Gotrade News - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membeberkan peta jalan hilirisasi 28 komoditas pada Selasa (5/5). Total nilai investasi yang dibutuhkan mencapai USD 857 miliar hingga 2040.
Kabar Bursa melaporkan sektor mineral, batu bara, dan minyak gas menyumbang 90% dari total kebutuhan investasi. Bahlil menyebut sektor ini berada di bawah kewenangan langsung Kementerian ESDM.
Key Takeaways:
- Roadmap hilirisasi 28 komoditas butuh USD 857 miliar investasi hingga 2040.
- Mineral, batu bara, dan migas menyumbang 90% dari total kebutuhan investasi.
- Ekspor nikel naik dari USD 3,3 miliar (2017-2018) ke USD 34 miliar (2023-2024).
Bahlil mencontohkan keberhasilan hilirisasi nikel sebagai pembuktian strategi ini. Ekspor nikel olahan melonjak dari USD 3,3 miliar di 2017-2018 menjadi USD 34 miliar di 2023-2024.
Lonjakan nilai ekspor terjadi setelah pemerintah menghentikan ekspor bijih mentah pada 2020. Investasi smelter dalam negeri kemudian mendorong nilai tambah produk olahan secara berlipat.
Pemerintah mengandalkan instrumen pembiayaan baru lewat Danantara untuk menjalankan roadmap ini. Bahlil menyebut perbankan domestik sebelumnya enggan mendanai proyek hilirisasi karena risiko tinggi.
Bloomberg Technoz melaporkan strategi masifikasi compressed natural gas (CNG) jadi salah satu fokus tambahan. Bahlil mengusulkan model tabung CNG 3 kilogram untuk menjangkau konsumen rumah tangga.
Ekonom Core Muhammad Ishak Razak mengingatkan pemerintah belajar dari kegagalan konversi BBM ke BBG di 2007. Program tersebut mandek karena minimnya investasi infrastruktur jangka panjang.
CNG saat ini sudah dipakai TransJakarta, taksi, bajaj, fasilitas industri, dan hotel. Secara ekonomi, CNG dinilai lebih murah dibandingkan LPG sebagai alternatif energi rumah tangga.
Bahlil menegaskan hilirisasi adalah bentuk kedaulatan atas sumber daya alam nasional. Ia juga menggarisbawahi aspek keadilan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar tambang.
Investor global yang ingin eksposur ke rantai pasok nikel global bisa melihat Vale (VALE) atau Freeport-McMoRan (FCX). Permintaan nikel berkelanjutan ditopang produksi baterai kendaraan listrik Tesla (TSLA).
Bahlil menyebut Danantara mengubah peta pendanaan proyek hilirisasi yang sebelumnya bergantung pada bank komersial. Skema baru ini diharapkan mempercepat realisasi investasi USD 857 miliar dalam 15 tahun ke depan.
Sumber:












