Gotrade News - Ketegangan AS-Iran memasuki fase baru setelah militer AS menembaki dan menyita kapal kargo berbendera Iran. Harga minyak Brent melonjak ke USD96.50 per barel dan Dow futures anjlok lebih dari 450 poin.
- Militer AS menembaki dan menyita kapal kontainer Iran di Teluk Oman pada Minggu (19/4), memicu ancaman balasan militer Iran
- Harga minyak WTI naik 8% ke USD90.54 per barel, sementara Brent naik 6% ke USD96.50 per barel
- Dow futures anjlok 452 poin (-0.9%) pada Minggu malam, menghapus sebagian reli 3 hari beruntun Wall Street
Insiden terjadi di Teluk Oman pada Minggu (19/4) ketika AS menembaki dan menyita kapal kontainer berbendera Iran. Trump menyatakan kapal tersebut berada di bawah sanksi Departemen Keuangan AS.
Iran melalui stasiun IRIB menyebut tindakan AS sebagai "perampokan maritim" yang melanggar gencatan senjata. Militer AS dilaporkan merusak peralatan navigasi kapal dan mengerahkan personel di dek.
Iran merespons dengan ancaman langsung melalui pernyataan resmi Angkatan Bersenjata. Pernyataan itu menegaskan Iran "akan segera menanggapi dan membalas tindakan pembajakan bersenjata AS."
Trump menambah tekanan dengan mengancam akan menghancurkan infrastruktur Iran. Ancaman tersebut disampaikan jika Iran tidak menyetujui kesepakatan terkait program nuklirnya.
Minyak Melonjak, Wall Street Berbalik Arah
Harga minyak langsung merespons eskalasi ini dengan lonjakan tajam. WTI naik 8% ke USD90.54 per barel, sementara Brent naik 6% ke USD96.50 per barel menurut data Kabar Bursa.
Lonjakan ini kontras tajam dengan minggu sebelumnya ketika minyak justru anjlok lebih dari 11%. Penurunan minggu lalu terjadi setelah Menlu Iran Abbas Araqchi menyatakan Selat Hormuz sepenuhnya terbuka untuk kapal komersial.
Dow futures merosot 452 poin atau 0.9% pada perdagangan Minggu (19/4) malam. S&P 500 futures turun 0.8% dan Nasdaq-100 futures turun 0.6% menurut data Kabar Bursa.
Penurunan futures ini menghapus sebagian momentum positif Wall Street pekan lalu. S&P 500 sebelumnya mencetak rekor penutupan 3 hari berturut-turut dengan kenaikan mingguan 4.53% menurut Kumparan.
Dow naik 868.71 poin atau 1.79% ke 49,447.43 pada Jumat (17/4). Nasdaq mencatat kenaikan mingguan terbesar di antara indeks utama sebesar 6.84% menurut data Kumparan.
Sektor energi menjadi sorotan dengan arah yang berubah drastis. Exxon Mobil turun 3.6% dan Chevron turun 2.2% pekan lalu saat minyak sempat anjlok.
Risiko Asuransi dan Ketidakpastian Lanjutan
Erik Bethel dari Mare Liberum memperingatkan operator kapal masih menghadapi premi asuransi risiko perang yang sangat tinggi. Kondisi ini berlaku meskipun Selat Hormuz sempat dinyatakan terbuka untuk lalu lintas komersial.
Peter Boockvar dari OnePoint BFG menilai pasar sudah "jenuh beli dalam jangka pendek" setelah reli 13 hari. Eskalasi AS-Iran memberi alasan baru bagi investor untuk mengambil sikap hati-hati.
Nick Johnson, CEO Willis Johnson, menyatakan penurunan harga energi sebelumnya berdampak lebih besar pada saham berkapitalisasi kecil. Kenaikan minyak kembali ke kisaran USD90-96 berpotensi membalik dinamika tersebut.
Di luar geopolitik, Netflix turun 9.7% karena proyeksi laba di bawah ekspektasi analis menurut Kumparan. Sentimen pasar kini bergantung pada perkembangan diplomasi AS-Iran dan pergerakan harga minyak selanjutnya.












