Apple Salip Nvidia Jadi Perusahaan Paling Berharga di Dunia, Mendekati $5 Triliun

Setya MahardikaSetya Mahardika
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade

Bagikan artikel

Apple Salip Nvidia Jadi Perusahaan Paling Berharga di Dunia, Mendekati $5 Triliun

Gotrade News - Apple kembali menjadi perusahaan paling berharga di dunia. Sahamnya ditutup pada Senin, 27 Juli 2026, dengan kapitalisasi pasar sekitar $4,94 triliun, menggeser Nvidia yang ada di kisaran $4,8 triliun. Posisi ini membuat Apple tinggal selangkah lagi dari tonggak $5 triliun. Yang menarik, kenaikannya justru datang saat investor mulai berpindah dari saham yang jor-joran membangun infrastruktur AI ke perusahaan yang lebih hemat belanja modal. Jaraknya di puncak pun masih tipis, apalagi Nvidia sempat jadi perusahaan pertama yang menembus kapitalisasi $5 triliun sebelum akhirnya digeser.

Key Takeaways

  • Apple ditutup sebagai perusahaan paling berharga dunia pada 27 Juli 2026 dengan kapitalisasi sekitar $4,94 triliun.
  • Saham Apple menguat 22% sepanjang tahun berjalan, mengungguli seluruh anggota Magnificent Seven.
  • Narasi "hemat capex" menjadi pendorong utama, di saat belanja infrastruktur AI menekan saham pesaing.

Belanja Modal Apple Turun, Nilai Sahamnya Naik

Hal yang dulu dianggap kelemahan Apple sekarang malah jadi nilai plusnya di mata investor. Menurut Yahoo Finance, saham Apple (AAPL) menguat 22% sepanjang tahun berjalan, jauh di atas rata-rata Magnificent Seven. Bandingkan dengan Alphabet yang cuma naik 4% dan Tesla yang malah turun 30% di periode yang sama. Bedanya ada di sini: pasar sekarang lebih menghargai perusahaan yang tidak jor-joran belanja untuk infrastruktur AI. Buat investor, artinya disiplin biaya kembali dilirik setelah bertahun-tahun pasar cenderung mengejar pertumbuhan dengan cara apa pun.

Jay Woods, Chief Market Strategist di Freedom Capital Markets, melihat kritik yang dulu diarahkan ke Apple sekarang berbalik jadi keuntungan. Dilansir Yahoo Finance, ia bilang Apple yang dulu dikritik karena tidak berbelanja lebih besar untuk AI ternyata berhasil menghindari jebakan belanja modal itu. Belanja modal Apple tercatat turun selama tiga kuartal terakhir. Sebaliknya, Alphabet dan Tesla justru menaikkan pengeluaran infrastruktur AI, dan langkah itu menekan harga saham keduanya. Arah belanja yang berbeda inilah yang bikin performa saham mereka jauh berbeda tahun ini.

Baca juga: Laba Emiten Semester I 2026 Terbelah, BJBR Melejit

Rotasi dari Chip AI ke AI Konsumen

Berpindahnya gelar perusahaan paling berharga dari Nvidia ke Apple menunjukkan investor mulai melirik perusahaan yang membawa AI langsung ke tangan konsumen, bukan sekadar produsen perangkat kerasnya. Selama ini Nvidia (NVDA) dikenal sebagai wajah dari lonjakan permintaan chip AI. Tapi tahun ini sahamnya hanya naik 7%, tertinggal jauh dari Apple yang naik 22%. Menurut Yahoo Finance, nilai pasar Nvidia sekarang sekitar $4,8 triliun, sedikit di bawah Apple.

Meski begitu, jarak antara keduanya sebenarnya tipis sekali. Beberapa bulan terakhir, posisi puncak terus berpindah di antara keduanya, dan urutannya bisa berubah lagi hanya dalam satu sesi perdagangan. Buat kamu yang sedang menimbang saham teknologi besar, ini pertanda posisi pemimpin pasar sekarang bergerak jauh lebih cepat dari sebelumnya.

Berikut perbandingan singkat kinerja saham beberapa raksasa teknologi sepanjang tahun berjalan:

Baca juga: Gotrade Daily: AWS Amazon Melejit, Rekor untuk Microsoft
PerusahaanKapitalisasiKinerja YTD
Apple~$4,94 triliun+22%
Nvidia~$4,8 triliun+7%
Alphabet~$4,09 triliun+4%
Tesla~$1,21 triliun-30%

Mendekati $5 Triliun Menjelang Laporan Keuangan

Menurut 9to5Mac, saham Apple sempat menyentuh kisaran $4,944 triliun secara intraday pada 27 Juli 2026, tapi masih tepat di bawah tonggak psikologis $5 triliun. Angka itu belum terlewati, walau selisihnya makin menipis jelang rilis kinerja perusahaan.

Apple dijadwalkan merilis laporan laba pada Kamis mendatang. Rilis ini terasa lebih penting karena jadi panggilan laba terakhir Tim Cook sebelum ia mundur sebagai CEO pada 1 September 2026. Investor bakal memperhatikan apakah Apple tetap menjaga disiplin belanja modal yang selama ini menopang sahamnya, di tengah tekanan untuk berinvestasi lebih agresif di AI. Ini jadi pilihan yang berbeda dari Alphabet (GOOGL), yang justru memilih menggenjot belanja infrastruktur.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Welcome Rewards

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade