Danantara: Laporan Keuangan Rilis Oktober, Kantor Investasi Hong Kong, Impor KRL

Ringkasan
-
Danantara menargetkan laporan keuangan konsolidasi tahun buku 2025 rampung pada Oktober 2026, setelah audit BPK yang dimulai pada Agustus 2026.
-
Danantara disebut menyiapkan kantor investasi di Hong Kong, dengan entitas Danantara Investment Holding Hong Kong yang terdaftar sejak 23 Maret 2026.
-
KAI mengusulkan impor 23 rangkaian KRL bekas dari Jepang, sementara Danantara masih mengkaji biaya dan manfaatnya.
Gotrade News - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menargetkan laporan keuangan konsolidasi tahun buku 2025 rampung pada Oktober 2026. Menurut Katadata, COO Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria menyampaikan, "Insyaallah mudah-mudahan bulan ini selesai ya," saat ditanya soal proses audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Pada pekan yang sama, Danantara juga disebut tengah menyiapkan kantor investasi di Hong Kong dan ikut membahas rencana impor KRL bekas dari Jepang. Tiga isu ini menunjukkan peran Danantara yang makin luas, dari transparansi keuangan, ekspansi investasi global, hingga keputusan belanja BUMN.
Audit BPK atas Laporan Keuangan Danantara 2025
Dilansir Katadata, Danantara menyerahkan laporan keuangan konsolidasi 2025 yang belum diaudit kepada BPK pada 20 Juli 2026. BPK kemudian menerbitkan surat tugas pemeriksaan pada 14 Agustus 2026, dan Kepala Auditorat Keuangan Negara (AKN) VII Slamet Edy Purnomo menggelar Grand Entry Meeting pada 17 September 2026.
Pemeriksaan mencakup BPI Danantara, PT Danantara Aset Manajemen (DAM), PT Danantara Investasi Manajemen (DIM), serta seluruh entitas BUMN di bawah struktur Danantara. BPK menilai kesesuaian penyajian dengan standar akuntansi, kecukupan pengungkapan, kepatuhan terhadap regulasi, dan efektivitas pengendalian internal dengan pendekatan berbasis risiko. Bagi investor, laporan ini menjadi gambaran pertama posisi aktiva dan pasiva Danantara secara konsolidasi.
Kantor Investasi Danantara di Hong Kong
Melansir Katadata yang mengutip Bloomberg, Danantara berencana membuka kantor investasi di Hong Kong. Entitas Danantara Investment Holding Hong Kong telah terdaftar pada 23 Maret 2026 di bidang holding dan keuangan, sementara proses rekrutmen tenaga investasi profesional dan pencarian ruang kantor masih berjalan.
Eksekutif yang berbasis di Hong Kong, Sisi Liu, memimpin investasi Danantara untuk kawasan Greater China dan Asia Utara dengan fokus pada kecerdasan buatan, robotika, dan manufaktur canggih. Menurut laporan yang sama, Danantara mengawasi aset sekitar US$900 miliar, dan sebelumnya telah memberi mandat US$1 miliar kepada Partners Group untuk kredit swasta serta membentuk usaha patungan US$2,5 miliar dengan JBS NV untuk operasi di Australia dan Selandia Baru. Perwakilan Danantara menolak berkomentar saat dihubungi Bloomberg.
Rencana Impor 23 Rangkaian KRL Bekas dari Jepang
Di dalam negeri, Dony Oskaria dijadwalkan bertemu Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi pada Jumat (2/10) untuk membahas rencana PT KAI mengimpor KRL bekas dari Jepang. Menurut ANTARA, KAI mengusulkan impor 23 rangkaian kereta, terdiri atas 7 rangkaian formasi SF12 dan 16 rangkaian formasi SF8, seiring meningkatnya jumlah penumpang KRL Jabodetabek.
Danantara belum memastikan dukungannya. "Nanti kan penjelasan bagaimana kan kita mesti melihat cost and benefit-nya, ya," kata Dony, seperti dikutip ANTARA. Ia menambahkan bahwa Danantara akan menyeimbangkan kebutuhan armada dengan kapasitas produksi PT Industri Kereta Api (INKA) di dalam negeri.
Sumber
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.














