AS Desak Eksekutif Minyak Genjot Produksi di Tengah Krisis

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
AS Desak Eksekutif Minyak Genjot Produksi di Tengah Krisis

Share this article

Gotrade News - Pemerintah Amerika Serikat berencana menggelar pertemuan darurat dengan eksekutif perusahaan minyak besar pada Kamis (17/04) untuk mendorong peningkatan produksi domestik. Langkah ini diambil di tengah gangguan pasokan global akibat konflik Iran yang telah mengganggu lalu lintas Selat Hormuz selama hampir tujuh minggu.


Key Takeaways:

  • Menteri Energi dan Interior AS akan bertemu eksekutif minyak untuk mendorong pengeboran lebih agresif
  • Saham Occidental Petroleum mencatat lonjakan skor momentum dari 31 ke 92,5 dalam sepekan
  • Chevron dan ExxonMobil tetap menjadi pilihan defensif dengan dividen 39+ tahun berturut

Menteri Energi Chris Wright dan Menteri Interior Doug Burgum dijadwalkan bertemu eksekutif dari Occidental Petroleum dan produsen minyak besar lainnya. Tujuan utamanya adalah mendorong peningkatan pengeboran untuk menekan harga minyak yang melonjak akibat gangguan Selat Hormuz.

Presiden Trump menuduh Iran gagal memenuhi ekspektasi gencatan senjata terkait transit minyak dan memperingatkan soal biaya pengiriman. Konflik yang telah berlangsung hampir tujuh minggu ini terus mengganggu jalur pasokan energi global yang paling vital.

Saham Occidental Petroleum mencatat lonjakan dramatis dengan skor momentum naik dari 31,02 ke 92,51 dalam sepekan. Saham OXY ditutup di $55,83 pada Rabu, naik 0,81%, dengan tren jangka pendek hingga panjang semuanya berubah positif.

Chevron diperdagangkan di $184,91 dengan kapitalisasi pasar $369 miliar dan yield dividen 3,74%. Perusahaan ini mampu mempertahankan dividen dan belanja modal meski harga minyak turun di bawah $50 per barel, dengan rekam jejak 39 tahun kenaikan dividen berturut-turut.

ExxonMobil berada di $149,17 dengan kapitalisasi pasar $621 miliar, menjadi produsen minyak terbesar di AS. Perusahaan menargetkan tambahan laba $25 miliar dan arus kas bebas $35 miliar pada 2030 dibandingkan 2024.

Energy Transfer (ET) menawarkan yield distribusi tertinggi di 7,08% dengan infrastruktur 140.000+ mil pipa. Kapasitas throughput perusahaan mencapai 7 juta barel minyak mentah per hari, menjadikannya pemain kunci dalam rantai distribusi energi domestik.

Analis Hedgeye Risk Management menilai Occidental Petroleum mewakili "titik masuk yang baik" bagi investor yang melewatkan reli sebelumnya. Dengan 18 dari 21 analis merekomendasikan beli untuk Energy Transfer, sektor energi AS tetap menarik di tengah ketidakpastian geopolitik.

Sources:

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade