Aksi Korporasi Emiten (DOOH Rights Issue & Akuisisi INET, Dividen Interim BMRI, Buyback AALI, DADA ARB)

Ringkasan
-
DOOH merancang rights issue hingga 154,78 miliar saham baru dengan potensi dilusi 95,24% untuk mendukung akuisisi 29,88% saham INET senilai Rp2,005 triliun.
-
Bank Mandiri (BMRI) membayar dividen interim Rp66 per saham atau Rp6,16 triliun, sehingga total dividen BMRI sepanjang 2026 mencapai Rp50,63 triliun.
-
Astra Agro Lestari (AALI) menyiapkan buyback saham maksimal Rp400 miliar dari kas internal pada periode 2 Oktober hingga 28 Desember 2026.
-
Saham DADA tertahan di batas ARB untuk hari kelima beruntun di Rp24 per saham.
Gotrade News - Sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan aksi korporasi pada Jumat (2/10/2026), mulai dari rencana rights issue jumbo PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) untuk mendukung akuisisi saham INET, pembayaran dividen interim Bank Mandiri (BMRI) sebesar Rp66 per saham, hingga program buyback saham Astra Agro Lestari (AALI) senilai maksimal Rp400 miliar. Di sisi lain, saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) kembali tertahan di batas auto reject bawah (ARB) untuk hari kelima berturut-turut.
Emiten | Aksi Korporasi | Angka Kunci |
|---|---|---|
DOOH | Rights issue dan akuisisi 29,88% saham INET | Hingga 154,78 miliar saham baru, dilusi hingga 95,24%, akuisisi Rp2,005 triliun |
BMRI | Dividen interim tahun buku 2026 | Rp66 per saham, total Rp6,16 triliun |
AALI | Buyback saham | Maksimal Rp400 miliar, 2 Oktober sampai 28 Desember 2026 |
DADA | ARB lima hari beruntun | Rp24 per saham, antrean jual 1,41 juta lot |
DOOH Rancang Rights Issue, Dilusi hingga 95,24%
Menurut Bloomberg Technoz, DOOH berencana menerbitkan hingga 154,78 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp10 per saham. Pemegang saham yang tidak menggunakan haknya berpotensi mengalami penurunan persentase kepemilikan hingga 95,24%.
Dilansir CNBC Indonesia, rights issue tersebut merupakan satu dari empat aksi korporasi yang disiapkan DOOH, disertai penerbitan Waran Seri II. Tiga aksi lainnya adalah fasilitas pinjaman pemegang saham, pengalihan sisa dana IPO sebesar Rp120 miliar menjadi setoran modal ke anak usaha, serta restrukturisasi perusahaan yang mencakup perubahan nama, pemindahan kantor pusat, dan peningkatan modal dasar. Seluruh rencana itu akan dibawa ke Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin, 9 November 2026.
Akuisisi INET Senilai Rp2,005 Triliun
Masih menurut CNBC Indonesia, DOOH melalui anak usahanya, PT Cakrawala Nexus Investama, akan membeli 6,685 miliar saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) atau setara 29,88% dari PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara. Harga pembelian Rp300 per saham, sehingga nilai transaksi mencapai Rp2,005 triliun atau 647,90% dari ekuitas konsolidasi DOOH per 30 Juni 2026.
Pendanaan awal akuisisi berasal dari fasilitas pinjaman pemegang saham pengendali baru, PT Sinergi Internasional Investama, dengan plafon Rp5 triliun, tenor 10 tahun, dan bunga 7,5% per tahun. Dari plafon tersebut, Rp2 triliun dicairkan lebih dulu untuk membiayai pembelian saham INET.
Menurut DOOH, integrasi dengan INET akan memperkuat lima pilar bisnis, yaitu pusat data AI, konektivitas berkecepatan tinggi, jaringan serat optik darat, serat optik bawah laut, dan energi hijau lewat pembangkit listrik tenaga surya. Bisnis pusat data sendiri merupakan lini utama operator global seperti Equinix (EQIX) dan Digital Realty (DLR) di pasar saham AS.
Dividen Interim BMRI Rp66 per Saham Cair
Melansir Stockwatch, Bank Mandiri membayarkan dividen interim tahun buku 2026 senilai Rp6,16 triliun atau Rp66 per saham pada Jumat (2/10/2026). Dengan pembayaran ini, total dividen yang dibagikan BMRI sepanjang 2026 mencapai Rp50,63 triliun, terdiri dari Rp44,47 triliun untuk tahun buku 2025 dan Rp6,16 triliun dividen interim 2026.
Hingga Agustus 2026, laba bersih Bank Mandiri tercatat Rp37,5 triliun, naik 22,3% secara tahunan. Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, menyebut pembayaran yang bertepatan dengan HUT ke-28 perseroan sebagai momen untuk mengapresiasi kepercayaan pemegang saham.
AALI Siapkan Buyback Rp400 Miliar
Menurut CNBC Indonesia, Astra Agro Lestari menyiapkan dana maksimal Rp400 miliar untuk membeli kembali sahamnya pada periode 2 Oktober hingga 28 Desember 2026. Dana buyback berasal dari kas internal, bukan pinjaman maupun hasil penawaran umum.
Manajemen AALI menyatakan buyback diharapkan dapat menstabilkan harga saham di tengah kondisi pasar yang fluktuatif. Program dapat berhenti lebih awal apabila periode berakhir, dana yang dialokasikan habis, atau manajemen memutuskan untuk menghentikannya. Di pasar AS, buyback juga menjadi instrumen pengelolaan modal yang rutin digunakan emiten besar seperti Apple (AAPL).
Saham DADA ARB Lima Hari di Rp24
Dilansir Bloomberg Technoz, saham DADA turun 4 poin atau 14,28% ke Rp24 per saham dan kembali menyentuh ARB untuk hari kelima beruntun. Antrean jual di harga tersebut mencapai 1,41 juta lot, dengan nilai transaksi Rp4,28 miliar dari 3.338 kali transaksi.
Tekanan ini terjadi setelah BEI menerapkan Keputusan Direksi No Kep-00136/BEI/09-2026 yang mencabut batas harga terendah Rp50, sehingga saham kini dapat turun hingga Rp1.
Sumber
DOOH Rancang Rights Issue Jumbo, Dilusi Sampai 95% (Bloomberg Technoz)
Era Media Sejahtera Siapkan 4 Aksi Korporasi Senilai Rp 2 Triliun (CNBC Indonesia)
Astra Agro Lestari Siapkan Buyback Saham hingga Rp400 Miliar (CNBC Indonesia)
Saham DADA Lanjut ARB Lima Hari Beruntun, Antrean Jual Rp24 (Bloomberg Technoz)
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.














