu untuk memeriksa sumber resmi sebelum bertindak.
6. Gunakan dana khusus investasi
Gunakan dana yang tidak dibutuhkan untuk biaya hidup, dana darurat, atau kebutuhan dalam waktu dekat. Harga saham dapat turun dan tidak ada kepastian kapan nilainya akan pulih.
Mengakses Saham Amerika dari Indonesia
Gotrade Indonesia menyediakan akses ke lebih dari 600 saham dan ETF AS secara fraksional mulai dari US$1. Layanan Gotrade Indonesia beroperasi melalui PT Valbury Asia Futures, pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa efek.
Gotrade juga menyediakan akses ke sesi perdagangan yang lebih panjang. Namun, ketersediaan extended-hours dapat bergantung pada saham, jenis order, versi aplikasi, dan ketentuan yang sedang berlaku. Periksa informasi sesi serta status order di aplikasi sebelum bertransaksi.
Dengan fractional shares di Gotrade, kamu tidak harus menyediakan dana untuk membeli satu lot saham penuh. Meski nominal awal lebih fleksibel, risiko perubahan harga, nilai tukar, likuiditas, serta risiko perusahaan tetap berlaku.
Kesimpulan
Pasar reguler BEI dibuka pukul 09.00 WIB. Sementara itu, NYSE dan Nasdaq dibuka pukul 09.30 waktu New York, yang setara dengan pukul 20.30 WIB ketika DST berlaku atau pukul 21.30 WIB ketika standard time berlaku.
Selain sesi reguler, pasar AS memiliki pre-market dan after-hours. Sesi tersebut memberi waktu perdagangan lebih panjang, tetapi umumnya disertai likuiditas lebih rendah, spread lebih lebar, dan volatilitas lebih tinggi.
Memahami jam perdagangan dapat membantu kamu mengatur order dan jadwal pemantauan. Namun, waktu transaksi sebaiknya tidak menjadi satu-satunya dasar keputusan. Tetap pertimbangkan fundamental perusahaan, valuasi, likuiditas, biaya, tujuan investasi, dan kemampuan menanggung risiko.
Pantau jadwal pasar dan pilihan saham AS yang tersedia melalui aplikasi Gotrade.