Data Kerja AS Lemah, Taruhan Kenaikan Bunga Fed Surut

Ringkasan
-
Ekonomi AS hanya menambah 29.000 lapangan kerja nonpertanian pada September 2026, jauh di bawah ekspektasi 90.000.
-
Peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober turun ke 16%, dari 64% sepekan sebelumnya.
-
Nasdaq naik 1,2%, tetapi yield Treasury tenor 10 tahun justru naik ke 5,28%.
-
Sektor keuangan AS mencatat bulan terburuk dibanding S&P 500 sejak 1990, menurut Truist Securities.
Gotrade News - Data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang jauh lebih lemah dari perkiraan meredakan taruhan pasar atas kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober. Menurut rilis resmi Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS), ekonomi AS hanya menambah 29.000 lapangan kerja nonpertanian pada September 2026, sementara tingkat pengangguran berada di 4,2%.
Angka tersebut jauh di bawah ekspektasi ekonom sebesar 90.000, seperti dilaporkan Yahoo Finance. Peluang kenaikan suku bunga pada Oktober pun turun menjadi 16%, dari 64% sepekan sebelumnya.
Revisi Turun 60.000 Pekerjaan pada Juli dan Agustus
Pelemahan tidak hanya terlihat di angka bulan September. Menurut BLS, data Juli direvisi turun 31.000 menjadi minus 10.000, sedangkan Agustus direvisi turun 29.000 menjadi 133.000. Rata-rata upah per jam naik 5 sen atau 0,1% menjadi US$37,81, dengan kenaikan 3,0% dalam 12 bulan terakhir.
Laporan data tenaga kerja AS yang sama juga mencatat lapangan kerja sektor jasa keuangan nyaris tidak berubah, yakni minus 7.000 pada September, menurut BLS.
"Saya kira dengan data pasar kerja hari ini, pasar kini tidak lagi mengharapkan kenaikan suku bunga lagi," ujar Chris Phelan, Ketua Dewan Penasihat Ekonomi Presiden AS, dilansir Yahoo Finance.
Melansir Yahoo Finance, ekonom Mohamed El-Erian dari Wharton juga menilai laporan September akan membuat The Fed "pasti menahan" suku bunga pada Oktober.
Nasdaq Naik 1,2%, Yield 10 Tahun Justru Ke 5,28%
Pasar saham merespons positif. Dow Jones naik 0,5%, S&P 500 menguat 0,7%, dan Nasdaq Composite naik 1,2% serta sempat menyentuh rekor intraday. Saham Nvidia (NVDA) naik 2,5% dan sempat mencapai rekor US$237,87, membawa kapitalisasi pasarnya ke US$5,72 triliun, menurut Yahoo Finance.
Namun pasar obligasi bergerak berbeda. Yield Treasury tenor 10 tahun justru naik 4 basis poin ke 5,28%, sementara yield 30 tahun berada di sekitar 5,63%, berdasarkan data yang sama.
Saham Bank AS Catat Bulan Terburuk Sejak 1990
Di tengah reli saham teknologi, sektor keuangan tertinggal. Menurut 24/7 Wall St., analis Truist Securities Brian Foran menyebut sektor keuangan mencatat bulan terburuk dibanding S&P 500 sejak 1990. Indeks KBW Nasdaq Bank turun 13% dari pertengahan Agustus, dan ETF Invesco KBW Bank (KBWB) turun 8% dalam sebulan terakhir.
Tekanan ini terjadi meski kinerja bank masih solid. Laba yang disesuaikan JPMorgan Chase (JPM) naik 13% menjadi US$6,14 per saham, sementara laba bersih Bank of America (BAC) naik 28%, dilansir 24/7 Wall St.
Faktor tekanan saham bank | Data |
|---|---|
Selisih yield 10 tahun vs 2 tahun | 0,46% (Februari: 0,74%) |
Volume merger global Q3 | US$1,23 triliun (Q2: US$1,8 triliun) |
KBW Nasdaq Bank Index | Turun 13% dari pertengahan Agustus |
Menurut 24/7 Wall St., menyempitnya selisih yield tersebut menekan margin bunga bersih bank, sementara turunnya aktivitas merger memangkas potensi pendapatan perbankan investasi. Foran menilai penurunan ini lebih mencerminkan rotasi yang didorong arus dana, bukan hasil kinerja bank itu sendiri.
Sumber
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.














