Saham Emas Amerika: NEM, AEM, dan Barrick

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham Emas Amerika: NEM, AEM, dan Barrick

Ringkasan

  • Saham emas Amerika seperti Newmont, Agnico Eagle, dan Barrick Mining menjadi sorotan setelah harga emas turun di bawah US$4.250 per ons pada 28 September 2026 dan berada di US$4.176,81 per ons pada 1 Oktober 2026.
  • Menurut laporan kuartal II 2026 Newmont, perusahaan mencatat arus kas bebas rekor US$2,2 miliar dengan harga jual rata-rata emas US$4.414 per ons dan AISC US$1.621 per ons.
  • Agnico Eagle memproduksi 855.816 ons emas pada kuartal II 2026 dengan AISC US$1.459 per ons dan arus kas bebas sekitar US$1,335 miliar, sementara ketiga saham masih positif sejak awal tahun.
  • Agenda berikutnya adalah laporan kuartal III Newmont pada 22 Oktober 2026 dan Agnico Eagle pada 28 Oktober 2026, sedangkan laporan Barrick Mining diperkirakan sekitar 9 November 2026.

Saham emas Amerika seperti Newmont, Agnico Eagle, dan Barrick Mining sedang menjadi sorotan karena harga emas melemah dari level di atas US$4.250 ke kisaran US$4.150 per ons pada akhir September hingga awal Oktober 2026, sementara para penambang ini masih mencatat arus kas yang besar.

Emas Turun ke Bawah US$4.250, Saham Penambang Ikut Disorot

Menurut Azernews, harga emas jatuh di bawah US$4.250 per troy ons pada 28 September 2026, pertama kalinya dalam sekitar enam pekan, seiring melemahnya kontrak berjangka emas di bursa COMEX. Tekanan berlanjut ke awal Oktober. Dilansir PriceGold.net, harga emas pada 1 Oktober 2026 berada di US$4.176,81 per ons.

Pergerakan ini langsung relevan bagi saham penambang seperti Newmont, Agnico Eagle Mines, dan Barrick Mining. Laba perusahaan tambang emas sangat bergantung pada selisih antara harga jual emas dan biaya produksinya, sehingga perubahan harga emas biasanya tercermin cukup cepat pada harga sahamnya.

Baca juga: Analisis Saham Apple (AAPL): Kinerja, Valuasi, Risiko Oktober 2026

Mengapa Margin dan Arus Kas Penambang Emas Penting

Berbeda dengan memegang emas fisik atau ETF emas yang mengikuti harga spot gold, saham emas Amerika mencerminkan bisnis tambang secara keseluruhan: volume produksi, biaya, cadangan, dan kebijakan pengembalian modal kepada pemegang saham. Karena itu, angka biaya per ons menjadi kunci untuk membaca seberapa besar ruang margin yang masih tersisa ketika harga emas terkoreksi.

Menurut laporan kuartal II 2026 Newmont yang diajukan ke SEC, perusahaan memproduksi 1,3 juta ons emas atributabel, membukukan arus kas bebas (free cash flow) rekor kuartal kedua sebesar US$2,2 miliar, dan mengembalikan US$1,9 miliar kepada pemegang saham lewat dividen dan pembelian kembali saham. Harga jual rata-rata emas Newmont pada periode itu US$4.414 per ons, sementara biaya all-in sustaining cost (AISC) emasnya US$1.621 per ons. Newmont menutup kuartal dengan posisi kas bersih US$3,4 miliar dan mempertahankan panduan produksi 2026 sebesar 5,3 juta ons dengan AISC US$1.680 per ons.

Agnico Eagle menunjukkan pola serupa. Menurut laporan kuartal II 2026 Agnico Eagle, perusahaan memproduksi 855.816 ons emas pada kuartal II 2026 dengan AISC US$1.459 per ons dan arus kas bebas sekitar US$1,335 miliar. Artinya, meski harga emas kini berada di bawah rata-rata harga jual kuartal II, selisihnya dengan biaya produksi kedua perusahaan masih lebar. Meski begitu, perlu dicatat bahwa angka tersebut adalah kinerja periode lalu, bukan jaminan untuk kuartal berikutnya.

Baca juga: Dividen Saham Google (Alphabet): Yield, Riwayat, Ex-Date per Oktober 2026

Snapshot Harga dan Volume NEM, AEM, dan B

Berikut ringkasan data pasar ketiga saham menurut halaman kutipan Yahoo Finance yang diakses pada 6 Oktober 2026.

Saham

Harga terakhir

Rentang 52 minggu

Kapitalisasi pasar

Return sejak awal tahun

Newmont (NEM)

US$115,82

US$76,05 - US$135,29

US$122,0 miliar

16,74%

Agnico Eagle (AEM)

US$183,33

US$134,38 - US$255,24

US$92,8 miliar

8,84%

Barrick Mining (B)

US$40,00

US$30,35 - US$54,69

US$65,8 miliar

8,09%

Data tersebut menunjukkan ketiga saham masih positif sejak awal tahun, namun diperdagangkan cukup jauh di bawah level tertinggi 52 minggunya. Harga NEM sekitar 14% di bawah puncak 52 minggu US$135,29, sedangkan AEM sekitar 28% di bawah puncaknya. Menurut Yahoo Finance, volume AEM pada sesi yang tercatat sekitar 1,05 juta saham, di bawah rata-rata harian 2,66 juta saham, yang mengindikasikan aktivitas perdagangan relatif tenang. Melansir Yahoo Finance, Barrick Gold Corporation telah berganti nama menjadi Barrick Mining Corporation sejak Mei 2025, sehingga kini diperdagangkan dengan ticker B.

Jadwal Earnings 22 dan 28 Oktober yang Perlu Dipantau

Beberapa hal konkret yang bisa dipantau investor dalam beberapa pekan ke depan:

  • Laporan kuartal III Newmont pada 22 Oktober 2026, menurut Yahoo Finance. Perhatikan apakah AISC tetap sejalan dengan panduan US$1.680 per ons dan bagaimana kebijakan pengembalian modal dilanjutkan.

  • Laporan kuartal III Agnico Eagle pada 28 Oktober 2026, menurut Yahoo Finance, terutama tren biaya produksi dan arus kas bebas.

  • Laporan Barrick Mining yang diperkirakan sekitar 9 November 2026 menurut Yahoo Finance (tanggal masih estimasi).

  • Arah harga emas setelah turun di bawah US$4.250 per ons. Karena laba penambang sensitif terhadap harga emas, pergerakan lanjutan harga spot akan memengaruhi ekspektasi margin kuartal berikutnya.

Saham tambang emas cenderung lebih volatil dibanding harga emas itu sendiri, karena faktor operasional seperti biaya energi, gangguan produksi, dan risiko negara tempat tambang beroperasi ikut berperan. Memahami kedua sisi, peluang margin dan risikonya, membantu membaca sektor ini secara lebih utuh.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Mau mulai investasi saham AS mulai dari $1? Buka akun Gotrade dan mulai hari ini.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left

Welcome Reward hingga $1.888

Buat akun dan trading saham AS di Gotrade

*Syarat dan ketentuan berlaku