Gotrade News - Apple dilaporkan menjajaki kerja sama produksi chip utama di AS bersama Intel dan Samsung Electronics. Diskusi awal ini mengisyaratkan diversifikasi pasokan dari Taiwan Semiconductor yang selama ini menjadi mitra utama.
Bagi investor, kabar Senin (04/05) ini membuka pertanyaan baru soal arah supply chain semikonduktor AS. Hasil dari pembicaraan ini akan menentukan apakah Apple benar-benar menggeser sebagian volume dari TSMC atau hanya menyiapkan rencana cadangan.
Key Takeaways:
- Apple di tahap diskusi awal dengan Intel dan Samsung untuk produksi chip utama di AS menurut laporan Bloomberg.
- Eksekutif Apple sudah mengunjungi pabrik Samsung di Texas dan menjajaki layanan pembuatan chip Intel.
- Saham Apple (AAPL) turun 1,18% ke USD 276,83 pasca laporan tersebut.
Apple (AAPL) sedang menjalin diskusi awal dengan Intel (INTC) dan Samsung Electronics. Investing.com mengutip Bloomberg yang menyebut diskusi ini bertujuan membuka opsi produksi chip utama perangkat Apple di AS.
Eksekutif Apple sudah mengunjungi pabrik Samsung yang sedang dibangun di Texas. Mereka juga menggelar pembicaraan awal dengan Intel terkait kemungkinan menggunakan jasa pembuatan chip kontrak.
Reuters mencatat diskusi dengan Samsung dan Intel masih dalam tahap awal. Belum ada pesanan resmi yang dihasilkan dari kedua jalur kerja sama ini hingga laporan diterbitkan.
Eksekutif Apple disebut khawatir terhadap penggunaan teknologi non TSMC. Mereka menyoroti reliabilitas dan skala produksi sebagai faktor utama yang harus dijawab kandidat alternatif.
Tekanan Supply Chain dari TSMC
Tim Cook sebelumnya menyebut penjualan iPhone tertahan oleh kendala pasokan chip prosesor. Pernyataan ini muncul saat earnings sebelumnya dan memberi konteks kuat terhadap urgensi diversifikasi pasokan.
TSMC saat ini memproduksi prosesor iPhone dengan teknologi manufaktur canggih. Teknologi yang sama juga dipakai untuk chip AI terdepan sehingga kapasitas TSMC menjadi sumber persaingan ketat di tingkat industri.
Saham Intel (INTC) berpotensi mendapat sentimen positif jika kerja sama benar terjadi. Foundry Intel butuh anchor customer skala global untuk memvalidasi kelayakan teknologi prosesnya.
Reaksi Pasar dan Implikasi
Apple menutup sesi turun 1,18% di USD 276,83 setelah laporan Bloomberg muncul. Investor menilai komentar awal soal reliabilitas dan skala sebagai sinyal bahwa transisi tidak akan terjadi cepat.
Motley Fool melaporkan penjualan iPhone tetap kuat di tengah resurgence produk andalan ini. Kombinasi permintaan kuat dan kendala pasokan menjadi alasan kenapa diversifikasi mitra produksi menjadi prioritas Apple sekarang.
Intel menolak berkomentar terkait pembicaraan ini menurut Investing.com. Apple dan Samsung juga belum memberi tanggapan resmi atas pertanyaan media di hari yang sama.
Investor sebaiknya tidak buru-buru memposisikan ulang portofolio terhadap Intel hanya berdasarkan laporan ini. Konfirmasi pesanan resmi dari Apple atau update kebijakan dari kedua pihak akan menjadi pemicu repricing yang lebih kredibel.
Sumber:












