Amazon Geser Prime Day ke Juni, Sweetgreen Melonjak 45%

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Amazon Geser Prime Day ke Juni, Sweetgreen Melonjak 45%

Share this article

Gotrade News - Amazon resmi memindahkan Prime Day 2026 ke 23-26 Juni, kembali ke jadwal Juni setelah lima tahun di Juli. Pergeseran ini menandai format empat hari yang pada 2025 mendorong belanja online AS hingga $24,1 miliar menurut Adobe Analytics.

Pasar konsumer juga diramaikan lonjakan Sweetgreen sebesar 45% pada Mei dan minat akuisisi terhadap EasyJet di London. Sentimen ritel dan jasa konsumen menunjukkan momentum positif menjelang musim belanja pertengahan tahun.

Poin Utama

  • Amazon memindahkan Prime Day 2026 ke 23-26 Juni dengan format empat hari penuh.
  • Sweetgreen melonjak 45% pada Mei setelah Point72 masuk dan JPMorgan menaikkan rating.
  • EasyJet menerima minat akuisisi dari Castlelake, namun manajemen menolaknya sebagai oportunistik.

Menurut Investing.com, Amazon (AMZN) memilih jadwal Juni untuk menghindari bentrok dengan Piala Dunia FIFA 2026. Turnamen tersebut berlangsung 11 Juni hingga 19 Juli dan diperkirakan menyedot perhatian konsumen global.

Baca juga: Gotrade Daily: Intel Di-upgrade Ganda BofA, Target $135

Faktor kedua adalah peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat yang jatuh pada periode tersebut. Jamil Ghani, VP Amazon Prime International, menyatakan pekan tersebut dinilai paling pas untuk gelaran Prime Day.

Strategi Belanja Pertengahan Tahun

Amazon akan menekankan kategori bahan pangan segar dan kebutuhan rumah tangga dalam Prime Day kali ini. Strategi ini memanfaatkan kapabilitas pengiriman same-day dan next-day yang menjadi keunggulan logistik perusahaan.

Analis Vivek Pandya dari Adobe Digital Insights memproyeksikan pertumbuhan tahunan yang kuat untuk Prime Day 2026. Kategori peralatan elektronik, perlengkapan kantor, serta rumah dan taman diperkirakan mencatat penjualan tertinggi.

Baca juga: Gotrade Daily: Kejutan Capex Oracle Guncang Wall Street

Persaingan ritel akan memanas karena Costco (COST) dan jaringan ritel besar lain biasanya merespons Prime Day dengan promosi tandingan. Pergeseran jadwal ke Juni memberikan ruang baru bagi seluruh ekosistem ritel AS untuk menyesuaikan kalender promosi.

Dilansir The Motley Fool, Sweetgreen (SG) melonjak 45% selama Mei meski masih turun lebih dari 75% dari puncaknya. Hasil kuartal pertama mengecewakan dengan penjualan komparabel turun 12%, namun manajemen memproyeksikan perbaikan mulai kuartal kedua.

Katalis utama datang pada 14-15 Mei ketika saham menguat 5% lalu 17% berturut-turut. Pemicu pergerakan ini adalah masuknya hedge fund Point72 sebagai pemegang saham besar di perusahaan salad cepat saji tersebut.

Kenaikan Sweetgreen dan Manuver EasyJet

JPMorgan Chase menaikkan peringkat Sweetgreen menjadi overweight dengan target harga dari $8 ke $13. Bank tersebut menyoroti respons positif terhadap menu wraps baru yang dijual lebih murah dari salad standar.

Pada akhir Mei, Sweetgreen menunjuk Cindy Olsen sebagai Chief Strategy Officer untuk mendorong transformasi bisnis. JPMorgan menilai valuasi Sweetgreen masih murah dibandingkan kompetitor fast-casual lain di industri.

Melansir Investing.com, maskapai EasyJet yang tercatat di London menerima minat akuisisi dari Castlelake, firma investasi asal Amerika Serikat. Saham EasyJet menyentuh £4,50 pada Senin, menghargai maskapai pada kisaran £3,4 miliar.

Bank of America menilai wajar EasyJet di £6,50 per saham, sedangkan Barclays menyebut aset maskapai bernilai lebih dari £11 per saham. Saham EasyJet turun sekitar 15% sepanjang tahun ini, jauh tertinggal dari pesaing seperti Ryanair.

Analis menyoroti armada Airbus yang efisien, slot bandara strategis di London, Paris, dan Geneva, serta bisnis paket liburan sebagai daya tarik akuisisi. Chris Beauchamp dari IG menyatakan sedikit pihak yang mampu menolak penawaran dengan valuasi semurah ini.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade