Gotrade News - Aksi jual saham chip global menyeret sektor semikonduktor Asia ke jurang terdalam dalam beberapa bulan terakhir pada Selasa (28/7/2026), dengan Samsung Electronics anjlok hingga 13,4% dan SK Hynix terjun hingga 14%. Dikutip Investing.com, kedua raksasa memori itu bersama-sama menyumbang hampir setengah bobot indeks KOSPI Korea Selatan, yang tergerus sekitar 9,4% per pukul 03.41 GMT. Tekanan berlapis dari kekhawatiran pendanaan Nvidia, kompetisi chip China, dan pertanyaan atas keberlanjutan belanja kecerdasan buatan (AI) menjadi pemicu utama gelombang jual ini.
Saham ADR SK Hynix Tembus di Bawah Harga IPO Perdana
Sinyal paling mencolok datang dari saham SK Hynix yang tercatat di Amerika Serikat. Dilansir Yahoo Finance, American depositary receipt (ADR) SK Hynix ditutup 7,5% lebih rendah pada sesi semalam di posisi $143,02, menembus di bawah harga penawaran umum perdana (IPO) $149 untuk pertama kalinya sejak debutnya bulan ini. Penurunan ini signifikan karena SK Hynix merupakan pemasok utama chip high-bandwidth memory (HBM) untuk Nvidia, komponen inti bagi akselerator AI. Ketika saham pemasok kunci menembus harga IPO-nya, pasar membaca keraguan investor terhadap rantai pasok chip AI yang selama ini menjadi motor kenaikan.
Tekanan tidak berhenti di Korea. Kioxia Holdings di Jepang anjlok hampir 18%, sementara MediaTek di Taiwan turun lebih dari 9%. Penurunan yang menyebar lintas produsen memori dan perancang chip ini menunjukkan aksi jual bersifat sektoral, bukan sekadar isu satu emiten.
Pemicu sentimen terbesar adalah laporan seputar Nvidia. Menurut Investing.com yang mengutip Wall Street Journal, Nvidia dilaporkan bisa memberikan dukungan finansial sekitar $250 miliar untuk proyek pusat data OpenAI. Perlu ditekankan bahwa angka ini masih berupa laporan dan bahasannya menyebut Nvidia "bisa" memberi dukungan, bukan kesepakatan final yang sudah diteken. Saham Nvidia (NVDA) sendiri turun hampir 5% menyusul laporan tersebut.
Kekhawatiran yang muncul berpusat pada skema circular financing: perusahaan chip mendanai pelanggan yang kemudian membeli chip dari perusahaan itu sendiri. Pola semacam ini memunculkan pertanyaan soal seberapa organik permintaan chip AI dan seberapa berkelanjutan siklus belanja modal yang menopang valuasi sektor selama dua tahun terakhir. Bagi investor, ketidakpastian atas struktur pendanaan sebesar ini cukup untuk memicu ambil untung setelah reli panjang.
Kompetisi Chip China dan Kekhawatiran Kelebihan Pasokan
Lapisan tekanan berikutnya datang dari China. Laporan bahwa sebuah perusahaan China tengah mengembangkan alat litografi deep ultraviolet (DUV) domestik menghidupkan kembali kekhawatiran kompetisi chip, karena kemandirian manufaktur dapat mengikis dominasi pemasok yang selama ini dipandang tak tergantikan. Sentimen ini diperkuat oleh debut pasar yang kuat dari produsen memori China CXMT pada Senin, yang justru memperbesar kekhawatiran kelebihan pasokan (oversupply) di segmen memori.
Faktor lain adalah makin populernya model AI open-source China berbiaya rendah, seperti Kimi K3. Model yang lebih efisien secara biaya memunculkan pertanyaan mendasar: jika kualitas AI bisa dicapai dengan komputasi yang lebih hemat, seberapa besar sebenarnya permintaan chip AI kelas atas ke depan? Kombinasi kompetisi, potensi oversupply, dan efisiensi model menekan narasi pertumbuhan tanpa batas yang selama ini melekat pada sektor semikonduktor.
Suara Analis: Fase Kepanikan dalam Aksi Jual
Para analis membaca pergerakan ini sebagai fase emosional pasar. Matt Simpson, market analyst di StoneX, menilai pasar tengah berada pada fase keputusasaan dari aksi jual, saat investor teknologi berlomba keluar hanya karena indeks Nasdaq bergerak turun. Sementara itu, Han Ji-young dari Kiwoom Securities dan Ryu Young-ho dari NH Investment & Securities mengaitkan penurunan dengan narasi investasi AI yang melemah serta kekhawatiran kompetisi yang kembali mengemuka.
Kita tampaknya berada di fase keputusasaan dalam aksi jual, ketika investor teknologi berbondong-bondong keluar hanya karena Nasdaq mengatakan demikian. (Matt Simpson, StoneX)
Apa Artinya bagi Saham Chip AS yang Bisa Diakses
Penting dicatat bahwa Samsung, SK Hynix, Kioxia, MediaTek, dan CXMT bukan saham yang tersedia untuk diperdagangkan secara fraksional di Gotrade. Namun tema yang menekan mereka, yaitu keraguan atas rantai pasok memori dan belanja AI, beririsan langsung dengan nama-nama semikonduktor AS yang bisa diakses. Di rantai memori, Micron Technology (MU) menjadi peer terdekat SK Hynix dan Samsung sebagai produsen memori tercatat di AS, sehingga bergerak dalam tema permintaan HBM dan risiko oversupply yang sama. Di sisi manufaktur, Taiwan Semiconductor (TSM) sebagai foundry terbesar dunia menjadi barometer utama untuk membaca sentimen atas siklus produksi chip global.
Bagi investor, episode ini adalah pengingat bahwa sektor semikonduktor bergerak sebagai satu ekosistem yang saling terkait, dari pemasok memori Asia hingga perancang chip dan foundry di AS. Setiap keraguan atas keberlanjutan belanja AI cenderung menjalar ke seluruh rantai. Memahami keterkaitan ini membantu membaca konteks di balik pergerakan harga, tanpa menjadikan koreksi tajam sebagai satu-satunya penentu arah jangka panjang.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.
Kholida Qothrunnada merupakan penulis dan strategist konten lulusan Ilmu Komunikasi dengan pengalaman lebih dari 4 tahun dalam penulisan berbasis SEO, termasuk 2 tahun di bidang strategi dan penyuntingan konten. Memahami praktik terbaik SEO dan GEO terkini dalam penyusunan struktur konten dan strategi publikasi.